Claim Missing Document
Check
Articles

Model Pembelajaran Think Pair Share Dengan Media Video Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Easter Valupi Putri; Adi Winanto
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5597

Abstract

Peran pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar sangat penting agar para siswa mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang benar, baik secara lisan maupun tertulis. Oleh karenanya, guru sekolah dasar harus memperhatikan capaian belajar siswa dalam mata pelajaran ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Pair Share dan penggunaan media video terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Salatiga 03 dan di SD Negeri Salatiga 05 pada bulan Mei 2023 Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design. Subjek pada penelitian ini yakni 27 siswa di SD Negeri Salatiga 03 dan 25 siswa di SD Negeri Salatiga 05. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar siswa yang berjumlah 12 butir pilihan ganda. Hasil penelitian menggunakan uji Independent Sample T Test untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Think Pair Share dan media video terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa. Hasil pengujian rata-rata hasil tes dengan Independent Sample T Test menunjukkan bahwa hasil belajar siswa di kelas yang menggunakan model pembelajaran Think Pair Share dan media video lebih baik dibandingkan siswa di kelas konvensional. Dari hasil ini maka model pembelajaran Think Pair Share dan penggunaan media video berpengaruh terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas III SD. Dengan demikian kesimpulan dari peneltian ini adalah Model Pembelajaran Think Pair Share dengan media video dapat meningkatkan hasil belajar bahasa indonesia siswa.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Tematik Melalui Model Problem-Based Learning Dengan Gallery Walk Pada Peserta Didik Kelas VI B di SD Negeri Ledok 02 Salatiga Vini Vitria Suseno; Adi Winanto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar tematik peserta didik kelas VI B di SD Negeri Ledok 02 Salatiga melalui model Problem-Based Learning dengan Gallery Walk. Model Problem-Based Learning merupakan suatu model pembelajaran yang mengajak anak aktif untuk memecahkan masalah. Hasil karya peserta didik disajikan dengan Gallery Walk sehingga menambah motivasi peserta didik untuk aktif belajar. Metode yang digunakan Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif dengan subjek penelitian peserta didik kelas VI B sebanyak 25 anak. Instrumen yang digunakan adalah soal evaluasi dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keaktifan dan hasil belajar tematik peserta didik di kelas VI B. Di akhir siklus II, sebanyak 22 peserta didik dapat mencapai keaktifan 80 % dan tuntas KKM. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan melalui model Problem-Based Learning dengan Gallery Walk dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar tematik peserta didik kelas VI B di SD Negeri Ledok 02 Salatiga.
Contextual Teaching and Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS dan Keterampilan Berpikir Siswa Kelas IV SD Anastasya Yolanti; Adi Winanto
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan belajar selama masa pandemi, yang memerlukan pembelajaran online dengan dominasi guru dalam proses belajar dan siswa hanya sebagai penerima materi, telah menimbulkan ketidakpartisipasian siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada menurunnya kemampuan berpikir kritis siswa dan hasil belajar yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPAS dan keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Tingkir Tengah 02 Salatiga dengan menerapkan model Contextual Teaching and Learning berbasis kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SD N Tingkir Tengah 02, semester 1 tahun 2023/2024, pada siswa kelas IV sebanyak 27 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes untuk mengukur hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis serta observasi untuk mengukur keterlaksanaan pembelajaran CTL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah menerapkan pendekatan CTL, hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan dalam setiap siklus. Pada siklus I, hasil belajar mencapai 70,3, kemudian meningkat menjadi 75,56 pada siklus II, dan mencapai 80,74 pada siklus III. Keterampilan berpikir kritis siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pada siklus I, keterampilan berpikir kritis mencapai 70%, kemudian naik menjadi 75% pada siklus II, dan mencapai 81% pada siklus III.. Metode CTL mampu untuk meningkatkan hasil belajar IPAS dan keterampilan berpikir kritis karena melibatkan pembelajaran dalam konteks nyata, mendorong pengalaman aktif siswa, dan melibatkan mereka dalam berpikir kritis. Ini meningkatkan pemahaman siswa dan hasil belajar dengan cara yang progresif melalui siklus pembelajaran berkelanjutan.
Efektivitas Model Discovery Learning dan Problem Based Learning dalam Rangka Peningkatan Kemampuan Literasi Numerasi Mapel IPAS Kelas IV SD Priti Agustin; Adi Winanto
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 6 No. 2 (2023): juni
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v6i2.5471

