Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Sustainability Analysis Of Communal IPAL Institution Lubis, Lunariana; Wahyudi, Agus; Arieffiani, Deasy
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 1/April (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v12i1.2974

Abstract

Abstrak Penanganan air limbah domestik merupakan salah satu permasalahan lingkungan di Surabaya. Selain dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, air limbah juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Salah satu cara untuk mengolah air limbah adalah InstaIasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal. Salah satu IPAL Komunal yang ada di Surabaya terletak di Jalan Granting gang 1 Kelurahan Simokerto, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya. Keberadaan IPAL Komunal tersebut memberikan manfaat bagi kelesterian lingkungan hidup, terutama kebersihan sungai di Kelurahan Simokerto namun kemanfaatan tersebut semakin berkurang karena keberlanjutan kelembagaannya yang semakin melemah. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk menjelaskan dan mengkaji serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat kelembagaan dalam pengelolaan sanitasi berbasis masyarakat pada kelembagaan Kelompok Swadaya Masyarakat Pengelola IPAL Komunal Jalan Granting gang 1 Kelurahan Simokerto Kecamatan Simokerto Kota Surabaya. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara, pengamatan langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan analisa kelembagaan dalam 3 (tiga) pilar atau aspek, yakni pilar regulatif, pilar normatif, pilar dan pilar kultural kognitif bahwa kelembagaan IPAL Komunal di Jalan Granting gang 1, Kelurahan Simokerto, Kecamtan Simokerto, Kota Surabaya memerlukan regenerasi organisasi agar keberlanjutan kelembagaan IPAL Komunal ini dapat terus berjalan. Kata Kunci : Keberlanjutan, Kelembagaan, IPAL Komunal Abstract Domestic wastewater management is one of the environmental problems in Surabaya. It is not only causing environmental pollution but also health problems. One way to treat wastewater is through communal wastewater management installation (IPAL). One of the Communal IPAL in Surabaya is located in Granting street 1st block Simokerto sub-district in Surabaya. The existence of communal IPAL provides benefits for environmental sustainability, especially the cleanliness of rivers in Simokerto, but the benefits are decreasing due to the weakening of institutional sustainability. Furthermore, this qualitative research uses a case study approach that aims to explain and examine the factors that support and hinder institutions in community-based sanitation management at the community organization for IPAL management community Granting Street 1st Block, Simokerto sub-district. Data collection is conducted through the interview, direct observation, and documentation. The results of the research are obtained by using institutional analysis in three pillars or aspects, namely the regulative, normative, cognitive cultural pillars that communal IPAL requires organizational regeneration so that the sustainability of this institution can continue to serve. Keywords: sustainability, institutional, communal IPAL, wastewater management DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v12i1.2974
ANALISIS KEBIJAKAN PENILAIAN PANDU (PILOT ASSESMENT) DI KANTOR KESYAHBANDARAN UTAMA (KSU) TANJUNG PERAK SURABAYA Yuliansyah; Budi Rianto; Sudirman; Lunariana Lubis
ASKETIK: JURNAL AGAMA DAN PERUBAHAN SOSIAL Vol. 6 No. 1 (2022): Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial
Publisher : Prodi Sosiologi Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.081 KB) | DOI: 10.30762/asketik.v6i1.191

Abstract

The Harbormaster of Tanjung Perak Surabaya (KSU) conducts an assessment of the personnel on duty, namely the Pilot Assessment in order to improve the quality of service for ship delaying activities and to realize safety and security in the waters of the Tanjung Perak Port, Surabaya. KSU Tanjung Perak Surabaya issued a decree number: HK.207/01/15/SYB-Tpr-18 regarding the operational system and procedures for ship scouting and towing services in the obligatory scout waters of the Tanjung Perak Port Surabaya and Port of Gresik. The purpose of this study was to analyze the implementation of the pilot assessment policy at KSU Tanjung Perak Surabaya. The theory of implementation of the Van Meter and Van Horn policies used in this study has 6 (six) variables that form the linkage between policy and performance. This study uses a qualitative method with a case study approach to collect data through interviews, observations and documentation, then the data obtained are analyzed interactively. The results obtained are the implementation of the Pilot Assessment Policy carried out by KSU Tanjung Perak Surabaya has been running optimally and in accordance with applicable regulations.
Optimalisasi Sistem Pelayanan Rakyat Sidoarjo (SIPRAJA) Menuju Kalanganyar sebagai Desa Digital M. Husni Tamrin; Sri Umiyati; Deasy Arieffiani; Lunariana Lubis; Arie Ambarwati; Zainal Abidin Achmad
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2022.v6i2.3612

