Murahim Murahim
Universitas Mataram

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Telaah Isi dan Bahasa Buku Ajar MKWU Bahasa Indonesia Dirjen Belmawa Ristekdikti: Proyeksi Model Standar Materi Ajar MKWU Bahasa Indonesia Rahmad Hidayat; Mochammad Asyhar; Suyanu Suyanu; Yuniar Nuri Nazir; Murahim Murahim
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 11 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v11i4.42054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan telaah isi dan bahasa buku ajar MKWU Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Dirjen Belmawa Ristekdikti. Penelaahan dimaksud merupakan bagian dari Metode Research and Development (R&D) Borg & Garl pada siklus pengujian produk. Penelaahan berbentuk evaluasi buku berdasarkan realitas penggunaannya di lapangan. Hasil penelaahan tersebut selanjutnya akan menjadi dasar proyeksi model standar materi ajar MKWU Bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Penelaahan isi dan bahasa dilakukan dengan mengacu pada standar penilaian buku ajar Badan Standar Nasional Pendidikan dengan sedikit modifikasi. Pada tahapan pengumpulan data, digunakan Metode Cakap. Pada tahapan penganalisisan data, dilaksanakan pengujian realitas buku menggunakan instrumen Skala Likert untuk mengetahui tingkat kekuatan masing-masing unsur. Penilaian dilakukan oleh responden berkualifikasi ahli dan dosen pengguna buku. Akumulasi penskoran selanjutnya dikonversi ke dalam rumus perhitungan sehingga ditemukan persentase masing-masing standar kemudian diskalakan/dikategorikan dengan statistik deskriptif. Pada tahapan penyajian hasil penganalisisan data, digunakan metode formal dan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan isi berdasarkan penilaian ahli termasuk dalam kategori baik dengan skor 81,67 sedangkan berdasarkan penilaian dosen pengguna buku termasuk dalam kategori baik dengan skor 76,30. Kelayakan bahasa berdasarkan penilaian ahli termasuk dalam kategori baik dengan skor 83,81 sedangkan berdasarkan penilaian dosen pengguna termasuk dalam kategori baik dengan skor 69,21Kata Kunci: Bahasa, Buku Ajar; MKWU Bahasa Indonesia; Kelayakan; Isi.
Representasi Nilai Maja Labo Dahu pada Novel Mbojo Mambure karya Parange Anaranggana Vivi Yunita; Murahim Murahim; Muh. Khairusibyan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.833

Abstract

Nilai sosial adalah pemikiran abstrak dalam diri manusia apa yang dianggap buruk maupun baik. Nilai sosial bagi Masyarakat Bima sangat penting sebagai perwujudan nilai Maja Labo Dahu. Tujuan penelitian ini adalah mempresentasikan nilai Maja Labo Dahu dalam novel Mbojo Mambure karya Parange Anaranggana sebagai salah satu karya sastra. Menyuguhkan cerita tentang waria yang penuh dengan gejolak berbagai permasalahan yang ada. Motode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data yang digunakan adalah novel Mbojo Mambure karya Parange Anaranggana. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik kajian pustaka, teknik baca-catat. Analisis data dilakukan secara bertahap yaitu: mengidentifikasi data, mengklasifikasi data, mendeskripsikan, dan menyimpulkan data. Dapat disimpulkan bahwa dalam novel Mbojo Mambure karya Parange Anaranggana terdapat 7 data yaitu:  5 nilai Maja dan 2 nilai Dahu. Nilai Maja terdiri dari anjuran, larangan, hak dan kewajiban, harga diri, dan etika. Sedangkan nilai Dahu terdiri dari rasa takut dan sanksi sosial.
Struktur Kepribadian Tokoh Utama Kinan Dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf Kajian Psikoanalisis: Sigmund Freud Nursholatiah Nursholatiah; Murahim Murahim; Muh. Khairussibyan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.840

