Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Model Penataan Lahan Penanggulangan Erosi Berbasis Masyarakat Di Kawasan Danau Batur I Made Nada; I Wayan Redana; I G B Sila Dharma; A A Gde Agung Yana
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 18 No 1 (2018)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/blje.2018.v18.i01.p01

Abstract

Erosion control in the community-based Lake Batur area is directed to maintain the balance of Lake Batur. Erosion triggered by the pattern of management of agricultural lands less attention to aspects of soil and water conservation. The purpose of this research is; (1) to obtain a community-based erosion control model, (2) Land management Mapping on the edge of the lake, (3) erosion control strategy at the edge of the lake. This research field experiment and surpei, sampling is done by purposive sampling with amount of 64 sample. The socio-economic support data of the community was determined by 180 respondents in cluster sampling. Interviews and questionnaires are closed questions on a conventional scale. The characteristics of the lake were analyzed descriptive statistics using the SPSS tool. Land mapping is done by GPS method with GIS device. Predict erosion using the Universal Soil Loss Equation (USLE) Model, for sedimentation using the Stanford Sediment model. The analysis of the rate due to erosion, done by non linear regression analysis. The analysis shows that the settlement has an average of 115,85%, plantation 245,50% and sedimentation level 1,017,93 m3 / year. Sedimentation was tested on both sides with a 95% confidence level on the modeled sediment data. Conclusions to tackle erosion using a community-based Terracing Mekar land arrangement model that collaborates with elephant grass and vetiveria.
MODEL PENANGGULANGAN SEDIMENTASI DANAU BERBASIS MASYARAKAT DI PULAU BALI I Made Nada; Ida Bagus Suryatmaja; I Gusti Ngurah Alit Wiswasta
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 17 No 2 (2017)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/blje.2017.v17.i02.p02

