Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN MASSA BIOCHAR PADA ADSORPSI ION FOSFAT (PO43-) DALAM AIR LIMBAH SINTETIS Nada, I Made; Wiratama, I Gusti Ngurah Made; Vebrian Kenedy, Fransiskus; Wahyu Wijaya, I Made
Jurnal Ecocentrism Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ecocentrism
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jeco.v5i1.9858

Abstract

Fosfat berlebih (PO₄³⁻) dalam air limbah dapat menyebabkan eutrofikasi yang mengancam kehidupan akuatik. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas biochar yang dibuat dari limbah upacara dan kulit durian dalam menurunkan kadar fosfat dalam air limbah sintetis. Biochar diaktifkan dengan ion Mg²⁺, dan dilakukan analisis untuk mengukur laju serta kapasitas adsorpsi agar sesuai dengan standar kualitas air pemerintah, yaitu maksimal 0,2 mg/L fosfat. Biochar diproduksi melalui proses pirolisis pada suhu 400–700 °C dan kemudian diaktifkan dengan perendaman dalam larutan MgCl₂ 1 M selama 24 jam. Pengujian adsorpsi dilakukan dalam reaktor dengan kondisi eksperimental yang terkontrol menggunakan variasi jumlah biochar. Tujuan utama pengujian ini adalah untuk menilai apakah peningkatan atau penurunan jumlah biochar akan mempengaruhi penurunan kadar fosfat dalam air limbah sintetis. Hasil menunjukkan bahwa biochar yang diaktifkan dengan MgCl₂ pada pH 9 paling efektif dalam menurunkan konsentrasi fosfat. Penambahan biochar hingga 0,5 g menghasilkan penurunan fosfat sebesar 74,32 mg/L (29,06%).
Analisis Life Cycle Cost Pada Pembangunan Rumah Tinggal Style Bali: (Studi Kasus: Rumah Tinggal di Desa Batannyuh Marga Tabanan) Nada, I Made; Suryatmaja, Ida Bagus; Ritaka Wangsa, Anak Agung Ratu; Praganingrum, Tjokorda Istri; Kurniari, Krisna; Mirayani Pradnyadari, Ni Luh Made Ayu
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v14i2.12343

Abstract

Rumah tinggal berarsitektur Style Bali di Desa Batannyuh, Marga Tabanan, dibangun dengan konsep Tri Hita Karana yang membagi area menjadi Merajan, area aktivitas, dan Tebe. Penelitian ini bertujuan menghitung total biaya pembangunan dan operasional hingga umur rencana menggunakan metode Life Cycle Cost (LCC). Fokus perhitungan LCC adalah pada unit-unit bangunan utama seperti Bale Meten Bandung, Bale Singa Sari, dan Bale Daja. Hasil analisis menunjukkan total biaya untuk Bale Meten Bandung sebesar Rp336.435.524, Bale Singa Sari sebesar Rp235.223.074, dan Bale Daja sebesar Rp385.560.584. Biaya tersebut mencakup biaya fisik, pemeliharaan, dan pembongkaran. Efisiensi biaya suatu bangunan sangat dipengaruhi oleh kualitas material, mutu pelaksanaan, dan kontinuitas pemeliharaan. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis seluruh item pekerjaan dengan dampak biaya terbesar dalam proyek.
Stabilisasi Tanah Lempung Kerobokan Dengan California Bearing Ratio (CBR) Untuk Perkerasan Jalan Raya Sukawati, Ni Ketut Sri Astati; Juniastra, I Made; Wibawa, I Made Sastra; Sunatha, I Gede Ngurah; Nada, I Made
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 7 (2024): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i7.7983

