Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : PAWIYATAN

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENDIDIKAN USIA DINI (PAUD) DAN TAMAN KANAK-KANAK (TK) Kasidi, Kasidi
PAWIYATAN Vol 20, No 1 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena telah bermunculan Pedidikan Anak Usia Dini mulai dari play groups sampai dengan taman kanak-kanak di wilayah perkotaan, sementara di wilayah pedesaan seperti di desa Sunggingsari dan desa Glapansari Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung Pendidikan Anak Usia Dini yang ada di wilayah tersebut baru Pendidikan Taman Kanak-Kanak, sedangkan bentuk Pendidikan Anak Usia Dini yang lain seperti play groups dan sejenisnya belum ada. Pendidikan Taman Kanak-Kanak yang sudah adapun proses pembelajarannya tidak bisa berjalan dengan lancar karena adanya kebiasaan masyarakat setempat pada pagi hari anak usia dini mereka bukan dibawa ke sekolah tetapi dibawa ke ladang/sawah dimana orang tua mereka bekerja dengan alasan tidak ada waktu bagi orang tua untuk mengantar dan mengawasi di sekolah. Adapun yang menjadi sasaran penelitian ini adalah masyarakat Desa Sunggingsari dan Desa Glapansari Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Responden penelitian ini berjumlah 66 Kepala Keluarga sebagai sampel yang terdiri dari pasangan suami istri. 66 Kepala Keluarga tersebut dipilih sebagai responden karena mereka memiliki anak usia dini, yaitu anak yang berumur antara 3 sampai dengan 6 tahun. Tujuan penelitian ini berfokus pada persepsi masyarakat Desa Sunggingsari dan Desa Glapansari terhadap pentingnya keberadaan Pendidikan Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara mendistribusikan angket kepada semua Kepala Keluarga di ke dua desa tersebut dan data yang diolah dipilih para Kepala Keluarga yang mempunyai anak usia dini. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini adalah sangat penting. Hal ini dapat dilihat dari jawaban yang diberikan responden yang rata-rata menjawab alternatif a dan b (sangat perlu dan perlu). Sedangkan pengolahan dengan rumus chi kwadrat juga tidak ditemukan bukti adanya perbedaan persepsi tentang pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-Kanak ini antara pihak suami dan pihak istri, terbukti chi kwadrat hitung semuanya berada di bawah chi kwadrat tabel. Artinya baik pihak suami maupun pihak istri sama-sama berpersepsi bahwa Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-Kanak sangat penting, dan mereka juga berpendapat bahwa anak sebelum masuk Sekolah Dasar wajib mengikuti Pendidikan Anak Usia dini dan Taman Kanak-Kanak. Kata Kunci : Persepsi, Anak usia Dini, Taman Kanak-kanak
Persepsi Guru-Guru Sma Semarang Terhadap Implementasi Kurikulum 2013 Kasidi, Kasidi
PAWIYATAN Vol 22, No 3 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi Guru-Guru SMA Terhadap Implementasi Kurikulum 2013. penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya usaha pemerintah untuk menyempurnakan kurikulum 2006 dengan kurikulum 2013 dengan persiapan waktu yang sangat pendek. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah guru-guru SMAN 1 dan SMAN 3 Semarang yang pada tahun pelajaran 2013/2014 mengajar di kelas X. Total guru yang dijadikan responden sebanyak 38 orang guru. Pengambilan data dilakukan dengan mendistribusikan angket kepada guru-guru yang dijadikan responden secara langsung. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan menghitung persentase jawaban responden untuk setiap alternatif jawaban kemudian dijabarkan ke dalam bentuk kalimat-kalimat yang bisa memperjelas maksut. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa kurikulum 2013 akan dapat dilaksanakan dengan baik jika didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, sarana dan prasarana yang memadai dan akuntabilitas pengelolaan pembelajaran. Key Word: Persepsi Guru, Kurikulum 2013.
