Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Aplikasi Quick Count sebagai Inovasi Kurikulum Merdeka dalam Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Susanti, Nanik; Irawan, Yudie; Handayani, Putri Kurnia
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i1.14907

Abstract

The Merdeka Curriculum is designed to provide flexibility for educators in creating quality learning experiences tailored to students' needs. One of its co-curricular programs is the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), developed based on specific themes set by the government. P5 promotes flexible learning, collaboration, creativity, and active student participation in face-to-face activities. It encourages students to generate ideas and take real actions that impact themselves and their surroundings. At the high school level, there are seven P5 themes, while vocational schools have nine. SMA N 6 Semarang is among the schools implementing the Merdeka Curriculum and has carried out several P5 themes. In the 2023/2024 academic year, the school plans to apply the technology and engineering theme by developing a quick count application. However, challenges remain, such as the limited programming skills of students and teachers, as well as the small number of educators with expertise in information technology.Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada pendidik dalam menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Salah satu program dalam kurikulum ini adalah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang dikembangkan berdasarkan tema-tema tertentu dari pemerintah. P5 mendorong pembelajaran yang fleksibel, kolaboratif, kreatif, serta meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan tatap muka. Melalui proyek ini, siswa diajak untuk menghasilkan ide dan aksi nyata yang berdampak bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Di tingkat SMA, terdapat tujuh tema P5, dan sembilan tema untuk SMK. SMA N 6 Semarang menjadi salah satu sekolah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka dan melaksanakan beberapa tema P5. Pada tahun ajaran 2023/2024, sekolah berencana menerapkan tema rekayasa dan teknologi melalui pengembangan aplikasi quick count. Tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan kemampuan siswa dan guru dalam pemrograman serta jumlah pendidik IT yang masih sedikit.
Pengembangan Sistem Pengajuan dan Pengaduan Bantuan Sosial Berbasis Website di Dinsos Permasdes Jepara Rinata, Arba; Irawan, Yudie
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Mei 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i3.1149

Abstract

Digitalisasi dalam sektor publik mempunyai peranan strategis untuk meningkatkan standar efisiensi serta transparansi layanan pemerintah. Kendala utama yang dialami oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jepara adalah absennya platform terpadu untuk mengelola permohonan bantuan sosial dan aduan warga. Sistem manual yang selama ini digunakan berisiko menghambat akurasi data serta memperlambat respon layanan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan merancang dan menerapkan sistem informasi berbasis web untuk mendigitalisasi proses pengajuan tersebut. Pendekatan yang diterapkan adalah metode pendampingan yang meliputi analisis kebutuhan, arsitektur sistem, hingga tahap pengembangan menggunakan framework Laravel dengan model Waterfall. Evaluasi dilakukan lewat pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara terhadap tujuh informan dari instansi terkait. Hasil kegiatan membuktikan bahwa sistem ini mampu mengoptimalkan manajemen data, mempermudah prosedur administrasi, dan mempercepat distribusi pelayanan. Selain itu, perangkat lunak ini dinilai user-friendly dan mendukung pengawasan data secara lebih terorganisir.
Pemanfaatan Sistem Informasi Berbasis Web untuk Monitoring dan Pelaporan Data Pada Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Rahmawati, Amelia; Irawan, Yudie
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/tzs0h966

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus yang mana pada bidang tersebut masih menghadapi kendala dalam pengelolaan data terkait program pemberdayaan, rumah aman, dan sekolah ramah anak, yang hingga saat ini belum terintegrasi secara sistematis. Kondisi tersebut menyebabkan proses monitoring dan pelaporan belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan sistem informasi berbasis web guna mendukung pengelolaan data yang lebih terstruktur dan terintegrasi. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Community Development Approach, dengan metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, pengujian, serta implementasi yang disertai pelatihan dan pendampingan kepada pengguna. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengintegrasikan data dalam satu platform, mempermudah proses monitoring melalui dashboard visual, grafik serta mempercepat penyusunan laporan. Selain itu, terjadi peningkatan efisiensi dalam pengelolaan data dibandingkan dengan metode sebelumnya yang masih manual. Dengan demikian, sistem ini berpotensi mendukung peningkatan efektivitas pengelolaan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak secara lebih optimal dan berbasis data.
PELATIHAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MUSEUM BERBASIS WEB DI MUSEUM KARTINI KABUPATEN JEPARA Endhito Hafiz Meifaza; Yudie Irawan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57967

