Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Penerapan Terapi Relaksasi Autogenik untuk Mengurangi Cemas pada Pasien Pre OP dengan Kolelitiasis di Ruang Rawat Inap Tulip Lantai 2 Nurul Hasanah; Husnul Khotimah; S. Tauriana
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.84

Abstract

Batu empedu sering terjadi di saluran empedu, sebagian besar batu empedu berasal dari endapan kolestrol yang mengeras menjadi bentukan batu, dan Kondisi tersebut terkadang tidak menimbulkan gejala atau asimptomatik. Cemas suatu keadaan emosi dan pengalaman yang subjektif, objek yang kurang jelas dan biasanya dimanifestasikan dengan perasaan yang tidak nyaman, perasaan yang tidak siap, tidak tenang dan merasa terancam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Penerapan intervensi terapi autogenik untuk mengurangi cemas pada pasien pre op dengan kolelitiasis di ruang rawat inap tulip lantai 2. Metode: teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pendekomentasian, pelaksanaan pemberian terapi autogenik untuk mengurangi cemas pada pasien pre op dengan kolelitiasis. Hasil: setelah dilakukan intervensi dengan menggunakan terapi relaksasi autogenik pada kasus kecemasan pasien pre op terdapat hasil dapat menurunkan kecemasan dengan skala HARS 10 (ringan). Kesimpulan: melihat dari hasil kasus laporan ini, maka penerapan terapi relaksasi autogenik efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre op dengan kolelitiasis.
Fenomenologi Pengalaman Pasien Tentang Perilaku Caring Perawat Menurut Teori Caring Swanson di Klinik Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid Afifatur Rizqiyah; Husnul Khotimah; Vivin Nur Hafifah
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.98

Abstract

Teori caring Swanson menjelaskan tentang proses caring yang terdiri dari proses perawat mengerti kejadian yang berarti didalam hidup seseorang, hadir secara emosional, melakukan suatu hal kepada orang lain sama seperti melakukan terhadap diri sendiri, memberi informasi dan mempermudah jalan seseorang dalam menjalani transisi kehidupan serta menaruh kepercayaan seseorang dalam menjalani hidupnya. Tujuan: Untuk mengetahui Fenomenologi pengalaman pasien tentang perilaku caring menurut teori caring Swanson di klinik Az-Zainiyah pondok pesantren nurul jadid. Metode: Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam semi-terstruktur kepada lima orang partisipan yang pernah rawat inap di Klinik Az-Zainiyah. Hasil: penelitian ini menghasilkan lima tema yaitu (1) Pengalaman pasien tentang sikap peduli perawat yaitu perawat menunjukkan sikap peduli dengan memperlihatkan sikap lemah lembut, baik dan ramah. (2) Pengalaman pasien tentang asuhan keperawatan saat rawat inap yaitu perawat melakukan pengkajian untuk memberikan asuhan keperawatan yang tepat kepada pasien. (3) pengalaman pasien tentang dukungan perawat yaitu perawat memberikan dukungan, memberikan kata semangat kepada pasien saat rawat inap. (4) Pengalaman pasien tentang respon time perawat yaitu perawat merespon dan menanggapi keluhan pasien dengan cepat. (5) Pengalaman pasien tentang tindakan keperawatan yaitu perawat memberikan tindakan pemasangan infus untuk mempermudah perawat dan mengurangi rasa cemas pasien saat pemberian obat melalui injeksi IV.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Kemampuan Komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Rekomendations) Saat Timbang Terima (Handover) di Ruang Rawat Inap RS Rizani Paiton Noer Diana Putri; Husnul Khotimah; Zainal Munir
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.99

Abstract

Komunikasi SBAR merupakan kerangka teknik komunikasi efektif yang disediakan bagi petugas kesehatan dalam menyampaikan kondisi pasien. Kesalahan dalam berkomunikasi SBAR akan menyebabkan dampak yang tidak diinginkan pada pasien. Salah satu faktor yang mempengaruhi komunikasi SBAR adalah pengetahuan dan kemampuan perawat dalam berkomunikasi saat timbang terima. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan kemampuan komunikasi SBAR saat timbang terima di Ruang Rawat Inap RS Rizani Paiton. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian cross-sectional dengan jumlah responden 55 perawat, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Data di analisis menggunakan Uji Gamma. Hasil: Hasil uji korelasi Gamma di dapatkan Nilai p sebesar (0,010) < 0,05 maka Ha diterima dengan artian terdapat hubungan yang signifikan antara Tingkat Pengetahuan Perawat Dengan Kemampuan Komunikasi SBAR saat Timbang terima. Dan nilai Korelasi sebesar 0,602 menunjukkan kekuatan korelasi yang kuat. Kesimpulan: terdapat Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kemampuan Komunikasi SBAR saat Timbang Terima.
Hubungan Persepsi Masyarakat Tentang Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan di Puskesmas Pakuniran Irsi Hajar Aflahah; Husnul Khotimah; Novela Eka Candra Dewi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.149