Abstract

Novel Layangan Putus karya Mommy ASF merupakan salah satu karya sastra yang menyajikan permasalahan fenomena psikologis atau kejiwaan yang pelik, sehingga sangatlah menarik untuk diteliti. Salah satu yang menarik untuk diteliti adalah struktur kepribadian tokoh utama Kinan dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF kajian Psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan ada dua yaitu metode kepustakaan dan metode baca dan catat. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa, ketika Kinan dihadapkan dengan masalah suaminya yang berselingkuh atau menghianatinya, tokoh Kinan belum langsung mengambil keputusan. Kinan masih bertanda Tanya tentang makna poligami, alam bawah sadarnya bertanya-tanya itu merupakan struktur kepribadian Id Kinan. Sampai akhirnya Kinan memutuskan untuk berpisah karena suaminya tidak pernah memberikan penjelasan. Keputusan tersebut merupakan struktur kepribadian Ego Kinan. Kemudian struktur kepribadian Superego terlihat ketika Kinan tetap ingin berhubungan baik dengan Aris mantan suaminya dan keluarga dari mantan suaminya. Terdapat nilai-nilai moral yang patut dicontoh dalam berkehidupan. Jadi, dilihat dari peristiwa di atas, tokoh utama Kinan dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF adalah perempuan yang kuat dan lapang dada dalam menerima cobaan, dan perempuan tegas dalam mempertahankan harga diri sebagai wanita.
Representasi Nilai Maja Labo Dahu pada Novel Mbojo Mambure karya Parange Anaranggana Vivi Yunita; Murahim Murahim; Muh. Khairusibyan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.833

Abstract

Nilai sosial adalah pemikiran abstrak dalam diri manusia apa yang dianggap buruk maupun baik. Nilai sosial bagi Masyarakat Bima sangat penting sebagai perwujudan nilai Maja Labo Dahu. Tujuan penelitian ini adalah mempresentasikan nilai Maja Labo Dahu dalam novel Mbojo Mambure karya Parange Anaranggana sebagai salah satu karya sastra. Menyuguhkan cerita tentang waria yang penuh dengan gejolak berbagai permasalahan yang ada. Motode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data yang digunakan adalah novel Mbojo Mambure karya Parange Anaranggana. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik kajian pustaka, teknik baca-catat. Analisis data dilakukan secara bertahap yaitu: mengidentifikasi data, mengklasifikasi data, mendeskripsikan, dan menyimpulkan data. Dapat disimpulkan bahwa dalam novel Mbojo Mambure karya Parange Anaranggana terdapat 7 data yaitu:  5 nilai Maja dan 2 nilai Dahu. Nilai Maja terdiri dari anjuran, larangan, hak dan kewajiban, harga diri, dan etika. Sedangkan nilai Dahu terdiri dari rasa takut dan sanksi sosial.
Struktur Kepribadian Tokoh Utama Kinan Dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf Kajian Psikoanalisis: Sigmund Freud Nursholatiah Nursholatiah; Murahim Murahim; Muh. Khairussibyan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.840

Abstract

Novel Layangan Putus karya Mommy ASF merupakan salah satu karya sastra yang menyajikan permasalahan fenomena psikologis atau kejiwaan yang pelik, sehingga sangatlah menarik untuk diteliti. Salah satu yang menarik untuk diteliti adalah struktur kepribadian tokoh utama Kinan dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF kajian Psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan ada dua yaitu metode kepustakaan dan metode baca dan catat. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa, ketika Kinan dihadapkan dengan masalah suaminya yang berselingkuh atau menghianatinya, tokoh Kinan belum langsung mengambil keputusan. Kinan masih bertanda Tanya tentang makna poligami, alam bawah sadarnya bertanya-tanya itu merupakan struktur kepribadian Id Kinan. Sampai akhirnya Kinan memutuskan untuk berpisah karena suaminya tidak pernah memberikan penjelasan. Keputusan tersebut merupakan struktur kepribadian Ego Kinan. Kemudian struktur kepribadian Superego terlihat ketika Kinan tetap ingin berhubungan baik dengan Aris mantan suaminya dan keluarga dari mantan suaminya. Terdapat nilai-nilai moral yang patut dicontoh dalam berkehidupan. Jadi, dilihat dari peristiwa di atas, tokoh utama Kinan dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF adalah perempuan yang kuat dan lapang dada dalam menerima cobaan, dan perempuan tegas dalam mempertahankan harga diri sebagai wanita.
Representasi Nilai Budaya Sasak dalam Novel Jatiswara Karya Lalu Agus Fathurrahman Murahim Murahim; Mahmudi Efendi; Syaiful Musaddat; Muh. Syahrul Qodri
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v7i2.1248

