Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Silvarum

Peran Masyarakat Kelurahan Batuputih Bawah dan Kelurahan Batuputih Atas terhadap Perlindungan Hutan dan Lahan dari Kebakaran di Kecamatan Ranowulu Kota Bitung Sulawesi Utara Serly Lumabi; Semuel P. Ratag; Josephus I. Kalangi
Silvarum Vol. 1 No. 1 (2022): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.906 KB) | DOI: 10.35791/sil.v1i1.41301

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran serta masyarakat Kelurahan Batuputih Bawah dan Batuputih Atas Kecamatan Ranowulu dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2021, menggunakan metode wawancara dengan instrumen kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, data disajikan dalam bentuk diagram dan tabulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, Peran Masyarakat Kelurahan Batuputih Terhadap Perlindungan Hutan dan Lahan dari Kebakaran Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung mencakup tiga hal yakni (1) pencegahan yaitu mengikuti kegiatan penyuluhan/sosialisasi terkait kebakaran hutan, tidak membuang puntung rokok dengan sembarangan, mematikan kembali api yang digunakan saat pembukaan lahan, kegiatan patroli dan monitoring, pemasangan papan peringatan/larangan kawasan rawan kebakaran, dan sanksi pidana bagi mereka yang melanggar; (2) Pemadaman yaitu turut serta saat pemadaman kebakaran hutan; dan (3) Penanganan pasca kebakaran yaitu mengikuti kegiatan.
Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Kebutuhan Air di Kota Tomohon Jouke G. Watratan; Josephus I. Kalangi; Fabiola B. Saroinsong
Silvarum Vol. 1 No. 3 (2022): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.026 KB) | DOI: 10.35791/sil.v1i3.43493

Abstract

Pembangunan fisik kota mengakibatkan berkurangnya ruang-ruang terbuka menjadi areal terbangun mengakibatkan berkurangnya daerah resapan air dan selanjutnya diikuti berkurangnya air tanah. Salah satu usaha yang dilakukan untuk mempertahankan muka air tanah yaitu dengan merancangkan RTH yang dapat mengkonservasi air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luasan ruang terbuka hijau dalam memenuhi kebutuhan air di Kota Tomohon. Kebutuhan air yang dimaksud adalah kebutuhan air domestik. Penelitian ini menggunakan metode survei sampai pada penentuan luas kebutuhan RTH berdasarkan ketersediaan air. Analisis data yang yang dilakukan adalah analisis kebutuhan RTH berdasarkan luasan kota dan analisis kebutuhan RTH berdasarkan jumlah penduduk. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebutuhan RTH Kota Tomohon dengan luas Wilayah 14,721 ha berdasarkan kebutuhan air, pada tahun 2022 yaitu seluas 3,3778004 ha, pada tahun 2026 yaitu seluas 3,503725 ha dan pada tahun 2031 yaitu seluas 3,684762 ha untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat.
Perencanaan Lanskap Ekowisata Hutan Mangrove di Tapak Meras Taman Nasional Bunaken Paembonan, Mutiara Piekarsa; Saroinsong, Fabiola B.; Kalangi, Josephus I.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.49591

Abstract

Meras merupakan salah satu Kelurahan yang terletak di Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Kelurahan Meras memiliki ekosistem pesisir yang lengkap dan beragam seperti hutan mangrove namun belum dioptimalkan untuk menjadi kawasan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana lanskap atau penataan kawasan ekowisata hutan mangrove di Tapak Meras. Pengamatan dilakukan dengan metode observasi langsung ke lapangan yang bertujuan untuk melihat kondisi nyata yaitu potensi dan kendala dari kawasan kemudian mendokumentasikan keadaan hutan mangrove Tapak Meras untuk perbandingan sebelum dan sesudah perencanaan. Hasil penelitian mendapatkan masyarakat setempat mendukung penuh pengembangan ekowisata di hutan mangrove Tapak Meras. Masyarakat juga akan berpartisipasi dalam membantu memelihara kelestarian hutan mangrove. Perencanaan ekowisata di hutan mangrove Tapak Meras dikembangkan melalui pembagian tata ruang wilayah ekowisata yang terdiri dari ruang penerimaan seluas 0,4 ha, ruang pelayanan seluas 1,2 ha, ruang penyangga seluas 8,3 ha, dan ruang ekowisata seluas 4,8 ha.