Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Jamu Tradisional di Kelurahan Karangrejo, Sumbersari, Jember Dianasari, Dewi; Puspitasari, Endah; Triatmoko, Bawon
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i2.1058

Abstract

Beberapa sentra usaha terdapat di Kabupaten Jember, salah satunya berada di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Salah satunya adalah usaha produksi jamu tradisional yang dijalankan oleh kelompok mitra, yakni ibu-ibu warga RT 02/ RW07 Lingkungan Kalikotok, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan mitra terkait proses produksi dan pengemasan produk   yang higienis agar menghasilkan jamu yang aman, bermutu, dan berkhasiat, serta teknik pemasaran produk yang efektif dan efisien. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan kegiatan program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan antara lain penyuluhan tentang tanaman obat dan obat tradisional, pelatihan dan praktik CPOTB, pelatihan dan praktik produksi jamu dan pengemasannya, serta pemasaran produk jamu. Kegiatan ini dapat mengatasi permasalahan mitra , menghasilkan produk jamu yang aman,bermutu dan berkualitas,  sekaligus dapat meningkatkan perekonomian mitra.
Pelatihan Pembuatan Serbuk Jamu Instan di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember Dianasari, Dewi; Puspitasari, Endah; Nuri, Nuri; Triatmoko, Bawon; Muslichah, Siti
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v7i1.1835

Abstract

Salah satu jenis olahan tanaman obat adalah dalam bentuk jamu. Salah satu sentra usaha produksi jamu tradisional dijalankan oleh ibu-ibu warga RT 02/ RW07 Lingkungan Kalikotok, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari,Kabupaten Jember. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu produk jamu yang akan dibuang jika tidak laku pada hari tersebut, karena masa simpan jamu yang sangat singkat dan akan berubah rasa. Untuk mengatasi tersebut, maka perlu dilaksanakan kegiatan pengabdian berupa pelatihan diversifikasi produk olahan jamu berupa pembuatan serbuk jamu instan, cara pengemasan dan pemasarannya. Pelatihan dilaksanakan dengan metode demonstrasi langsung pembuatan dan pengemasan serbuk jamu jahe wangi instan, serta pemaparan materi tentang cara pemasarana yang efektif dan efisien.Kegiatan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, mengatasi permasalahan mitra, dan juga dapat meningkatkan omset penjualan mitra, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mitra.Kata kunci: serbuk jamu instan, jamu
Antiproliferative activity of Ethanolic Extract of Kembang Bulan (Tithonia diversifolia) Leaf on HeLa Cervical Cancer Cell Line Puspitasari, Endah; Nuri, Nuri; Ningsih, Indah Yulia; Triatmoko, Bawon; Dianasari, Dewi
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Indonesian Society for Cancer Chemoprevention

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14499/indonesianjcanchemoprev13iss1pp55-60

Abstract

Tithonia diversifolia has been showed to be cytotoxic and antiproliferative on colon cancer, glioblastoma, hepatoma, kidney cancer, breast cancer, lung cancer, melanoma, leukemia, ovary cancer, prostate cancer, and stomach cancer cell lines, but not on cervical cancer cells yet. Our research aimed to determine the cytotoxicity and antiproliferative activity of T.diversifolia leaf ethanolic extract on HeLa cervical cancer cell line. The cytotoxicity and the antiproferative activity assay were done using MTT method for 24 h for cytotoxic assay; and series of 24, 48, and 72 h for antiproliferative assay. The cytotoxic activity was analyzed using IC50, while the antiproliferative assay was analyzed based on the proliferation kinetics. All assays were done in triplicate. T.diversifolia leaf ethanolic extract exhibited strong cytotoxic activity on HeLa cervical cancer cell lines with the IC50 of 97.839±10.120 μg/mL. The cytotoxic activity was dose dependent. Based on the proliferation assay, the antiproliferative activity was stronger as the incubation time and the dose increases. T.diversifolia leaf ethanolic extract showed strong cytotoxic and antiproliferative activity on HeLa cervical cancer cell lines.Keywords: T.diversifolia leaf ethanolic extract, cytotoxicity assay, antiproliferative assay, HeLa cervical cancer cells.
Isolasi Fungi Tanah Muara Sungai Desa Kalinaun Sulawesi Utara serta Skrining Antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa Muhammad Habiburrohman; Nafa Rosyida Zanuba; Muhammad Zainul Arifin; Saeful Akhmad Tauladani; Gani Asri Muharam; Asia Asia; Dwi Koko Pratoko; Bawon Triatmoko; Ari Satia Nugraha
Journal of Pharmascience Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i1.13825

