Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Tumbuhan Jelutong Pipit (Kibatalia arborea (Blume) G.Don) terhadap Escherichia coli Ita Husnul Chotimah; Bawon Triatmoko; Ari Satia Nugraha
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i2.4806

Abstract

Infeksi menjadi masalah kesehatan yang serius terutama di negara berkembang seperti di Indonesia.Sejumlah agen antibakteri baru yang berasal dari metabolit sekunder tumbuhan telah banyak diteliti salah satunya adalah Kibatalia arborea (Bl) G.Don.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas dan kandungan golongan senyawa yang ada pada daun K. arborea. Daun K. arborea diekstraksi dengan menggunakan metanol. Ekstrak dari daun K. arborea kemudian difraksinasi dengan metode fraksinasi bertingkat menggunakan pelarut n- heksana, diklorometana dan etil asetat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode mikrodilusi untuk mendapatkan nilai IC50 ekstrak dan fraksi daun K. arborea terhadap Escherichia coli ATCC 25922. Skrining fitokimia dilakukan untuk melihat adanya kandungan golongan senyawa alkaloid, terpenoid, polifenol dan flavonoid. Uji aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi daun K. arborea terhadap E. coli menunjukkan bahwa fraksi etil asetat (516,458±12,073 µg/ml) memiliki aktivitas yang paling besar, diikuti ekstrak (590,665±24,157 µg/ml) dan dua fraksi dengan nilai IC50 yang tidak berbeda secara signifikan yaitu fraksi n-heksana (880,667±22,587 µg/ml) dan fraksi diklorometana (848,616±37,029 µg/ml). Hasil skrining fitokimia ekstrak metanol daun K. arborea menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa dari golongan flavonoid, polifenol, terpenoid. Fraksi heksana mengandung alkaloid dan terpenoid. Fraksi diklorometana mengandung alkaloid, terpenoid dan polifenol. Fraksi etil asetat mengandung terpenoid, polifenol dan flavonoid. Sedangkan residu tidak mengandung golongan senyawa flavonoid, polifenol, terpenoid dan alkaloid.
Optimasi Formula Granul Effervescent Kombinasi Ekstrak Kelopak Bunga Hibiscus Sabdariffa L. dan Ekstrak Daun Guazuma Ulmifolia Lam. Dwi Nurahmanto; Marsalita Irine Prabandari; Bawon Triatmoko; Nuri Nuri
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.031 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v14i2.2031

Abstract

Guazuma ulmifolia Lam. dan Hibiscus sabdariffa L. dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini membuat sediaan granul effervescent dari kombinasi ekstrak daun Guazuma ulmifolia Lam. dan ekstak Kelopak Bunga Hibiscus sabdariffa L. Jamu yang mengandung ekstrak tersebut biasanya memiliki rasa yang pahit. Formulasi dalam bentuk effervescent, dengan asam sitrat dan natrium bikarbonat sebagai sumber asam dan basa, dapat memperbaiki sifat yang kurang menyenangkan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula optimum yang memiliki sifat fisik granul effervescent yang baik. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metode desain faktorial dengan dua faktor dan dua level yang menghasilkan empat formula yaitu formula (1), a, b, dan ab. Sifat fisik granul effervescent yang diuji adalah kelembaban dan waktu larut. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi natrium bikarbonat dapat menurunkan kelembaban dan waktu larut. Sedangkan, peningkatan konsentrasi asam sitrat justru sebaliknya. Formula optimum yang diperoleh dalam penelitian ini mengandung asam sitrat 600 mg dan natrium bikarbonat 1440 mg. Formula tersebut memiliki komposisi yang sama seperti formula b.
Isolasi Fungi Tanah Muara Desa Pasir Putih Kabupaten Situbondo serta Penapisan Aktivitas Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus Ziyan Nihlatul Millah; Bawon Triatmoko; Ari Satia Nugraha
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 20 No 2 (2022): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v20i2.1077

Abstract

Healthcare-Associated Infections (HAIs) is a bacterial infections in Indonesia caused by Staphylococcus aureus. According to the World Health Organization (WHO), the prevalence of HAIs in developing countries varies between 5.7% and 19.1% with a combined prevalence of 10.1%. The prevalence of HAIs in Indonesia is 7.1%. Infections caused by bacteria are a life-threatening disease, which needs to be treated immediately by administering antibacterial agents. One of the natural products with potential as new antibacterial agents, such as soil fungi. This research aims to discover the Antibacterial activity of fungi on estuary land at Pasir Putih village, Situbondo, East Java. This research was initiated by growing the soil on the PDA media to isolate six fungi which were labeled as IS-B1-A1, IS-B1-A2, IS-B1-T1, IS-B1-T2, IS-B1-B1, and IS-B1-B2. All the isolated fungi were separately fermented for 14 d and extracted using ethyl acetate before the microdilution test. The result of antibacterial testing showed all extracts from isolated fungi with code IS-B1-A1, IS-B1-A2, IS-B1-T1, IS-B1-T2, IS-B1-B1, and IS-B1-B2 possessed antibacterial activity against Staphylococcus aureus with percentage inhibition of 51.1±2.6%; 84.6±3.1%; 72.7±7.9%; 82.9±7.6%; 65.6±0.8%; 88.2±2.8% at a concentration of 100 μg/mL.
Isolasi Fungi Tanah Muara Sungai Desa Kalinaun Sulawesi Utara serta Skrining Antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa Muhammad Habiburrohman; Nafa Rosyida Zanuba; Muhammad Zainul Arifin; Saeful Akhmad Tauladani; Gani Asri Muharam; Asia Asia; Dwi Koko Pratoko; Bawon Triatmoko; Ari Satia Nugraha
Jurnal Pharmascience Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i1.13825