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan publik dengan memanfaatkan sistem informasi menuju desa digital. Kebutuhan masyarakat tentang kualitas pelayanan publik yang efektif dan efisien menjadi sebuah keniscayaan. Pemerintah Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah menerapkan pelayanan berbasis digital yang dinamakan SIPRAJA (Sistem Pelayanan Rakyat Sidoarjo) sesuai dengan Surat Edaran Bupati Sidoarjo tentang kewajiban bagi seluruh desa untuk memanfaatkan aplikasi tersebut. Akan tetapi, partisipasi dan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan SIPRAJA masih rendah sehingga aplikasi hanya dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat saja. Metode pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi tiga tahapan pelaksanaan, yaitu brainstorming, sosialisasi, dan pendampingan. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini, pemerintah desa memahami tentang pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Selanjutnya, pemerintah desa juga berhasil memberikan arahan dan meningkatkan jumlah partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan aplikasi SIPRAJA. Dengan demikian, pelayanan publik di Desa Kalanganyar dapat berjalan secara optimal dengan memanfaatkan aplikasi tersebut.
Efektivitas Program Inaportnet Dalam Pelayanan Penerbitan Surat Pemberitahuan Kedatangan Kapal (Pkk) di Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Kota Surabaya Syafira Dyah Anggaraini; Lunariana Lubis
Aplikasi Administrasi: Media Analisa Masalah Administrasi Volume 25 Nomor 1
Publisher : Faculty of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/aamama.v25i1.138

Abstract

The increase of ship services every year needs implementation at the Port effectively. The purpose of this study was to describe and analyze the effectiveness and supporting and inhibiting factors of the Inaportnet program (online service for issuing Ship Arrival Notifications) at the Tanjung Perak Main Port Authority, Surabaya. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The theory used is a modification of the theory from Budiani and Sutrisno which said there are 6 aspects, namely Program Understanding, Target Accuracy, Timeliness, Goal Achievement, Program Monitoring, and Real Change. The results of the study showed that the effectiveness of the Inaportnet program has been running effectively. However, one aspect was found, namely the Program Understanding Level that had not run optimally. The supporting factor for the program is the ability of competent Human Resources to complete their duties. However, the service continues to run manually. This study recommends increasing the explanation of information about the program through video tutorials that are uploaded on social media.
Stakeholder Collaboration in the Development of Essential Ecosystem Area M. Husni Tamrin; Lunariana Lubis
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 39, No. 1, (Juni 2023) [Accredited Sinta 2] No 10/E/KPT/2019]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.085 KB) | DOI: 10.29313/mimbar.v39i1.2065

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the process of collaborative governance in the development of the Ujungpangkah Mangrove (MUP) Essential Ecosystem Area (KEE) in Gresik Regency, East Java which has been established by the Governor of East Java in 2020. Collaboration between government and non-government is seen from the aspect of their respective roles each stakeholder, common understanding and goals, clarity of roles and responsibilities of each party, commitment of stakeholders in carrying out roles and responsibilities, reciprocal relationships and dependencies as well as potential conflicts and efforts made to resolve these conflicts for the sustainability of KEE-MUP as an ecotourism destination. This research uses a qualitative method with a case study approach. The results show that the dynamics of collaborative governance are not good, this can be seen from the unclear understanding and common goals among stakeholders. The collaboration scheme carried out by the government to build trust and commitment in the development of KEE must be carried out so that the roles of each stakeholder are clearly known. With these facts, common perceptions between stakeholders are needed as well as arrangements for rights and obligations in effective management, each stakeholder must bear the costs of managing KEE which is his responsibility, and is entitled to benefit from managing KEE through activities that are legally justified. As well as a partnership mechanism between stakeholders in the management of KEE, the mechanism for sharing costs and benefits must be regulated in a transparent, fair and fulfilling the principle of equality.
PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA KECIL MENENGAH KERUPUK IKAN MELALUI INOVASI PENGEMASAN DAN ONLINE MARKETING DI DESA KALANGANYAR, KECAMATAN SEDATI, KABUPATEN SIDOARJO Dewi Casmiwati; Lunariana Lubis; Sri Hartati; Rini Fatmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pesisir VOLUME 1 NOMOR 1
Publisher : Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jpmp.v1i1.85

