Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kesalahan Pada Materi Kuantifikasi Menggunakan Matriks Enam Sel Kimura Patar Tamba
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 6 No 2 (2020): Edisi Vol. 6 No. 2 Nopember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v6i2.1053

Abstract

Pernyataan berkuantor adalah topic penting dalam matematika. Calon guru matematika harus memiliki pemahaman yang kuat atasnya. Desain didaktis yang baik harus disusun dalam mempersiapkan calon guru matematika akan hal ini. Salah satu komponen dalam menyusunan desain didaktis adalah analisis kesalahan. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesalahan calon guru matematika pada materi kuantifikasi. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan kerangka matriks enam sel. Matriks ini merupakan bentuk pengorganisasian pernyataan berkuantor berdasarkan komponen pentingnya yaitu kuantor, predikat dan validasi. Penelitian deskriptif terhadap calon guru matematika telah dilakukan. Data dikumpulkan dengan memberikan soal mengenai pernyataan berkuantor pada delapan puluh calon guru matematika. Hasilnya, kesalahan yang dilakukan oleh calon guru matematika dalam membuktikan pernyataan berkuantor tunggal adalah adalah mempertimbangkan atau fokus pada kuantifier tetapi tidak mempertimbangkan predikat, dan mempertimbangkan atau fokus pada predikat tetapi tidak mempertimbangkan kuantifier. Pemahaman yang tidak utuh akan pernyataan berkuantor merupakan penyebab kesalahan ini.
Pre-service primary school mathematics teachers’ beliefs on mathematics assessment Kimura Patar Tamba; Wiputra Cendana; Adegoke Adegbite
Jurnal Prima Edukasia Vol 9, No 2 (2021): July 2021
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpe.v9i2.36815

Abstract

Assessment is an important component in learning mathematics. The practice of mathematics assessment is influenced by teachers' beliefs about the assessment. This study aims to explore the beliefs of primary school mathematics teachers regarding mathematics assessment. The research used quantitative research methods using survey methods to 71 prospective elementary school mathematics teachers. Confidence data regarding mathematics assessment was collected using closed and open questionnaires based on a framework of productive beliefs and unproductive beliefs. Data from closed questionnaires were analyzed using descriptive statistics. Meanwhile, open questionnaire data were analyzed using deductive coding method based on productive and unproductive beliefs. The results showed that prospective elementary school mathematics teachers held mixed beliefs in mathematics assessment. On the one hand, it can be said that the beliefs of prospective elementary school mathematics teachers regarding mathematics assessment tend to be contradictory. These results imply the importance of an attempt to intervene in the beliefs of prospective elementary school mathematics teachers regarding mathematics assessment. Thus, assessment practice can lead to productive assessment, which is to encourage meaningful mathematics learning.
Investigasi Penggunaan Buku Teks Singapura Pada Pembelajaran Matematika Wiputra Cendana; Kimura Patar Tamba
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.js.2023.v13.i1.p68-75

Abstract

Textbooks have a strong influence on curriculum development, learning approaches, activities and even assessments of learning mathematics. The aim of the research is to describe the use of mathematics textbooks based on the Singapore curriculum in mathematics learning. This research is a qualitative research with a case study method. The participant is an elementary school teacher at a school in Tangerang. Data collection was carried out by observation using an observation guide. Data analysis was carried out descriptively using coding. Coding uses Nicol and Crespo's framework regarding the model of using textbooks in mathematics learning, namely adhering, elaboration, and creating and is seen based on the role played by the teacher in the learning process. The results of the study show that the level of teacher use of books is in the adhering category for each teacher's role in using textbooks.
Pre-Service Biology Teachers’ Mathematics Anxiety Kimura Patar Tamba; Jessica Elfani Bermuli
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.2329

