Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Perbandingan Nilai EMP Pada MKJI 1997 Dengan EMP Lapangan Menggunakan Metode Regresi Linier (Studi Kasus: Jalan Letjen S Parman Kota Sidoarjo) Dias Perdana, Romi; Junita Koesoemawati, Rr. Dewi; Kriswardhana, Willy
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 3 No 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v3i1.184

Abstract

Traffic flow is expressed in passenger car units ( PCU) using a conversion favtor called the passenger car equivalent (PCE). The EMP value is used to overcome differences in the space required by a vehicle when making movements in traffic. The emp value is highly dependent on environmental factors, type of vehicle, terrain conditions, vehicle dimensions, the area of ​​road space used, and vehicle flow. This research was conducted to obtain a comparison of the value of EMP with MKJI 1997 with multyple linear regression calculations. Data collection is carried out to obtain traffic volume and road geometric. The analysis method used is using multyple linear regression method, the results of the analysis of the EMP value of the Letjen S Parman road were obtained for Jalan Letjen S Parman on the left side of weekdays 0.271 for MC and 2.581 for HV, for the right side of weekdays 0.244 for MC and 5.467 for HV, Letjen S Parman left side weekend 0.389 for MC and 2.495 for HV. There is a difference between the EMP value in the field and the emp value in MKJI, namely for MC of 7.74%, - 2.45%, 35.73%, and for HV of 53.50%, 78.05%, 51.90%.
Commercial Corridor Development Strategy Through the Application of the Walkable Commercial Strip Concept in Urban Area of Jember City Sulistyono, Sonya; Koesoemawati, Dewi Junita; Hayati, Nunung Nuring; Angelina, Callista
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 20, No 1 (2024): JPWK Volume 20 No. 1 March 2024
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v20i1.52193

Abstract

Walkability is an essential concept to consider when planning a sustainable city. This study aims to determine the walkability development strategy of the Jember City commercial corridors urban area based on people's and experts' perceptions of the Walkable Commercial Strip concept. The study was conducted in the urban area of Jember City Golden Triangle. The methods of analysis used in this study are ordinal logistic regression and AHP. Based on people's perceptions, the concepts that have the highest odds of influencing the first corridor's walkability level are the ones related to the available amenities variable, while the concept that has the highest odds of influencing the second and the third corridors' walkability level is the concept that is related to the walking path modal conflict variable. The order in which corridors have the highest development priority starts with the first corridor, Gajah Mada - Sultan Agung Street, followed by the second corridor, Ahmad Yani Street, and ends with the third corridor, Trunojoyo Street – HOS Cokroaminoto Street. The walkability development strategy for the urban area of Jember City commercial corridors is to start the order of development according to the order of priority and apply the development concepts that have the highest opportunity to influence the walkability level of each corridor based on people's perception.
Analisis Kepuasan Pelanggan Terhadap Sarana Prasarana dan Lokasi Perumahan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Studi Kasus Perumahan Griya Pesona Karangrejo Banyuwangi) Putri, Mangesti Carissa; Koesoemawati, Dewi Junita; Trisiana, Anita
BERKALA SAINSTEK Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v7i2.11942

Abstract

Perumahan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Kepuasan konsumen atas pembelian rumah yang ditawarkan merupakan impian dari setiap pengembang. Perumahan Griya Pesona Karangrejo Banyuwangi merupakan kawasan perumahan yang sedang berkembang ke tahap 4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting perumahan sudah sesuai dengan standar perumahan yang ada, mengetahui variabel apa saja yang menjadi priorotas dari konsumen berdasarkan kualitas produk, sarana prasarana, lokasi dan kualitas pelayanan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) dan penentuan strategi perbaikan yang harus dilakukan pengembang menggunakan analisis IPA (Importance Performance Analysis). Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan penyebaran kuisioner kepada penghuni perumahan.Dari hasil penelitian didapatkan hasil identifikasi kondisi eksisting dilapangan, Perumahan Griya Pesona Karangrejo Banyuwangi belum sepenuhnya memenuhi standar perumahan yang ada. Urutan variabel yang diprioritaskan diambil 5 variabel yang terbesar dari raw weight yaitu sarana ruang terbuka hijau, perkerasan jalan/paving, keamanan terhadap banjir, lebar dan kondisi jalan utama dan fasilitas pembuangan air kotor/drainase. Dalam penentuan strategi perbaikan berdasarkan analisis IPA pengembang harus melakukan perbaikan jalan sesuai dengan standar dan membangun saluran drainase sesuai standar serta melakukan pengecekan terhadap kualitas produk sebelum diserahkan kepada konsumen.
The Comparison of Prediction Model of Lowering Rate Road Surface Damage Between RCI and SDI Method in Lumajang Regency Afandi, Yulianata Halim; Koesoemawati, Dewi Junita; Hasanuddin, Akhmad
BERKALA SAINSTEK Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v9i1.22922