Abstract

The background of this research is that there are still many teachers who do not understand well how to prepare learning that can improve and prepare students' numeracy literacy. The research aims to determine the difference in the effectiveness of using the model Dıscovery Learnıng and Problem Based Learning in order to increase the numeracy literacy skills of the IPAS class IV SD subject. This research method is a quasi-experimental design type Nonequivalet Control Group Design with the research subjects of all fourth grade students of SD Negeri Salatiga 03. The results of the study obtained that the test results N-Gain Score showing the average value of numeracy literacy ability of experimental class 1 using the model Dıscovery Learnıng of 57.4663% the category is quite effective and the experimental class 2 uses the model Problem Based Learning with an average of 38.5194% ineffective category. Thus, it is concluded that there are differences in the effectiveness of the model Dıscovery Learnıng with models Problem Based Learning in the framework of improving numeracy literacy in IPAS class 4 SD subjects.
Meta Analisis Komparasi Model Discovery Learning dengan Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Sekolah Dasar Susilowati, Atik Tri; Winanto, Adi
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3582

Abstract

Berbagai model pembelajaran dirancang untuk memfasilitasi siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa Sekolah Dasar antara model pembelajaran Discovery Learning dan Problem Based Learning. Jenis penelitian yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah penelitian meta analisis. Dua puluh artikel mengenai model pembelajaran Discovery Learning dan model pembelajaran Problem Based Learning yang telah dipublikasikan di jurnal-jurnal nasional dipilih untuk dianalisis. Data hasil belajar dari kedua model pembelajaran tersebut dianalisis secara deskriptif dan dilakukan uji ancova untuk mengetahui perbedaannya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning memberikan pengaruh hasil belajar kognitif yang lebih besar daripada model pembelajaran Problem Based Learning. Berdasarkan uji ancova diperoleh nilai Partial Eta Squared sebesar 0,279 dengan Sig. 0,017. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa sekolah dasar lebih berpengaruh ketika menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning.
Efektivitas Model Pembelajaran Inquiry dan Problem Based Learning terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika Siswa Sekolah Dasar Lestari, Sri; Winanto, Adi
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Inquiry dan Problem Based Learning terhadap kemampuan memecahkan masalah matematika siswa kelas V SDN Plumbon 01. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimen. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Research. Desain penelitian eksperimen ini menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design, sampel pada penelitian ini yaitu 35 siswa di SDN Plumbon 01. Kelas eksperimen 1 menggunakan model pembelajaran Inquiry dan kelas eksperimen 2 menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Efektifitas model pembelajaran terhadap kemampuan memecahkan masalah matematika dilihat berdasarkan hasil uji T. Nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah yang diperoleh kelas kelompok eksperimen 1 dengan menggunakan model pembelajaran Inquiry yaitu 49,83 sedangkan nilai kelas kelompok eksperimen 2 dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning sebesar 58,6. Sedangkan hasil perhitungan uji t dengan menggunakan independent samples t-test diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) 0,174 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah yang signifikan antara penerapan Inquiry dengan Problem Based Learning pada kelas V Negeri Plumbon 01.
Meta Analisis Pengaruh Penggunaan Quizizz dalam Pembelajaran Daring terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Julianisa, Julianisa; Winanto, Adi
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sebelum dengan setelah penggunaan Quizizz dalam pembelajaran daring serta besar pengaruhnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD. Penelitian ini menggunakan penelitian meta analisis, yaitu dengan menganalisis dua atau lebih artikel untuk dihitung secara statistik guna memperoleh hasil yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.  Populasi dalam penelitian ini adalah artikel ilmiah berskala nasional tentang pengaruh penggunaan Quizizz terhadap hasil belajar siswa SD dan sampel dari penelitian ini adalah 12 artikel ilmiah tentang pengaruh penggunaan media Quizizz dalam pembelajaran daring terhadap hasil belajar siswa SD dengan ketentuan yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan mesin pencari Google Scholar dan Publish or Perish. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah menggunakan Quizizz pada pembelajaran daring terhadap hasil belajar siswa SD. Hal tersebut ditunjukan dari hasil Uji Paired Samples Test bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 yang berarti nilai signifikansi lebih kecil atau kurang dari 0,05 (0,000 < 0,05) serta berdasarkan hasil penghitungan Effect Size diperoleh nilai d = 3,23 yang berarti besaran pengaruh termasuk dalam kategori sangat tinggi, maka Ha diterima dan Ho ditolak.
Perbedaan Efektivitas Model Problem Based Learning dan Model Group Investigation terhadap Kemampuan Bernalar Kritis Peserta Didik Kelas V SD Rahmawati, Arfida Dewi; Winanto, Adi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7371