Abstract

Yang menjadi mitra dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini ialah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kerupuk ikan di Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. Yang menjadi masalah mitra adalah (1) Pengemasan yang menggunkan plastik biasa dan belum adanya merek; (2) Pemasaran yang masih mengandalkan pesanan dan dititipkan ke toko. Solusi yang ditawarkan adalah (1). Mengenalkan pengemasan yang menarik, higienis dan mencatumkan merek, serta (2). melatih pemasaran secara online. Tujuannya UMKM bisa melakukan pengemasan lebih menarik dan ber-merek serta online marketing yang bisa menjangkau wilayah di luar Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan ialah melalui sosialisasi, pelatihan dan pendampingan ke UMKM tentang pengemasan dan online marketing. Evaluasi dilakukan dengan menilai kemampuan UMKM dalam pengemasandan online marketing. Hasilnya adalah UMKM Kerupuk Ikan sudah memiliki pengemasan produk dan PIRT. Mereka juga bisa melakukan online marketing, mulai dari menawarkan produknya, menjawab pertanyaan konsumen sampai melakukan transaksi. Dampaknya ialah pendapatan UMKM meningkat meskipun kecil. Adapun yang menjadi faktor pendorong kegiatan Penmas ialah UMKM Kerupuk Ikan mau mengikuti setiap program dan melanjutkan hasil pelatihan, sementara penghambarnya mereka belum terbiasa menggunakan media sosial secara rutin. Oleh karena itu ke depan, perlu adanya pendampingan secara berlanjut.
Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sungai Brantas Kota Surabaya Pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Jarot Prianggoro; Agus Subianto; Sri Umiyati; Lunariana Lubis
Jurnal ilmiah Manajemen Publik dan Kebijakan Sosial Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jmnegara.v5i2.3213

Abstract

Objek penelitian adalah implementasi kebijakan pengelolaan sungai pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, khususnya Sungai Brantas yang mengalir melalui Kota Surabaya. Kebijakan Pengelolaan Sungai telah dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2016 yang mencakup konservasi, pemanfaatan dan pengendalian kerusakan air. Kondisi sungai Brantas telah tercemar oleh aktivitas masyarakat, oleh karena itu diperlukan pengawasan dan pencegahan pencemaran sungai dalam konservasi sungai yang mana standar kualitas air sungai menjadi syarat untuk kebutuhan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan sungai di Kantor Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur; dan (2) menganalisis dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasi kebijakan. Teori Merillee S. Grindle yang digunakan dalam penelitian ini dalam mendefinisikan keberhasilan implementasi kebijakan adalah Isi Kebijakan dan Konteks Implementasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi kasus dalam pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif dan dikembangkan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian sebagai berikut bahwa implementasi kebijakan pengelolaan sungai Brantas di hilir Kota Surabaya yang meliputi pencegahan pencemaran akibat pembuangan sampah dan air limbah belum optimal sehingga perlu adanya keterpaduan sinergi dan kolaborasi yang baik antar stakeholder dalam rangka mencapai tujuan implementasi kebijakan.
Identifikasi Pengukuran Indeks Kerentanan Sosial Daerah Rentan Bencana Di Jawa Timur Sudirman Sudirman; Arie Ambarwati; Lunariana Lubis
Jurnal ilmiah Manajemen Publik dan Kebijakan Sosial Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Manajemen Publik dan Kebijakan Sosial
Publisher : Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jmnegara.v6i2.5125

