Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH LAMA BLANCHING TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TINGKAT KESUKAAN CASCARA KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA Hidayat, Yogi Saiful; Tamaroh, Siti; Suryani, Chatarina Lilis; Kanetro, Bayu
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 12 No. 3 (2024): August: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cascara merupakan minuman yang terbuat dari kulit kopi seperti teh. Dalam pembuatan cascara melalui proses pengeringan sehingga dapat mengakibatkan pencoklatan dan degradasi komponen fenolik yang mempunyai aktivitas antioksidan. Perlakuan blanching dapat mencegah reaksi pencoklatan, namun lama blanching juga harus dikendalikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama blanching pada kulit kopi arabika dan robusta terhadap sifat kimia, aktivitas antioksidan, dan tingkat kesukaan minuman cascara. Cascara dibuat melalui tahap pemanenan kopi, pemisahan kulit, sortasi, blanching, pengeringan dengan cabinet drayer, dan penggilingan dengan grinder kopi. Bubuk cascara yang dihasilkan dimasukan dalam kantong teh sebanyak 3 g. Rancangan percobaan yang digunakan adalah acak lengkap pola faktorial dengan lama blanching (0, 4 dan 8 menit) dan varietas kopi (robusta dan arabica). Bubuk cascara dianalisis kadar fenolik total, kadar tanin, aktivitas antioksidan dan tingkat kesukaan. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan Univariate Analysis of Variance dan apabila terdapat beda nyata dilanjutkan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Cascara yang terpilih adalah cascara yang dibuat dari kopi robusta dengan lama blanching 4 menit yang mempunyai kadar fenolik total 13±0,11 mg EAG/g, kadar tanin 50,79±0,28 mg asam tannat/ g  dan aktivitas antioksidan sebesar 93,20±0,06 (%  RSA) pada cascara robusta non blanching.
Karakteristik Sari Buah dengan Variasi Rasio Labu Kuning-Apel-Nanas dan Lama Pasteurisasi: Characteristics of Fruit Juice with Variation of Pumpkin-Apple- Pineapple Ratios and Pasteurization Duration Salsabila, Yumna; Slamet, Agus Slamet; Kanetro, Bayu
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i2.3828

Abstract

Sari buah merupakan minuman yang diperoleh dengan mencampur air minum, sari buah, atau campuran sari buah yang tidak difermentasi, dengan bagian lain dari satu jenis buah atau lebih, dengan atau tanpa penambahan gula, bahan pangan lainnya, dan bahan tambahan pangan yang diizinkan. Sari buah dibuat dari campuran labu kuning, apel, dan nanas untuk meningkatkan kualitas gizi dan sensori. Tujuan penelitian untuk mengetahui variasi rasio labu kuning-apel-nanas, dan lama pasteurisasi terhadap sifat fisik, kimia, serta tingkat kesukaan sari buah yang memenuhi syarat serta disukai panelis. Rancangan pola faktorial digunakan dalam penelitian ini. Faktor pertama adalah rasio labu kuning-apel- nanas, 1:1:1, 2:1:1, dan 3:1:1. Faktor kedua adalah lama pasteurisasi, yaitu 10, 15, dan 20 menit. Hasil penelitian menunjukkan variasi rasio labu kuning-apel-nanas serta lama pasteurisasi berpengaruh nyata terhadap kekeruhan, warna, dan tingkat kesukaan kecuali pada parameter aroma sari buah. Sari buah yang paling disukai panelis yaitu dengan rasio labu kuning-apel-nanas 3:1:1, dan lama pasteurisasi 10 menit yang memiliki pH 4,04, kadar vitamin C 6,78 %b/v, aktivitas antioksidan 21,32 %RSA, dan kadar beta karoten 1,29 μg/g.
Substitusi Tepung Beras-Pati Garut dan Penambahan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea) terhadap Karakteristik Cendol: Substitution of Arrowroot Rice-Starch Flour and Addition of Telang Flower Extract (Clitoria ternatea) to the Characteristics of Cendol Rani Amalianti , Dhiah; Cahyono Murti, Siti Tamaroh; Kanetro, Bayu
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i2.3829

