Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI ALKOHOL DAN KOPI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LAKI-LAKI DI DESA ONGKAW DUA KECAMATAN SINONSAYANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Ruus, Monica; Kepel, Billy J.; Umboh, Jootje M.L
KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hipertensi atau Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyebab kematian dini diseluruh dunia sehingga disebut sebagai “silent killer”, karena seringkali penderita Hipertensi tidak merasakan gejala apapun. Diseluruh dunia, Hampir satu miliar orang meninggal setiap tahunnya, dua pertiga dari penderita Hipertensi terdapat di Negara berkembang dan diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,56 miliar orang dewasa yang mengalami hipertensi. Hipertensi dapat membunuh hampir 8 juta orang setiap tahun dan di Asia Tenggara hampir 1,5 juta orang dan atau sepertiga penduduk mengalami Hipertensi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi alkohol dan kopi dengan kejadian hipertensi pada Laki-laki di Desa Ongkaw Dua Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional. Responden berjumlah 90 laki-laki yang berusia diatas 18 tahun. Pengumpulan data yaitu dengan melakukan pengukuran tekanan darah mengg unakan Sphygmomanometer  dan   stetoskop   serta   menggunakan  kuesioner.   Uji   statistik  yang   digunakan  untuk menganalisis hubungan antar variabel menggunakan uji  chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara konsumsi alkohol dengan kejadian hipertensi (p=0,006) dan tidak ada hubungan yang bermakna antara konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi (p=0,942). Saran bagi puskesmas Ongkaw untuk meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat mengenai faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya hipertensi serta bagi masyarakat yang ada agar melakukan pencegahan terhadap hipertensi dengan membatasi konsumsi minuman yang mengandung alkohol.   Kata Kunci : Alkohol, Kopi, Hipertensi   ABSTRACT Hypertension or High Blood Pressure is one cause of premature death worldwide so called the “silent killer” because often people with hypertension do not feel any symptoms. Worldwide, nearly one billion people die each year, two thirds of people with hypertension are in developing countries and it is estimated by 2025 there will be 1,56 billion adults who have hypertension. Hypertension can kill 8 million people each year, and in South -east Asia nearly 1,5 million people, or one third of the population experiencing hypertension. This study was conducted to determine the relationship between consumption of alcohol and coffee with hypertension in men in the village Ongkaw Two Sinonsayang District of South Minahasa District. This type of research is analytic survey with cross sectional design. Respondent numbered 90 men aged over 18 years. Collecting data by measuring blood pressure using a sphygmomanometer and stethoscope as well as using a questionnaire. Statictical tests were used to analyze the relationship between variables using chi-square test. The results showed an association between alcohol consumption with hypertension (p=0,006) and there was no significant association between coffee consumption and the incidence of hypertension (p=0,942). Ongkaw advice for health centers to improve outreach to the community about the factors that can trigger the occurrence of hypertension and  for  the  people  who  exist  for  prevention of  hypertension by  limiting the  consumption of beverages containing alcohol.   Keywords : Alcohol, Coffee, Hypertension
Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan dengan Infestasi Cacing pada Murid Sekolah Dasar di Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Kundaian, Friscasari; Umboh, Jootje M. L.; Kepel, Billy J.
