Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) DI PANTAI KUALO KOTA BENGKULU Yar Johan; Person Pesona Renta; Ali Muqsit; Dewi Purnama; Leni Maryani; Pinsi Hiriman; Fahri Rizky; Anggini Fuji Astuti; Trisela Yunisti
JURNAL ENGGANO Vol 5, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.2.273-289

Abstract

Sampah laut (marine debris) adalah bahan sisa-sisa produk yang ditinggalkan atau dibuang ke laut oleh manusia baik dengan sengaja maupun tidak sengaja ditinggalkan di dalam lingkungan laut. Penelitian Sampah laut (marine debris) di Pantai Kualo Kota Bengkulu diharapkan dapat memberikan informasi dan data kepada mahasiswa, peneliti, pemerintah dan masyarakat umum sebagai informasi ilmiah awal tentang jenis dan bobot serta laju pertambahan sampah laut (marine debris) yang tersebar di Pantai Kualo Kota Bengkulu. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik purposive sampling melalui observasi untuk mendapatkan komposisi sampah laut, laju pertambahan sampah laut (marine debris) dengan 3 kriteria yaitu adanya muara sungai, aktifitas masyarakat dan tumpukan sampah. Sampah laut (marine debris) di Pantai Kualo Kota Bengkulu terdapat 2 jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik, sampah organik didominasi oleh kayu, dan sampah anorganik didominasi oleh plastik.ANALYSIS OF MARINE DEBRISH IN KUALO BEACH, BENGKULU CITY. Marine debris is material from the remnants of the product left or thrown into the sea by human either intentionally or unintentionally dumped of in the marine environment. The research of marine debris in Kualo Beach Bengkulu city was expected to provide information and data to the students, researcher, goverment and general public as initial scientific information about types, weight, and the rate of increasing in marine debris that were scattered. The data collection was carried out by using purposive sampling technique through observation to get composition of marine debris, the rate of increasing in marine debris had three criterias namely existence of a river mouth, community activities, and pile of debris. Marine debris in Kualo Beach Bengkulu City had two types namely organic and inorganic debris. Organic debris was dominated by wood while inorganic debris was dominated by plastic.
VALUASI EKONOMI EKOSISTEM MANGROVE DI DESA PASAR NGALAM KABUPATEN SELUMA Jenny Rospita; Zamdial Zamdial; Person Pesona Renta
JURNAL ENGGANO Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.557 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.2.1.115-128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis valuasi ekonomi mangrove di Desa Pasar Ngalam Kabupaten Seluma. Penelitian dilaksanakan di Desa Pasar Ngalam Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma. Waktu penelitian dilaksanankan pada bulan Agustus – September 2016, adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan metode wawancara. Kondisi perairan ekosistem mangrove di Desa Pasar Ngalam masih dalam kondisi yang baik. Manfaat dari ekosistem mangrove di Desa Pasar Ngalam Kabupaten Seluma terdiri dari manfaat langsung yaitu kegiatan perikanan tangkap, manfaat tidak langsung berupa penghalang terhadap abrasi pantai, manfaat pilihan berupa manfaat keanekaragaman hayati, dan manfaat eksistensi berupa WTP. Nilai Total Ekonomi dari ekosistem mangrove di Desa Pasar Ngalam Kabupaten Seluma sebesar Rp719.805.999,-/per tahun, yang terdiri dari nilai manfaat langung sebesar Rp328.692.000,- per tahun (45,39%), manfaat tidak langsung sebesar Rp386.291.010,-/tahun (53,32%),nilai manfaat pilihan sebesar Rp1.522.989,- per tahun (0,21%), dan nilai keberadaan sebesar Rp3.300.000,- per tahun (0,45).
LAJU INFEKSI PENYAKIT WHITE PLAGUE DAN WHITE BAND DISEASE DI PERAIRAN PULAU TIKUS, KOTA BENGKULU Dewi Purnama; Aradea Bujana Kusuma; Bertoka F. S. P Negara; Person Pesona Renta; Mulstory Wander Simarmata; Alvianto Simanjorang
JURNAL ENGGANO Vol 5, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.2.219-232

