Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN EKONOMI MATERI PASAR MODAL UNTUK SISWA KELAS XI IPS MAN 1 JEMBER TAHUN AJARAN 2016/2017 Evi Wahyu Wulansari; Sri Kantun; Pudjo Suharso
JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 12 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Economic Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpe.v12i1.6463

Abstract

Modul merupakan salah satu hal yang mendukung keberhasilan kegiatan pembelajaran. Modul yang selama ini digunakan di MAN 1 Jember merupakan modul berupa buku teks atau buku paket yang diterbitkan oleh penerbit dan disajikan dalam bentuk cetak. Buku paket tersebut diterbitkan secara umum tanpa memperhatikan karakteristik penggunanya. Untuk melengkapi modul yang digunakan oleh guru maka diperlukan E-modul. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-modul pembelajaran ekonomi materi pasar modal untuk siswa kelas XI IPS MAN 1 Jember. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model Four D oleh Thiagarajan et al. Model pengembangan tersebut terdiri dari beberapa tahap yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develope) dan penyebaran (disseminate). Subyek uji coba dalam penelitian ini meliputi subyek uji coa kelompok terbatas yaitu 10 siswa kelas XI IPS 3 dan subyek uji coba kelompok luas yaitu seluruh siswa kelas XI IPS 2 MAN 1 Jember. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi E-modul, lembar hasil wawancara, angket respon siswa dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-modul yang dikembangkan lebih menarik, lebih efisien dan lebih efektif. Kemenarikan E-modul dilihat dari hasil angket respon siswa, tingkat efisiensi E-modul diketahui dari hasil wawancara dengan guru dan siswa sedangkan efektifitas E-modul dilihat dari kenaikan hasil belajar siswa yang diketahui dari nilai pretest dan postest. Kesimpulan dari penelitian pengembangan ini adalah E-modul yang dikembangkan lebih menarik, lebih efisien dan lebih efektif dibandingkan dengan modul yang digunakan sebelumnya.
PERAN YAYASAN PENYANDANG CACAT MANDIRI SEBAGAI PENDAMPING DALAM PEMBERDAYAAN KELOMPOK DIFABEL DI BIDANG EKONOMI KREATIF Yulia Ratna Sari; Pudjo Suharso; Sukidin Sukidin
JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 12 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Economic Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpe.v12i1.7613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Yayasan Penyandang Cacat Mandiri Yogyakarta terhadap pemberdayaan kelompok difabel dalam bidang ekonomi kreatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Tempat penelitian di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri yang berada di Jalan Parangtritis Km 7, Dusun Cabean, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Informan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 orag dengan ciri informan aktif minimal tiga tahun dan telah diberdayakan. Informan tambahan adalah lima orang karyawan YPCM. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumen. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dangan langkah analisis yaitu pengumpulan data, transkip data, pengambilan kesimpulan sementara, triangulasi dan kesimpulan akhir. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran Yayasan Penyandang Cacat Mandiri sebagai pendamping dalam pemberdayaan kelompok difabel di bidang ekonomi kreatif yaitu sebagai motivator dan fasilitator. Peranan sebagai motivator yaitu memberikan berbagai macam bentuk dorongan yang mampu memberi energy positif dan dapat membangkitkan kepercayaan diri difabel. Peranan sebagai fasilitator yaitu memberikan memberikan pelatihan dan mewadahi kemampuan difabel setelah mengikuti pelatihan seperti turut menghasilkan nilai jual produk ekonomi kreatif untuk membantu ekonomi mereka.
PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PULAU GILI KETAPANG KECAMATAN SUMBERASIH KABUPATEN PROBOLINGGO SEBAGAI DAMPAK ADANYA OBYEK WISATA SNORKELING Dimas Angga; Sukidin Sukidin; Pudjo Suharso
JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 13 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Economic Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpe.v13i1.10418

