I Made Kardana
Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Denpasar

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Efektivitas Fototerapi Terhadap Penurunan Kadar Bilirubin Total pada Hiperbilirubinemia Neonatal di RSUP Sanglah Ayu Ketut Surya Dewi; I Made Kardana; Ketut Suarta
Sari Pediatri Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.259 KB) | DOI: 10.14238/sp18.2.2016.81-6

Abstract

Latar belakang. Enampuluh persen bayi lahir normal berkembang menjadi kuning dalam satu minggu pertama kehidupan. Fototerapi merupakan salah satu tatalaksana mengurangi hiperbilirubinemia melalui proses fotoisomerisasi dan isomerisasi struktural.Tujuan. Mengetahui jumlah penurunan kadar serum bilirubin total pada bayi hiperbilirubinemia usia gestasi ≥35 minggu setelah dilakukan fototerapi selama 24 jam, agar dapat memprediksi lama perawatan fototerapi di rumah sakit. Metode. Penelitian cohort dengan melibatkan 44 bayi hiperbilirubinemia usia kehamilan ≥35 minggu, melihat kadar bilirubin sebelum dan setelah dilakukan fototerapi. Analisis data dan statistik digunakan SPSS 22 dan uji t berpasangan dengan nilai p≤0,05 dan koefisien interval 95% dianggap signifikan. Hasil. Rerata usia kuning 4,2±0,88 hari dengan rerata berat badan 2784±643 gram. Rerata kadar bilirubin sebelum dilakukan fototerapi 15,3±1,94 mg/dL, dan setelah dilakukan fototerapi 24 jam 12,8±1,88 mg/dL dengan p=0,001. Penurunan kadar bilirubin 2,5±0,8mg/dL dalam 24 jam (turun 16,3% dalam 24 jam). Komplikasi fototerapi yaitu hipertermi (2,3%) dan eritema (27,3%). Kesimpulan. Penurunan kadar bilirubin setelah dilakukan fototerapi selama 24 jam 2,5±0,8mg/dL (turun 16,3%).
Penyakit Kawasaki Made Kardana; Ida Bagus Agung Winaya
Sari Pediatri Vol 3, No 1 (2001)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.009 KB) | DOI: 10.14238/sp3.1.2001.19-23

Abstract

Penyakit Kawasaki adalah penyakit akibat vaskulitis akut menyeluruh. Sampai saat ini penyebabnya secara pasti belum diketahui, diduga karena infeksi, toksin atau kelainan imunoregulator. Penyakit ini tersebar luas di seluruh dunia, 80% menyerang anak di bawah usia 5 tahun. Diagnosis ditegakkan apabila terdapat panas lebih dari 5 hari, ditambah 4 dari 5 gejala berikut yaitu injeksi konjungtiva bilateral, mukosa mulut dan faring kemerahan atau pecah-pecah, edema dan atau eritema pada ekstremitas, ruam kulit, limfadenopati servikal yang tidak dapat dijelaskan oleh penyakit lain yang penyebabnya diketahui. Dua puluh sampai 25% dapat berkembang menjadi aneurisma arteri koronaria. Pengobatan aspirin dosis tinggi dan gamma globulin bertujuan untuk mengurangi proses inflamasi pada miokardium dan dinding arteri koronaria dan aspirin dosis rendah untuk menghambat agregasi trombosit. Pembedahan dilakukan apabila gejalanya berkembang menjadi angina dan terdapat bukti obstruksi satu atau  lebih arteri koronaria mayor. Prognosis tergantung dari ada tidaknya kelainan arteri koronaria dan kematian sebagian besar akibat infark miokardium.
Pola Kuman dan Sensitifitas Antibiotik di Ruang Perinatologi I Made Kardana
Sari Pediatri Vol 12, No 6 (2011)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp12.6.2011.381-5

Abstract

Latar belakang. Penggunaan antibiotik pada sepsis neonatorum seharusnya didasarkan pada kuman penyebab infeksi yang diperoleh dari biakan darah dan hasil uji sensitifitas. Pola kuman dan hasil uji sensitifitas dapat dipakai sebagai dasar pemberian antibiotik secara empiris.Tujuan. Mengetahui profil mikroorganisme penyebab sepsis neonatorum di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Sanglah Denpasar serta sensitifitasnya terhadap antibiotik.Metode. Penelitian retrospektif dilakukan dari Januari 2008-Desember 2009. Kriteria inklusi adalah neonatus tersangka sepsis dan didiagnosis akhir sebagai sepsis neonatorum berdasarkan biakan darah positif. Kriteria eksklusi apabila data tidak lengkap. Hasil. Terdapat 458 kasus tersangka sepsis. Biakan darah positif 220 (48%). Bakteri penyebab terbanyak adalahSerratia marcescens.Bakteri penyebab sepsis mempunyai sensitifitas rendah terhadap antibiotik lini pertama (ampisilin dan gentamisin), kecuali Acinetobacter baumanniimempunyai sensitifitas tinggi terhadap antibiotik tersebut. Sensitifitas bakteri penyebab sepsis umumnya masih tinggi terhadap meropenem, cefoperason-sulbactam, dan piperasilin-tazobactam.Kesimpulan. Penyebab sepsis neonatorum terbanyak adalah Serratia marsescens.Sebagian besar bakteri penyebab sepsis mempunyai sensitifitas rendah terhadap ampisilin dan gentamisin, kecuali Acinetobacter baumannii.Terhadap meropenem, cefoperazon-sulbactam dan piperasilin-tazobactam sensitifitas masih tinggi.
Peran Eritropoetin pada Anemia Prematuritas I Nyoman Sartika; Wayan Retayasa; Made Kardana; Ida Bagus Mudita
Sari Pediatri Vol 9, No 6 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp9.6.2008.375-80