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan mortalitas dan morbiditas di dunia yang dapat diterapi menggunakan antibotik. Adanya resistensi dapat mengancam efektivitas antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kandidat antibiotik yang bersumber dari fungi tanah muara yang diuji aktivitasnya terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa. Ekosistem tanah muara  mangrove memiliki kondisi ekstrem sehingga menuntut mikroorganisme untuk bertahan hidup dengan memproduksi senyawa antibiotik untuk bersaing dengan mikroorganisme lain. Sampel tanah diambil dari Muara Sungai Desa Kalinaun, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Sampel tanah yang didapat sebanyak empat isolat fungi berpotensi dalam menghambat bakteri uji, yaitu IS2-BTG11-1-1, IS2-BTG11-2-1, IS2-BTG11-2-2, IS2-BTG11-2-3. Keempat isolat tersebut dilakukan fermentasi selama 14 hari lalu diekstraksi dengan pelarut etil asetat. Setelah didapatkan ekstrak etil asetat, dilakukan skrining fitokimia dan didapatkan hasil bahwa keempat ekstrak mengandung senyawa golongan terpenoid. Setelah dilakukan skrining fitokimia, dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode mikrodilusi. Uji mikrodilusi dilakukan dengan konsentrasi tunggal 50 µg/mL. Berdasarkan uji mikrodilusi, keempat ekstrak fungi tanah muara memberikan aktivitas penghambatan berturut-turut dari terbesar ke terkecil : IS2-BTG11-2-3 (50,9% ± 7,6); IS2-BTG11-2-1 (49,8% ± 13,5); IS2-BTG11-1-1 (34,4% ± 2,4); IS2-BTG11-2-2 (37,2% ± 7,7). Pada penelitian ini senyawa yang berperan sebagai antibakteri belum bisa dipastikan, sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut. Kata Kunci: Antibakteri, Pseudomonas aeruginosa, Fungi Tanah Muara, Mikrodilusi, Desa Kalinaun  Infectious diseases are one of the leading causes of mortality and morbidity in the world that  can be treated with antibiotics. The existence of resistance can threaten the effectiveness of antibiotics. This study aims to find new antibiotic candidates from fungi in estuary soils and tested the activity against Pseudomonas aeruginosa bacteria. Estuary soil ecosystems have extreme conditions that require microorganisms to be able to survive Soil samples were taken from the Estuary of the Kalinaun Village, East Likupang District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province. Soil samples obtained were 4 isolates of fungi that had the potential bacteria inhibition, namely IS2-BTG11-1-1, IS2-BTG11-2-1, IS2-BTG11-2-2, IS2-BTG11-2-3. Four isolates were fermented for 14 days and extracted with ethyl acetate solvent. Phytochemical screening of the extract was carried out and the results showed that the four extracts contained terpenoid compounds. Antibacterial activity was tested using the microdilution methods with a single concentration of 50 µg/mL. Based on the microdilution test, four estuary soil fungal extracts gave inhibitory activity from the largest to the smallest: IS2-BTG11-2-3 (50.9% ± 7.6); IS2-BTG11-2-1 (49.8% ± 13.5); IS2-BTG11-1-1 (34.4% ± 2.4); IS2-BTG11-2-2 (37.2% ± 7.7). In this study, the compound that acts as an antibacterial has not been determined, so it requires further research.
Pengaruh Metode Ekstraksi terhadap Kadar Fenol dan Flavonoid Total, Aktivitas Antioksidan serta Antilipase Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia) Nuri, Nuri; Puspitasari, Endah; Hidayat, Mochammad Amrun; Ningsih, Indah Yulia; Triatmoko, Bawon; Dianasari, Dewi
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 7 No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.7.2.143-150.2020