KESMAS Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The prevalence of helminthiasis on primary school children in Indonesia is still quite high, ie around 60-80%. One of the factors causing the high prevalence of helminthiasis is a condition of inadequate environmental sanitation. The purpose of this study was to know whether there is a relationship between environmental sanitation (latrines condition, floor type of house, availability of clean water and waste disposal facilities) and worm infestation on elementary school students in Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. This study is an observational analytic study with cross sectional design. The study was conducted in May-July 2011. The population in this study was all elementary school students in DesaTeling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa with the sample were the total population. The sample size were 90 students who determined based on the criteria of inclusion and exclusion. Data obtained through laboratory tests, interviews and observation using a questionnaire. Analysis of the relationship between latrines condition, floor type of house, availability of clean water, waste disposal facilities and worm infestation using chi square statistical test with a significant degree (α) 0.05. The results showed that the proportion of worm infestation on elementary school students in Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa was 12.2%, consisting of: 36.4% for Ascaris lumbricoides and Ancylostoma duodenale, 9.0% for Trichirs trichura and 18.2% for Oxyuris vermicularis. There was no significant relationship between latrines condition (p-value = 0.869), floor type of house (p-value = 0.077), availability of clean water (p-value = 0.618), waste disposal facilities (p-value = 0.612) and worm infestation on elementary school students in Desa Teling. Based on this study can be concluded that there was no relationship between environmental sanitation and worm infestation on elementary school students in Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. It is recommended that the pattern of a clean and healthy living can be improved to prevent and control the spread of worms on the elementary school students. ABSTRAKPrevalensi kecacingan pada anak sekolah dasar di Indonesia masih cukup tinggi, yakni sekitar 60-80%. Salah satu faktor penyebab tingginya prevalensi kecacingan tersebut adalah kondisi sanitasi lingkungan yang tidak memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara sanitasi lingkungan (kondisi jamban/WC, jenis lantai rumah, ketersediaan air bersih dan sarana pembuangan sampah) dengan infestasi cacing pada murid sekolah dasar di Desa Teling KecamatanTombariri Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2011. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid sekolah dasar di Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa dengan sampel adalah total populasi. Jumlah sampel adalah 90 orang murid yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui uji laboratorium, wawancara dan observasi dengan menggunakan kuesioner. Analisis hubungan antara kondisi jamban/WC, jenis lantai rumah, ketersediaan air bersih dan sarana pembuangan sampah dengan infestasi cacing menggunakan uji statistik chi square dengan derajat signifikan (α) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi infestasi cacing pada murid sekolah dasar di Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa sebesar 12,2% yang terdiri atas: Ascaris lumbricoides dan Ancylostoma duodenale sebesar 36,4%, Trichirs trichura sebesar 9,0% dan Oxyuris vermicularis sebesar 18,2%. Tidak ada hubungan yang bermakna antara kondisi jamban/WC (p-value=0,869), Jenis lantai rumah (p-value=0,077), ketersediaan air bersih (p-value=0,618) dan sarana pembuangan sampah (p-value=0,612) dengan infestasi cacing pada murid sekolah dasar di Dpesa Teling tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara sanitasi lingkungan dengan infestasi cacing pada murid sekolah dasar di Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Disarankan agar pola hidup yang bersih dan sehat dapat terus ditingkatkan untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran cacing pada murid sekolah dasar tersebut.
HUBUNGAN ANTARA HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDUDUK DI KELURAHAN KOLONGAN KECAMATAN TOMOHON TENGAH KOTA TOMOHON Sumakul, Grivit T.; Sekeon, Sekplin A.S.; Kepel, Billy J.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup merupakan penilaian subjektif individu mengenai posisi kehidupannya saat ini pada beberapa aspek kehidupan yaitu kemampuan berjalan, perawatan diri, kegiatan yang biasa dilakukan, rasa nyeri/tidak nyaman dan rasa cemas/depresi. Penelitian sebelumnya mendapatkan hasil bahwa individu yang sedang hipertensi mempunyai kualitas hidup cenderung lebih rendah dibandingkan dengan individu yang tidak mengalami hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hipertensi dengan kualitas hidup pada penduduk di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain studi potong lintang yang dilaksanakan pada bulan April-Juni 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk dewasa yang berusia ≥ 17 tahun di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon. Sampel diambil secara multistage random sampling dengan jumlah 96 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner EQ-5D dan alat pengukur tekanan darah tensimeter. