Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Dampak Konversi Jagung Sebagai Etanol di Pasar Dunia terhadap Ketersediaan Jagung di Indonesia Triana Dewi Hapsari; M. Muslich M.; Nuhfil Hanani AR; Rini Dwi Astuti
Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.055 KB) | DOI: 10.21082/jae.v27n2.2009.193-211

Abstract

EnglishRecently, the conversion of corn to etanol (biofuel) in international market is currently exist and has an impact on the availability of corn in Indonesia. This study aims at: (1) the analysis of behavior of domestic and international market of corn, (2) the effect analysis of corn conversion to ethanol at international market on corn availability in Indonesia, and (3) the formulation of policies to increase domestic corn availability. Using time series data of 1983-2006 and econometric model of simultaneous equations estimated by employing the 2SLS procedure, the study found that: (1) there is a linkage between domestic and international market of corn through import price variable, (2) corn conversion to ethanol decrease the domestic availability of corn but increase the production share of corn availability in Indonesia, and (3) fertilizer subsidy and import tariff policy would increase corn production to allow thye increase of corn domestic production share on corn availability. IndonesianAkhir-akhir ini di pasar dunia terjadi konversi jagung menjadi bahan bakar nabati (etanol) yang berdampak pada perdagangan jagung dunia dan ketersediaan jagung di Indonesia. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis perilaku pasar domestik dan pasar dunia jagung, (2) menganalisis dampak konversi jagung menjadi etanol terhadap ketersediaan jagung di Indonesia, dan (3) menyusun kebijakan untuk meningkatkan ketersediaan jagung di Indonesia. Dengan menggunakan data time series 1983-2006 dan model ekonometrik simultan yang diduga dengan prosedur 2SLS, dapat diketahui bahwa (1) terdapat keterkaitan perilaku antara pasar domestik dan pasar dunia melalui peubah harga impor jagung, (2) konversi jagung menjadi etanol di pasar dunia menurunkan ketersediaan jagung di Indonesia tetapi meningkatkan pangsa produksi domestik terhadap ketersediaan jagung, dan (3) kebijakan subsidi pupuk dan tarif impor mampu mendorong peningkatan produksi, sehingga  pangsa produksi domestik tehadap ketersediaan jagung meningkat.
EFFICIENCY OF PRODUCTION COSTS AND ADDITIONAL VALUE OF GROWTH UNIT AND ORGANIC RICE MANUFACTURER OF INDEPENDENT ORGANIC RICE I IN THE VILLAGE OF LOMBOK KULON KECAMATAN WONOSARI BONDOWOSO DISTRICT Indira Rosandry Ajeng Syahputri; Triana Dewi Hapsari; Ebban Bagus Kuntadi
AGRIBEST Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v3i1.1940

Abstract

Organic Rice Processing and Production Unit of Tani Mandiri I is downstream agroindustry that produces organic rice to support organic rice farming in Lombok Village, Kulon. The research objective was to find out: (1) the production system (2) the efficiency of rice production costs and (3) the value of the added grain. The method used is a descriptive and analytical method. The sampling method uses purposive sampling. Data collection uses observation, structured interviews, and documentation studies. The results showed that (1) the procurement of raw materials had fulfilled the quantity and continuity aspects but had not fulfilled the quality aspect, the type of production applied by the intermittent type with the layout based on the process flow, the rice production process was not in accordance with the SOP at the drying, grinding, and sorting. (2) The use of rice production costs has been efficient with an efficiency value of 1.20. (3) Value-added Processing of GKP into GKG and GKG into packaged rice is positive, with the added value of IDR  40.73 per kg GKP and Rp 770.42 per kg GKG.
Level Of Satisfaction Red Rice Farmers Partnering With PT. Sirtanio Organik Indonesia In Banyuwangi Fariz Irzat Arifin; Triana Dewi Hapsari
AGRIBEST Vol 4, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v4i1.2785

