This Author published in this journals
All Journal AGROEKOTEKNOLOGI
Lahmuddin Lubis
Universitas Sumatera Utara

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengujian Berbagai Jenis Bahan Aktif Terhadap Penyakit Jamur Akar Putih (JAP) (Rigidoporus microporus (Swartz: Fr.)) di Areal Tanpa Olah Tanah (TOT) Lydia Manurung; Lahmuddin Lubis; Marheni Marheni; Cici Indriani Dalimunthe
Jurnal Agroekoteknologi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.156 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v3i1.9379

Abstract

The objective of the research was to test of various types of active ingredient to White Root Disease(WRD) (Rigidoporus microporus (Swartz: Fr)) Without Tillage Area (WTA). This research wasconducted in the experimental garden of Sungei Putih, Deli Serdang with a height of ± 80 m aslfrom March 2014 until June 2014. The method used was Randomized Blok Design non factorial in3 replications. The factor was used active ingredients the pathogens aktif (triadimefon,Trichoderma sp, endophytic bacteria, bangun-bangun leaf extract, liquid smoke and water.Parameters observed were attack intensity, stem diameter and plant height. The results showed thatdifferent types of active ingredients very significant effect on the attack intensity and plant heightbut significant effect in stem diameter. The best result to suppress the intensity of theA (triadimefon) of 0% and C (endophytic bacteria) of 1.67%. The best result to increase in thediameter and plant height on B (Trichoderma sp) of 57.05% and 72.14%.Key words: active ingredients, Rigidoporus microporus, rubber, without tillage area
Uji Efektivitas JamurMetarhizium anisopliae (Metch.) dan Helicoverpa armigera Nuclear Polyhedrosis Virus (HaNPV) terhadap Larva Penggerek Tongkol Jagung Helicoperva armigera Hubner (Lepidoptera: Noctuidae) di Lapangan Debi Sabrina Ompusunggu; Syahrial Oemry; Lahmuddin Lubis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.415 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v3i2.10366

Abstract

The aim of this research was to know effective concentrationof M. anisopliae and HaNPV to Helicoperva armigera in the field. This research was carried out in Desa Tanjung Makmur Subdistrict Tandem Hulu 1 District Deli Serdang. This research used sampling random technique non factorial with seven treatments and four replications. They were the result showed that the highest larvae population was control (1.35) and the lowest was HaNPV 6g/liter of water (0.10). The highest of attacked intensity was control (38.75% ) and the lowest was HaNPV 6g/liter of water (2.50%). The highest production was HaNPV 6g/liter of water (261.09 g) and the lowest was M. anisopliae 4g/liter of water(234.45 g).Keywords : Helicoverpa armigera, Metarhizium anisopliae, Helicoverpa armigera Nuclear Polyhedrosis Virus (HaNPV).
Uji Patogenitas Jamur Cordyceps militaris L. terhadap Ulat Api (Setothosea asigna E.) (Lepidoptera : Limacodidae) di Rumah Kasa Leo Alvian Ginting; Syahrial Oemry; Lahmuddin Lubis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.338 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v3i2.10367

Abstract

This study aims to study phatogenicity of C. militaris against S. asigna larvae in screen house. This study research using completely randomized design (CRD) nonfactorial with seven treatments and four replications, namely control, 10, 15, 20, 25, 30 and 35 grams C. militaris with corn media. The results showed that the application C. militaris in corn media was highly significant affected the mortality percentage of larvae S. asigna on obsevation four days after application and six days after the application. The highest mortality percentage on four days after application on C. militaris 35 gr (25%) and the lowest on C. militaris 10 grams (7.50%). The highest mortality percentage on six days after the application on C. militaris 35 grams, C. militaris 30 grams and C. militaris 25 grams (100%) and the lowest on C. militaris 10 grams (85%). Larvae S. asigna was infected by C. militaris suffered mimification and after afew days grow colonies colored white fungus (micelium) around the larva body.Keywords : Setothosea asigna, Cordyceps militaris, mortality percentage, corn media
Uji Daya Hidup Rayap Tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren) (Isoptera : Rhinotermitidae) dalam Berbagai Media Kayu di Laboratorium Aditia Exaudi tampubolon; Syahrial Oemry; Lahmuddin Lubis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.617 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v3i3.10718