Abstract

Sand mining was a non-metal mineral commodity which had very good quantity and quality for building materials in Lumajang district. It was found in lava routes or large rivers in the Pasirian sub-district at Lumajang district. The location of sand material was in a river that passes through the regency road. This result was in many road damage in the district area. The efforts to overcome the damage that often occurs on roads in Pasirian sub-district included road improvement activities supported by road surface surveys using the RCI method which has been used in reporting basic road conditions. This study aim conducted of comparing the RCI survey method and predicting a decline in the last 3 (three) years to 2021 with the SDI survey method in 2021. The value being compared was in good condition from the overall report. After predicting the reduction in road damage with the regression method from the survey results of road conditions in 2017 - 2020 with the RCI method, the equation Y = -11,807 x 2021 + 23868 has a prediction of a decrease of 6,053%. After carrying out a survey of road conditions used the SDI method in 2021 on district roads in the Pasirian sub-district. There was an 8% decrease in good conditions. On the road in the Pasirian regency area, the decrease in the condition of the road surface was due to one of the factors being the excessive traffic load (over loaded) which causes a steady condition of the sections around the sand mine in the Pasirian sub-district.
Evaluasi dan Penilaian Indeks Kondisi Aset Bangunan Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember Hidayat, Mudzakir Wahyu; Koesoemawati, Dewi Junita; Trisiana, Anita
BERKALA SAINSTEK Vol 8 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v8i3.14844

Abstract

Umur bangunan semakin hari semakin tambah tua, tetapi daya tarik secara visual bangunan tidak akan berkurang. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember, mempunyai 3 kampus meliputi kampus 1, kampus 2 dan kampus 3. Umumnya kampus tersebut sudah berumur lebih dari 15 tahun dan sudah terlalu banyak mengalami kerusakan dari beberapa komponen. F aktor kerusakan gedung salah satunya dapat disebabkan karena kurangnya pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. Pihak Universitas Jember sendiri sudah me laksanakan perawatan dan pemeliharaan supayabangunandapatber fungsi dengan baik, tetapi masih dijumpai beberapa bangunan yang memerlukan perbaikan. Karena banyaknya asset bangunan yang dimiliki, m aka perlu dilakukan evaluasi kondisi terhadap komponen yang ada pada bangunan gedung FKIP dan menentukan prioritas perbaikan dan pemeliharaan berdasarkan kondisi bangunan. Dengan adanya evaluasi ini dapat dijadikan referensi terkait dengan pemeliharaan komponen dan elemen bangunan gedung di FKIP. Pada peneltian ini menggunakan data sekunder dan data primer, data primer menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel terikat yaitu mengidentifikasi kerusakan komponen. Variabel bebas yaitu melakukan penyebaran kusioner terhadap beberapa responden mengenai kondisi komponen bangunan. Setelah itu data yang kita dapatkan di olah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan aplikasi expert choice Versi 11 untuk menghasilkan bobot komponen dan kita kolaborasikan dengan hasil volume kerusakan untuk mendapatkan nilai indeks kondisi. Indeks kondisi ini menjadi acuan kita untuk menentukan tingkat kerusakan komponen dan prioritas penanganan komponen. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan beberapa komponen bangunan gedung yang mengalami kerusakan. Hasil penelitian menunjukan komponen bangunan gedung masuk pada kerusakan zona indek 1 antara 85% - 100% baik sekali, dengan indeks kondisi paling kecil terdapat pada gedung kampus 1 sebesar 92,567 % dan indeks kondisi paling besar pada gedung c kampus 3 sebesar 98,896 %. Dan prioritas tertinggi pada komponen keramik bobot nilai 0.143 dan terendah komponen penggantung plafond bobot nilai 0.024. Serta total biaya yang diperlukan untuk perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung senilai Rp.177,088,848.
MEMPERKUAT IDENTITAS KOTA KABUPATEN JEMBER DENGAN PERSEPSI STAKEHOLDER Simatupang, Helen Patrycia; Revana, Dano Quinta; Koesoemawati, RR Dewi Junita
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i3.008

