Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA YANG MENERAPKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA ., PUTU FANNY SASTRADEWI; ., PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd; ., DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk : (1) menguji validitas perangkat pembelajaran kimia yang menerapkan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa, (2) menguji kepraktisan perangkat pembelajaran kimia yang menerapkan model Problem Based Learning (PBL) saat diimplementasikan di kelas, (3)Menguji efektivitas perangkat pembelajaran kimia yang menerapkan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini diawali dengan pengembangan perangkat pembelajaran yang menerapkan model Problem Based Learning (PBL) menggunakan system pendekatan model pengembangan menururt Dick & Carey, dengan uji pakar melalui focus group discussion (FGD), dilanjutkan uji paktisi melalui desk-evaluation, dan uji empiris dengan melibatkan 36 orang siswa SMA kelas X dengan topik reaksi oksidasi an reduksi (redoks). Hasil uji pakar digunakan untuk menyempurnakan model pembelajaran. Masukan pakar dalam FGD digunakan untuk penyempurnaan perangkat pembelajaran, khusunya penyempurnaan terhadap buku pedoman guru dan buku pedoman siswa. Hasil desk-evaluation oleh guru Kimia SMA menunjukkan bahwa semua komponen perangkat model pembelajaran yang mencakup silabus, RPP, buku pedoman guru, buku siswa, LKS telah memenuhi syarat validitas.Hasil uji empiris model pembelajaran PBLuntuk meningkatkan pemahaman konsep kimia dengan menggunakan rancangan Dick & Carey menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pemahaman konsep siswa secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran PBL yang dikembangkan dalam penelitian ini efektif dalam meningkatkan karakter siswaKata Kunci : Problem Based Learning (PBL), pemahaman konsep kimia This research aims at: (1) testing the validity of chemistry teaching and learning documents which apply Problem Based Learning model (PBL) to improve the understanding of the students’ concept, (2) testing the simplicity of chemistry teaching and learning documents which apply Problem Based Learning model (PBL) when it’s implied in the classroom, (3) testing the effectivity of chemistry teaching and learning documents which apply Problem Based Learning model (PBL) to improve the understanding of the students’ concept. This research was started by the development of teaching and learning documents which apply Problem Based Learning model (PBL) using approaching system of development model of Dick & Carey, with expert test through focus group discussion (FGD), continued by practitioner test through desk-evaluation, and empirical test which involved 36 the X Grade students of senior high school with oxidation and reduction topics. The result of the expert test was used to make the teaching and learning model complete. The inputs given by the expert in FGD were used to make the teaching and learning model complete, especially in completing the teacher’s book and the student’s book. The result of the desk-evaluation by the chemist teacher of senior high school showed that all components of the documents of teaching and learning model which include syllabus, teaching scenario (RPP), teacher’s book, student’s book, student’s worksheet (LKS) has completed the validity requisite. The result of empirical test of PBL teaching and learning model to improve the understanding of chemistry concept using Dick & Carey design showed that there was a significant improvement of understanding of students’ concept. It’s showed that PBL teaching and learning model developed in this research is effective in improving the character of the studentskeyword : Problem Based Learning (PBL), concept understanding of chemistry
KOMPARASI PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROJECT BASED LEARNING ., I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI; ., DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc; ., DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1). mengetahui dan menganalisis perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning, (2). untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning, (3) untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan peningkatan sikap ilmiah antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-postest non-equivalen control group design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Susut tahun pelajaran 2014/2015. Sedangkan sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 dan XI IPA 3 yang ditentukan dengan teknik simple random sampling terhadap kelas yang sudah disetarakan. Sampel yang terpilih adalah kelas XI IPA1 sebagai kelompok eksperimen yang dikenai perlakuan dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan kelas XI IPA 3 sebagai kelompok ekperimen yang dikenai perlakuan dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Data dikumpulkan dengan menggunakan tes pemahaman konsep dan kuisioner sikap ilmiah. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan multivariate analysis of variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peningkatan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan Problem Based Learning (PBL); (2) peningkatan pemahaman konsep kimia siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL); (3) peningkatan sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning PjBL lebih baik dibandingkan dengan siswa dibelajarkan Problem Based Learning (PBL)Kata Kunci : PjBL, PBL, Pemahaman Konsep dan Sikap Ilmiah This research aims at: (1) finding out and analyzing differences in improvement of chemical concept understanding and scientific attitude between students which were taught by problem based learning and those taught by using project based learning, (2) finding out and analyzing differences in improvement of chemical concept understanding between students which were taught