Abstract

Kondisi lingkungan Pulau Gili Ketapang dapat dikatakan buruk dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat yang banyak melakukan penambangan pasir di sekitar pantai untuk dijadikan sebagai bahan bangunan yang pada akhirnya juga mengakibatkan kerusakan di daratan maupun ekosistem laut. Keberadaan obyek wisata snorkeling dapat memperbaiki kondisi lingkungan di Pulau Gili Ketapang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal Pulau Gili Ketapang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara jelas mengenai fakta-fakta yang terjadi di lapangan terkait dengan perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat Pulau Gili Ketapang sebagai dampak adanya obyek wisata snorkeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi sosial, masyarakat Pulau Gili Ketapang telah mengalami kemajuan pola pikir, terbuka, dan inovatif terkait dengan pekerjaan dengan cara memanfaatkan segala potensi yang dimiliki Pulau Gili Ketapang untuk kesejahteraaan masyarakat. Interaksi sosial yang terjadi antara masyarakat dengan para wisatawan menjadikan masyarakat melek akan kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan dan pengalaman yang semakin meningkat. Dari segi ekonomi, keberadaan obyek wisata snorkeling memunculkan jenis lapangan pekerjaan baru yang mampu menyerap tenaga kerja dari usaha-usaha yang didirikan oleh masyarakat lokal diantaranya yaitu jasa transportasi perahu, jasa snorkeling, kuliner, dan penjualan souvenir. Hal tersebut membuat pengangguran khususnya para generasi muda Pulau Gili Ketapang dapat berkurang dan pendapatan masyarakat mengalami peningkatan yang signifikan.
GAYA HIDUP MASYARAKAT NELAYAN PANTAI PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR Rohmah Suhartanti; Pudjo Suharso; Hety Mustika Ani
JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 16 No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Economic Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpe.v16i1.22459

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan gaya hidup masyarakat nelayan Pantai Prigi Desa Tasikmadu Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Informan penelitian terdiri dari informan utama yaitu nelayan pantai Prigi Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek dan informan tambahan yaitu istri dari masing-masing informan utama. Penentuan jumlah informan menggunakan teknik snowbal method. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumen. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup konsumtif masyarakat nelayan Pantai Prigi Desa Tasikmadu Kabupaten Trenggalek yaitu 1) Membeli produk demi menjaga penampilan diri dan gengsi, berkaitan dengan membeli barang-barang mahal dan mewah untuk dipakai serta menjaga gengsi pada lingkungan sekitar, seperti handphone keluaran terbaru, mobil mewah, sepeda motor lebih dari satu, pakaian bermerek, jam bermerek, dan lain-lain. 2) Membeli produk atas keinginan, berkaitan dengan membeli barang-barang berdasarkan keinginan tanpa melihat manfaat dan kegunaan barang tersebut, seperti membeli perabotan baru, membeli hewan peliharaan, membeli tanaman hias, dan lain-lain. 3) Melakukan kegiatan/aktivitas sekedar menjaga simbol status ini, berkaitan dengan keikutsertaan para informan inti dalam kegiatan sosial, upacara adat, maupun acara pribadi, seperti mengikuti dan berpartisipasi acara adat, berlibur, dan makan di restoran mewah.
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DI DESA PALERAN KECAMATAN UMBULSARI KABUPATEN JEMBER Kuni Nabila; Pudjo Suharso; Wiwin Hartanto
JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 15 No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Economic Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpe.v15i2.21327