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan mortalitas dan morbiditas di dunia yang dapat diterapi menggunakan antibotik. Adanya resistensi dapat mengancam efektivitas antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kandidat antibiotik yang bersumber dari fungi tanah muara yang diuji aktivitasnya terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa. Ekosistem tanah muara  mangrove memiliki kondisi ekstrem sehingga menuntut mikroorganisme untuk bertahan hidup dengan memproduksi senyawa antibiotik untuk bersaing dengan mikroorganisme lain. Sampel tanah diambil dari Muara Sungai Desa Kalinaun, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Sampel tanah yang didapat sebanyak empat isolat fungi berpotensi dalam menghambat bakteri uji, yaitu IS2-BTG11-1-1, IS2-BTG11-2-1, IS2-BTG11-2-2, IS2-BTG11-2-3. Keempat isolat tersebut dilakukan fermentasi selama 14 hari lalu diekstraksi dengan pelarut etil asetat. Setelah didapatkan ekstrak etil asetat, dilakukan skrining fitokimia dan didapatkan hasil bahwa keempat ekstrak mengandung senyawa golongan terpenoid. Setelah dilakukan skrining fitokimia, dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode mikrodilusi. Uji mikrodilusi dilakukan dengan konsentrasi tunggal 50 µg/mL. Berdasarkan uji mikrodilusi, keempat ekstrak fungi tanah muara memberikan aktivitas penghambatan berturut-turut dari terbesar ke terkecil : IS2-BTG11-2-3 (50,9% ± 7,6); IS2-BTG11-2-1 (49,8% ± 13,5); IS2-BTG11-1-1 (34,4% ± 2,4); IS2-BTG11-2-2 (37,2% ± 7,7). Pada penelitian ini senyawa yang berperan sebagai antibakteri belum bisa dipastikan, sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut. Kata Kunci: Antibakteri, Pseudomonas aeruginosa, Fungi Tanah Muara, Mikrodilusi, Desa Kalinaun  Infectious diseases are one of the leading causes of mortality and morbidity in the world that  can be treated with antibiotics. The existence of resistance can threaten the effectiveness of antibiotics. This study aims to find new antibiotic candidates from fungi in estuary soils and tested the activity against Pseudomonas aeruginosa bacteria. Estuary soil ecosystems have extreme conditions that require microorganisms to be able to survive Soil samples were taken from the Estuary of the Kalinaun Village, East Likupang District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province. Soil samples obtained were 4 isolates of fungi that had the potential bacteria inhibition, namely IS2-BTG11-1-1, IS2-BTG11-2-1, IS2-BTG11-2-2, IS2-BTG11-2-3. Four isolates were fermented for 14 days and extracted with ethyl acetate solvent. Phytochemical screening of the extract was carried out and the results showed that the four extracts contained terpenoid compounds. Antibacterial activity was tested using the microdilution methods with a single concentration of 50 µg/mL. Based on the microdilution test, four estuary soil fungal extracts gave inhibitory activity from the largest to the smallest: IS2-BTG11-2-3 (50.9% ± 7.6); IS2-BTG11-2-1 (49.8% ± 13.5); IS2-BTG11-1-1 (34.4% ± 2.4); IS2-BTG11-2-2 (37.2% ± 7.7). In this study, the compound that acts as an antibacterial has not been determined, so it requires further research.
The Relationship of In Vitro Anti-Inflammatory and Antioxidant Activity with Total Phenolic and Flavonoids Content of Tithonia diversifolia Leaves Ethanolic Extract and Fractions Puspitasari, Endah; Nuri, Nuri; Muslichah, Siti; Triatmoko, Bawon; Dianasari, Dewi
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i2.83109