Abstract

Penyakit karang adalah gangguan terhadap kesehatan karang yang menyebabkan gangguan secara fisiologis bagi biota karang. Penyakit karang dapat memberikan dampak buruk terhadap proses pertumbuhan karang hingga dapat menyebabkan kematian karang disuatu perairan. Dampak dari penyakit karang terhadap ekosistem terumbu karang sangat besar, selain mengakibatkan kematian karang dalam skala yang luas, penyakit karang juga berdampak pada berkurangnya tingkat keanekaragaman sumberdaya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis laju infeksi penyakit White Plague dan White Band Disease di perairan Pulau Tikus, Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2019 di Perairan Pulau Tikus, Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, pengamatan dan pengukuran langsung di Lapangan. Hasil Penelitian ini didapatkan bentuk pertumbuhan yang terinfeksi penyakit White Plague di Perairan Pulau Tikus Kota Bengkulu adalah bentuk pertumbuhan karang Massive dan penyakit White Band Disease pada karang Acropora. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan.Laju infeksi penyakit White Plague di perairan Pulau Tikus Kota Bengkulu adalah 0,009 - 0,023 cm/hari. Laju infeksi penyakit White Plague mengalami kenaikan setiap minggu dengan rata rata laju infeksi 0,015 cm/hari dan nilai laju infeksi penyakit White Band Disease yang terdapat pada karang Acropora di Perairan Pulau Tikus, Bengkulu yaitu 0,013 cm/hari – 0,030 cm/hari. Rata – rata yang diperoleh yaitu 0,024 cm/hari. Nilai laju infeksi karang menandakan bahwa sebagian besar kerusakan terumbu karang diakibatkan oleh penyakit karang.THE RATE OF WHITE PLAGUE AND WHITE BAND DISEASE IN TIKUS ISLAND, BENGKULU CITY. Coral disease is a disorder of coral health that causes physiological disruption to coral biota. The coral disease can adversely affect the coral growth process until it can lead to coral death in a waterway. The impact of coral disease on coral ecosystems is very large. In addition to resulting in coral death on a wide scale, a coral disease also affects natural resources' reduced diversity. This research aimed to determine and analyze the White Plague and White Band Disease's infection rate in Tikus Island, Bengkulu City. The research was conducted in September-October 2019, located in Tikus Island Water, Bengkulu City. The methods used in this study are direct survey, observation, and measurement methods in the Field. This study obtained a form of growth infected with White Plague disease in the Waters of Tikus Island Bengkulu City. The infection rate of White Plague Disease in Tikus Island was 0.009-0.023 cm/day. The quality of the condition of White Plague disease increased every week with an average infection rate of 0.015 cm/day, and the rate of infection rate of White Band Disease found in Acropora coral in the Waters of Tikus Island, Bengkulu which was 0.013 cm/day – 0.030 cm/day. The average obtained 0.024 cm/day. The coral infection rate indicates that most of the damage to coral reefs was caused by coral disease.
KEANEKARAGAMAN JENIS KARANG PADA KEDALAMAN 1-5 METER DIPERAIRAN PULAU TIKUS, KOTA BENGKULU Dewi Purnama; Aradea Bujana Kusuma; Bertoka FSP Negara; Person Pesona Renta; Bona Loberto Pakpahan
JURNAL ENGGANO Special Issue SEMINAR NASIONAL VIRTUAL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.3.529-547