Abstract

Kemampuan kuantitatif dibutuhkan calon guru biologi dalam memahami fenomena biologis. Hal pertama yang perlu dilakukan dalam menyelesaikan masalah ini adalah perlunya eksplorasi kondisi kecemasan matematika calon guru biologi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tingkat kecemasan matematika calon guru biologi dan perbedaannya berdasarkan gender dan angkatan masuk kuliah. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner AMAS (Abbreviated Math Anxiety Scale). Data dianalisis dengan menggunakan statistic deskriptif, uji anova satu arah, dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan calon guru biologi memiliki tingkat kecemasan matematika dan kecemasan belajar matematika berdasarkan angkatan dan gender berada pada kategori sedang. Sementara kecemasan evaluasi matematika berada pada kategori tinggi berdasarkan angkatan dan gender.  Hasil penelitian juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan kecemasan matematika, kecemasan belajar matematika, kecemasan atas evaluasi matematika berdasarkan gender dan angkatan. Hasil penelitian ini layak menjadi perhatian dalam pendidikan biologi bahwa perlu dikonstruksi suatu desain didaktis ataupun perubahan kurikulum yang mendorong integrasi dan interdisiplinari matematika dan biologi sehingga kecemasan matematika dapat berkurang. Quantitative ability is needed by prospective biology teachers in understanding biological phenomena. The first thing that needs to be done in solving this problem is the need to explore the condition of pre-service biology teachers’ mathematics anxiety. This study aims to explore the mathematics anxiety level of pre-service biology teachers and their differences by gender and cohort. Data were collected using the AMAS (Abbreviated Math Anxiety Scale) questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics, one-way ANOVA test, and Kruskal-Wallis test. The results showed that pre-service biology teachers had mathematics anxiety levels and mathematics learning anxiety based on cohort and gender were in the medium category. Meanwhile, mathematics evaluation anxiety is in the high category based on cohort and gender. The results also showed that there was no difference between mathematics anxiety, mathematics learning anxiety, anxiety over mathematics evaluation based on gender and cohort. The results of this study deserve attention in biology education that it is necessary to construct a didactic design or curriculum change that encourages integration and interdisciplinary mathematics and biology so that mathematics anxiety can be reduced.
Korelasi antara Keyakinan Belajar dan Pemahaman Konseptual Kalkulus pada Calon Guru Matematika Kimura Patar Tamba; Oce Datu Appulembang; Tanti Listiani
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.527 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v6i1.5315

Abstract

Abstrak. Keyakinan adalah faktor penting dalam mempengaruhi praktek pembelajaran matematika di dalam kelas. Keyakinan belajar kalkulus diasumsikan memiliki korelasi dengan pemahaman konseptual kalkulus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara keyakinan belajar kalkulus dan pemahaman konseptual kalkulus. Penelitian menggunakan metode survei dengan desain cross-sectional terhadap 65 orang calon guru matematika yaitu mahasiswa pendidikan matematika pada semester tiga dan lima. Data keyakinan belajar kalkulus dikumpulkan dengan kuisioner. Data pemahaman konseptual kalkulus dikumpulkan dengan menggunakan instrumen Calculus Concept Inventory.  Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan memakai statistik deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif yang digunakan adalah rata-rata, maksimum, minimum dan standar deviasi. Statistik inferensial yang digunakan adalah korelasi product-moment. Hasil penelitian menunjukkan  tidak terdapat korelasi signifikan antara keyakinan belajar kalkulus dan pemahaman konseptual kalkulus calon guru matematika, calon guru matematika cenderung memegang keyakinan campuran mengenai belajar kalkulus, dan kemampuan pemahaman konseptual calon guru matematika berada pada kategori rendah. Implikasinya adalah pentingnya menerapkan berbagai pendekatan dalam pembelajaran kalkulus karena kecenderungan calon guru matematika memegang keyakinan campuran serta mempertimbangkan faktor lain diluar keyakinan mengenai belajar kalkulus. Kata Kunci: Keyakinan belajar kalkulus, Pemahaman konseptual kalkulus, Calculus concept inventory
Pembuat Nol sebagai Hambatan Didaktis dalam Pertidaksamaan Kuadrat Kimura Patar Tamba; Meiva Marthaulina Lestari Siahaan
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 4, No 2 (2020): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.35 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v4i2.3614

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan didaktis pada pertidaksamaan kuadrat. Pilihan didaktis sering didasarkan pada intuisi guru akan kompleksitas dan ketidaklengkapan informasi akan sebuah pendekatan. Melalui analisis didactical obstacles, guru dapat menghindari atau setidaknya berhati-hati pada suatu pendekatan yang terlihat sederhana dan mudah, tetapi menuntun pada terjadinya hambatan belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretif dalam kerangka penelitian desain didaktis. Penelitian dilakukan pada 105 siswa kelas IX dan satu orang guru pada salah satu Sekolah Menengah Atas di Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui soal tes pertidaksamaan kuadrat, analisis buku pegangan guru, wawancara siswa dan guru. Hasil pekerjaan siswa atas soal pertidaksamaan kuadrat dianalisis untuk melihat cara mengetahui siswa dan pemahaman siswa. Cara mengetahui ini akan dibandingkan dengan pilihan didaktis yang digunakan guru. Hasil penelitian menunjukkan terdapat didactical obstacles dalam pertidaksamaan kuadrat. Hambatan didaktis tersebut adalah penggunaan metafora pembuat nol sebagai konsep utama dalam penyelesaian pertidaksamaan kuadrat. Pembuat nol ini merupakan implikasi dari penggunaan pendekatan sign chart. Untuk itu guru perlu berhati-hati menggunakan pendekatan garis bilangan dan metafora pembuat nol sebagai pilihan pendekatan didaktis. Penggunaan pendekatan dengan lintasan belajar yang dimulai dari pendekatan fungsi, dapat dipertimbangkan guru dalam pembelajaran pertidaksamaan kudarat.Kata Kunci: Pembuat Nol, Hambatan Didaktis, Pertidaksamaan Kuadrat.
Penguatan Numerasi di SD Persatuan Binong Oce Datu Appulembang; Bertha Natalina Silitonga; Ganda Sari; Kimura Patar Tamba
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11372