Abstract

Nilai budaya merupakan hal penting yang senantiasa hidup dan terekspresi dalam hidup sebuah komunitas budaya. Penelitian ini mencoba membedah dan menemukan sajian kesejatian nilai budaya Sasak dalam novel Jatiswara tersebut yang kemudian akan dijadikan sebagai bagian dari pembelajaran Seni dan Budaya pada siswa, sehingga diharapkan mampu memberikan pemahaman nilai budaya yang dapat dijadikan sebagai pedoman perilaku yang sesuai dengan nilai budaya masyarakat Sasak. Hasil penelitian Novel Jatiswara juga merupakan gambaran representasi nilai budaya Sasak, sesuai dengan budaya yang melingkungi pengarangnya. Representasi tersebut tampak dalam sikap dan tindakan tokoh Jatiswara dan tokoh lainnya dalam novel ini. Representasi sikap tersebut dalam nilai budaya tindih, maliq dan merang yang kemudian dijabarkan dalam nilai dan perilaku taoq diriq (tahu diri), paut-patut (sesuai dan benar), idup jari lemaq (hidup untuk hari esok), adiqte tao jauq aiq (agar bisa membawa air), pacu-pacu puniq akherat (giat menyiapkan lahan akhirat), ndak piwal leq dengan towaq (jangan mengkhianati orang tua). Representasi semua sikap dan tindakan sesuai dengan nilai budaya di atas dilakukan oleh tokoh Jatiswara dan tokoh lainnya dalam novel Jatiswara ini.
Estetika Profetik dalam Novel Jatiswara Karya Lalu Agus Fathurrahman: Perspektif Sufisme Fariduddin Attar Murahim Murahim; Mahmudi Efendi; Muh. Syahrul Qodri; Hasanuddin Chaer; Mari’I Mari’I
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2023): Edisi November 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i2.1842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan estetika profetik novel Jatiswara karya Lalu Agus Fathurrahman dalam perspektif sufisme Fariduddin Attar. Novel ini mengisahkan perjalanan spiritual seorang Jatiswara mencari Ki Sajati, adiknya. Perjalanan yang membawanya pada banyak pelajaran dan bertemu dengan orang-orang yang membawanya pada penemuan hakikat diri dan kesejatian dirinya. Penelitian ini menggunakan perspektif sufisme dari Fariduddin Attar yang tertuang dalam buku Musyawarah Burung yang meliputi; tahap pencarian, tahap cinta/mahabbah, tahap kearifan atau makrifat, tahap kebebasanatau kepuasan, tahap tauhid, tahap hayrat atau ketakjuban, tahap faqir dan fana. Hasil penelitian menunjukkan Jatiswara mengalami tujuh tahapan ini hingga menemukan rahasia penciptaan dan pemahaman bahwa hanya Tuhan saja yang diperlukan, karena hanya Dia yang dapat mencukupi hidup seseorang. Penelitian ini diharapkan dapat berimplikasi pada pengembangan kajian sastra dalam dimensi profetik lebih luas dalam berbagai perspektif sehingga agama tidak hanya dipahami sebagai panduan hidup bermasyarakat belaka tetapi lebih dalam dari itu.
Zikir Sufi dalam Studi Wacana dan Budaya Hasanuddin Chaer; Syamsinas Jafar; Mari'i Mari'i; Aswandikari Aswandikari; Mahmudi Efendi; Murahim Murahim
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 10 No 1 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v10i1.21135

