Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (Pogil) Berbantuan Media Gambar Kartun Mata Pelajaran IPAS Topik C Indonesiaku Kaya Alamnya Kelas V SD Inpres Oepoi Kupang Advensiana Luruk; Muhamad Rusadi Letasado; Rizqy Amelia Ramadhaniyah Ahmad
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 2 No. 1 (2024): Mimbar PGSD Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v2i1.1741

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya hasil belajar peserta didik kelas V SD Inpres Oepoi pada mata pelajaran IPAS, dari hasil obervasi pra siklus guru sejauh ini sudah berupaya untuk menggunakan model dan strategi untuk melaksanakan capaian pembelajaran tetapi masih banyak yang belum mencapai KKM 70 dikarenakan peserta didik didalam kelas memiliki tingkat pemahaman yang bervariasi dalam memahami IPAS. Untuk mengatasi permaslahan tersebut dilakukan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS, Topik C Indonesia Kaya Alamnya di kelas V melalui model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning berbantuan media gambar kartun. Dalam penelitian, peneliti menggunakan teknik pengumpulan dan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi, postest dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada hasil tes siklus satu rata-rata perolehan nilai peserta didik ialah 70,22%. Pada siklus dua nilai rata-rata 92%. Hal ini kriterianya mencapai ketuntasan yang sangat baik yang sudah mencapai indikator keberhasilan nilai rata-rata diatas KKM 70 > 85% dari jumlah 22 peserta didik. Dapat ditarik simpulan bahwa penerapan model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning berbantuan media gambar kartun dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada Topik C Indonesia Kaya Alamnya kelas V SD Inpres Oepoi Tahun ajaran 2023/2024.
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative integrated reading composition (CIRC) dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Siswa Kelas IV SD Negeri Oesepa Kecil 2 Kupang Nuril Asrad; Julhidayat Muhsam; Rizqy Amelia Ramadhaniyah Ahmad
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 2 No. 2 (2024): Mimbar PGSD Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v2i2.1766

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman melalui model pembelajaran cooperative integrated reading and composition (CIRC) pada peserta didik kelas IV SDN Oesapa Kecil 2 Kota Kupang. Metode dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil capaian pada observasi awal menunjukkan bahwa, dari 26 peserta didik hanya 8 (27%) peserta didik termasuk pada kategori mampu membaca. Pada siklus I sebanyak 18 (69,23%) peserta didik yang mampu membaca. Jumlah dan presentase tersebut meningkat pada siklus II menjadi (89%) peserta didik yang mampu membaca. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa melalui model cooperative integrated reading and composition (CIRC) dapat meningkatkan kemampuan membaca peserta didik kelas IV SDN Oesapa Kecil 2 Kota Kupang
Kolaborasi Mahasiswa PGSD dan Masyarakat Dalam KKN Tematik di Kelurahan Leuntolu Kecamatan Raimanuk Nusa Tenggara Timur Dominggas Rafu; Odilia Mau; Trisandi Olivia Belak; Adriani Mau; Imakulata Rafu; Apriana N.N. Tes; Maria D. Bauk; Tresiana Fahik; Elfrida Ance Mali; Fenny Tanalinal Khasna; Rizqy Amelia Ramadhaniyah Ahmad
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2025): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v3i1.2278

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Kupang Tahun 2024 yang dilaksanakan di Kelurahan Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Nusa Tenggara Timur, bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan wawasan tentang produktivitas kekayaan bersih, pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM), serta penguatan peran sekolah dalam pengembangan ekonomi kreatif desa. Kegiatan ini mengedepankan kolaborasi aktif antara mahasiswa PGSD dan masyarakat sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan desa.Selama 72 hari pelaksanaan, berbagai program inti telah direalisasikan, antara lain: (a) kegiatan kebersihan lingkungan kantor kelurahan, (b) pemberian makanan tambahan bagi anak-anak bersama kepala kelurahan dan kader posyandu sebagai upaya pencegahan stunting, (c) pemasangan papan nama wilayah di sekitar kantor kelurahan, dan (d) penanaman bunga di lingkungan sekolah sekitar. Partisipasi masyarakat tergolong tinggi dan menjadi indikator keberhasilan program, meskipun terdapat kendala dalam mobilisasi warga akibat kesibukan pekerjaan, khususnya di kalangan petani.Kegiatan ini menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa PGSD dalam program pemberdayaan masyarakat memberikan dampak positif dalam mengembangkan potensi lokal dan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Temuan ini dapat menjadi landasan dalam pelaksanaan program serupa di masa mendatang dengan strategi pelibatan masyarakat yang lebih adaptif.
Pendokumentasian Tari Bidu Tais Mutin di Desa Weoe, Kabupaten Malaka Felitciani Dwi Junitha Sanga Tolan; Zaqinah Ahmad; Ummu Aiman; Rizqy Amelia Ramadhaniyah Ahmad; Dian Meilani; Arifin Arifin; Kenedi Kenedi; Ahmad Ishom Pratama Wahab
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v3i2.3066