Abstract

Countermeasures of community-based lake sediments are directed at maintaining the dynamic balance of Lake Batur, Beratan Lake, Lake Buyan and Lake Tamblingan. Sedimentation process of this lake is triggered by the pattern of management of agricultural land on the edge of the lake is less attention to aspects of soil and water conservation. The purpose of this research is; (1) to obtain a community-based sedimentation prevention model, (2) Mapping Land management on the edge of the lake, (3) erosion control strategy at the edge of the lake. This research is field experiment and surpei research, sampling is done by purposive sampling at Batur Lake 20 samples, Beratan Lake 16 samples, Lake Buyan 16 samples and Danau Tamblingan 12 Sampel. The socio-economic support data of the community was determined by 180 respondents in cluster sampling. Interviews and questionnaires are closed questions on a conventional scale. Characteristics of the lake were analyzed descriptive statistics using SPSS analysis tool. Land mapping is done by GPS method with GIS device. Predict erosion using the Universal Soil Loss Equation (USLE) Model while for sedimentation using the Stanford Sediment model. Data analysis to find out the model of development of sedimentation rate in lake due to erosion that happened, done by non linear regreresi analysis. The results of the analysis are tested on both sides with 95% confidence level on sediment data that is modeled whether or not significant effect
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS DI BANK SAMPAH NURI LESTARI SERASI) Ida Bagus Suryatmaja; Ni Gst. Ag. Gde Eka Martiningsih; I Made Nada
Jurnal Bakti Saraswati (JBS): Media Publikasi Penelitian dan Penerapan Ipteks Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Bakti Saraswati (JBS) : Media Publikasi Penelitian dan Penerapan Ipteks
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan (Institute for Research and Community Empowerment) Universitas Mahasaraswati Denpasar Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Independently waste management is expected to be one real way to solve the garbage problem. Garbage today remains a national problem. This is due to very low public awareness of the litter problem. The starting point of good waste management and the right is originated from households, as household waste is generated every day continuously. Other garbage bins dalah market, which requires merchants keaadaran management. From the analysis of the situation which is intended to provide a picture or map of clues to the location and boundaries of science and technology For Region (IBW) and the description of the existing condition of the area relevant to the issues to be addressed. IBW region located in Tabanan regency which is one of the districts in the province of Bali in addition to seven counties and one city to another, namely Jembrana, Buleleng, Karangasem, Klungkung, Bangli, Gianyar, Badung and Denpasar. Based on the results of hearings with Tabanan District Government through the Regional Development Planning Board (Bappeda), the direction of development of Tabanan is a balance between environmental sustainability efforts functions with efforts to use natural resources in order to achieve prosperity for the people of Tabanan particular. Availability of natural resources are limited and uneven in the district both quantity and quality to encourage the Government in Tabanan Kabuptaen strongly consider the use of natural resources. With waste management as a group is expected to build revenue (income generating) for the community that can indirectly improve the welfare of the community.
Optimasi Sifat Fisik Tanah di Zone Perakaran untuk Peningkatan Produksi dan Kualitas Umbi Kentang I Made Nada; Made Merta; Yohanes Setiyo
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbaikan sifat fisik tanah di zone perakaran dapat dilakukan dengan bahan organic yangdekomposisinya agak sulit seperti kompos kotoran ayam yang mengandung sekam. Penelitiandengan perlakuan : (1) jenis kompos, dan (2) dosis pemupukan. Jenis kompos yang dipergunakanadalah kompos kotoran ayam dan kompos kotoran sapi. Dosis pemupukan dengan kompos adalah15 ton/ha, 17.5 ton/ha, 20 ton/ha, 22,5 ton/ha dan 25 ton/ha. Setiap unit percobaan diulang 3 kali,sehingga secara keseluruhan ada 36 unit percobaan. Setiap unit percobaan berukuran 1 m x 10 m.Teknik pemupukan menggunakan kompos kotoran ayam dan kotoran sapi mampu memperbaikisifat fisik tanah terutama porositas, dan kemampuan tanah mengikat air, kompos kotoran ayammampu meningkatkan porositas menjadi lebih dari 50 % dengan kemampuan menahan air naik0,9 % jika dosis ditingkatkan 1 ton/ha. Produksi kentang konsumsi varietas granola meningkatdari 17 ton/ha menjadi 23,22 – 27.8 ton/ha. Peningkatan produksi juga diikuti dengan pergeserankelas umbi kentang konsumsi yang dihasilkan, jumlah umbi kentang konsumsi adalah sebesar16,43 – 30,44 %.
Pendekatan SHIP (Sistemik, Holistik, Interdisipliner, Partisipatori) pada Program Biogas di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan Provinsi Bali I Nyoman Sucipta; I Made Nada; Wayan Citra Wulan
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program biogas sudah dikenal di Indonesia sejak lama. Adanya program tersebut berbagaimanfaat yang diperoleh selain untuk pengadaan energi juga merupakan teknologi yang tanggapterhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam pengolahan limbah untuk mengurangipencemaran lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program biogasdan karakteristik pengguna bioreaktor di desa KelatingKendala program biogas di desaKelating, terutama dalam sistem dan disain biorektor serta pengolahan kotoran sapi menjadikompos dianggap lebih menguntungkan. Juga program biogas di desa tersebut berbasis individuyang sedikit sekali melibatkan partisipasi masyarakat. Pada kondisi tersebut biasanya petanitidak tidak mampu mengarahkan kemampuannya secara optimal. Berbeda dengan programberbasis masyarakat adalah pelibatan fisik, mental, emosi, pikiran dan prilaku seseorang didalam situasi kegiatan kelompok dan mengupayakan agar setiap orang berkontribusi samadalam menentukan hasil kelompok dan dalam menyampaikan pendapatnya. Salah satupendekatan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah denganpendekatan SHIP (SHIP Approach) Sistemik (Systemics), Holistik (Holistics), Interdisipliner(Interdiciplinary) dan Partisipatori (Participatory). Pada tahap pelaksanaan penelitian, langkahlangkahyang dilakukan adalah ceramah, diskusi dan pengumpulan data dengan mengisikuesioner penilaian petani terhadap program biogas. Karakteristik pengguna bioreaktor adalahberjenis kelamin laki-laki dengan rentangan umur antara 38 sampai 55 tahun, rerata 47,00 ±5,21 tahun. Berat badan subyek berkisar antara antara 55 sampai 72 kg dengan rerata 66,45 ±4,50 kg, dan tinggi badannya berada pada rentangan 155 sampai 175 cm dengan rerata 167,60 ±4,75 cm. Pengalaman kerja subyek berkisar antara 13 sampai 24 tahun dan rerata 23,70 ± 5,93tahun. Hasil analisis SWBR (strength, weakness, benefit dan risk), kelebihan yang ada di dalamdiri anggota kelompok menjadi strength, kelemahan menjadi weakness, keuntungan yangdiperoleh dengan adanya perbaikan menjadi benefit, dan resiko yang akan dihadapi bilaperbaikan dilakukan menjadi risk, dengan demikian pelaksanaan program biogas di desaKelating tetap tidak terlaksana dengan baik walaupun sudah melibatkan petani, tokohmasyarakat, pimpinan, kepala lingkungan dan instansi terkait, hal tersebut karena berbagaiketerbatasan terutama pola fikir tentang manfaat biogas.
Kestabilan Lereng Model Tridatu Berkolaborasi Dengan Hydroseeding Berbasis Masyarakat (Studi Kasus: Desa Songan A dan B Kintamani) I Made Nada; Ida Bagus Suryatmaja; I Gede Oka Darmayasa
Jurnal Ecocentrism Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ecocentrism
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.289 KB)