by problem based learning and those taught by using project based learning, (3) finding out and analyzing differences in improvement of scientific attitude between students which were taught by problem based learning and those taught by using project based learning. This study is pseudo experimental research with pretest-postest non equivalent control group design. The population of this study is eleventh grade students in SMA Negeri 1 Susut in academic year 2014/2015, then XI IPA 1 and XI IPA 3 were selected as sample of the study through simple random sampling technique. XI IPA 1 was an experimental group which treated by using problem based learning and XI IPA 3 was also an experimental group which treated by using project based learning. Data were collected by chemical concept understanding test and questionnaire of scientific attitude, which then analyzed by inferential and descriptive statistics using multivariate analysis of variance (MANOVA). The research discovers: (1) the improvement of chemical concept understanding and scientific attitude between students who were taught by project based learning (PjBL) is higher than those treated by problem based learning (PBL), (2) the improvement of chemical concept understanding between students who were taught by project based learning (PjBL) is higher than those treated by problem based learning (PBL), (3) the improvement of scientific attitude between students who were taught by project based learning (PjBL) is better than those treated by problem based learning (PBL)keyword : PjBL, PBL, concept understanding, scientific attitude
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN SETTING SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PEMAHAMAN KONSEP KIMIA SISWA ., NI LUH EKA NINGSIH; ., DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc; ., DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran kimia dengan setting sains teknologi masyarakat (STM) yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep kimia siswa. Pengembangan dilaksanakan dengan mengacu pada model Dick & Carey, meliputi: (1) penetapan materi pembelajaran dan kompetensi dasar, (2) analisis kebutuhan, (3) pengembangan perangkat pembelajaran, dan (4) uji coba perangkat pembelajaran. Subjek dari penelitian ini adalah ahli, guru, dan siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Bangli tahun pelajaran 2014/2015. Metode penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif tentang validitas, kepraktisan, dan efektivitas perangat pembelajaran. Hasil penelitian diperoleh: (1) validitas perangkat pembelajaran yang terdiri dari nilai validitas silabus dengan rata-rata 3,67; RPP 3,70; LKS 3,63; Buku Pegangan Siswa 3,66; Buku Pegangan Guru 3,66. Sehingga secara keseluruhan perangkat pembelajaran ini berada pada kategori sangat valid. (2) kepraktisan perangkat pembelajaranyang terdiri dari rata-rata nilai keterlaksanaan perangkat pembelajaran 3,51, rata-rata respon guru 3,69 dan respon siswa 3,62. Secara keseluruhan perangkat pembelajaran ini sangat praktis. (3) rata-rata keterampilan proses sains siswa meningkat setelah perangkat pembelajaran yang dikembangkan,penerapan pertama= 55,3; penerapan kedua= 70,2; penerapan ketiga= 80,9 dan penerapan keempat = 91,2. (4) terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemahaman konsep kimia sebelum dan setelah perangkat pembelajaran diterapkan. Kata Kunci : perangkat pembelajaran STM, keterampilan proses sains, pemahaman konsep This aims at developing valid, practical, and effective chemistry instruction with society technology science setting to improve students’ science process skill and students’ chemistry understanding. The development is done by using Dick & Carey model consisting of four steps, namely: (1) establishing the learning material and basic competency, (2) need analysis, (3) developing instruction tool, and (4) trying out learning tool. The subjects of this research are experts, teachers, and students of XI IPA 2 SMAN 2 Bangli in the academic year 2014/2015. The analysis method done by using descriptive analysis about validity, practicality, and effectiveness of learning tool. This research discovers: (1) the validity learning tool consisting of syllabus validity with average of 3,67; lesson plan of 3,70; worksheet of 3,63; students’ main book of 3,66, teachers’ book of 3,66. So that, all instruction is in very valid. (2) the practicality of the instruction tool consisting of the average score of learning tool application of 3,51, the average of teachers’ response of 3,69 and students’ response of 3,62. So that, all the learning tool is categorized into very practical. (3) the average score of students’ science process skill improve after the implementation of the developed instruction tool from implementation I = 55,3; Implementation II = 70,2; Implementation III = 80,9 and Implementation IV = 91,2. (4) there is a significant difference on students’ chemistry concept understanding before and after the instruction tool is implemented. keyword : science technology society instruction, scientific science skill, concept understanding
PEMBUATAN ULTRA FINE AMORPHOUS SILICA (UFAS) DARI JERAMI DAN SEKAM PADI Karyasa, I Wayan
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.027 KB) | DOI: 10.23887/jst-undiksha.v3i1.2905

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat UFAS dari jerami dan sekam padi dan mengkarakterisasi hasilnya dengan XRF dan XRD. Bubuk abu sekam dan jerami padi dihasilkan melalui leaching dan tanpa leaching. Abu dianalis dengan XRF, kemudian direfluks menjadi UFAS dan hasilnya dianalisis dengan XRD dan XRF. UFAS dari sekam padi dengan leaching menghasilkan randemen tertinggi, fase amorp dan tingkat kemurnian yang paling baik. Melalui leaching, abu jerami juga menghasilkan UFAS tetapi dengan randemen yang lebih rendah. UFAS yang dihasilkan diidentifikasi sebagai bubuk silika amorp dengan fase kristobalit.