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan Kegiatan Pengkajian Warisan Budaya Takbenda seni tari Bidu Tais Mutin di Desa Weoe dilakukan dengan maksud menulis dan mendokumentasikan keseluruhan proses pembuatan dari perspektif budaya sehingga dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran bagi pelajar, masyarakat ataupun pemerhati budaya, dan juga sebagai salah satu bahan referensi penelitian mahasiswa. Sebagai upaya perlindungan, pelestarian, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan daerah, kegiatan ini penting dilaksanakan karena bagian dari proses untuk penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Adanya laporan kegiatan ini kiranya dapat menjadi bahan evaluasi bagi Bidang Kebudayaan untuk membuat perencanaan, merancang kebijakan guna mewujudkan kemajuan pemajuan kebudayaan daerah Nusa Tenggara Timur yang konstruktif. Tari Bidu Tais mutin mrupakan bentuk luapan kegembiraan masyarakat Desa Weoe dalam meredahkan amarah dari para penjajah Jepang. Penulisan pelaporan kegiatan pendokumentasian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Metode penulisan secara kualitatif ini bertujuan untuk mendapatkan data sebanyak-banyaknya, kemudian dianalisis dan dideskripsikan, sehingga dapat memberikan gambaran dan pemaparan mengenai sejarah dan bentuk tari Bidu tais Mutin di desa upacara Weoe. Teknik pengumpalan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi pustaka. Analisis bentuk tari Bidu Tais mutinmenggunakan konsep Soedarsono tentang bentuk yang saling berkaitan seperti penari, gerak, pola lantai, busana, iringan, waktu dan tempat pertunjukan. Hasil menujukkan bahwa tari Bidu Tais Mutin merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur pada zaman penjajah Jepang dan sebagai suatu pengenang akan sejarah masyarakat Weoe pada waktu itu yang dapat dilihat dari gerak, nyanyian, busana penuh pemaknaan sebagai identitas dari masyarakat Weoe. Abstract: The implementation of the Intangible Cultural Heritage Study Activity for the Bidu Tais Mutin dance in Weoe Village was carried out with the aim of writing and documenting the entire process of creation from a cultural perspective so that it can be used as learning material for students, the community or cultural observers, and also as a reference material for student research. As an effort to protect, preserve, develop, utilize, and foster regional culture, this activity is important to carry out because it is part of the process of determining Indonesia's Intangible Cultural Heritage. The existence of this activity report can hopefully be used as evaluation material for the Cultural Sector to make plans and design policies to realize constructive progress in advancing the culture of the East Nusa Tenggara region. The Bidu Tais Mutin dance represents a joyful outpouring of joy by the people of Weoe Village to defuse the anger of the Japanese invaders. This report on the documentation of this activity uses qualitative research methods with an ethnochoreological approach. This qualitative writing method aims to obtain as much data as possible, then analyze and describe it, so that it can provide an overview and explanation of the history and form of the Bidu Tais Mutin dance in the Weoe ceremonial village. The data collection techniques used were observation, interviews, and literature review. The analysis of the Bidu Tais Mutin dance form uses Soedarsono's concept of interrelated forms such as dancers, movements, floor patterns, costumes, accompaniment, time, and performance venue. The results show that the Bidu Tais Mutin dance is a form of respect for the ancestors during the Japanese colonial era and as a reminder of the history of the Weoe people at that time which can be seen from the movements, songs, and clothing full of meaning as the identity of the Weoe people.
Pengembangan Multimedia Interaktif dengan Metode EPIC 5C berbasis Model Case-Based Learning pada Materi Tematik Terpadu Kelas V Budi Kurniawan; Ivo Basri K.; Ni Putu Kusuma Widiastuti; Rizqy A. R. Ahmad
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v9i2.41368