Abstract

Pangan menjadi salah satu hak asasi manusia sebagai komponen dasar demi mewujudkan sumber daya yang bermanfaat hal tersebut sesuai Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945. Temuan Rohana Haryanto (2019) melalui efektifitas Bantuan Pangan Non Tunai di Palembang dengan hasil bahwa program tersebut dapat berjalan cukup baik. Program BPNT dirancang sebagai cara pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan nilai gizi kepada keluarga penerima manfaat yang seimbang serta penyalurannya melalui non tunai dengan tujuan untuk meningkatkan transparansi serta akuntabilitas kebijakan dengan tujuan memudahkan mengontrol, mengawasi serta meminimalisir kesenjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program BPNT yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Jember, dengan penelitian kualitatif jenis penelitian deskriptif. Staf Tim Koordinasi Program BPNT di Dinas Sosial Keluarga penerima Manfaat (KPM) di Desa Paleran sebagai Subjek penelitian ini. Metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, observasi dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program BPNT di Desa Paleran Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember belum sesuai dengan buku pedoman BPNT 2018 sebagai pedoman dalam pelaksanaan program, dengan beberapa tahap, sosialisasi, registrasi, penyaluran dan pembayaran. Terdapat masalah pada tahapan implementasi program, pada tahap sosialisasi belum terlaksana dengan baik mengakibatkan adanya miss communication antara pemerintah dan masyarakat, waktu penerimaan sembako yang tidak tepat waktu, kartu kombo yang tidak dapat dicairkan sedangkan di data pemerintah masih menjadi penerima aktif, jumlah sembako yang diterima masyarakat tidak sesuai dengan dana yang dianggarkan pemerintah yaitu Rp110.000,00, pengambilan bantuan yang diwakilkan oleh sanak saudara atau tetangga. Serta faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi tersebut terdiri dari, komunikasi kepada masyarakat, sumberdaya yang tersedia dan struktur birokrasi dalam pelaksanaan program.
PREFERENSI PETANI DALAM PENJUALAN GABAH PASCA PANEN DI DESA SUMUR MATI KECAMATAN SUMBERASIH KABUPATEN PROBOLINGGO Musyarofah Musyarofah; Pudjo Suharso; Titin Kartini
JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Economic Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpe.v11i1.5006

Abstract

This research was conducted to describe farmer preference in post-harvest grain sales and to know the working relationship of farmers with Bulog, middlemen and market kiosk traders. The type of this research is descriptive with qualitative approach. The method of determining the location of research using the method of purposive area is in the Sumur Mati Village Sumberasih District Probolinggo. The main informants in this study were 12 rice farmers, with the criteria of ever selling grain more than 5 times. While the additional informants in this study are Bulog Officials, Brokers, and Kiosk Traders. Data collection methods used consisted of methods: interviews, observation, and documents. Data analysis used is descriptive analysis which include data reduction, data presentation, and conclusion (verification). The results showed that Farmers' preferences in the Sumur Village died based on experience gained and trust decreased. Farmers in Sumur Mati Village sell grain to Bulog, middlemen, and market stall traders. Bulog's relationship with farmers is a partnership. The partnership between Bulog and the farmers did not last long because the farmers felt the loss. The relationship between middlemen and farmers is intertwined in a patron-client bond. A middleman as a patron takes a strategic role in this client's patron relationship by lending money to farmers or clients to meet initial capital requirements. While the relationship between market stall traders with farmers is the relationship between agents and actors as in the theory of Giddens structure. Where the relationship between buying and selling kiosk vendors with farmers in this study also occurs continuously and in it there are social practices. Farmers and traders established contractual relationship
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PREMI ASURANSI NELAYAN (BPAN) PADA MASYARAKAT PESISIR PANTAI PUGER KABUPATEN JEMBER Linda Permatasari; Pudjo Suharso; Wiwin Hartanto
JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 14 No 1 (2020): JPE: Jurnal Pendidikan Ekonomi (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi, dan
Publisher : Economic Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpe.v14i1.12056