GEOKIMIA BATU PERMATA KRESNADANA PULAKI Karyasa, I Wayan
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.618 KB) | DOI: 10.23887/jst-undiksha.v4i2.6052

Abstract

Batu permata Kresnadana Pulaki telah lama dikenal orang sebagai salah satu batu permata unik dari  Kawasan Suci Pulaki, Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng, namun kajian ilmiah terhadap batu permata ini belum ada yang melaporkan. Tujuan penelitian ini adalah mengkarakterisasi tiga cuplikan batu permata ‘Kresnadana” yang diambil dari lokasi Pangkung Jahe yang merupakan bagian dari kawasan Pulaki. Metode difraksi sinar X (XRD) dan fluorisensi sinar-X (XRF) digunakan untuk mengarakterisasi ketiga cuplikan batu permata tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batu permata Pulaki tersusun fase utama kuarsa atau silika (lebih dari 50%) dan oksida-oksida penyerta seperti CaO, Fe2O3 dan Al2O3 serta unsur-unsur lainnya seperti Ba, Cu, Zn, Ni, V, Sr, dan Zr. Variasi komposisi unsur-unsur mayor dan minor menyebabkan adanya variasi warna dan tampilannya.  
STUDI X-RAY FLUORESENCE DAN X-RAY DIFFRACTION TERHADAP BIDANG BELAH BATU PIPIH ASAL TEJAKULA Karyasa, I Wayan
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.061 KB) | DOI: 10.23887/jst-undiksha.v2i2.2895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan unsur-unsur dan mengidentifikasi mineral-mineral yang terkandung dalam bidang belah dan bidang non belah batu pipih. Tahap-tahap penelitian adalah berikut: (i) pengambilan sampel, (ii) pengambilan cuplikan bubuk sampel menggunakan metode petrografi yaitu penyayatan batu pipih secara melintang untuk tiga sayatan berturut-turut dari bagian permukaan batu pipih (bidang belah), bagian dalam dan tengah dalam (bidang non belah), (iii) mempreparasi semua cuplikan menjadi bubuk, (iv) penggunaan metode X-Ray Fluoresence (XRF) untuk analisis unsur, (v) penggunaan metode X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengidentifikasi mineral-mineral penyusun bidang-bidang belah sampel batu pipih. Hasil  penelitian menunjukkan adanya perbedaan kandungan unsur-unsur logam antara bidang belah dan non belah. Mineral-mineral yang menyusun bidang belah dan bidang non belah batu pipih menunjukkan kemiripan fase namun berbeda dalam hal komposisi.
INTRODUKSI TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN KUANTITAS BATU CADAS ABASAN SEBAGAI BAHAN BANGUNAN STIL BALI Sudiana, I Ketut; Selamat, I Nyoman; Karyasa, I Wayan
Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 9 No 1 (2018): Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS
Publisher : Forum Layanan IPTEKS Bagi Masyarakat (FLipMAS) Wilayah Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu cadas Abasan adalah sebuah produk bahan galian atau tambang yang memiliki keunggulan dari warna, tekstur dan kekuatannya, namun belum banyak dikenal dan belum digunakan secara luas. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya teknologi yang digunakan menambang dan memotong batu sehingga menghasilkan kualitas potongan batu cadas yang masih kurang memenuhi standar penggunaan khususnya untuk bangunan berarsitektur Bali dan produktivitas yang rendah. Teknologi tepat guna pemotongan batu dalam bentuk pelatihan dan pendampingan telah diintroduksibagi UKM Paras Sari yang merupakan satu-satunya usaha tambang batu cadas tradisional di Dusun Abasan Sangsit Buleleng. Kegiatan initelah melibatkan Kelompok Tukang Bangunan Stil Bali di Desa Bongkasa Badung sebagai mitra yang menggunakan langsung, memperluas penggunaan, dan memperkenalkannya di Bali Selatan. Hasil pelaksanaan kegiatan introduksi teknologi tepatguna adalah (1)meningkatkan presisi dimensi potongan balok cadas (dari 30% menjadi 100%), (2) meningkatkan kuantitas produksi (dari 2.500 menjadi 3.200 biji/bulan/orang), (3) meningkatkan lebih dari 25% omzet penjualan batu cadas Abasan,dan (4) dua buah kompleks bangunan berarsitektur Bali tradisional yang menggunakan cadas Abasan sekitar 8.000 buah telah dikerjakan oleh Kelompok Tukang Bangunan Stil Bali dari Desa Bongkasa yaitu satu di Kota Singaraja (Bali Utara) dan satunya lagi adadi Ubud (Bali Selatan). Indeks kepuasan pelanggan terhadap kualitas pengerjaan bangunan stil Bali yang menggunakan batu cadas Abasan berkatagori sangat memuaskan yang direspon oleh pemilik bangunan dan masyarakat sekitarnya. Rock stone of Abasan is a mining product which has excellences in color, tecsture and strength, but it has not yet been