Abstract

ABSTRAK Numerasi merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian dalam Pendidikan masa kini di Indonesia. Dikatakan bahwa penguasaan akan numerasi, membawa kita kepada kepekaan terhadap numerasi itu sendiri (sense of numbers) dan kaitannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membawa kepada kemampuan memelihara dan mengelola SDA dan persaingan dengan SDM dari berbagai negara. Guru perlu mendapatkan pelatihan dalam menerapkan metode pembelajaran, memilih, membuat, dan memodifikasi permasalahan sehari-hari yang dapat digunakan di dalam pembelajaran di kelas dan untuk penilaian. Hal ini menjadi permasalahan yang dihadapi oleh guru-guru di Sekolah Persatuan Binong yang belum mendapatkan penguatan pendampingan dalam hal numerasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penguatan numerasi di SD Persatuan Binong dan menumbuhkan motivasi bagi guru-guru mengenai gerakan numerasi di SD Persatuan Binong. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pelatihan dalam bentuk diskusi, tanya jawab dan workshop. Pelatihan penguatan numerasi memberikan dampak positif terhadap guru-guru di SD Persatuan Binong akan numerasi, merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang mendukung numerasi. Anak-anak juga semakin tertarik dalam belajar, memiliki keterampilan numerasi yang baik dan juga guru-guru dapat memiliki wawasan yang semakin luas.  Kata Kunci: Guru, Numerasi, Pelatihan, Siswa  ABSTRACT Numeration is one of the things that are of concern in today's education in Indonesia. It is said that mastery of numeracy leads us to a sense of numbers and their relation in everyday life. This leads to the ability to maintain and manage natural resources and competition with human resources from various countries. Teachers need training in applying learning methods, selecting, creating, and modifying everyday problems that can be used in classroom learning and for assessment. This is a problem faced by teachers at Binong Unity School who have not received strengthening assistance in terms of numeracy. The purpose of this activity is to strengthen numeracy at SD Persatuan Binong and foster motivation for teachers about the numeracy movement at SD Persatuan Binong. The method used in this activity is training in the form of discussions, questions and answers, and workshops. Numeracy strengthening training has a positive impact on teachers at SD Persatuan Binong on numeracy, planning, and implementing learning that supports numeracy. Children were also increasingly interested in learning, have good numeracy skills, and also teachers can have broader insights.   Keywords: Teacher, Numeracy, Training, Students
Keyakinan Epistemologis dan Belajar-Mengajar Matematika Calon Guru Matematika Sekolah Dasar Tamba, Kimura Patar; Cendana, Wiputra; Pratiwi, Jesica
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.573

Abstract

Keyakinan epistemologis guru terhadap matematika akan mempengaruhi keyakinannya dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keyakinan epistemologis, keyakinan belajar-mengajar matematika serta hubungan keduanya pada calon guru matematika sekolah dasar. Kami menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan survei, yang dilakukan kepada 71 orang mahasiswa calon guru sekolah dasar. Hasil penelitian dipaparkan menjadi dua bagian. Hasil pada bagian pertama yaitu deskripsi keyakinan epistemologis akan matematika dan keyakinan akan belajar- mengajar matematika dari calon guru sekolah dasar, menunjukkan bahwa calon guru sekolah dasar lebih cenderung menyakinan matematika adalah pengetahuan statis. Hasil bagian kedua yaitu analisis korelasi antar keyakinan epistemologis akan matematika dengan keyakinan akan belajar-mengajar matematika, menunjukkan bahwa calon guru sekolah dasar cenderung memegang kedua keyakinan epistemologi statis dan dinamis akan matematika. Penelitian ini memberikan implikasi praktis dalam pendidikan, khususnya pendidikan guru sekolah dasar. Temuan ini mengimplikasikan bahwa untuk mengubah praktik belajar-mengajar matematika, harus dimulai dengan menguji ataupun mengubah keyakinan calon guru sekolah dasar mengenai epistemologi matematika.
PENERAPAN METODE TEAM TEACHING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMA KRISTEN ABC SUKOHARJO [THE IMPLEMENTATION OF THE TEAM TEACHING METHOD IN LEARNING MATHEMATICS AT ABC CHRISTIAN HIGH SCHOOL IN SUKOHARJO] Damanik, Remika Yulia Sari; Siahaan, Meri Fuji; Tamba, Kimura Patar
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 1, No 2 (2018): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v1i2.815