Abstract

Kemampuan bernalar kritis yaitu kemampuan dalam memecahkan suatu persoalan dan menganalisis setiap informasi yang ada sehingga peserta didik mampu menarik simpulan yang runtut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas Model Problem Based Learning (Model PBL) dan Model Group Investigation (Model GI) terhadap kemampuan bernalar kritis peserta didik kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Sampel penelitian ini adalah peserta didik Kelas 5A SD Negeri Salatiga 03 sebagai kelompok eksperimen (Model PBL) dan peserta didik Kelas 5 SD Negeri Salatiga 01 sebagai kelompok kontrol (Model GI). Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan tes pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil uji t-test diperoleh nilai signifikansi 0,011 < 0,05 maka H0 ditolak Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan bernalar kritis pada peserta didik kelas V yang mendapatkan pembelajaran menggunakan Model PBL dan Model GI. Kemampuan bernalar kritis peserta didik yang diberi Model PBL lebih tinggi daripada Model GI. Dengan kata lain, Model PBL lebih efektif berpengaruh pada kemampuan bernalar kritis dibandingkan Model GI.
Evaluasi Kegiatan Penerapan Profil Pelajar Pancasila Guna Meningkatkan Kualitas Karakter Peserta Didik Sekolah Dasar Damayanti, Sherly Putri; Winanto, Adi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8226

Abstract

Profil pelajar Pancasila dalam pendidikan mengharapkan siswa mampu memahami nilai – nilai Pancasila. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi deskriptif dengan menggunakan metode CIPP (Context, Input, Process, Product), yang bertujuan untuk mengevaluasi penerapan profil pelajar pancasila dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik di SD Negeri Tingkir Tengah 01. Data dalam penelitiaan ini didapatkan melalui wawancara , observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini memiliki subjek yang terdiri dari kepala sekolah, guru kelas dan peserta didik. Hasil penelitian didapatkan pada aspek context latar belakang dan tujuan penerapan profil pelajar pancasila telah dirancang dengan tujuan yang jelas. Aspek input terdapat sarana dan prasarana yang belum memadahi untuk menunjang kegiatan profil pelajar pancasila. Aspek Process masih ada beberapa hambatan dalam kegiatan penerapan profil pelajar pancasila. Aspek product yang dihasilkan penerapan profil pelajar pancasila menumbuhkan karakter peserta didik yang jauh lebih baik. Hasil penelitian penerapan kegiatan profil pelajar pancasila dengan model CIPP terlaksana dengan baik, sebagai hasil yang didapat dari penerapan profil pelajar pancasila karakter peserta didik sudah terbentuk dari kebiasaan maupun kegiatan yang ada di sekolah.
IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS V DI SDN SIDOREJO LOR 03 Rachma, Dheta Meliana; Winanto, Adi
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 7, No 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jmn.v7i2.375

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis sangat dibutuhkan oleh siswa untuk memecahkan masalah matematika baik pada kehidupan sehari-hari atau pembelajaran, komunikasi dan pemecahan masalah sangat saling berkaitan dalam matematis. Dimana penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas V dengan implementasi model discovery learning pada pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif (PTKK) yang telah dilaksanakan secara dua siklus dengan tiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian dilakukan di kelas VA SD Negeri Sidorejo Lor 03 Salatiga sebanyak 28 siswa. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai hasil evaluasi komunikasi matematika pada siklus I dan siklus II sebesar 73,57 dan 83,57 ketuntasan belajar pada siklus I sebanyak 15 peserta didik 53,57% yang meningkat pada siklus II sebanyak 23 peserta didik 82,1%. sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi model discovery learning mampu meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas V-A SD Negeri Sidorejo Lor 03 SalatigaKata kunci: Discovery learning, komunikasi matematis, PTK