Abstract

This research aims to determine the viability of subterranean termites (Coptotermes curvignathus Holmgren) in some media wood in laboratory. The study was conducted at Plant Pest Laboratory, Agroecotechnology Program Study, Faculty of Agriculture, University of Sumatera Utara, Medan from March to May 2014. It was done by using Completely Randomized Design (CRD) non factorial with ten treatments and three replications: control, rubber wood, jackfruit wood, mango wood, guava wood, tead, duku wood, palm wood, mahogany and guava wood. The results showed that the highest mortality in mahogany wood 8.04%. The lowest residue of wood was in mahogany 0.84 g.Keywords: Coptotermes curvignathus, mortality, wood
Distribusi Peta Awal Serangan Penyakit Jamur Akar Putih (Rigidoporus microporus (Swartz: Fr)) pada Beberapa Perkebunan Karet Rakyat di Kabupaten Asahan Maya Sari Rahayu; Lahmuddin Lubis; Syahrial Oemry
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.702 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.14190

Abstract

Kabupaten Asahan merupakan wilayah pertanaman karet yang masih rendah produktivitasnya di Sumatera Utara, salah satu penyebabnya adalah penyakit jamur akar putih dengan kerugian mencapai Rp. 1 miliar (8.53%) per tahunnya. Penelitian bertujuan untuk melakukan pemetaan serangan penyakit dan mengetahui keparahan penyakit jamur akar putih pada beberapa perkebunan karet rakyat di Kabupaten Asahan. Penelitian dilaksanakan di kebun karet rakyat Desa Aek Teluk Kiri Kecamatan Teluk Dalam, Desa Kampung Baru dan Silomlom Kecamatan Simpang Empat, Desa Sei Pulo Pale dan Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu dan Laboratorium Riset dan Teknologi Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara pada bulan Juli sampai Oktober 2015. Penelitian menggunakan metode survei dan pembuatan peta menggunakan Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian menunjukkan distribusi peta serangan penyakit jamur akar putih tersebar pada letak geografis 2°83.167'54.5" - 2°91.055'23.4" LU dan 99°61.997'34.7" - 99°73.535'64.9" BT, keparahan penyakit tertinggi terdapat di kebun Desa Sei Alim Ulu Kecamatan Air Batu yaitu 52,50%, terendah di kebun Desa Silomlom Kecamatan Simpang Empat yaitu 3,10%.  Hasil rata-rata kuisioner menunjukkan bahwa kurangnya keperdulian para petani dalam melakukan pengendalian yang optimal sehingga serangan penyakit dapat menyebar cepat.
Hubungan antara Anatomi Daun dengan Ketahanan Penyakit Gugur Daun pada Tanaman Karet (Hevea brassiliensis Muell. Arg) Rini Junita; Lahmuddin Lubis; Mukhtar Iskandar Pinem; Cici Indriani Dalimunthe
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.678 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.14191