Abstract

Upaya nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidup dihadapkan pada risiko, hilang atau rusaknya sarana penangkapan ikan, dan kecelakaan kerja. Temuan Suharso (2012) melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di Gunung Kidul menemukan bahwa tuntutan asuransi sebagai jaminan profesi nelayan telah lama disuarakan. Program Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) dirancang sebagai perlindungan bagi nelayan di dalam melakukan pekerjaannya serta sebagai stimulus dengan memberikan bantuan pembayaran premi asuransi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi program BPAN yang dilaksanakan oleh Dinas Perikanan kabupaten Jember beserta faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi tersebut di pesisir pantai Puger Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu kasi, staf perikanan tangkap Dinas Perikanan Jember, dan nelayan Puger penerima program. Metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program BPAN telah diimplementasikan oleh Dinas Perikanan Jember di Puger kabupaten Jember dengan beberapa tahap, sosialisasi; pendataan, verifikasi, dan validasi; pengusulan; penetapan; pengajuan dan pembayaran klaim. Terdapat beberapa masalah dalam pelaksanaan BPAN yaitu, hampir 80% nelayan di Puger masih belum terdata dalam program KUSUKA dan BPAN, kurangnya sosialisasi kepada nelayan, dan minimnya petugas dinas. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi tersebut terdiri dari, sosialisasi kepada nelayan, sumberdaya yang tersedia, struktur birokrasi dan komitmen implementor yang baik.
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA EDUKASI PADA PUSAT PENELITIAN KOPI DAN KAKAO INDONESIA DI KABUPATEN JEMBER Halimatus Sadiyah; Pudjo Suharso; Titin Kartini
JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 14 No 2 (2020): JPE: Jurnal Pendidikan Ekonomi (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi, dan
Publisher : Economic Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpe.v14i2.16027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan wisata edukasi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Kabupaten Jember. Daerah penelitian ditentukan dengan purposive area. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Adapun untuk memperoleh data peneliti menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan strategi pengembangan wisata edukasi yang dilakukan Puslitkoka Kabupaten Jember yaitu tetap mempertahankan keunggulan wisata yang ditawarkan yang berkaitan dengan kopi dan kakao dengan memperhatikan kenyamanan pengunjungan, kebersihan lokasi wisata dan kelestarian wisata. Puslitkoka tidak takut untuk bersaing dengan wisata-wisata yang dikembangkan di Kabupaten Jember. Puslitkoka mewajibkan semua karyawan ramah terhadap wisatawan agar wisatawan merasa nyaman dalam berkunjung. Puslitkoka juga menjaga kebersihan kawasan wisata edukasi dengan mempekerjakan pekerja kebersihan. Puslitkoka juga akan menambah wahana baru yaitu lokasi persemaian bibit untuk memperkaya informasi mengenai pembibitan kopi dan kakao, merenovasi foodcourt, serta mengembangkan kawasan agroforestry yang telah ada di lokasi wisata.
PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER MANDIRI DAN TANGGUNG JAWAB PADA ANAK BURUH PERKEBUNAN DI DUSUN SUKAMADE DESA SARONGAN KACAMATAN PESANGGARAN KABUPATEN BANYUWANGI Retno Dewi Mulyani; Pudjo Suharso; Sukidin sukidin
JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 14 No 1 (2020): JPE: Jurnal Pendidikan Ekonomi (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi, dan
Publisher : Economic Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan karakter mandiri dan tanggung jawab anak dalam keluarga buruh perkebunan di Dusun Sukamade Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi, yang di dalamnya berisi pemahaman orang tua mengenai pendidikan dan praktik karakter mandiri dan tanggung jawab anak dalam keluarga buruh perkebunan tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah orangtua (bapak dan ibu) yang keduanya bekerja sebagai buruh perkebunan dan anak dari keluarga buruh perkebunan yang bersekolah di SD dan SMP. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi, wawancara mendalam (in-depth interview) dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif atau berkaitan satu sama lain, yaitu dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik Triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pelaksanaan pendidikan karakter mandiri adalah dengan mendidik anak melalui pembiasaan, memberi teladan dan perintah, apabila anak melanggar maka akan diberikan sanksi atau hukuman sedangkan jika melaksanakan diberi penghargaan. Proses pelaksanaan pendidikan karakter tanggung jawab adalah dengan cara memberikan anak tugas yang bertujuan agar anaknya memelaksanakan dan bertanggung jawab terhadap apa yang ditugaskan kepadanya.
PERAN BURUH PEREMPUAN PADA HOME INDUSTRY KERUPUK (Studi Kasus Pada Buruh Perempuan di Desa Mangli Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember) Sukidin Sukidin; Pudjo Suharso; Ahmad Afandi
JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 12 No 2 (2018): September 2018
Publisher : Economic Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpe.v12i2.8312