Abstract

Kabupaten Jember memiliki beragam potensi dan julukan yang dapat membangun citra kota. Namun, belum ada city branding yang representatif dan efektif untuk memperkuat identitas kota. Persepsi stakeholder menjadi penting dalam menentukan elemen city branding yang dapat mencerminkan karakter unik Jember. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi stakeholder mengenai city branding Jember serta mengaplikasikannya dalam perancangan elemen fisik kota yang sesuai dengan teori Kevin Lynch. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 10 stakeholder dan dianalisis menggunakan metode Delphi. Penelitian ini mengidentifikasi potensi penunjang city branding Jember, kemudian dikemas melalui rancangan desain elemen fisik kota berdasarkan lima unsur pembentuk citra kota menurut teori Kevin Lynch. Metode penelitian meliputi analisis deskriptif untuk mengidentifikasi potensi penunjang, analisis Delphi untuk menentukan identitas kota, analisis triangulasi untuk menyusun strategi penguatan identitas kota, serta perancangan arsitektur analogi untuk desain elemen fisik kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Kabupaten Jember dapat diperkuat sebagai "Kota Tembakau" dan "Kota Karnaval" dengan implementasi strategi yang mendukung penguatan identitas tersebut. Rekomendasi konsep rancangan meliputi penggunaan elemen visual seperti daun tembakau, sayap, dan topeng untuk mencerminkan karakteristik unik kota.  
Design of Image Elements Of The Kalianget Old Town (Salt Industry) Using A Historicism Architecture Approach (Case Study: Kalianget, Sumenep, Indonesia) Ayu, Erlita Maynanda; Koesoemawati, Dewi Junita; Revana, Dano Quinta
Journal of Architectural Design and Urbanism Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 No 2, 2025
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Diponegoro, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jadu.v7i1.24040

Abstract

The image of a city is inextricably linked to the identity of certain visual elements that serve to distinguish it from other cities. Kalianget Old Town is home to a multitude of historical edifices that have come to symbolise the city at various points in its history. However, the architectural style of the building differs from its original condition due to previous restoration work, which has the effect of reducing the impression that the Kalianget Old Town Area has historical value for city observers. This research differs from previous studies in that it employs the Historicism Architecture approach to examine the design of buildings within the context of city image. This approach is grounded in the seminal work of Kevin Lynch, who posited that the perception of an urban environment is shaped by the elements that comprise its image. The methodological approach employed is that of descriptive qualitative research, which involved the identification of image elements within Kalianget Old Town. These included the identification of the path, edges, districts, nodes and landmarks. The subsequent step involved the application of Historicism Arcitecture design approach, to reinforce the identity of the city. The design of Historicism Architecture is based on the Dutch Classic Colonial concept, which employs natural colours (grey, brown, white, black and orange) throughout the city image, encompassing the core area of Kalianget Old Town. Additionally, anchor ornaments, boats, carvings and flying horse icons are incorporated into the East Port area, reinforcing the image of this region. These elements are integrated into the cityscape through the use of paths, nodes and edges.
ARAHAN PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI KABUPATEN JEMBER Putri, Aldina Hasti; Koesoemawati, Dewi Junita; Alfiah, Rindang
Jurnal Planoearth Vol 8, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v8i2.12959