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan layanan kesehatan yang memberikan kepuasan pada setiap pengguna pelayanan Kesehatan, dengan kepuasan rata-rata masyarakat dan pemberi layanan kesehatan sesuai dengan standar, kode etik profesi dan perkembangan ilmu serta teknologi. Pada penelitian ini membahas tentang hubungan persepsi Masyarakat tentang kualitas pelayanan dengan kepuasan dipuskesmas pakuniran. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan persepsi masyarakat tentang kualitas pelayanan dengan kepuasan dipuskesmas pakuniran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional populasi penelitian ini ialah Masyarakat yang periksa dipuskesmas pakuniran yang rawat jalan berjumlah 275 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan diproleh 162 orang. Pengumpulan data di lakukan dengan kuesioner tertutup responden cukup memilih jawaban dengan pemberian tanda tertentu dari pertanyaan yang di ajukan. pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan uji statistik Korelasi Spearman’s rho, penelitian ini dilakukan dipuskesmas pakuniran pada bulan juli 2023. Hasil: Hasil uji korelasi Spearman, s rho didapatkan nilai P sebesar (0,000) karena nilai P<0,05, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan persepsi masyarakat tentang kualitas pelayanan dengan kepuasan di puskesmas pakuniran di dapatkan hasil dengan kategori kualitas pelayanan dengan baik dan mengatakan puas dengan kualitas pelayanan dipuskesmas pakuniran sesuai dengan persentase 98,8%. Kesimpulan: Terdapat pelayanan kualitas yang baik antara Hubungan Persepsi Masyarakat Tentang Kualitas Pelayanan Dengan Kepuasan diPuskesmas Pakuniran.  
Hubungan Peran Perawat Sebagai Edukator dalam Mencegah Komplikasi Diabetes Mellitus pada Lansia di Puskesmas Kecamatan Gayam Nur Aini; Vivin Nur Hafifah; Husnul Khotimah
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i1.267

Abstract

Diabetes Meliitus (DM) masalah kesehatan global yang signifikan, khususnya di kalangan lansia, yang rentan terhadap berbagai komplikasi serius. Peran perawat sebagai edukator di fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas, sangat krusial dalam upaya pencegahan komplikasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran perawat sebagai edukator dalam pencegahan komplikasi diabetes mellitus pada lansia di Puskesmas Kecamatan Gayam. Metode: penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi uji statistic Rank spearman. Populasi penelitian terdiri dari lansia yang menderita diabetes mellitus dan menerima pelayanan kesehatan di Puskesmas Kecamatan Gayam. Dengan sampel diambil 30 responden dan data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara terstruktur. Variabel independen adalah peran perawat sebagai edukator, sementara variabel dependen komplikasi diabetes mellitus pada lansia. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari variabel independent yakni tersebut semua terdapat variabel dependen: karena nilai (R 1,000) di dapat nilai sebesar (P 0,0000) karena nilai (P <0,05). Kesimpulan: Dari penelitian ini menegaskan pentingnya peran perawat sebagai edukator dalam upaya pencegahan komplikasi diabetes mellitus. Peningkatan kapasitas edukasi perawat dan integrasi program edukasi yang lebih sistematis di Puskesmas dapat lebih efektif dalam mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup lansia yang menderita diabetes mellitus.
Perceived National Health Insurance Financial Compensation and Employee Performance in Primary Health Care: A Cross-Sectional Study Husnul Khotimah; Firasatul Ulum; Joko Prananto
Genius Journal of Nursing Vol. 2 No. 1 (2026): Nursing Education, Emergency Preparedness, and Community Health Practice
Publisher : Genius Publishing (CV. Gerbang Ilmu Nusantara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66763/gjn.v2i1.36