Abstract

Cendol merupakan makanan khas Indonesia yang pada umumnya berbahan baku dari tepung beras. Pati garut mempunyai karakteristik yang menyerupai tepung tapioka dan berantioksidan. Bunga telang mengandung komponen antosianin yang bersifat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan cendol tepung beras-pati garut dengan penambahan bunga telang yang disukai panelis dan memiliki antioksidan. Pada penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu tepung beras:pati garut (80:20, 70:30, dan 60:40) dan penambahan ekstrak bunga telang (5,10 dan 15 ml). Cendol yang dihasilkan diuji kemudia dianalisis fisik dan kimia. Data yang diperoleh dilakukan uji statistic One Way Anova dan jika terdapat beda nyata dilakukan uji DNMRT pada tingkat kepercayaan 95%. Penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi tepung beras-pati garut berpengaruh nyata terhadap. Hasil penelitian terbaik adalah cendol dengan substitusi tepung beras-tepung garut 60:40 dan penambahan ekstrak bunga telang 15%, dengan aktivitas antioksidan 10,06% RSA, kadar fenol total 20,63 mg EAG/g bk, warna L* 30,03, a* 4,64 dan b* -11,64, kesukaan terhadap warna (3,96), aroma (4,00), tekstur (3,84), rasa (3,76) dan keseluruhan 3,96.
Pengaruh Penambahan Labu Kuning (Curcubita Moschata) dan Sodium Tripolyphosphate Terhadap Sifat Fisik dan Tingkat Kesukaan Bakso Ayam Sakinah, Erlina; Slamet, Agus; Kanetro, Bayu
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i2.4540

Abstract

Produk olahan daging yang telah dikenal luas dan sangat disukai masyarakat Indonesia, memiliki rasa yang lezat, harga terjangkau, dan dapat ditemukan di berbagai tempat adalah bakso. Proses pembuatan bakso yaitu daging dihaluskan terlebih dahulu kemudian dicampur dengan bumbu, tepung, dan dibentuk menjadi bola-bola lalu direbus dalam air panas. Penambahan labu kuning pada bakso bertujuan meningkatkan kandungan gizi pada produk olahan daging. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan labu kuning dan Sodium Tripolyphosphate (STPP) yang tepat sehingga dihasilkan bakso ayam dengan sifat fisik dan kimia yang memenuhi syarat serta disukai oleh panelis. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor perlakuan pada penelitian ini yaitu penambahan labu kuning 40 g, 50 g, dan 60 g dan STPP 0,2%, 0,3% dan 0,4%. Hasil penelitian menunjukkan bakso ayam dengan penambahan labu kuning dan STPP berpengaruh nyata terhadap sifat fisik dan tingkat kesukaan bakso kecuali pada parameter aroma dan rasa bakso. Bakso yang paling disukai panelis adalah bakso ayam dengan penambahan labu kuning 50 g dan STPP 0,4% yang memiliki kadar air 68,66% b/b, kadar abu 1,73% b/b, kadar protein 13,75% b/b, kadar lemak 1,86% b/b, dan aktivitas antioksidan 8,77%RSA.
AMINO ACID, PROTEIN, AND COLOR PROFILE OF SWEET CORN EXTRACT SUBSTITUTED WITH MORINGA LEAF EXTRACT Widodo, Widodo; Cahyono Murti, Siti Tamaroh; Kanetro, Bayu
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 9 No 2 (2025): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgipas.2025.9.2.18078

Abstract

Sweet corn (Zea mays saccharata) is a popular source of carbohydrates and dietary fiber but has a relatively low protein content. To increase its nutritional value and functional potential, substitution was carried out with Moringa oleifera leaf extract which is rich in essential amino acids and bioactive compounds. This study aims to evaluate the effect of Moringa leaf extract substitution on the amino acid profile and color characteristics of sweet corn extract. The study design was a Completely Randomized Design (CRD) with two treatments, namely substitution of the addition of Moringa leaf extract, young and old shoots, in the ratio of sweet corn extract and Moringa leaf extract (80:20; 85:15 and 90:10). The test on the research results was carried out on color, the color was carried out using a colorimeter with parameters L * (brightness), a * (red-green), and b * (yellow-blue), protein content. The amino acid profile test was selected on the best research results using high-performance liquid chromatography (HPLC). The data obtained were statistically tested using Analysis of Variance (ANOVA). If there was a significant difference between treatments, it was continued with the Duncan test (DMRT). The results showed that increasing the concentration of Moringa leaf extract significantly reduced the L * value and increased the a * value (p<0.05), indicating a more intense green color, without significant changes in the b * value. Meanwhile, the selected product for amino acid profile testing was in the treatment of 90:10 young leaf sweet corn extract, with high amino acids in aspartic acid (114.54 mg / L), glutamic acid (222.45 mg/L) and alanine (294.73 mg/L).