Abstract

Abstrak: Keberadaan SK kumuh Kabupaten Jember nomor 188.45/439/1.12/2020 mengalami kenaikan persebaran titik dan luasan yang sangat tinggi, khususnya Kecamatan Sumbersari. Pada SK Kumuh sebelumnya nomor 188.45/1.12/2016 Kecamatan Sumbersari hanya memiliki 7 titik dengan luasan 16,17 Ha, meningkat menjadi 73 titik dengan luasan 399,68 Ha pada SK Kumuh 188.45/439/1.12/2020. Permasalahan ini perlu diperhatikan mengingat Kawasan memiliki perputaran ekonomi tinggi karena karakteristiknya sebagai pusat pendidikan, dan pusat perdagangan jasa yang menarik banyak guna lahan. Penelitihan bertujuan melihat karakteristik kawasan kumuh melalui observasi pada titik kumuh di Kelurahan Sumbersari dan Karangrejo berdasarkan penetapan titik di SK Kumuh nomor 188.45/439/1.12/2020, faktor penyebab terjadinya peningkatan luasan dan titik kumuh di Kecamatan Sumbersari melalui metode Delphi, dan menyusun strategi peningkatan kualitas lingkungan kumuh melalui metode SWOT. Pada Metode Delphi menghasilkan 9 variabel konsensus penyebab peningkatan kekumuhan yaitu Saluran drainase, jaringan persampahan, jaringan jalan, sanitasi, penghasilan rendah, tingkat pendidikan, urbanisasi, kepadatan penduduk, perilaku masyarakat. Penentuan arahan penanganan menghasilkan 4 strategi yaitu (1) Peningkatan kalaborasi program KOTAKU dengan elemen masyarakat dan lembaga pendidikan, (2) Melakukan pengembangan kualitas prasarana kawasan permukiman, (3) Pemeliharaan ketersediaan air bersih pada kecamatan Sumbersari. dan (4) Pemberdayaan kegiatan UMKM lokal pada event lingkup Kecamatan/ Kabupaten.Abstract: The existence of the Decree on Slums in Jember Regency number 188.45/439/1.12/2020 has experienced a very high increase in the distribution of points and areas, especially in the Sumbersari District. In the previous Slum Decree number 188.45/1.12/2016 Sumbersari District only had 7 points with an area of 16.17 Ha, increased to 73 points with an area of 399.68 Ha in Slum Decree 188.45/439/1.12/2020. This problem needs to be considered considering that the area has a high economic turnover because of its characteristics as an education center, and a service trade center that attracts a lot of land uses. The research aims to look at the characteristics of slum areas through observation at slum points in Sumbersari and Karangrejo Subdistricts based on point determination in SK Kumuh number 188.45/439/1.12/2020, factors causing an increase in the area and slum points in Sumbersari District through the Delphi method, and develop a strategy to improve the quality of the slum environment through the SWOT method. The Delphi method produces 9 consensus variables that cause an increase in slums, namely drainage channels, solid waste networks, road networks, sanitation, low income, education level, urbanization, population density, community behavior. Determining the handling directive resulted in 4 strategies, namely (1) Increasing the collaboration of the KOTAKU program with community elements and educational institutions, (2) Developing the quality of residential area infrastructure, (3) Maintaining the availability of clean water in the Sumbersari sub-district. and (4) Empowerment of local UMKM activities at District/Regency scope events.
Penentuan Lokasi Potensial Ruang Terbuka Hijau Pada Kawasan Perkotaan Banyuwangi Dalam Mengurangi Dampak Urban Heat Island Balqis, Nabila Putri; Koesoemawati, Dewi Junita; Listyawati, Ratih Novi
TATALOKA Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.3.253-266