Abstract

Penyakit gugur daun merupakan penyakit yang penting pada tanaman karet. Penyakit daun tersebut dapat menyerang di pembibitan, tanaman muda, tanaman menghasilkan, tanaman tua dan di tanaman entress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anatomi daun dengan ketahanan klon karet anjuran terhadap penyakit gugur daun pada tanaman karet. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Silang dan Laboratorium Proteksi Tanaman Balai Penelitian Sungei Putih. Penelitian di lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial untuk menentukan intensitas serangan sedangkan penelitian di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial untuk menentukan anatomi daun dengan 2 faktor yakni faktor 1 terdiri dari 14 klon ( RRIC 100, PB 260, IRR 112, IRR 118, IRR 104, IRR 5, IRR 220, IRR 230, IRR 119, PB 330, PB 340, BPM 24, GT-1, dan AVROS 2037)   dan faktor 2 terdiri dari 3 penyakit gugur daun (Oidium heveae, Colletotrichum gloeosporioides dan Corynespora casiicola) dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  intensitas serangan dari ketiga penyakit gugur daun yang tertinggi pada klon BPM 24 sebesar 0,72%, O. heveae yang banyak menyerang klon karet sebesar 1,04%, interaksi antara klon dan penyakit gugur daun tidak berpengaruh nyata, stomata yang terbanyak yakni pada klon RRIC 100 sebesar 1772,85, kutikula yang paling tebal terdapat pada klon RRIC 100 sebesar 4,611 µm, antara intensitas serangan, jumlah stomata dan ketebalan kutikula tidak ada korelasi.
Indeks Keanekaragaman Jenis Serangga pada Fase Vegetatif dan Generatif Tanaman Kedelai (Glycine max Merill) di Lapangan veronika vero sidabutar; marheni marheni; Lahmuddin Lubis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.789 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i2.15546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman jenis serangga pada tanaman kedelai pada fase vegetatif dan generatif di lapangan dan untuk mengetahui jenis serangga hama  dan serangga musuh alami  pada tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di Balai Benih Induk Tanjung Selamat Kabupaten Deli Serdang dan di Laboratorium Hama Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan purposive sampling. Penelitian ini berlangsung dari Bulan Septembersampai dengan Nopember 2015. Perangkap serangga yang digunakan adalahyellow trap dan pitfall trap.Hasil penelitian menunjukkan serangga yang tertangkap pada fase vegetatif sebanyak 1197 ekor yang terdiri atas 11 ordo dan 27 famili. dan pada fase generatif sebanyak 9984 ekor yang terdiri atas 11 ordo dan 37 famili. Nilai kerapatan relatif tertinggi pada fase vegetatif sebesar 66%, yang terendah sebesar 0,08% dan  indeks keanekaragaman Shanon-Weiner (H’) 1,53 (sedang) sedangkan pada fase generatif nilai kerapatan relatif tertinggi sebesar 77,91%, yang terendah sebesar 0,85% dan nilai indeks keanekaragaman serangga sebesar 3,78 (stabil).
Uji Antagonis Tanaman Bangun – Bangun (Plectranthus amboinicus Lour) sebagai Fungisida Nabati terhadap Jamur Akar Putih (Rigidoporus microporus Swartz) di Laboratorium dan di Lapangan Neny Yanti Siregar; Lahmuddin Lubis; Irda Safni; Cici Indriani Dalimunthe
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.895 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i2.15551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bahan dan konsentrasi ekstrak yang optimal di laboratorium dan mengetahui potensi daya hambat tanaman bangun-bangun terhadap patogen penyebab penyakit jamur akar putih (Rigidoporus microporus) secara langsung pada stum karet di polibeg. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium dan areal rumah kassa Balai Penelitian Sungei Putih dengan ketinggian tempat 80 m dpl, dimulai bulan September 2015 sampai Januari 2016. Penelitian di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 13 Perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan jenis bahan ekstrak adalah daun dan akar kering serta daun dan akar segar sedangkan konsentrasi ekstrak yaitu 2,5; 5; 7,5% serta tanpa perlakuan  (kontrol). Penelitian di lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu faktor jumlah tanaman bangun-bangun (0,2,4, dan 8) dan skala JAP (1dan 2) sehingga diperoleh 8 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Hasil terbaik di laboratorium didapat pada perlakuan ekstrak akar kering metanol (A8 dan A9) dengan konsentrasi 5% dan 7,5% yang memiliki daya hambat terbesar dalam menekan pertumbuhan JAP yaitu 74,00 % dan 75,67%. Hasil terbaik di lapangan adalah perlakuan T1S1 yaitu 2 tanaman bangun-bangun dengan skala JAP 1 yang dapat menurunkan skala JAP hingga 0 pada stum karet.
Survei Serangan Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) Berdasarkan Faktor Kultur Teknis di Kabupaten Tapanuli Utara Sondang Sitanggang; Suzanna F. Sitepu; Lahmuddin Lubis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.647 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16426

Abstract

Penggerek buah kopi (H. hampei Ferr.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman kopi yang dapat menyerang buah kopi mulai dari buah yang masih hijau, matang susu sampai pasca panen. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai pengaruh faktor kultur teknis terhadap tingkat serangan PBKo di Kabupaten Tapanuli Utara.  Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Utara pada bulan Oktober – November 2015.  Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program SPSS Statistic 22,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultur teknis berpengaruh sedang terhadap persentase serangan hama dengan nilai korelasi -0,48. Rata-rata persentase serangan hama di Kabupaten Tapanuli Utara adalah 44,97%. Serangan hama tertinggi yaitu di Desa Situmeang Habinsaran 90,14% dan terendah Desa Sitanggor  10,40%.
The Attack Level of Cremastopsyche pendula Joannis Bagworm on Produce Palm Oil and Imature in Rambong Sialang Estate PTPP. London Sumatera Indonesia Ronaldo Hasudungan Pangaribuan; Marheni Sembiring; Lahmuddin Lubis
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.635 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16487

Abstract

This study aims to determine the level attacks of Cremastopsyche pendula of the age of oil palm trees on plantations and immature and crop yield. This research was conducted in the area of oil palm plantation in PTPP. London Sumatra Indonesia Rambong Sialang Estate in the village of Sialang Rambong Rampah Sei Serdang Bedagai using systemic random sampling method (systematic random sampling). The study started from January to March 2016. The results showed that the pest occurs more frequently in young plants compared to older plants. The highest percentage of attacks was on the block sample TBM 13.09% and attack percentage was lowest for the sample blocks TM 3.3%.