Abstract

Terumbu karang adalah suatu habitat untuk berbagai interaksi antar organisme dalam ekosistem yang ada diperairan. terumbu karang juga  mempunyai berbagai fungsi yang antara lain sebagai gudang keanekaragaman hayati biota-biota laut, tempat tinggal sementara atau tetap, tempat mencari makan , memijah, daerah asuhan dan tempat berlindung bagi hewan laut lainnya.Identifikasi jenis karang di kawasan Perairan Pulau Tikus, Kota Bengkulu belum pernah dilakukan, oleh karena itu penelitian ini penting untuk dilakukan mengingat fungsi dan manfaat terumbu karang yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis karang yang ada di perairan pulau Tikus, Kota Bengkulu. Metode penelitian menggunakan metode survey. Metode pengambilan sampel menggunakan metode Purposive sampling. Identifikasi karang menggunakan metode morfometrik. Hasil penelitian ditemukan 8 genus dan 12 spesies yaitu : genus Acropora (Acropora Intermedia, Acropora Pulchra) genus Hydnopora (Hydnopora Pilosa) genus Pocillopora (Pocillopora Damicornis) genus Porites (Porites Cylindrica, Porites Lobata, Porites Synarea rus) genus Pavona (Pavona Clavus) genus Montipora (Montipora Foliosa, Montipora Samarensis) genus Ctenactis (Ctenactis Echinata) genus Palauastrea (PalauastreaRamosa)Coral reef is a habitat for various interactions between organisms in aquatic ecosystems. Coral reefs also have various functions, including as a place  for biodiversity of marine biota, temporary or permanent shelter, foraging, spawning, nursery and shelter for other marine animals. Identification of coral species in Pulau Tikus waters, Kota Bengkulu has never been conducted, therefore research is important to do considering the very important functions and benefits of coral reefs. This study aims to determine the types of corals in the waters of Tikus Island, Bengkulu City. The research method used was the survey method. The sampling method used was purposive sampling method. Coral identification using the morphometric method. The results found 8 genera and 12 species, namely: genus Acropora (Acropora intermedia, Acropora pulchra) genus Hydnopora (Hydnopora pilosa) genus Pocillopora (Pocillopora damicornis) genus Porites (Porites cylindrica, Porites lobata, Porites synarea rus) genus Pavona (Pavona clavus) genus Montipora (Montipora foliosa, Montipora samarensis) genus Ctenactis (Ctenactis echinata) genus Palauastrea (Palauastrea ramosa).
STRUKTUR KOMUNITAS HUTAN MANGROVE DI PULAU BAAI KOTA BENGKULU Febriansyah Febriansyah; Dede Hartono; Bertoka Fajar SP Negara; Person Pesona Renta; Yenni Putri Sari
JURNAL ENGGANO Vol 3, No 1
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.577 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.3.1.112-128

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Pulau Baai Kota Bengkulu pada bulan Oktober – November 2017. Dari penelitian kondisi ekosistem mangrove di Pulau Baai kota Bengkulu, didapatkan 5 spesies dari 4 Family mangrove terdiri dari Family Rhizoporaceae (Rhizophora mucronata dan Bruguiera cylindrica), Family Avicenniaceae (Avicennia marina), Family Lythraceae (Sonneratia alba)dan Family Combretaceae (Lumnitzera littoreae). Indeks Nilai Penting (INP) mangrove menunjukkan peran penting mangrove untuk Pulau Baai kota Bengkulutergolong sedang untuk tingkat pohon berkisar antara 105,42 – 150,11. Nilai indeks keanekaragaman (H’) untuk tingkat pohon, anakan, semai untuk stasiun 1 termasuk dalam kategori rendah dalam seluruh kategori, sedangkan stasiun 2 termsuk dalam kategori rendah dalam seluruh kategori. Untuk stasiun 3 termasuk dalam kategori sedang untuk pohon, sedang untuk anakan dan rendah untuk semai. Nilai indeks dominansi (D) untuk tingkat pohon, anakan, dan semai untuk stasiun 1 berturut-turut dalam kategori tinggi untuk seluruh kategori, sedangkan untuk stasiun 2 yaitu tinggi untuk seluruh kategori dan untuk stasiun 3 yaitu sedang untuk pohon, sedang untuk anakan, dan tinggi untuk semai. Hal ini menunjukan bahwa terdapat jenis yang mendominasi jenis lainnya pada ekosistem mangrove di Pulau Baai kota Bengkulu atau komunitas berada pada kondisi kurang stabil. Hasil pengamatan parameter kualitas air seperti suhu, salinitas dan pH menunjukkan bahwa kondisi lingkungan yang ada di Pulau Baai kota Bengkulu tergolong baik untuk pertumbuhan ekosistem mangrove.
ANALISIS MIKROPLASTIK PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN PULAU BAAI KOTA BENGKULU Dewi Purnama; Yar Johan; Mukti Dono Wilopo; Person Pesona Renta; Jojor Marito Sinaga; Jesica Marta Yosefa; Helen Marlina M; Amelia Suryanita; Hence Mahyarany Pasaribu; Kiki Median
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.1.110-124