Abstract

Fenomena urban heat island (UHI) menggambarkan kelebihan atmosfer panas pada kawasan perkotaan dibandingkan dengan kawasan pedesaan. Salah satu kawasan yang mempunyai spekulasi terjadinya fenomena UHI adalah perkotaan Banyuwangi karena menjadi pusat kegiatan wilayah yang menyebabkan tingginya aktifitas manusia dan transportasi di dalamnya. Penelitian ini berfokus pada solusi mengurangi dampak kenaikan suhu yang disebabkan oleh fenomena urban heat island menggunakan metode overlay variabel NDVI, THI, kepadatan penduduk dan penggunaan lahan dengan output berupa penyediaan lokasi ruang terbuka hijau. Hasil penelitian menunjukan total luas lokasi potensial RTH pada perkotaan Banyuwangi sebesar 60,1 Ha atau 0,92% dari total luas wilayah perkotaan Banyuwangi sebesar 6551,04 Ha. Data tersebut menunjukan kenaikan sebesar 2,48% dari total luas gabungan lokasi potensial RTH sebesar 60,1 Ha dan RTH eksisting sebesar 102,4 Ha. Kenaikan persentase RTH secara tidak langsung menambah jumlah media pengontrol iklim mikro sehingga dapat mereduksi suhu panas dan memberikan efek nyaman akan termal bagi masyarakat.
EVALUATION OF FLEXIBLE PAVEMENT DAMAGE DEGREE WITH PAVEMENT CONDITION INDEX METHOD (CASE STUDY: ARGOPURO ROADS - BANYUWANGI STA. 0+000 TO STA. 2+600): Evaluasi Tingkat Kerusakan Perkerasan Lentur dengan Metode Pavement Condition Index (Studi Kasus: Jalan Argopuro - Banyuwangi Sta. 0+000 sampai STA. 2+600) Kriswardhana, Willy; Koesoemawati, Dewi Junita; Susanto, Trio Sagita
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 01 (2018): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.885 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v2i01.6892

Abstract

Argopuro Roads Banyuwangi Regency with a length of 2.6 km is a switching route for heavy vehicles and buses from the north of Banyuwangi to Jember. The increase in traffic volume from year to year as well as the construction of factories and warehouses along the roads resulted in a decrease in road capability to receive loads on it. To know the type and the extent of damage occurring on Argopuro Roads is done a research which will be able to determine the appropriate type of maintenance. The determination of road condition is done by Pavement Condition Index method (PCI). Road improvement is calculated by using the component analysis method from Department of Highways Regulation No. 378/KPTS/1987. Based on the result of research, the index value of pavement condition in survei by using PCI method is 58.07. The improvement of road is done in the segment with the failure condition to the fair with the handling of the improvement in the form of recontruction. Based on the calculation result in this research, it resulted that the pavement structure has thickness of 10 cm surface course, thickness of 25 cm base course, and thickness of 63 cm sub base course. Ruas Jalan Argopuro Kabupaten Banyuwangi dengan panjang ruas 2.6 km merupakan jalur pengalih untuk kendaraan berat dan bus dari arah utara kota Banyuwangi menuju Kota Jember. Adanya peningkatan volume lalu lintas dari tahun ke tahun serta pembangunan sejumlah pabrik dan gudang pada sepanjang ruas jalan tersebut mengakibatkan menurunnya kemampuan jalan untuk menerima beban di atasnya. Untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi pada ruas Jalan Argopuro, dilakukan penelitian yang dapat menentukan jenis pemeliharaan yang sesuai. Penentuan kondisi jalan dilakukan dengan metode Pavement Condition Index (PCI). Perbaikan jalan dihitung dengan menggunakan metode analisa komponen dari peraturan Departemen Bina Marga Nomor 378/KPTS/1987. Berdasarkan hasil penelitian, nilai indeks kondisi pekerasan jalan yang disurvei dengan menggunakan metode PCI yaitu 58,07. Perbaikan jalan dilakukan pada segmen dengan kondisi gagal (fail) hingga sedang (fair) dengan penanganan perbaikan berupa rekonstruksi. Berdasarkan hasil perhitungan pada penelitian ini menghasilkan struktur perkerasan jalan dengan ketebalan tebal lapis permukaan 10 cm, tebal lapis pondasi atas sebesar 25 cm, dan tebal lapis pondasi bawah setebal 63 cm.