Abstract

Belum tersedianya modul yang sistematis pada mata kuliah Kewirausahaan di Program Studi Teknik Fabrikasi dan Pengelasan Logam (TFPL) serta hasil belajar peserta didik belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran dan menghasilkan modul yang valid, praktis, dan efektif pada mata kuliah Kewirausahaan berbasis proyek untuk peserta didik Program Studi TFPL di Akademi Komunitas Negeri Pesisir Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (penelitian dan pengembangan), dengan model pengembangan 4D. Prosedur pengembangan 4D yaitu Define (pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Teknik analisis data efektivitas dengan memakai skor N-Gain. Hasil yang diperoleh dari penelitian pengembangan ini untuk efektivitas modul pembelajaran diperoleh dari nilai pretest dan posttest mahasiswa setelah menggunakan modul pembelajaran berada dalam kategori efektif. Kesimpulannya, modul pembelajaran berbasis proyek yang dikembangkan dapat digunakan pada proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Pendampingan Belajar Konsep Literasi Numerasi Melalui Alat Peraga Papan Berhitung Bagi Siswa Kelas Rendah di SDI Kuanino 2 Kupang Zaqinah Ahmad; Dian Meilani; Felitciani Dwi Junitha Sanga Tolan; Rizqy Amelia Ramadhaniyah Ahmad; Ahmad Ishom Pratama Wahab; Maria Asti Fereira Manek
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v4i1.3352

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Alat Peraga Papan Berhitung dalam memvisualisasikan konsep penjumlahan dan pengurangan bagi siswa kelas rendah di SD Kuanino 2 Kupang. Masalah utama yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian ini adalah rendahnya pemahaman konsep berhitung dasar akibat pembelajaran matematika yang cenderung abstrak dan konvensional. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang melibatkan 30 siswa sebagai partisipan. Teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur dan penyebaran instrumen angket, yang diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, serta expert judgment. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil kegiatan pengabdian secara kualitatif menunjukkan bahwa penggunaan papan berhitung mampu mengubah atmosfer kelas menjadi lebih interaktif, berpusat pada siswa, serta efektif menjembatani fase operasional konkret anak. Sementara itu, analisis kuantitatif memperkuat temuan tersebut dengan perolehan rata-rata akumulasi respons positif siswa mencapai 96%. Indikator visualisasi estetika warna menempati persentase tertinggi (86,7% sangat setuju) dalam mencegah kebosanan belajar. Secara kognitif, media manipulatif ini terbukti mempercepat pemahaman logika operasi hitung dasar dan mereduksi kecemasan matematika anak. Dapat disimpulkan bahwa implementasi Alat Peraga Papan Berhitung sangat efektif meningkatkan minat, keterlibatan aktif, dan pemahaman konsep matematika siswa kelas rendah di SD Kuanino 2 Kupang. Abstract: This community service activity aims to describe the implementation of the Abacus Teaching Aid in visualizing the concepts of addition and subtraction for lower-grade students at SD Kuanino 2 Kupang. The main issue underlying this community service activity is the low level of understanding of basic arithmetic concepts due to mathematics instruction that tends to be abstract and conventional. This community service activity employs a descriptive approach involving 30 students as participants. Data collection techniques included structured interviews and the distribution of questionnaires, whose validity was tested through source triangulation, methodological triangulation, and expert judgment. Qualitative data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive analysis technique, while quantitative data were analyzed using descriptive percentage statistics. The qualitative results of the community service activity indicate that the use of an abacus board can transform the classroom atmosphere into a more interactive, student-centered environment and effectively bridge children’s concrete operational stage. Meanwhile, the quantitative analysis reinforces these findings, with the average cumulative percentage of positive student responses reaching 96%. The aesthetic color visualization indicator had the highest percentage (86.7% strongly agreed) in preventing learning boredom. Cognitively, this manipulative medium was proven to accelerate the understanding of basic arithmetic operations and reduce children’s math anxiety. It can be concluded that the use of the Abacus Teaching Aid is highly effective in increasing the interest, active engagement, and understanding of mathematical concepts among lower-grade students at Kuanino 2 Elementary School in Kupang.