Abstract

This article presents discourse texts in Sufism culture, especially about the meaning of dhikr and the spiritual values inherent in Sufi discourse texts. For this reason, researchers are trying to explore the concept of dhikr of the Tarekat Sheikh through a discourse study approach. This is because every living and healthy dhikr has its own special features which lie in its special message in the bias of revelation through culture and life. Researchers try to offer the concept of Sufi dhikr of Sheikh Ahmad Tet, considering that the tradition of dhikr is a reflection of Islamic culture. The aim of this research is to explore the meaning of the word dhikr through expressions in the manuscript of the book 'Secrets of Bainal Haq', as a form of discourse text that supports social-spiritual relationships.To understand this, researchers used Foucault's theory of discourse study, with analytical descriptive methods. The steps that researchers took were data collection, data processing, and interpretation of research data, which results in understanding the words and meaning of Sufi discourse texts. Therefore, the results of this research reveal that Sufi dhikr has similarities in social-spiritual values, a balance between the dimensions of faith and shari’ah, the dimensions of knowledge and worship, the dimensions of culture and morals, and the dimensions of language and culture which is the representation of religious culture traditional practices.
Kontribusi Kitab Sawi dalam Sastra Sufi dan Budaya Sasak: Perspektif Scheleiermacher Hasanuddin Chaer; Zulkarnaen Zulkarnaen; Mari'i Mari'i; Aswandikari Aswandikari; Murahim Murahim; Muh. Yusron Ridyasmara
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 10 No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v10i4.26704

Abstract

This article aims to interpret two aspects of the Kitab Sawi: its grammatical structure and psychological meaning, uncovering both linguistic and psychological dimensions within this Sufi literary text. The subject of this study is the Sufi manuscript Kitab Sawi. To achieve this goal, the article adopts Schleiermacher's hermeneutic theory with a descriptive-analytical approach. The research follows four stages: data collection, data processing, interpretation, and drawing conclusions. The study reveals that the Kitab Sawi manuscript focuses on two main aspects: grammatical structure and psychological meaning. Key insights from the Kitab Sawi, which serves as the primary source for this article, include the following: a) Source of Ethical-Religious Literary Knowledge: The Kitab Sawi manuscript contains strong elements of Sufi literature, aimed at conveying moral and ethical values rooted in religious teachings. b) The Importance of Cultural Heritage: Kitab Sawi is not only valuable as a literary work but also as a representation of past intellectual and spiritual wealth. This manuscript plays a vital role in preserving and communicating cultural and spiritual teachings across generations. c) Psychological and Structural Significance: The analysis demonstrates that Kitab Sawi features a profound and intricate grammatical structure, characteristic of Sufi thought, which frequently employs symbolic and metaphorical language. This structure adds a psychological depth, allowing readers to undergo spiritual transformation through contemplation and engagement with the text. In conclusion, this article offers valuable contributions to the understanding of Sufi literature and Sasak cultural heritage.
Analisis Linguistik terhadap Pembelajaran Bahasa dan Agama dalam Manuskrip Kuno Bainul Haq Hasanuddin Chaer; Aswandikari Aswandikari; Muh. Syahrul Qodri; Murahim Murahim; Yunia Sari; Abdul Rasyad
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i4.32089

Abstract

This research addresses the issue of cultural value transmission in the practice of Sufism through a linguistic approach to language and religious learning in the ancient manuscript Bainal Haq. The primary objective of this research is to identify the linguistic mechanisms involved in conveying Sufi teachings and preserving local Islamic and cultural values. This research employs a qualitative approach with text analysis, which involves several stages: (1) data collection from the ancient manuscript Bainal Haq, (2) determining the focus of analysis, which includes syntactic aspects (sentence structure and relationships between words) and semantic aspects (word meanings and their relation to Sufi teachings and culture), (3) data analysis, (4) interpretation of data based on Hans-Georg Gadamer’s hermeneutic theory, and (5) discussion related to relevant literature. The findings reveal that the language structure in the manuscript reflects spiritual depth and serves as an effective medium for transmitting cultural and religious values. In conclusion, the ancient manuscript Bainal Haq plays a significant role in the inheritance of local Islamic spirituality, particularly in the practice of Sufism within the Sasak local tradition.