wellknown and not widely applied. This is caused by the lack of technology used for mining and cutting the rock hence the quality of the cutting rocks can not fullfill the standards application especially for Balinese architectural building and the productivity of the mining is low. An appropriate technology was introduced in form of training and coaching of cutting tool technology for small mining entreprises UKM Paras Sari, who is the only one traditional rock mining at Abasan Sangsit Village of Buleleng Regency. The activity involved A Skilled Builder Group for Balinese Style Buildings from Bongkasa Village of Badung Regency as a partner in order to directly uses of the rocky building material as well as to introduce the building material in Southern Bali. Results of the approriate technology inttroduction activity are (1) the increase the dimmension precision of rocky block cuts (from 30% into 100%), (2) the increase of production quantity (from 2,500 to 3,200 piecess/month/person), (3) the increase of selling omzet of Abasan rocky blocks more than 25% , and (4) two Balinese Style building complexes that used about 8,000 pieces of Abasan rocky blocks wreer already built by the Skilled Builder Group for Balinese Style Buildings (one at Singaraja City (Northen Bali), and the other one at Ubud (Southern Bali) The customer satisfaction index of the work quality of the Balinese style buildings using the Abasan rocky blocks is in catagory of very satisfaction.
META-ANALISIS TERHADAP MATERIAL BERBASIS SILIKA TERBARUKAN DARI SEKAM PADI PEMETAAN BIOMASSA TROPIS KAYA SILIKON Karyasa, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari studi ini adalah (1) memeta-analisis penelitian-penelitian tentang material berbasis silika terbarukan yang berasal dari limbah pertanian padi yaitu sekam padi sebagai upaya untuk membangun pemahaman yang mendalam tentang pembangunan berkelanjutan dalam memproduksi material maju dengan harga murah dan ramah lingkungan; dan (2) pemetaan biomassa tropis kaya silikon melalui analisa terhadap abu hitam dari beberapa bagian tumbuhan tropis sebagai upaya mengeksplorasi potensi biomassa tropis sebagai kandidat penghasil bubuk silika terbarukan dan material maju turunannya. Untuk mencapai tujuan pertama, metode meta-analisis Wilson dan Kelly diadopsi untuk menelaah jurnal-jurnal penelitian di dunia dalam dekade terakhir tentang silika dari sekam padi dan material-material turunannya. Untuk pemetaan biomassa tropis kaya silikon, analisis dengan spektroskopi X-ray fluoresensi telah dilakukan terhadap lima belas abu hitam tumbuhan tropis. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa material anorganik berbasis silika terbarukan merupakan tema yang menarik para peneliti untuk mendukung gerakan kimia hijau untuk industri hijau. Hasil pemetaan tersebut menunjukkan bahwa selain sekam padi, ada beberapa tumbuhan tropis menjadi kandidat yang baik sebagai biomassa tropis yang kandungan silikonnya tinggi.
PENGEMBANGAN CEMENTIOUS BINDER DARI LIMBAH BATU PIPIH, SILIKA ABU SEKAM PADI DAN BATU GAMPING SERTA PEMANFAATANNYA DALAM PEMBUATAN BATAKO INTERLOCKING Karyasa, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan cementious binder (CB) secara triaksial blend bubuk halus batu pipih (BHBP) – bubuk super halus silika amorp dari abu sekam padi (RHA-UFAS) – bubuk batu gamping (CaO) dan merancang sebuah teknologi tepat guna pembuatan batako interlocking menggunakan CB terbaik yang dihasilkan. Pengamatan penampakan luar, pengujian porositas dan pengukuran kuat tekan dilakukan terhadap masing-masing 5 benda uji plat beton yang dihasilkan dari tiap-tiap komposisi CB sehingga telah ditemukan CB dengan komposisi relatif terbaik yang dibuat dengan triaksial blend bubuk halus batu pipih – bubuk super halus silika abu sekam padi dan bubuk CaO. Komposisi CB : pasir : fraksi air yaitu 1 : 6 : 0,4 telah menghasilkan batako interlocking kualitas I (sesuai SNI) dan superior dibandingkan dengan batako interloking dengan komposisi CB : pasir lainnya termasuk benda uji kontrol yang menggunakan campuran semen : pasir = 1 : 6. Hasil penelitian berkontribusi pada (1) pemberian added value terhadap limbah pemotongan batu pipih dan sekam padi, (2) memperbaiki kualitas batako sehingga mampu meningkatkan harga jual batako dan meningkatkan kekuatan batako sebagai salah satu bahan konstruksi; dan (3) menghasilkan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya UKM batako.