Abstract

A previous study showed that Tithonia diversifolia ethanolic extract has antiproliferative properties against HeLa cervical cancer cells. It has also shown anti-inflammatory properties in vivo, one of the approaches to cancer chemoprevention. This research aimed to determine the relation of in vitro anti-inflammatory and antioxidant activity of T. diversifolia leaves ethanolic extract and fractions with total phenolic and flavonoid content. The anti-inflammatory was evaluated in vitro using red blood cell (RBC) membrane stabilization and inhibition of protein denaturation method, while antioxidant activity was done using the DPPH method. Phytochemical screening was done using the TLC method. Total phenolic and flavonoid content were also counted using the colorimetry method. ANOVA followed by LSD post hoc, multiple regression analysis, and Pearson correlation were used to analyze the data. Compared to its fractions, the highest anti-inflammatory and antioxidant activity was obtained from T. diversifolia leaves ethanolic extract. The T. diversifolia leaves ethanolic extract contained terpenoids, alkaloids, polyphenols, and flavonoids. Overall, the antioxidant property contributed more to RBC membrane stabilization than protein denaturation inhibition. The phenolic and flavonoid content contributed most to antioxidant and red blood cell membrane stabilization rather than protein denaturation inhibition.
Isolasi Fungi Tanah Muara Desa Katialada Gorontalo dan Skrining Aktivitas Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus Zanuba, Nafa Rosyida; Arifin, Muhammad Zainul; Tauladani, Saeful Akhmad; Muharram, Gani Asri; Asia, Asia; Triatmoko, Bawon; Wulandari, Lestyo; Nugraha, Ari Satia
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i2.91460

Abstract

Penyalahgunaan antibiotik sebagai agen terapi pada infeksi dapat memberikan ancaman resistensi antibiotik yang mengakibatkan efektifitas pengobatan menjadi kurang optimal. Untuk mengatasi persoalan tersebut, banyak penelitian dilakukan untuk mencari agen antibakteri baru dari bahan alam seperti fungi tanah sebagai pengujian antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri dari metabolit sekunder fungi tanah terhadap bakteri Staphylococcus aureus yang ditunjukkan melalui nilai persen penghambatan. Penelitian ini menggunakan metode mikrodilusi untuk mngetahui besaran aktivitas antibakteri pada sampel fungi tanah. Fungi tanah didapatkan dari sampel tanah yang diambil dari desa Katialada, Gorontalo dengan kode lokasi BTG-6 dan dikultur pada media PDA dan diisolasi pada media PDA baru hingga didapatkan 11 isolat tunggal. Skrining awal aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode uji antagonis pada 11 isolat dengan hasil enam isolat diantaraya memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Keenam isolat tersebut akan dilakukan fermentasi dan ekstraksi menggunakan etil asetat untuk mendapatkan ekstrak yang akan digunakan pada pengujian antibakteri menggunakan metode mikrodilusi. Hasil pengujian menunjukkan keenam isolat memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji dan direpresentasikan melalui persen penghambatan pada masing-masing isolat sebesar IS2-BTG6- 1-1 sebesar 34,6 ± 2,4%; IS3-BTG6-1-3-2 sebesar 42,8 ± 3,1%; IS2-BTG6-3-3 sebesar 41,1 ± 4,4%; IS3-BTG6-1-2-1 sebesar 41,8 ± 2,9%; IS3-BTG6-1-2-2 sebesar 47,8 ± 2,6%; IS2-BTG6- 3-3 sebesar 59,2 ± 4,8%.