Abstract

In this research, clay soil will be stabilized in the Kerobokan Badung area by mixing the soil with various levels of lime. The problem to be solved is how much the CBR value of soil mixed with lime will increase and what is the most economical lime content associated with the minimum CBR requirements for the base soil layer. The aim is to determine the increase in CBR value from a mixture of clay with lime and to determine the most economical lime content associated with the minimum CBR requirements for the base layer of highway pavement structures. The research results show that adding lime to clay soil can increase its bearing capacity. For the standard compaction method, the CBR of the base soil which was initially 3.32% increased to 12.14, 21.86, and 26.24% for lime addition of 2.50, 5.00, and 10.00% respectively. For the modified compaction method, the CBR of the base soil which was initially 5.74% increased to 13.42, 25.69, and 38.15% for lime addition of 2.50, 5.00, and 10.00% respectively. To produce a base soil CBR of 6%, the modified compaction method requires less lime content than the standard method. The lime content required is 0.22% for modified compaction and 0.79% for standard compaction.
Analisis Kapasitas Saluran Drainase Kota Bangli Ruas Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai Selatan Lapangan Kapten Mudita - Patung Adipura Kabupaten Bangli I Made Suardana; Ida Bagus Suryatmaja; Anak Agung Ratu Ritaka Wangsa; I Made Nada
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Bangli terletak di tengah-tengah Pulau Bali, merupakan satu-satunya kabupaten yang tidak memiliki pantai. Secara topografi Kabupaten Bangli berada di daerah ketinggian, sehingga curah hujan yang ada cukup tinggi. Seiring dengan pertumbuhan perkotaan yang amat pesat di Indonesia, permasalahan drainase perkotaan semakin meningkat pula begitu juga di Kabupaten Bangli. Pengelolaan drainase perkotaan harus dilaksakan secara menyeluruh, dimulai tahap perencanaan, konstruksi, operasi dan pemeliharaan, serta ditunjang dengan peningkatan kelembagaan, pembiayaan serta partisipasi masyarakat. Pertumbuhan penduduk dan kepadatan penduduk yang cepat menimbulkan tekanan terhadap ruang dan lingkungan untuk kebutuhan perumahan, kawasan jasa dan fasilitas pendukungnya. Semakin berkurangnya daerah terbuka di kawasan perkotaan yang dapat difungsikan sebagai lahan peresapan air dan didukung pula oleh menurunnya kondisi saluran drainase baik kapasitas, system operasi, maupun pengelolaannya telah menyebabkan timbulnya berbagai masalah di sektor drainase kota. Untuk mencapai tingkatan kehidupan masyarakat yang nyaman dan sehat diperlukan suatu sistem infrastruktur perkotaan yang baik. Sebagai kabupaten yang berkembang, Kabupaten Bangli masih mempunyai permasalahan pada salah satu infrastruktur kota yaitu sistem drainase perkotaannya. Masalah ini harus segera ditangani guna mencegah permasalahan pada infrastruktur lainnya. Dengan mengacu pada masalah masalah yang terjadi pada sistem drainase Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai ruas selatan Lapangan Kapten Mudita - Patung Adipura Bangli, studi ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem drainase akibat terjadinya sidementasi dan dimensi saluran yang tidak ideal di ruas Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai ruas selatan lapangan Kapten Mudita - patung Adipura Bangli.
Perbandingan Gaya-Gaya Dalam dan Berat Baja dengan Sistem Struktur Diagrid dan Konvensional pada Bangunan Asimetris Kadek Yudistira Mahendra Putra; I Made Nada; I Putu Agus Putra Wirawan; I Made Sastra Wibawa
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap gempa, salah satu cara untuk mencegah kerusakan bangunan terhadap gempa adalah menggunakan sistem struktur diagrid. Diagrid adalah sistem struktur dengan menggunakan bracing sebagai pengganti kolom bagian luar sedangkan sistem konvensional adalah sistem struktur pemikul momen (momen frame). Karena di Indonesia banyak bangunan asimetris maka perlu adanya penelitian menggunakan sistem struktur diagrid pada bangunan asimetris. Analisis ini difokuskan terhadap perbandingan kedua sistem struktur (diagrid dan konvensional) yang meliputi gaya-gaya dalam dan berat yang akan dibandingkan besaran selisih dan berat yang akan dihasilkan dengan menggunakan aplikasi SAP2000. Hasil analisis menunjukan nilai yang dihasilkan terhadap kedua sistem struktur yaitu diagrid lebih kecil dibandingkan dengan konvensional akan tetapi momen yang terjadi pada lantai genap terjadi peningkatan karena tidak adanya kolom yang akan menyalurkan beban dari balok pada pertemuan bagian asimetris tersebut, dengan perbandingan yaitu momen negatif balok 2% -27% untuk lantai 6 dan 0% - 30% untuk lantai 10. Perbandingan gaya geser balok yaitu 1% - 18% untuk lantai 6 dan 1% - 12% untuk lantai 10. Dan momen kolom core dengan perbandingan 8% - 69% untuk lantai 6 dan 0% - 30% untuk lantai 10. Sementara gaya aksial kolom core model DIA secara umum lebih besar dari model MF dengan perbandingan 10% - 16% untuk lantai 6 dan 12% - 20% untuk lantai 10. Perbandingan volume baja yang terjadi sistem struktur diagrid lebih efisien 9 % untuk lantai 6 dan 3 % untuk lantai 10 dibandingkan dengan bangunan dengan sistem struktur konvensional
EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS SALURAN IRIGASI PADA DAS TUKAD PENET DI KABUPATEN TABANAN Nada, I Made; Kurniari, Krisna; Karmadi, Ketut Agus; Bayu Wicahyo, Muhammad
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jitumas.v5i2.12827

Abstract

Daerah Irigasi (DI) Kacagan di Kabupaten Tabanan, yang merupakan bagian dari DAS Tukad Penet dengan luas layanan 180 hektar, memiliki peran krusial dalam mendukung produktivitas pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jaringan irigasi di DI Kacagan melalui analisis efisiensi dan efektivitas penyaluran air. Hasil penelitian menunjukkan kinerja sistem yang belum optimal. Efisiensi irigasi pada saluran primer (83,877%) dan saluran sekunder (83,419%) tercatat masih berada di bawah standar teknis yang direkomendasikan (90%). Lebih lanjut, analisis efektivitas irigasi menunjukkan nilai yang sangat rendah, yaitu hanya 58,065%, yang termasuk dalam kategori 'tidak efektif' (standar ideal 91%–100%). Temuan ini mengindikasikan adanya potensi kehilangan air (water losses) yang signifikan di sepanjang jaringan serta ketidakmampuan sistem dalam mendistribusikan air secara memadai ke lahan pertanian. Oleh karena itu, diperlukan intervensi segera berupa optimalisasi pengelolaan saluran, baik melalui perbaikan fisik infrastruktur maupun peningkatan manajemen operasi dan pemeliharaan, untuk menjamin ketersediaan air bagi petani.