Abstract

Organic farming systems are developed to produce healthy food and free from chemicals. PT. Sirtanio Organic Indonesia (PT. SOI) is a company producing organic red rice in Banyuwangi. PT. SOI was partnering with red rice farmers as a provider of raw materials needed. Partnerships with farmers are carried out with a contract system that applies to only one planting season. The employment contract makes the number of farmers who partnered every planting season to be different. The research purpose was to identify the level of satisfaction of organic red rice farmers who partnered with PT. SOI. The research area was determined purposively, and analysis methods using descriptive, analytical methods using CSI and IPA. The results of the study showed that the satisfaction level of the organic red rice farmers who made a partnership with PT. SOI is very satisfying, with a CSI value of 85.31%.  Two attributes cause farmers to feel very satisfied with the services provided, namely the price of grain offered and the time of payment of agro-input loans.
PEMASARAN GARAM RAKYAT DI DESA PANGARENGAN KECAMATAN PANGARENGAN KABUPATEN SAMPANG Manda Ayu Widiyastutuik; Triana Dewi Hapsari; Ebban Bagus Kuntadi
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v14i2.437

Abstract

Secara geografis Desa Pangarengan berada di daerah pesisir pantai. Hal itu membuat Desa Pangarengan berpotensi untuk menjadi daerah penghasil garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bentuk saluran pemasaran garam rakyat (2) Struktur pasar garam rakyat (3) Perilaku pasar garam rakyat dan (4) Keragaan pasar garam rakyat di Desa Pangarengan Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode pengambilan contoh menggunakan Multistage Sampling, dan Snow Ball Sampling. Data penelitian yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, analisis konsentrasi rasio, analisis integrasi pasar dan analisis marjin pemasaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Saluran pemasaran garam rakyat di Desa Pangarengan terdiri dari dua bentuk saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran yang melalui tengkulak dan saluran pemasaran yang melalui pabrik pengolah garam (PT. Jaya Makmur Utama) di Desa Pangarengan; (2) Struktur pasar garam rakyat di Desa Pangarengan mengarah pada pasar persaingan tidak sempurna; (3) Tidak terjadi keterpaduan pasar secara vertikal antar lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran garam rakyat di Desa Pangarengan; (4) Distribusi marjin pemasaran dan share keuntungan yang paling besar dalam sistem pemasaran garam rakyat di Desa Pangarengan terletak di lembaga pemasaran pabrik.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KOPI BUBUK ARABIKA PADA BERBAGAI SKALA USAHA DI KABUPATEN SITUBONDO Dimas Bastara Z.; Soetriono Soetriono; Triana Dewi Hapsari
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v14i2.432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Karakteristik agroindustri kopi bubuk, (2) Nilai tambah agroindustri kopi bubuk, (3) Strategi pengembangan agroindustri kopi bubuk. Penentuan daerah digunakan purphosive method di Kabupaten Situbondo. Metode yang digunakan adalah metode diskriptif, analitis dan komparatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan 2 agroindustri yaitu Agroindustri kopi jahe “Mana Suka” dan Agroindustri kopi bubuk “UD. Gemini Lestari”. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, nilai tambah dan (Force Field Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik agroindustri kopi bubuk di 2 agroindustri berbeda-beda karena didasari oleh skala industrinya. (2) Hasil analisis nilai tambah di 2 agroindustri kopi bubuk adalah bernilai positif, (3) Strategi pengembangan agroindustri kopi bubuk skala IRT difokuskan pada pemberian bantuan modal, peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan kemitraan dengan pengusaha-pengusaha kopi yang lebih besar. Sedangkan Strategi pengembangan agroindustri kopi bubuk skala kecil difokuskan pada kemitraan usaha antara pelaku agroindustri dan kelompok tani serta pembentukan kelembagaan agroindustri.
Kajian Penerapan Teknologi Pertanian Organik pada Usahatani Padi di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember Nesya Tantri Refyanda Nasution; Triana Dewi Hapsari; Ebban Bagus Kuntadi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.949 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2018.002.03.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) komponen teknologi pertanian organik di Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember; (2) Penerapan teknologi pertanian padi organik di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember; (3) efisiensi biaya produksi usahatani padi organik di Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember. Lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive untuk menentukan lokasi penelitian dengan sengaja sesuai pertimbangan tertentu. Metode pengambilan data dilakukan dengan wawancara untuk data primer dan pengumpulan data sekunder yaitu melalui Badan Penelitian Pertanian dan Statistik Pertanian Pertanian Organik Indonesia (SPOI). Alat analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis efisiensi biaya usahatani (R/C rasio) untuk mengetatui efisiensi usahatani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) teknologi pertanian organik belum optimal karena dua komponen, yaitu komponen perangkat keras dan komponen perangkat manusia yang bernilai rendah; (2) Hanya 7 kegiatan (50%) dari total kegiatan adalah 14 kegiatan yang dilaksanakan oleh semua petani sesuai dengan SOP budidaya padi organik yang berlaku; (3) Penggunaan biaya dalam proses produksi padi organik Rowosari Rowosari. Pertanian efisien dengan nilai efisiensi biaya 2,14
Efisiensi Biaya Produksi Pupuk Organik Padat (POP) pada PT. Sirtanio Organik Indonesia di Kabupaten Banyuwangi Nur Ida Suryandari; Triana Dewi Hapsari
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.2