Abstract

The team teaching method is a teaching method that is carried out by more than one teacher in a group of similar students by distributing their tasks, watching over them with one and another, evaluating the lesson, and complimenting each other to increase the learning outcomes of the students. The aims of this research was to analyze the implementation of the team teaching method in  mathematics learning at ABC Christian High School in Sukoharjo. Mathematics aims to deepen students' understanding of God's creation and how it helps them to fulfill their calling. The research was conducted from July 18, 2016, to November 4, 2016. The subjects were the vice principal, mathematics teachers, and 29 students. This research was a case study research about the implementation of the team teaching method in mathematics learning at ABC Christian High School in Sukoharjo. The research instruments used were interview and documents. The results showed that the implications of the team teaching method were a semi full team teaching, where the teacher teaches with a division of tasks, materials, and hours in learning mathematics. The team teaching method with material distribution and teaching hours helped to overcome the teachers' situation and the learning needs of mathematics at the school, but students found it difficult to follow the teaching team's method as they were studying two different topics in a week.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Metode team teaching adalah metode pembelajaran yang dilaksanakan oleh lebih dari satu orang guru pada sekelompok siswa yang sama dengan cara membagi tugas, bersama-sama mengamati siswa, mengevaluasi pengajaran dan saling mendukung untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan metode team teaching dalam pembelajaran matematika di SMA Kristen ABC Sukoharjo. Matematika bertujuan untuk memperdalam pengertian siswa tentang ciptaan Allah dan bagaimana pengertian itu membantu mereka untuk memenuhi panggilan mereka. Penelitian dimulai sejak tanggal 18 Juli 2016 sampai 4 November 2016. Subjek penelitian yaitu wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru matematika sebanyak empat orang, dan siswa sebanyak 29 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus tentang penerapan metode team teaching dalam pembelajaran matematika di SMA Kristen ABC Sukoharjo. Instrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara, observasi sebanyak tujuh belas kali dan dokumen. Hasil analisis data menunjukkan bahwa metode team teaching yang diterapkan di SMA Kristen ABC Sukoharjo merupakan semi full team teaching, dimana guru mengajar dengan pembagian tugas, materi dan jam pada pembelajaran matematika. Metode team teaching dengan pembagian materi dan jam mengajar membantu mengatasi keadaan guru dan kebutuhan pembelajaran matematika di sekolah tersebut, namun siswa kesulitan mengikuti penerapan metode team teaching karena mempelajari dua topik yang berbeda dalam seminggu. 
IMPLIKASI PENDIDIKAN YANG BERPUSAT PADA KRISTUS DALAM KELAS MATEMATIKA [THE IMPLICATIONS OF CHRIST-CENTER EDUCATION FOR MATHEMATICS CLASSES] Saragih, Melda Jaya; Hidayat, Dylmoon; Tamba, Kimura Patar
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol 2, No 2 (2019): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v2i2.1695

Abstract

The purpose of education is to develop the potential of students to become human beings who believe and fear God Almighty, have noble character, are healthy, knowledgeable, capable, creative, independent, and become democratic and responsible citizens. But in practice, much education separates science and faith in God. Christian education allows students to get to know God more and develops the potential of each student according to God's truth and purpose. Mathematics learning should be a tool to bring students to see and admire God as the great Creator. Investigation and discovery in learning mathematics should acknowledge some of God's attributes and allow students to admire the beauty of mathematics and to praise God.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Tujuan pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Namun pada pelaksanaannya, banyak pendidikan memisahkan ilmu pengetahuan dan iman kepada Tuhan. Pendidikan Kristen membawa siswa untuk semakin mengenal Tuhan, mengembangkan potensi setiap peserta didik sesuai dengan kebenaran dan maksud Tuhan. Pembelajaran matematika seharusnya menjadi alat untuk membawa siswa semakin melihat dan mengagumi Allah sebagai Pencipta yang agung. Melalui investigasi dan penemuan dalam belajar matematika seharusnya menjadi pengakuan dari beberapa atribut Allah yang membawa siswa untuk mengagumi keindahan matematika dan membawa siswa untuk memuji Tuhan.