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square untuk menganalisis hubungan antar variabel dengan α = 0,05. Uji statistik yang dilakukan memperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara hipertensi dengan kualitas hidup (p= 0,014). Terdapat hubungan antara hipertensi dengan kualitas hidup pada penduduk di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon.Kata Kunci : Kualitas hidup, hipertensiABSTRACTThe quality of life is individual subjective assessment about the position of the currently life on some aspect of the life that is the ability to walk, self care, the usual activities, pain/uncomfortable and anxiety/depression. Previous research have found that hypertensive individuals tends to have lower quality of life than those without hypertension. This research aimed to determine the relationship between hypertension towards the quality of life of the population in Kolongan Sub-District Tomohon Tengah District, Tomohon. This research used analytical survey method with cross-sectional study, which was conducted in April until June 2017. The population in this research was the adult population aged ≥ 17 years old in Kolongan Sub-District Tomohon Tengah District, Tomohon. Samples were obtained by the multistage random sampling with 96 respondents. Data collection in this research used the EQ-5D questionnaire and blood pressure gauge, tensimeter. The statistical test used was chi square test to analyze the relationship between the variables with α = 0,05. The statistical tests conducted indicated that there was a relationship between hypertension and the quality of life (p = 0,014). There was a relationship between hypertension and the quality of life of the populations in Kolongan Sub-District Tomohon Tengah District, Tomohon.Keywords: Quality of life, hypertention
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN FAKTOR SOSIO-DEMOGRAFI DENGAN KEPATUHAN MENGGUNAKAN KELAMBU PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN GUNUNG WOKA KOTA BITUNG Wuisan, Teisly Monica; Ratag, Budi; Kepel, Billy J.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Karakteristik Kelurahan Gunung Woka yang terdiri dari hutan menjadikan daerah ini sebagai salah satu wilayah endemis malaria. Peran masyarakat dalam penggunaan kelambu mempengaruhi terjadinya penurunan faktor risiko malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan faktor sosio?demografi dengan kepatuhan menggunakan kelambu dalam pencegahan malaria pada masyarakat di Kelurahan Gunung Woka. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study yang dilaksanakan pada September 2017. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 86 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Uji statistik yang digunakan yaitu Chi Square dan Fisher?s Exact untuk mengetahui hubungan antara variabel independent dengan dependent dengan nilai signifikansi ?=5%. Hasil uji univariat dari 86 responden menunjukkan usia responden sebagian besar berusia 30 ? 44 tahun (38,4%). Tingkat pendidikan responden sebagian besar adalah SMA (52,3 %). Sebagian besar responden dengan jenis kelamin perempuan (60,5 %). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan kelambu ( p-value : 0,00<0,05). Tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan menggunakan kelambu ( p-valu : 0,230>0,05). Ada hubungan antara pekerjaan dengan kepatuhan menggunakan kelambu ( p-value: 0,00<0,05). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan pekerjaan dengan kepatuhan menggunakan kelambu, serta tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan menggunakan kelambu, diharapkan lembaga kesehatan daerah meningkatkan pelatihan penyuluhan tentang malaria bagi tenaga puskesmas serta melakukan supervisi dan pembinaan ke puskesmas secara rutin sehingga dapat meningkatkan kualitas pelaksaan program pengendalian penyakit menular khususnya malaria.Kata Kunci : malaria, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, kepatuhan menggunakan kelambu.ABSTRACTMalaria remains a public health problem in Indonesia. Charateristic of Kelurahan Gunung Woka that consists of forests make this region one of the area where malaria is endemic. The role of society in the use of mosquito nets influencing the decline in malaria risk factors. This study aims to determine the correlation between knowledge and socio ? demographic with compliance using bed nets in preventing malaria in the community in the Village of Gunung Woka. This study used a cross sectional study design conducted in September 2017. The sample in this study using Simple Random Sampling technique with the number of 86 respondents. Data collacted through interviews using questionnaires and documentation. The statistical test used is Chi Square and Fisher?s Exact to determine the correlation between independent variables and the dependent with significant value ? = 5%. The results of the univariate test of 86 respondents indicated the age of the respondents mostly aged 30-44 years (38,4 %). The level of education is High School most of the respondents (52,3 %). Most respondents with female (60,5 %). Bivariate test results show that there is a correlation between knowledge with compliance using mosquito nets (p-value : 0,00 < 0,005). There is no correlation between education and compliance using a mosquito nets (p-value : 0,230 > 0,005). There is a correlation between job submission using mosquito nets (p-value : 0,00 < 0,005). It was concluded that there is a correlation between knowledge and job mission with compliance using a mosquito net, and there is no correlation between education and compliance using a mosquito net. It is excpected that local health agencies improve education about malaria training for workers health centers as well as supervision and guidance to the area regularly so as to improve the quality of communicable disease control programs, especially malaria.Keywords : Malaria, knowledge,education, jobmission, compliance using mosquito net
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI DESA RANOWANGKO KECAMATAN TOMBARIRI Palandi, Oktavia R. Y.; Kandou, Grace D.; Kepel, Billy J.