Abstract

Letak geografis dan topografi Indonesia yang berada di cincin api menempatkan Indonesia pada risiko tinggi mengalami bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Bencana selalu mengakibatkan kerugian harta benda dan manusia serta seringkali menyebabkan kehancuran komunitas tertentu. Demografi multietnis di Jawa Timur, provinsi dengan pertumbuhan tinggi terbesar kedua di Indonesia, memungkinkan terjadinya konflik sosial yang dapat mengakibatkan bencana dan kerugian material dan tidak berwujud. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisis faktor-faktor yang mengukur nilai indeks kerentanan sosial di daerah rawan bencana di Jawa Timur. Dalam penelitian untuk mengukur faktor indeks kerawanan sosial di daerah rawan bencana di Jawa Timur digunakan metode analisis data statistik deskriptif kuantitatif yang disebut analisis faktor dan analisis skoring. Hasil survei mengungkapkan empat faktor utama yang menentukan tingkat kerentanan sosial lokal di delapan kabupaten/kota. Faktor utama adalah faktor I: komposisi rumah tangga berkebutuhan khusus dan berpendidikan rendah (cacat, rasio usia, pendidikan dasar), faktor II: status sosial (status pekerjaan, tingkat bantuan sosial, status perkawinan), faktor III: Faktor ekonomi. Status dan Pendidikan Menengah (Pendapatan, Pendidikan Menengah, Faktor IV : Pendidikan Tinggi (Perguruan Tinggi dan SMA)) Keempat faktor dominan inilah yang kemudian digunakan untuk menghitung kerawanan sosial regional di delapan kabupaten/kota di Jawa Timur.
Model Kolaborasi Stakeholders Dalam Pengembangan Desa Wisata Ketapanrame Berbasis Pentahelix Gading Berlian Wati Nur Kumala; Atha Nabila Raharjo; Moh. Musleh; Lunariana Lubis
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 10, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Department of Public Administration, Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjap.v10i2.15366

Abstract

Penelitian ini membahas model kolaborasi stakeholders dalam pengembangan Desa Wisata Ketapanrame dengan pendekatan pentahelix, berdasarkan teori DeSeve. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran serta kontribusi masing-masing stakeholders yang terdiri dari pemerintah, akademisi, komunitas, bisnis, dan media dalam memajukan desa wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang efektif antara kelima elemen pentahelix tersebut mampu menciptakan sinergi yang positif dalam pengembangan pariwisata desa. Pemerintah berperan dalam penyediaan regulasi dan dukungan infrastruktur, akademisi memberikan kontribusi melalui penelitian dan pendidikan, komunitas lokal berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan wisata, sektor bisnis mendukung melalui investasi dan kemitraan, serta media berperan dalam promosi dan publikasi. Implementasi model kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi pengembangan desa wisata lainnya di Indonesia, dengan menekankan pentingnya kerjasama multi-stakeholder untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan desa wisata berbasis pentahelix merupakan strategi yang efektif dalam mengoptimalkan potensi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
PENGEMBANGAN DESA WISATA PANDEAN TRENGGALEK Prasetio, Muchammad Andika; Agustian, Anditiya Tri; Satyas, Farhan Ramadani; Taufik, Wildan; Lubis, Lunariana
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 14, No 1 (2024): Dinamika Governance - APRIL
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v14i1.4346

Abstract

Salah satu upaya pembentukan perekonomian Indonesia adalah melalui destinasi pengembang wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi pengembangan desa wisata Pandean kabupaten Trenggalek. Sebutan desa wisata erat kaitannya dengan industri Pariwisata. Pasalnya daerah tersebut cukup menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal. Sumber informasi desa wisata didapatkan dari data primer wawancara dengan menggunakan kuisioner yang mengacu pada penggalian informasi berdasarkan parameter potensi desa wisata yang digunakan, kuisioner ini diajukkan pada informan perwakilan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) tiap desa wisata di wilayah kajian. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif, yaitu untuk memberikan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta pegembangan pariwisata Desa Wisata Pandean. Tempat atau wilayah (lokus) pelaksanaan penelitian ini adalah di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, sedangkan situs dalam penelitian ini adalah Desa Wisata Pandean Rivertubing Watu Kandang.