Abstract

Landslide disaster is one of the events that often occurs on the island of Bali, especially in Songan A and B Kintamani villages as happened on February 9, 2017 which claimed lives. One way ti characterize soil properties is to use geotechnical methods. Five slopes that have the potential for landslides in Songan A Village (dsa1, dsa2) and Songan B Village (dsb1, etc2, etc3) were characterized by physical soil properties such as cohesion, shear angle, density and slope geometry analyzed for slope stability using the Fellenius method manually. This study uses a quantitative approach, to determine the value of the factor of safety factor generated for each existing slope is 1.45, 1.35, 1.36, 1.13, 1.20 for the five slopes (FK < 1.5) if a landslide occurs, the landslide will piled up roads and houses. From the results of the characterization, mitigation is carried out in the form of slope arrangement of the Tri Datu Model in collaboration with community-based Hydroseeding 0.93 and 16.40 m3, 2.34 and 3.18 m3, 1.65 and 9.19 m3, 1.52 and 9.8 m3 all values of the factor of safety of slopes (FK > 1.5).
PERBANDINGAN KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI KECAMATAN DENPASAR SELATAN KOTA DENPASAR PADA 10 TAHUN MENDATANG Ida Bagus Suryatmaja; Krisna Kurniari; I Made Nada; Frederikus Marung
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.157 KB) | DOI: 10.36733/jikt.v10i1.2141

Abstract

Increased population, directly proportional to the increase in clean water needs. It also affects the availability of clean water both for current needs and for future time. To ensure that the availability of clean water can meet the needs of 2030, a study is needed to find out how much availability of clean water in 2030 and what needs are needed. To find out, a proper calculation method is needed. In this study, the availability of clean water in 2030 was calculated using the geometry method. Before calculating it, data on clean water availability was needed in the previous few years to find out the average growth of water availability which subsequently using geometry methods can be known to the availability of water by 2030. The results of the calculation showed that the availability of clean water in 2030 was 336.62 liters/second. Meanwhile, to calculate the need for clean water calculated using data on average clean water requirements today was then analyzed by the estimated population in 2030. The result was, the need for clean water in 2030 with the level of population at that time was 668,7756 liters/second. It can be concluded, the need for clean water in 2030 is greater than the availability of clean water. Therefore, looking for other important clean water sources is planned as early as possible so that water needs by 2030 are still fulfilled.
Analisis Efisiensi Saluran Daerah Irigasi Tinjak Menjangan Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Sungi di Kabupaten Tabanan Ida Bagus Suryatmaja; Krisna Kurniari; I Made Nada; Ni Kadek Sriartha Dewi
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 10 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.324 KB) | DOI: 10.36733/jikt.v10i2.3004

Abstract

Bali dengan luas wilayah yang relatif kecil memiliki produktivitas padi yang cukup tinggi terutama di daerah pedesaan. Pada sektor pertanian,pengelolaan irigasi merupakan salah satu komponen keberhasilan pertanian.Daerah Irigasi Tinjak Menjangan terletak di Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan merupakan salah satu daerah irigasi yang termasuk bagian pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) Tukad Sungi yang memilik luas areal rencana 436 Ha sejak tahun 1961, lalu pada tahun 2020 luas areal fungsional menjadi 405 Ha.Dari pencatatan debit tahun terakhir (2020) yaitu debit rata-rata yang masuk ke intake sebesar 770 lt/dt, dimana debit yang paling besar 863 lt/dt dan yang paling kecil 127 lt/dt. Sedangkan kebutuhan air pada sawah Daerah Irigasi Tinjak Menjangan sebesar 810 lt/dt. Analisis efisiensi jaringan irigasi dan analisis efektivitas jaringan irigasi yang dibantu dengan Microsoft Excel. Data yang diperlukan pada analisis adalah data debit bendung selama 5 tahun terakhir, data pola tanam, data klimatologi, data kondisi existing jaringan irigasi, penampang saluran dan debit saluran irigasi. Hasil analisis efisiensi saluran primer mendapatkan hasil persentase 99,083 % yang menunjukkan bahwa saluran pada daerah irigasi sangat efisien karena sudah diatas nilai standar untuk saluran primer 90%.
Analisis Debit Banjir Rancangan Pada Sistem Drainase Kota Bangli Ruas Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai Selatan Lapangan Kapten Mudita - Patung Adipura Kabupaten Bangli Ida Bagus Suryatmaja; Anak Agung Ratu Ritaka Wangsa; I Made Nada; I Made Suardana
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.016 KB) | DOI: 10.36733/jikt.v11i1.3932