KESMAS Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018, penderita hipertensi di Sulawesi Utara mencapai prevalensi 13,2%. Data yang di dapatkan dari Puskesmas Tanawangko menunjukkan bahwa hipertensi menempati urutan kedua kasus terbanyak di wilayah kerja Puskesmas setelah penyakit ISPA. Umumnya wanita yang berusia 44-55 tahun mulai kehilangan sedikit demi sedikit hormon estrogen yang melindungi pembuluh darah dari kerusakan. Dan ini terjadi secara terus menerus dan alamiah sesuai dengan bertambahnya usia. Usia yang semakin bertambah membuat aktivitas fisik semakin kurang khususnya bagi kaum wanita. Masyarakat di daerah pesisir pantai cenderung memiliki pola makan makanan yang berisiko seperi mengkonsumsi garam yang tinggi dan makanan yang dibakar yang memicu terjadinya penyakit hipertensi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat di Desa Ranowangko Kecamatan Tombariri. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan rancangan penelitian studi potong lintang ( cross sectional) di Desa Ranowangko Kecamatan Tombariri. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 responden (18-60 tahun) dengan pengambilan sampel secara stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai probabilitas untuk hubungan perilaku konsumsi makanan dengan kejadian hipertensi sebesar 0,005 (p≤ 0,05), aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi sebesar 0,876 (p> 0,05) dan riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi sebesar 0,041(p<0,05). Terdapat hubungan antara perilaku konsumsi makanan, riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi dan tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di Desa Ranowangko Kecamatan Tombariri.Masyarakat diharapkan dapat merubah pola hidup sehat mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga serta rajin memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat.Kata Kunci: Kejadian Hipertensi, Perilaku Konsumsi Makanan, Aktivitas Fisik, Riwayat KeluargaABSTRACTBased on the 2018, in north sulawesi reach prevalence 13,2%. From the medical file on the text applying sandboxes to the medical facility after the ispa fracking. On the idea was that a 44 – 45 year old woman began to experience a slight shortage of estrogen hormones that protects the blood vessels from the damage. And this is happening over and over again in nature as with age increase. With an increasing age makes phisical activity more and less special to women in the coastel regiontend eating risky foods like high salt and the burning food that triggered the hypertensive disease. The purpose of the research is to understand the factors related to the incident of hypertension in the village of Ranowangko distric Tombariri. It is a method of suvei analitk research with a set of lintang cut study plans in the village of Ranowangko district Tombariri. The number of samples in imi’s study as many as 90 respondents (16-60) with the stratified samples taken stratified random samling the result of the study increased the probabilityvalue for relationship food comsumption with 0.005 (p<0.05) of hypertension, with a incidence of hypertension of 0.876 (p>0,05) and a complaint hystory of 0,041 (p<0,05). There is the relationship between food consumption, behavior family history as the hypertension and there was no correlation between physical activity by the hypertension in the community in the district Ranowangko Tombariri. People should can change healthy lifestyle from the family and are the smallest of visiting doctor nearest health into the service.Keywords: High blood pressure incidence, food consumption behavior, physical activities, family history
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje Manampiring Amelia Wulandari Antonius P. Rumengan Aves A. Septuaginta Bahter, Julia V.F. Bato, Donny Christian Bella Lestari, Bella Billy Senduk, Billy Budi Ratag, Budi Budiarso, Fone D.H. Christy N. Mintjelungan Deviwanti Batara, Deviwanti Dina Rombot Dinar A. Wicaksono Fatimawali . Felomina Jempormase, Felomina Fitria Angela Umar Fona Budiarso Friscasari Kundaian Gabriela V.Ch Walewangko Gerungan, Yizreel Y. Glenaldy Rondonuwu Grace Debbie Kandou Grace Korompis Heryudi J. J. Soelama, Heryudi J. J. Hidayat, Muh. I. Jefrianto Wololy Jimmy Posangi Jootje M. L. Umboh Jootje M.L Umboh, Jootje M.L Karamoy, Eunike M. Killing, Maykel Krisma Juliana Mazniati Tolombot Krista V. Siagian Mantiri, Desy M. H Monica Ruus, Monica Ningsi Hadji Ali Nova Hellen Kapantow Olii, Nindhy P. S. Anindita Palandi, Oktavia R. Y. Pantow, Natalia M. Polii, Reiner C. Prasetio, Nathanael F. Pratiwi, Ageng Ingrit Randy Lande, Randy Ratu, Belinda D. P. M. Rendeng, Eirene F. Rene C. Kepel, Rene C. Rizky, Irfan Irianto Runtunuwu, Thea Sagemba, Pascal G. Sefty S. Rompas Sekeon, Sekplin A.S. Simak, Valen Simak Siringo-Ringo, Aurian Fricilia Sompie, Intan P.R. Stevy B. Najoan Sumakul, Grivit T. Sutanto, Stella Tampi, Meiny Ledya Tandra, Hendry J.R. Ticoalu, Jolanda P. Valentino Rakasiwi, Valentino Vanessa J. T. Seran, Vanessa J. T. Wahyuni R. Ramadhani, Wahyuni R. Wico Silolonga Widdhi Bodhi Widhi Bodhi Wuisan, Teisly Monica Wulan G. Parengkuan, Wulan G. Wulan Palilingan, Wulan Yoas P. Simangunsong, Yoas P.