Abstract

Peran perempuan saat ini sudah mengalami pergeseran ke ranah luar rumah tangga dalam arti perempuan melakukan kegiatan atau aktifitas diluar rumah tangga untuk bekerja. Para perempuan yang bekerja diluar rumah tangga contohnya adalah para perempuan yang bekerja sebagai buruh pada home industry kerupuk. Buruh memiliki peran di dalam home industry untuk melaksanakan kewajiban dan mendapatkan haknya dari pemilik. Hak utama tersebut meliputi upah. Kewajiban buruh adalah bekerja. Buruh perempuan bekerja menjemur dan mengemas kerupuk, dalam melakukan kewajiban kerja buruh telah melakukanya dengan baik. Baik dalam melakukan pekerjaan, mentaati peraturan pengusaha, dan peningkatan produktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran buruh perempuan pada home industry kerupuk. Penelitian ini dikaji oleh teori Eugene Schneider yang disebut teori peran tenaga kerja, teori eksploitasi oleh Karl Marx, dan teori exhange oleh George Homans. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang dikumpulkan dari informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan utama yaitu buruh perempuan pada home industry kerupuk sebanyak 8 orang. Informan tambahan yaitu buruh laki-laki dan pemilik yaitu sebanyak 5 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa peran buruh perempuan yaitu berhubungan dengan pekerjaan mengemas dan menjemur kerupuk. Peran buruh berhubungan langsung dengan upah, waktu kerja, beban kerja, dan sebagainya. Buruh mempunyai peran melaksanakan kewajibannya dan mendapatkan hak-haknya. Peran buruh terbentuk oleh hubungan sosial yang berlangsung di tempat kerja. Perempuan memiliki waktu kerja sehari 8 jam sedangkan laki-laki bekerja 4 jam/hari.
Co-Authors Afifah maria ulfa Ahmad Afandi Ahmad Rizal Ahmad Subairi Ainia, Churrotul Al Mar'atus Solikhah Anggie Priscelia Anik Andri Puspitasari Anny Istiqomah Arifah Wafda Nadiyya Arinta Eka Pravitasari Ary Purwantiningsih Ayu Putri Agustin Ayuni Ayuni Bambang Suyadi Bayu Enggal Rifkian Dewi Ulima Ainul Hurriyah Dimas Aji Pangestu Dimas Angga Dina Ulfa Fitria Dwi Herlindawati Eka Desy Novitasari Erik Aditia Ismaya Evi Wahyu Wulansari Faisol Fitroh Mulyana Fina Nihayatul Fitriana, Nur Faricha Giyantoro, Eko Giyantoro Halimatus Sadiyah Hety Mustika Ani Indah Nurul Aini Ira Indri Ani Karimatul Jumaiyah Khoirul Hakimah Annisa Kuni Nabila Lailatul Kodriyah Laili, Alfin Nur Leni Wulansari Linda Permatasari Lisana Oktavisanti Mardiyana Maretha, Bella Mohammad Dienul Haq Mukhamad Zulianto Mukhamad Zulianto Munawar Thoharudin Musayana Musayana Musyarofah Musyarofah Niken Gayu Risnawati Nina Wiranti Nisa', Riska Khoirun Nugroho Adi Saputro Nur Rizki A’yunillah Nurma Yunita, Nuri Purwantiningsih, Ary Purwatiningsih, Ary Putu Devi Saraswati Ranny Rahmawati Retna Ngesti Sedyati Retna Ngesti Sedyati, Retna Ngesti Retno Dewi Mulyani Rizki Febri Andika Hudori Rohmah Suhartanti Roni Wahyudi S Sukidin Santhy Rahmawati Putri Santuso, Mulyo Budi Satrio Bagus Wibowo Laksono Sedyati, Retno Ngesti Sidik Puryanto Siti Muzdalifah Sri Kantun Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sucii Ristianingsih Sukidin Sumardi . Tiara Tiara, Tiara Titin Kartini Veni Verantika Eka Rahayu Wiwin Hartanto Yulia Ratna Sari Yushardi Yushardi Yushardi, Yushardi