Peningkatan Produksi Usaha Mebel Ukir Kayu Di Desa Pendem Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara Kasidi, Hawik Henry Pratikto,
PAWIYATAN Vol 22, No 3 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jepara di Juluki Kota Ukir. Mebel ukir Jepara menyumbang sekitar 10% dari total ekspor mebel Indonesia dan berkontribusi terhadap perekonomian kabupaten mencapai 27%. China mendominasi perdagangan sebesar 16 % mebel ke beberapa negara di dunia dan lebih murah 20% dari mebel Indonesia. Kalah bersaing dengan produk China, membuat perajin mebel ukir Jepara terus berlomba-lomba dalam mengejar ketertinggalannya, khususnya mebel Tiga Abad dan Mebel Nusantara di desa Pendem kecamatan Kembang kabupaten Jepara. Kelemahan mebel ukir di desa Pendem mulai dari proses produksi lama, biaya tinggi, kualitas produksi rendah, hasil tidak mencapai target, rendahnya sumber daya manusia, kurang futuristik dan proses ukir manual. Selain itu, sulitnya mengenalkan produk, mencari pembeli, minimnya pengetahuan manajemen, pemasaran pelatihan proses mengukir konvensional menjadi otomatis, meningkatkan SDM tukang ukir agar mampu mendesain mebel ukir modern, melatih pembuatan website e-commerce, workshop pengetahuan manajemen dan informasi mengakses bantuan usaha. Hasil yang dicapai membuat mesin ukir kayu CNC, pelatihan membuat media website e-commerce, pelatihan manajemen usaha kecil dan menengah, keuangan, pemasaran dan mendapatkan modal usaha. Penggunaan mesin ukir kayu otomatis memangkas waktu 55 menit dibandingkan pengukiran manual membutuhkan waktu 80 menit.Mesin bubut kayu CNC meningkatkan produktifitas produk dan efesiensi kerja. Penggunaan website e-commerce pada kedua mitra secara statistik dalam 1 minggu rata-rata peningkatan pendapatan mebel naik 27% dari sebelumnya dan keuntungan mencapai 35% dari biaya produksi. Pelatihan manajemen usaha, strategi pemasaran, dan pengetahuan mengakses modal usaha membuka wawasan baru dan memotivasi perkembangan usaha.Keywords : Jepara, mebel, ukir, otomatis, produk.
Persepsi Guru-Guru Sma Semarang Terhadap Implementasi Kurikulum 2013 Kasidi, Kasidi
PAWIYATAN Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi Guru-Guru SMA Terhadap Implementasi Kurikulum 2013. penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya usaha pemerintah untuk menyempurnakan kurikulum 2006 dengan kurikulum 2013 dengan persiapan waktu yang sangat pendek. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah guru-guru SMAN 1 dan SMAN 3 Semarang yang pada tahun pelajaran 2013/2014 mengajar di kelas X. Total guru yang dijadikan responden sebanyak 38 orang guru. Pengambilan data dilakukan dengan mendistribusikan angket kepada guru-guru yang dijadikan responden secara langsung. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan menghitung persentase jawaban responden untuk setiap alternatif jawaban kemudian dijabarkan ke dalam bentuk kalimat-kalimat yang bisa memperjelas maksut. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa kurikulum 2013 akan dapat dilaksanakan dengan baik jika didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, sarana dan prasarana yang memadai dan akuntabilitas pengelolaan pembelajaran. Key Word: Persepsi Guru, Kurikulum 2013.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENDIDIKAN USIA DINI (PAUD) DAN TAMAN KANAK-KANAK (TK) Kasidi, Kasidi
PAWIYATAN Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena telah bermunculan Pedidikan Anak Usia Dini mulai dari play groups sampai dengan taman kanak-kanak di wilayah perkotaan, sementara di wilayah pedesaan seperti di desa Sunggingsari dan desa Glapansari Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung Pendidikan Anak Usia Dini yang ada di wilayah tersebut baru Pendidikan Taman Kanak-Kanak, sedangkan bentuk Pendidikan Anak Usia Dini yang lain seperti play groups dan sejenisnya belum ada. Pendidikan Taman Kanak-Kanak yang sudah adapun proses pembelajarannya tidak bisa berjalan dengan lancar karena adanya kebiasaan masyarakat setempat pada pagi hari anak usia dini mereka bukan dibawa ke sekolah tetapi dibawa ke ladang/sawah dimana orang tua mereka bekerja dengan alasan tidak ada waktu bagi orang tua untuk mengantar dan mengawasi di sekolah. Adapun yang menjadi sasaran penelitian ini adalah masyarakat Desa Sunggingsari dan Desa Glapansari Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Responden penelitian ini berjumlah 66 Kepala Keluarga sebagai sampel yang terdiri dari pasangan suami istri. 