Abstract

Eritropoetin merupakan molekul glikoprotein yang terdiri dari 165 asam amino dan 4 gugus karbohidratdengan berat molekul sekitar 34 k dalton. Peran eritropoetin dalam produksi sel darah merah melaluimeningkatkan survival, proliferasi dan diferensiasi dari progenitor eritroid pada sumsum tulang. Eritropoetinberikatan dengan reseptor selanjutnya terjadi aktivasi ras/mitogen intraselular yang berperan dalam proliferasisel. Regulasi produksi eritropoetin adalah peran dari hypoxia-inducible transcription factor-1 (HIF-1). Padabayi yang lahir prematur terjadi penurunan kadar Hb yang berlebihan dibandingkan dengan bayi cukupbulan. Banyak faktor yang mempengaruhi anemia prematuritas, salah satu di antaranya adalah kurang responeritropoetin terhadap penurunan kadar Hb. Penggunaan eritropoetin rekombinan mengurangi frekuensitransfusi darah dan meningkatkan retikulosit dengan cepat. Eritropoetin rekombinan belum merupakanstandar pengobatan anemia prematuritas secara universal
Co-Authors Anak Agung Ngurah Subawa Ariputra -, Ariputra Artana, Wayan Dharma Ayu Ketut Surya Dewi Ayu Setyorini Mestika Mayangsari Bowolaksono * Carissa Lidia Cempaka, Putu Mas Vina Paramitha Clearesta, Kartika Eda Desak Laksmi DIAN SAVITRI Dyah Kanya Wati Ekaputri, Dian Sulistya Franky Luhulima Gusti Ayu Putu Nilawati Hendra Santoso Hendry Raymen Satria Hendy Hendy I Gde Raka Widiana I Gede Deden Susma Sugara I Gede Ketut Aryana, I Gede Ketut I Gusti Agung Ngurah Sugitha Adnyana I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi I Gusti Ngurah Made Suwarba I Made Arimbawa I Nyoman Adipura I Nyoman Budi Hartawan I Nyoman Sartika I Nyoman Wande I Putu Sidhi Rastu Karyana I Wayan Darma Artana I Wayan Dharma Artana I Wayan Dharma Artana, I Wayan Dharma I Wayan Retayasa IB. Mahendra Ida Bagus Agung Winaya Ida Bagus Mudita Ida Bagus Subanada IM Dharmajaya Kadek Deddy Ariyanta Kadek Deddy Ariyanta Kadek Deddy Ariyanta Ketut Dewi Kumara Wati Ketut Siki Kawiyana Ketut Suarta Ketut Suarta Ketut Suarta Komang Ayu Witarini Komang Kari Kristopher May Pamudji Lim, Heriyanto Lufyan, Reddy Luh Gede Yuliadewi NS Made Bandem Kenny Wijaya Nugraha Made Darmajaya Made Darmajaya Made Indah Nastiti Utami Budha Made lndah Nastiti Utami Budha Made Sukmawati Made Widia Markus Gunawan Ni Kadek Mulyantari Ni Luh Gede Wahyuni Suismaya Ni Made Sukewanti Ni Made Sumiartini Ni Nyoman Mahartini Ni Nyoman Mahartini Ni Putu Siadi Purniti Novita Purnamasari Assa Novita Purnamasari Assa NP Veny Kartika Yantie Nyoman Gina Henny Kristianti Putu Junara Putra Putu Junara Putra, Putu Junara Rathasari, Ni Made Dea Adilla Setya Wandita Sianny Herawati Soetjiningsih Soetjiningsih Soetjiningsih Soetjiningsih Soetjiningsih Soetjiningsih Soetjiningsih Soetjiningsih Sukmawati, Made Susanti Halim Wayan Retayasa Wayan Retayasa Wayan Sulaksmana Sandhi Parwata Wijaya, I Made Samitha Yoga Putra