PETA MASALAH IPTEK KERAJINAN KAYU BALI DAN PELUANG APLIKASI KAYU SINTETIK BERTEKNOLOGI NANOKOMPOSIT SILIKA-KARBON Karyasa, I Wayan; Muderawan, I Wayan; Gunamantha, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan kayu Bali saat ini mengalami kemerosotan yang tajam disebabkan oleh banyak faktor seperti yang sering terungkap di berbagai media massa, namun pemetaan masalah IPTEK pendukung kerajinan kayu jarang diungkap secara ilmiah dan komprehensif. Tulisan ini melaporkan hasil focus group discussion dengan analisis masalah-akar masalah (root cause analysis) terhadap peta masalah IPTEK kerajinan Bali dan peluang aplikasi kayu sintetik berteknologi nanokomposit silika-karbon. Masalah IPTEK kerajinan kayu Bali berpangkal dari keterbatasan bahan baku, teknologi produksi, teknologi pendukung pengembangan desain produk, teknologi pewarnaan, dan teknologi pengemasan sertak IPTEK terkait manajemen usaha yang semuanya berujung pada tingginya biaya produksi. Aplikasi kayu sintetik yang dibuat dari biomassa tropis kaya silikon yang diperkuat dengan nanokomposit silika­karbon memiliki prospek sebagai bahan baku pengganti bahan baku utama kayu tropis dan dapat menurunkan biaya produksi karena dapat dicetak sesuai desain yang diinginkan dengan waktu pengerjaan yang lebih cepat dan limbah yang minimal.Kata-kata kunci: kerajinan, kayu sintetik, nanokomposit
Co-Authors Aa Kt. Wisnu A.k . Adiningsih, Made Darmaprathiwi Anak Agung Sri Yoni Astawa, I Gede Putu Banu Astawa, I Putu Gede Banu Desak Made Citrawathi Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Drs.Ngadiran Kartowasono, M.Pd. . EKA SUJANA . Gede Agus Beni Widana Holyness Nurdin Singadimedja I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI . I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI ., I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI I DEWA GEDE ANOM . I Gede Putu Astawa I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan I Gusti Lanang Wiratma I Kadek Eka Karyawan I Ketut Sida Arsa, I Ketut Sida I Made Ardwi Pradnyana I Made Candiasa I MADE KARTAMA . I Nyoman Bagiarata I NYOMAN BAGIARTA . I NYOMAN BAGIARTA ., I NYOMAN BAGIARTA I Nyoman Suardana I Nyoman Sujana I Wayan Muderawan I Wayan Rai I Wayan Rai I Wayan Redhana I Wayan Sadia I Wayan Suja Ida Ayu Purnama Bestari Ida Ayu Putu Wida Septiari . Karyawan, I Kadek Eka Luh Sami Asih . M.Pd. Drs.Ngadiran Kartowasono . Made Agus Wijaya Made Darmaprathiwi Adiningsih Made Vivi Oviantari Minanti, Ni Nengah Astri Mudianta, I Wayan N. P. J. Artini NI KADEK SRI MULYANI . NI KADEK SRI MULYANI ., NI KADEK SRI MULYANI NI LUH EKA NINGSIH . NI LUH EKA NINGSIH ., NI LUH EKA NINGSIH NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI Ni Made Ary Widiastini Ni Nengah Astri Minanti NI NYOMAN RUSMINIATI . NI NYOMAN RUSMINIATI ., NI NYOMAN RUSMINIATI NI NYOMAN WIDIYANINGSIH . Ni Putu Dian Pertiwi, Ni Putu Dian Pradnyana, I Gede Ardwi PUTU FANNY SASTRADEWI . PUTU FANNY SASTRADEWI ., PUTU FANNY SASTRADEWI Putu Pratiwi Surya Rahayu . Wayan Muderawan Yoni, Anak Agung Sri Young, David James