Abstract

Mikroplastik merupakan sampah plastik kecil yang berukuran <5 mm, sebagian besar berasal dari penguraian plastik-plastik berukuran besar yang dikelompokkan dalam 2 jenis mikroplastik yaitu sekunder dan primer. Mikroplastik primer merupakan produksi plastik dalam bentuk mikro, seperti manik-manik pada produk perawatan kulit, sedangkan mikroplastik sekunder merupakan bagian, pecahan, dari suatu hasil fragmentasi plastik yang lebih besar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis jenis dan kelimpahan mikroplastik pada saluran pencernaan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di Pelabuhan Perikanan Pulau Baai Kota Bengkulu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi jenis dan kelimpahan mikroplastik pada saluran pencernaan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di Pelabuhan  Perikanan Pulau Baai Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga bulan Desember 2020. Pengambilan sampel sebanyak 30 ekor yang berukuran antara 26,4-54,5 cm dilakukan di Pelabuhan Perikanan Pulau Baai Kota Bengkulu. Analisis mikroplastik dilakukan di Laboratorium Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Hasil penelitian ditemukan 4 tipe mikroplastik, yaitu Fragmen, Granual, Film dan Fiber dengan total kelimpahan mikroplastik pada saluran pencernaan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) yaitu sebesar 52,7 partikel/ind, dengan Rata-rata 10,5±7,2 partikel/ind. Persentase kelimpahan mikroplastik tertinggi yaitu tipe fiber/filament dan fragmen masing-masing sebesar 41%.
ANALISA KELAYAKAN USAHA PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP PAYANG (SEINE NET) MENGGUNAKAN ALAT BANTU RUMPON DI PANTAI MALABERO KOTA BENGKULU Rusdi Andika Amry; Person Pesona Renta; Eko Nofridiansyah
JURNAL ENGGANO Vol 2, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.191 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.2.2.129-142

Abstract

Penelitian analisa kelayakan usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap payang (Seine Net) Menggunakan alat bantu rumpon di Pantai malabero kota Bengkulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa tingkat kelayakan usaha penangkapan dengan alat tangkap payang (Seine Net). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data (observasi, wawancara, dokumentasi) dan metode analisis data (Analisis aspek teknis dan analisis aspek finansial). Manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dan acuan bagi pihak-pihak yang akan mengembangkan usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap payang di pantai Malabero khususnya dan di Kota Bengkulu umumnya. Hasil analisis finansial usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap Payang di Pantai Malabero Kota Bengkulu adalah Nilai NPV  0 (Rp 147.448.741-), Net B/C ratio 1 (3,2), IRR  19,25% (35,48%) dan PP  10 tahun (1,0 tahun), maka usaha penangkapan ikan menggunakan alat tangkap payang di Pantai Malabero Kota Bengkulu layak untuk dikembangkan secara finansial.
ANALISIS MIKROPLASTIK PADA IKAN EKONOMIS DI TELUK SEGARA KOTA BENGKULU Yar Johan; Firman Manalu; Ali Muqsit; Person Pesona Renta; Dewi Purnama
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.2.%p