66 Kepala Keluarga tersebut dipilih sebagai responden karena mereka memiliki anak usia dini, yaitu anak yang berumur antara 3 sampai dengan 6 tahun. Tujuan penelitian ini berfokus pada persepsi masyarakat Desa Sunggingsari dan Desa Glapansari terhadap pentingnya keberadaan Pendidikan Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara mendistribusikan angket kepada semua Kepala Keluarga di ke dua desa tersebut dan data yang diolah dipilih para Kepala Keluarga yang mempunyai anak usia dini. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini adalah sangat penting. Hal ini dapat dilihat dari jawaban yang diberikan responden yang rata-rata menjawab alternatif a dan b (sangat perlu dan perlu). Sedangkan pengolahan dengan rumus chi kwadrat juga tidak ditemukan bukti adanya perbedaan persepsi tentang pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-Kanak ini antara pihak suami dan pihak istri, terbukti chi kwadrat hitung semuanya berada di bawah chi kwadrat tabel. Artinya baik pihak suami maupun pihak istri sama-sama berpersepsi bahwa Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-Kanak sangat penting, dan mereka juga berpendapat bahwa anak sebelum masuk Sekolah Dasar wajib mengikuti Pendidikan Anak Usia dini dan Taman Kanak-Kanak. Kata Kunci : Persepsi, Anak usia Dini, Taman Kanak-kanak
Peningkatan Produksi Usaha Mebel Ukir Kayu Di Desa Pendem Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara Kasidi, Hawik Henry Pratikto,
PAWIYATAN Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jepara di Juluki Kota Ukir. Mebel ukir Jepara menyumbang sekitar 10% dari total ekspor mebel Indonesia dan berkontribusi terhadap perekonomian kabupaten mencapai 27%. China mendominasi perdagangan sebesar 16 % mebel ke beberapa negara di dunia dan lebih murah 20% dari mebel Indonesia. Kalah bersaing dengan produk China, membuat perajin mebel ukir Jepara terus berlomba-lomba dalam mengejar ketertinggalannya, khususnya mebel Tiga Abad dan Mebel Nusantara di desa Pendem kecamatan Kembang kabupaten Jepara. Kelemahan mebel ukir di desa Pendem mulai dari proses produksi lama, biaya tinggi, kualitas produksi rendah, hasil tidak mencapai target, rendahnya sumber daya manusia, kurang futuristik dan proses ukir manual. Selain itu, sulitnya mengenalkan produk, mencari pembeli, minimnya pengetahuan manajemen, pemasaran pelatihan proses mengukir konvensional menjadi otomatis, meningkatkan SDM tukang ukir agar mampu mendesain mebel ukir modern, melatih pembuatan website e-commerce, workshop pengetahuan manajemen dan informasi mengakses bantuan usaha. Hasil yang dicapai membuat mesin ukir kayu CNC, pelatihan membuat media website e-commerce, pelatihan manajemen usaha kecil dan menengah, keuangan, pemasaran dan mendapatkan modal usaha. Penggunaan mesin ukir kayu otomatis memangkas waktu 55 menit dibandingkan pengukiran manual membutuhkan waktu 80 menit.Mesin bubut kayu CNC meningkatkan produktifitas produk dan efesiensi kerja. Penggunaan website e-commerce pada kedua mitra secara statistik dalam 1 minggu rata-rata peningkatan pendapatan mebel naik 27% dari sebelumnya dan keuntungan mencapai 35% dari biaya produksi. Pelatihan manajemen usaha, strategi pemasaran, dan pengetahuan mengakses modal usaha membuka wawasan baru dan memotivasi perkembangan usaha.Keywords : Jepara, mebel, ukir, otomatis, produk.
Posisi Tawar Ukm/Umkm Dalam Era Ekonomi Digital kasidi, kasidi -
PAWIYATAN Vol 25 No 2 (2018): PAWIYATAN
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji secara teoritis tentang Usaha Kecil Menengah (UKM) ataupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. Usaha Kecil Menengah ataupun Usaha Mikro Kecil Menengah merupakan usaha yang dimiliki orang perseorangan dan atau badan usaha perseorangan. UKM/UMKM diperkirakan mampu menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) tidak kurang dari 50 persen dan ekspor sekitar 10 persen. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis posisi tawar UKM/UMKM di era ekonomi digital. Posisi tawar UKM/UMKM di pasar global pada kenyataannya masih lemah disebabkan promosi, pemasaran dan penjualan produk-produk yang dihasilkan masih menggunakan cara-cara konvensional. Dari hasil analisis tersebut direkomendasikan di era digital seperti sekarang  UKM/UMKM tidak cukup hanya mengandalkan cara-cara  yang konvensional tetapi secara pelan dan pasti harus beralih ke cara-cara dengan memanfaatkan media elektronik, yaitu internet. Dengan menggunakan media internet maka promosi, pemasaran, dan penjualan dapat dilakukan secara cepat, tepat, aman, murah, dan nyaman dengan jangkauan pasar ke seluruh dunia.