Abstract

Background: Financial compensation is an important factor in human resource management because it may influence employee motivation and performance. In Indonesian primary health care, National Health Insurance capitation funds are used partly for service incentives, but employees may have different perceptions of their fairness and appropriateness. Objectives:  This study aimed to analyze the association between perceived National Health Insurance financial compensation and employee performance in primary health care. Methods: This study used a correlational analytic design with a cross-sectional approach. A total of 37 employees from a public primary health care centre were included using total population sampling. Perceived National Health Insurance financial compensation and employee performance were measured using structured questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistics and Spearman’s rho correlation test. Results: Most respondents disagreed with the distribution of financial compensation (51.4%), and most had moderate performance (62.1%). Spearman’s rho analysis showed a significant positive association between perceived financial compensation and employee performance (r = 0.391; p = 0.017). Conclusions: Perceived National Health Insurance financial compensation was significantly associated with employee performance. Fair, transparent, and performance-oriented compensation management may help strengthen employee motivation and service quality in primary health care.
Studi Fenomenologi: Pengalaman Perawat Dalam Penggunaan APD Untuk Pencegahan Infection Control di Ruang IGD RS Rizani Paiton Probolinggo Husnul khotimah; S. Tauriana; Fatilah
Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/ja.v2i02.497

Abstract

Introduction: Personal Protective Equipment (PPE) is a set of safety equipment used by workers to protect all or part of their body from possible exposure to potential hazards in the work environment for accidents and work-related diseases. A nurse in providing health services to patients must have good knowledge and attitudes regarding the use of PPE in every provision of health services to patients. Compliance with the health and safety behavior of nurses in hospitals is very important, because even the smallest actions of nurses can pose a risk to nurses and patients. Research Method: This research uses a qualitative method with a phonomenological approach, which aims to describe, interpret and analyze data in depth regarding the Phenomenological Study: Nurses' Experiences in Using PPE to Prevent Infection Control in the Emergency Room at Rizani Paiton Hospital, Probolinggo. Six participants were selected based on research criteria and were saturated. Data was collected by in-depth interviews and observation. Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) analysis was used in data analysis. Three themes were identified in this research: (1) experience of using PPE among nurses (2) Prevention and treatment of infections in hospitals (3) Nurse compliance. The research results are supported by the fact that clients use PPE well. It was concluded that there was experience of nurses in using PPE to prevent infection control. The conclusion is that there is a relationship between nurses' compliance in using PPE in the hospital environment.
Penerapan Terapi Brain Gym Terhadap Masalah Gangguan Memori Pada Ny”S” Ahmad Kholid Fauzi; Husnul khotimah; Fatilah
Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/ja.v2i02.507

Abstract

Introduction: One of the major health problems among the elderly is cognitive decline. Disorders in cognitive function usually begin with memory decline or recall (forgetfulness). Cognitive function is the main capital for humans in carrying out their daily life activities. Brain gymnastics is a simple body movement exercise that is done to stimulate the left and right brain (lateral dementia), lighten or relax the front or back of the brain (focusing dementia), and stimulate the system related to feelings or emotions, namely the midbrain (limbic) and cerebrum (central dementia). Research Method: namely using experimental methods, interviews/anamnesis, physical examination and supporting examinations. Results: After the intervention was carried out for 3 days, there was an increase in cognitive function. Conclusion: Brain Gym can improve cognitive function in the elderly.
Dinamika Kepemimpinan Partisipatif dalam Mengatasi Fragmentasi Sosial di Pesantren Husnul Khotimah
Visionaria: Journal of Educational Innovation Management Vol. 1 No. 1 (2025): Mei
Publisher : CV. Laskar Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65678/visionaria.v1i1.145

Abstract

Social fragmentation within organizations often emerges as a consequence of unmanaged cultural and value-based heterogeneity, leading to polarization that undermines internal cohesion. This study aims to explore the dynamics of participatory leadership as a transformative strategy for mitigating social fragmentation, particularly within Islamic boarding schools (pesantren), which are marked by complex social structures and deeply rooted value systems. Employing a qualitative approach with a case study design, the research engages administrators and students (santri) who are actively involved in navigating fragmented social environments. Data were collected through in- depth interviews, participatory observation, and institutional document analysis, and subsequently analyzed using a thematic- constructivist framework to uncover patterns of meaning and social practice. The findings indicate that participatory leadership significantly contributes to social reconciliation by facilitating intergroup interaction, creating inclusive dialogue spaces, and fostering trust-based social capital. This approach has proven adaptive in addressing internal diversity and effective in managing social tension through deliberative engagement. Beyond highlighting the normative dimensions of value-based leadership, the study offers both conceptual and practical contributions to the development of inclusive leadership strategies in Islamic educational institutions. Overall, the findings emphasize the urgency of policy formulation and capacity building for organizational leaders to construct a just, integrative, and resilient social ecosystem.