Abstract

Bali adalah salah satu Provinsi di Indonesia dengan Ibu Kotanya Denpasar secara geografis Provinsi Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Secara Administratif Provinsi Bali terdiri dari 8 Kabupaten dan 1 Kota Madya. Berdasarkan catatan Kabupaten Bangli dalam Angka tahun 2018 curah hujan rata- rata tahunan terendah yakni 900 milimeter serta paling tinggi 3.500 milimeter. Penyebaran curah hujan relatif tinggi (2.500-3.500 milimeter) meliputi bagian utara (lereng Gunung Batur) serta semakin rendah ke arah selatan wilayah. Curah hujan paling tinggi berlangsung bulan Desember– Maret serta terendah pada bulan Agustus. Dari keadaan iklim tersebut sehingga permasalahan utama yang terdapat di Kabupaten Bangli yaitu saluran Drainase kota. Kabupaten Bangli yang secara topografi terletak di wilayah dataran tinggi dengan permukaan yang relatif menanjak dan di beberapa lokasi terdapat daerah yang rendah. Kondisi ini tentu memerlukan perhatian khusus terutama dalam masalah perencanaan dan pengelolaan jaringan drainase sehingga kapasitas atau daya tampung dari jaringan drainase dapat secara optimal menyalurkan air sehingga tidak terjadi genangan. Untuk mencapai tingkatan kehidupan masyarakat yang nyaman dan sehat diperlukan suatu sistem infrastruktur perkotaan yang baik. Sebagai Kabupaten yang berkembang, Kabupaten Bangli masih mempunyai permasalahan pada salah satu infrastruktur kota yaitu sistem drainase perkotaannya. Masalah ini harus segera ditangani guna mencegah permasalahan pada infrastruktur lainnya. Masalah yang terjadi pada beberapa titik di pusat kota Bangli adalah genangan air. Dari hasil pengamatan secara langsung dilapangan terlihat pada lokasi penelitian adalah menurunnya kinerja dari saluran drainase akibat dari sedimentasi, vegetasi liar pada saluran, sampah yang terbawa aliran air (saat hujan) atau pun sampah yang dengan sengaja dibuang oleh masyarakat di badan saluran menyebabkan saluran-saluran menjadi tersumbat (penyempitan saluran) dan juga dimensi saluran yang tidak seragam akibat tidak adanya pembersihan dan pemeliharan secara berkala. Dengan mengacu pada masalah masalah yang terjadi pada sistem drainase Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai ruas selatan Lapangan Kapten Mudita sampai dengan Patung Adipura Bangli inilah yang menarik penulis untuk melakukan Analisis terhadap kinerja sistem drainase di ruas Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai ruas selatan Lapangan Kapten Mudita sampai dengan Patung Adipura Bangli.
Analisis Kinerja Struktur Gedung Beton Bertulang dengan dan tanpa Pasangan Dinding Pengisi Berlubang Terhadap Beban Gempa I Made Sastra Wibawa; I Putu Agus Putra Wirawan; I Made Nada; I Made Laksana Wira Saputra
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.061 KB) | DOI: 10.36733/jikt.v11i2.5423

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh hasil yang jelas terkait bagaimana perbedaan kinerja dari struktur gedung beton bertulang dengan dan tanpa pasangan dinding pengisi berlubang terhadap beban gempa. Studi kasus untuk penelitian ini yaitu perencanaan pemodelan bangunan yang berlokasi di Pulau Lombok, Kota Mataram. Dinding pengisi diaplikasikan dengan metode elemen strat diagonal, dengan peruntukan struktur gedung kantor, variasi gedung 3 dan 5 lantai dan tinggi tiap lantainya yaitu 3,5 meter. Dinding struktur gedung 3 dan 5 lantai dibuat dengan ketebalan 120 mm setiap tingkat. kemudian dilakukan analisis statik non linier pushover menggunakan software SAP2000. Output dari analisis ini yaitu nilai dari kinerja struktur rangka terbuka (RT), rangka dengan dinding pengisi solid (RDPS), dan rangka dengan dinding pengisi berlubang (RDPB), untuk bukaan dinding digunakan rasio sebesar 30%. Hasil analisis menunjukan bahwa struktur RDPS memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan 2 model lainnya, diperoleh kondisi Immediate Occupancy (IO) yang dimana struktur gedung aman terhadap beban gempa, struktur utama gedung tidak mengalami kerusakan dan tidak mengalami kerusakan nonstruktural, struktur masih aman dan bisa kembali berfungsi sesuai peruntukan. Dari segi kekuatan struktur diperoleh hasil dari model RDPS yang paling bagus, tetapi dari segi daktilitas struktur diperoleh hasil dari model RDPB yang paling bagus.