Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

“FAMILY HEALING”: PENDAMPINGAN KEPERAWATAN JIWA DALAM MITIGASI DAMPAK PSIKOSOSIAL PASCA BENCANA BANJIR DI KECAMATAN ANGKOLA BARAT, TAPANULI SELATAN Mahnum Lailan Nasution; Wardiyah Daulay; Sri Eka Wahyuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 2 (2026): Vol 8 No. 2 Agustus 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i2.2794

Abstract

Bencana banjir yang berulang di Kecamatan Angkola Barat tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga meninggalkan beban psikologis berupa kecemasan, stres pasca-trauma, dan ketidakpastian emosional dalam unit keluarga. Hingga saat ini, kapasitas keluarga dalam mengenali dan menangani gejala gangguan kesehatan jiwa ringan pasca-bencana masih rendah karena adanya kecenderungan untuk memprioritaskan pemulihan fisik dan ekonomi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memitigasi dampak trauma psikososial melalui pendekatan "Family Healing". Program ini sekaligus berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs Target 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan layanan kesehatan mental berbasis komunitas, serta SDGs Target 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan perempuan sebagai agen perubahan. Kegiatan ini menggandeng Ketua TP-PKK Kecamatan sebagai mitra strategis untuk memberdayakan kader-kader perempuan. Metode yang digunakan meliputi edukasi respons psikologis normal terhadap bencana, pelatihan teknik manajemen stres dan psychological first aid (PFA) sederhana untuk keluarga, serta simulasi pendampingan keperawatan jiwa komunitas berbasis keluarga. Melalui program ini, diharapkan terbentuk kemandirian keluarga dalam melakukan pemulihan psikologis secara internal. Luaran yang ditargetkan mencakup artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi, video edukasi teknik healing di YouTube, publikasi media massa, serta modul panduan praktis untuk kader PKK sebagai instrumen mitigasi dampak psikososial yang berkelanjutan di masa depan.
“PROJIWA”: PROGRAM OPTIMALISASI KESEHATAN JIWA DALAM MITIGASI DAMPAK PSIKOSOSIAL PASCA BENCANA BANJIR PADA SISWA DI KECAMATAN ANGKOLA BARAT, TAPANULI SELATAN Wardiyah Daulay; Mahnum Lailan Nasution; Dina Rasmita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 2 (2026): Vol 8 No. 2 Agustus 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i2.2874

Abstract

Bencana banjir bandang di Kecamatan Angkola Barat, Tapanuli Selatan, merusak infrastruktur pendidikan dan memicu stresor kuat bagi anak usia sekolah berupa kecemasan serta trauma emosional. Kondisi tersebut berisiko menimbulkan gangguan psikologis jangka panjang jika tidak segera ditangani melalui intervensi yang tepat. Program PROJIWA ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan jiwa dan memulihkan resiliensi mental siswa pasca-bencana banjir. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan keperawatan jiwa komunitas, tahap awal dilakukan skrining psikososial untuk memetakan tingkat trauma siswa dan melatih kader kesehatan dalam deteksi dini. Intervensi yang diberikan meliputi teknik stabilisasi emosi (grounding 5-4-3-2-1 dan deep breathing), metode therapeutic play, serta psikoedukasi Family-Centered Care bagi orang tua. Evaluasi efektivitas program diukur melalui analisis pre-post test status psikososial pada siswa. Hasil program menunjukkan peningkatan jumlah siswa dengan status psikososial normal dari 94 anak (84,7%) menjadi 101 anak (91,0%). Jumlah siswa pada kategori berisiko gangguan juga berhasil diturunkan dari 17 anak (15,3%) menjadi 10 anak (9,0%). Uji statistik memperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), membuktikan keberhasilan program dalam mereduksi dampak psikologis negatif. Kesimpulannya, program PROJIWA terbukti efektif memulihkan resiliensi mental dan mengatasi masalah dampak psikososial siswa pasca-bencana banjir