Abstract

Pertanian organik merupakan salah satu alternatif dari konsep pertanian berkelanjutan. Pertanian organik didefinisikan sebagai suatu sistem produksi tanaman yang berasaskan daur ulang hara secara hayati. Daur ulang hara tanaman dan ternak tersebut dalam pertanian organik digunakan sebagai bahan masukan atau biasa disebut dengan agroinput yang salah satunya yaitu pupuk organik. Pupuk organik yang digunakan oleh petani pada umumnya terdiri dari dua macam yaitu pupuk organik padat (POP) dan pupuk organik cair (POC). Untuk mengkonversi kebutuhan pupuk-pupuk kimia pada pertanian konvensional, maka dalam penerapan pertanian organik dibutuhkan pupuk organik di mana kebutuhan pupuk organik padat (POP) memiliki presentase yang lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan pupuk organik cair (POC). Berdasarkan kebutuhan pupuk organik padat (POP) yang cukup besar guna memenuhi kebutuhan petani mitranya sesuai dengan Good Agriculture Practices serta untuk keberlanjutan usaha yang dilakukan, maka PT. Sirtanio Organik Indonesia sejak tahun 2015 memproduksi pupuk organik padat (POP)  secara mandiri. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengkaji terkait dengan pengadaan bahan baku pupuk organik padat (POP) dengan menggunakan analisis deskriptif serta efisiensi biaya produksi pupuk organik padat (POP) di PT. Sirtanio Organik Indonesia dengan menggunakan analisis R/C ratio. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengadaan kotoran ternak kambing yang digunakan sebagai bahan baku telah memenuhi aspek kuantitas, kualitas, waktu, biaya, dan sistem organisasi; (2) Penggunaan biaya produksi pupuk organik  padat yaitu efisien dengan nilai R/C ratio sebesar 1,66.
ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI PADI ORGANIK DI DESA ROWOSARI KECAMATAN SUMBERJAMBE KABUPATEN JEMBER Julita Hasanah; Muhammad Rondhi; Triana Dewi Hapsari
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 6 No. 1 (2018): Juni 2018 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2018.6.1.23-34

Abstract

Government began to apply the concept of organic farming in order to maintain the sustainability of  agriculture. Organic farming is applied to the organic rice farming of Jember Regency. This kind of farming have some risks. The prominent risk in organic rice farming is production. Research conducted at rowosari village aims to know: (1) The amount of production risk overall; (2) The amount of production risk that seen from the length of application organic farming and land area. The location of research in Rowosari, Sumbejambe which was determined intentionally (Purposive Method). The sampling method was total sampling method. The data that used in study were primary and secondary data. The analyze method used was standard deviation (V) and coefficient of variation (CV). The results of the study showed that: (1) Overall risk of production of organic rice farming in Rowosari Village amounted to 468.25 kg or 10.1% of the average production: (2) The risk of production of organic rice farming in Rowosari Village are based on the land area small (0.5 Ha), medium (0,5-2 Ha) and large (> 2 Ha) respectively 17,6%, 6,3% and 1.3% of the average production. The risk of production of organic rice farming in Rowosari Village is based on the period of implementation from 2015 and 2012, respectively 12.1% and 7.8% of the average production. It showed that the period of organic farming implementation will influence the amount of risk production.