Abstract

Mikroplastik merupakan sampah plastik kecil yang berukuran <5 mm, sebagian besar berasal dari penguraian plastik-plastik berukuran besar yang dikelompokkan dalam 2 jenis mikroplastik yaitu sekunder dan primer. Sampah plastik adalah sampah yang berbahaya baik lingkungan, biota dan maanusia serta salah satu permasalahan belum dapat diselesaikan sampai saat ini. Salah satu bagian dari sampah plastik yaitu mikroplastik. Mikroplastik merupakan pencemaran yang begitu sulit dikendalikan di wilayah pesisir, salah satunya di Teluk Segara Kota Bengkulu. Teluk Segara merupakan Kecamatan yang memiliki luas wilayah terkecil di Kota Bengkulu. Ibukota Kecamatan Teluk Segara terletak di Kelurahan Jitra. Teluk Segara juga memiliki tempat menjual ikan hasil nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mikroplastik pada ikan ekonomis di Teluk Segara Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei  dengan mengambil ikan ekonomis yang ada di Teluk Segara dan analisis kandungan mikroplastik di laboratorium. Mikroplastik yang ditemukan pada saluran pencernaan ikan memiliki tipe dan warna yang bervariasi. Tipe mikroplastik yang ditemukan pada saluran pencernaan yaitu tipe fiber, film, dan fragmen. Warna mikrplastik yang ditemukan adalah warna transparan, hitam, kuning dan merah. Total kandungan mikroplastik adalah yaitu 16 - 41 partikel/ind. 
ANALISIS KESESUAIAN EKOWISATA MANGROVE DESA KAHYAPU PULAU ENGGANO Desi Fitriana; Yar Johan; Person Pesona Renta
JURNAL ENGGANO Vol 1, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.456 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.1.2.64-73

Abstract

The purpose of this study was to identify the potential of mangrove ecosystems as mangrove ecotourism objects and calculate suitability mangrove ecotourism in the village Kahyapu Enggano . This research was conducted using survey methods, measurements in the field and ecological suitability determination based on the multiplication of weights and scores obtained from any of the parameters consisting of five parameters: the thickness of the mangrove , mangrove density , types of mangrove , tidal and biota object . Mangrove ecosystem in the Village Kahyapu Enggano has the potential to be developed as an ecotourism mangrove . Based on the results, the results of IKW ( Travel Suitability Index ) at the stations I 60 % category S2 (Match ) , Station II 66 % category S2 (Match ) and Station III 71 % category S2 (Match ).
ZONA HIDROLISIS DAN PERTUMBUHAN BAKTERI PROTEOLITIK DARI SEDIMEN EKOSISTEM MANGROVE Rhizophora mucronata TELUKAWUR – JEPARA Muhammad Zainuddin; Wilis Ari Setyati; Person Pesona Renta
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 2 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.782 KB) | DOI: 10.33019/akuatik.v11i2.241

Abstract

Pemberian pakan dalam sistem budidaya udang berpotensi terjadi pencemaran internal. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk isolasi, seleksi dan kajian pertumbuhan bakteri proteolitik dari sedimen ekosistem mangrove Rhizophora mucronata Telikawur - Jepara sebagai kandidat water probiotik untuk membersihkan limbah internal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen laboratoris di Laboratorium Prodi Budidaya Perairan UNISNU - Jepara. Hasil pengamatan data TPC menunjukkan bahwa kelimpahan bakteri sebesar 282 x 103 cfu/ml. Berdasarkan data purifikasi, didapatkan sebanyak 46 isolat. Data uji proteolitik kualitatin menunjukkan terdapat 89 % isolat tidak aktif, sedangkan 11 % (5 isolat TA.R.14, 16, 22, 31 dan 39) memiliki aktivitas proteolitik. Kelima isolat memiliki ratio hidrolisis berbeda secara signifikan (p < 0,05) secara berurutan sebesar 1,27a; 1,96d; 154b; 169bc dan 1,71c. Aktivitas proteolitik tertinggi pada isolat TA.R.16 memiliki puncak tertumbuhan pada hari ke 30 dengan nilai kepadatan 18,649 ± 0,789ʰ sel/ml, stasioner pada jam ke 30 – 36, dan mengalami kematian pada jam ke-42. Nilai jumlah generasi sebesar 5,213 ± 0,281; waktu generasi sebesar 5,766 ± 0,303 jam dan laju pertumbuhan sebesar 0,120 ± 0,006 jam-1.