Abstract

The leaf of Guazuma ulmifolia has been used traditionally for antiobesity. The activity of antiobesity was affected by the content of bioactive compounds. Extraction is the primary step to obtain bioactive compounds from plant material. The method and solvent used for extraction are crucial factors to produce extracts that have a high amount of active compounds. This study aims to determine the total phenolic and total flavonoids content from ethanolic extracts, water extract, and infusions of G. ulmifolia leaf and to evaluate the antioxidant and antilipase activity. Folin-Ciocalteu method was used to determine the phenolic content, while flavonoid content determination was done using aluminium chloride colorimetric assay. The antioxidant activity was done using 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) assay, and the antilipase activity was quantified using p-nitrophenol release from p-nitrophenyl butyrate (p-NPB) substrate-colorimetric assay. The result of G. ulmifolia leaf extraction showed that the highest yield was obtained from water extraction (10.50%). Whereas, the ethanolic extract was showed the highest total phenolic content (67.761±1.811 mg GAE/g extract) and the highest total flavonoid content (124.643 ± 1.033 mg QE/g extract). The same extract also exhibited the highest antioxidant activity (IC50 = 6.544 ± 0.271 µg/mL) and antilipase activity (IC50 = 307.280 ± 21.430 µg/mL).
Pelatihan Pembuatan Jamu Tradisional di Kelurahan Karangrejo, Sumbersari, Jember Dianasari, Dewi; Puspitasari, Endah; Triatmoko, Bawon
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i2.1058

Abstract

Beberapa sentra usaha terdapat di Kabupaten Jember, salah satunya berada di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Salah satunya adalah usaha produksi jamu tradisional yang dijalankan oleh kelompok mitra, yakni ibu-ibu warga RT 02/ RW07 Lingkungan Kalikotok, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan mitra terkait proses produksi dan pengemasan produk   yang higienis agar menghasilkan jamu yang aman, bermutu, dan berkhasiat, serta teknik pemasaran produk yang efektif dan efisien. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan kegiatan program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan antara lain penyuluhan tentang tanaman obat dan obat tradisional, pelatihan dan praktik CPOTB, pelatihan dan praktik produksi jamu dan pengemasannya, serta pemasaran produk jamu. Kegiatan ini dapat mengatasi permasalahan mitra , menghasilkan produk jamu yang aman,bermutu dan berkualitas,  sekaligus dapat meningkatkan perekonomian mitra.
Pelatihan Pembuatan Serbuk Jamu Instan di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember Dianasari, Dewi; Puspitasari, Endah; Nuri, Nuri; Triatmoko, Bawon; Muslichah, Siti
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v7i1.1835

Abstract

Salah satu jenis olahan tanaman obat adalah dalam bentuk jamu. Salah satu sentra usaha produksi jamu tradisional dijalankan oleh ibu-ibu warga RT 02/ RW07 Lingkungan Kalikotok, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari,Kabupaten Jember. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu produk jamu yang akan dibuang jika tidak laku pada hari tersebut, karena masa simpan jamu yang sangat singkat dan akan berubah rasa. Untuk mengatasi tersebut, maka perlu dilaksanakan kegiatan pengabdian berupa pelatihan diversifikasi produk olahan jamu berupa pembuatan serbuk jamu instan, cara pengemasan dan pemasarannya. Pelatihan dilaksanakan dengan metode demonstrasi langsung pembuatan dan pengemasan serbuk jamu jahe wangi instan, serta pemaparan materi tentang cara pemasarana yang efektif dan efisien.Kegiatan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, mengatasi permasalahan mitra, dan juga dapat meningkatkan omset penjualan mitra, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mitra.Kata kunci: serbuk jamu instan, jamu
Antiproliferative activity of Ethanolic Extract of Kembang Bulan (Tithonia diversifolia) Leaf on HeLa Cervical Cancer Cell Line Puspitasari, Endah; Nuri, Nuri; Ningsih, Indah Yulia; Triatmoko, Bawon; Dianasari, Dewi
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Indonesian Society for Cancer Chemoprevention

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14499/indonesianjcanchemoprev13iss1pp55-60

Abstract

Tithonia diversifolia has been showed to be cytotoxic and antiproliferative on colon cancer, glioblastoma, hepatoma, kidney cancer, breast cancer, lung cancer, melanoma, leukemia, ovary cancer, prostate cancer, and stomach cancer cell lines, but not on cervical cancer cells yet. Our research aimed to determine the cytotoxicity and antiproliferative activity of T.diversifolia leaf ethanolic extract on HeLa cervical cancer cell line. The cytotoxicity and the antiproferative activity assay were done using MTT method for 24 h for cytotoxic assay; and series of 24, 48, and 72 h for antiproliferative assay. The cytotoxic activity was analyzed using IC50, while the antiproliferative assay was analyzed based on the proliferation kinetics. All assays were done in triplicate. T.diversifolia leaf ethanolic extract exhibited strong cytotoxic activity on HeLa cervical cancer cell lines with the IC50 of 97.839±10.120 μg/mL. The cytotoxic activity was dose dependent. Based on the proliferation assay, the antiproliferative activity was stronger as the incubation time and the dose increases. T.diversifolia leaf ethanolic extract showed strong cytotoxic and antiproliferative activity on HeLa cervical cancer cell lines.Keywords: T.diversifolia leaf ethanolic extract, cytotoxicity assay, antiproliferative assay, HeLa cervical cancer cells.