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong museum untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan data dan pelayanan informasi. Museum Kartini Kabupaten Jepara masih menghadapi kendala dalam pengelolaan data yang dilakukan secara manual, sehingga diperlukan solusi berupa sistem informasi manajemen berbasis web. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada pengelola museum dalam penggunaan sistem informasi guna meningkatkan kemampuan dalam mengelola data koleksi, data pengunjung, serta penyajian informasi. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, perancangan dan implementasi sistem, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi melalui pretest, posttest, dan kuesioner skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta serta respon yang sangat baik terhadap sistem yang diterapkan, terutama dalam aspek kemudahan penggunaan dan manfaat sistem. Dengan demikian, sistem informasi manajemen museum berbasis web mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan data serta kualitas pelayanan informasi di Museum Kartini Kabupaten Jepara.
Pengelompokan Permintaan Produk Alat Kesehatan Menggunakan K-Means untuk Jadwal Pembelian Vika Aulia Munawaroh; R Rhoedy Setiawan; Yudie Irawan
Jurnal Algoritma Vol 23 No 1 (2026): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/algoritma/v.23-1.3360

Abstract

Fluctuations in the demand for medical devices can trigger the risk of stock shortages (stockouts) and overstock conditions, which may affect operational costs and the quality of distribution services. This study aims to classify medical device products at CV Patriot Kencana Medika Kudus based on demand patterns and purchasing characteristics, and to map the clustering results as an initial basis for developing purchasing schedules. The data used consist of internal purchasing transaction histories from the 2023–2025 period with four main features: Quantity, Price_Per_Unit, Lead_Time_Days, and Total_Purchase_Value. The methods applied include exploratory data analysis, feature construction and normalization, determination of the optimal number of clusters using the Elbow Method and Silhouette Score, K-Means modeling, and evaluation using the Silhouette Score and Davies–Bouldin Index (DBI). The results indicate that the use of three clusters provides the most reasonable compromise between the inertia reduction pattern, Silhouette value, and managerial interpretability. A Silhouette Score of 0.2563 and a DBI value of 1.349 suggest that the quality of cluster separation remains at a low to moderate level, meaning that the resulting clusters are more appropriately interpreted as an initial segmentation rather than a fully distinct classification. The three clusters formed were interpreted as general products, premium products, and strategic products. The numerical characteristics of each cluster were then used to calculate simple indicators, namely the reorder point (ROP) and economic order quantity (EOQ), as baseline purchasing recommendations. The main contribution of this study lies in integrating clustering results with operational inventory policy parameters, although the findings still need to be interpreted cautiously because they have not yet been compared with other algorithms, their stability has not been tested, and the EOQ model applied remains simplified.
Klasterisasi Kebutuhan Pupuk Bersubsidi Menggunakan Algoritma K-Means dan Elbow Method Nurya Herlina Sari; R.Rhoedy Setiawan; Yudie Irawan
Jurnal Algoritma Vol 23 No 1 (2026): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/algoritma/v.23-1.3361

Abstract

The distribution of subsidized fertilizer at the UD Barokah Tani Kiosk in Pati Regency does not yet meet farmers’ needs due to the manual management of RDKK data. This study aims to cluster subsidized fertilizer needs using the K-Means algorithm, validated by the Elbow Method and Silhouette Score. The data used consists of 1,420 RDKK records for the 2025–2026 period, with variables including land area, UREA_TOTAL, NPK_TOTAL, and the number of commodities. The results indicate that the optimal number of clusters is k = 3, with a Silhouette Score of 0.9192, indicating very high cluster quality. The data is divided into three categories: low, medium, and high, with a dominance in the low to medium categories. This study contributes by comprehensively integrating fertilizer requirement variables and using a combination of the Elbow Method and Silhouette Score to enhance the validity of the clustering results. The clustering results are implemented in a web-based system to support rapid, data-driven analysis and visualization.
Design Perancangan Sistem Informasi Kepramukaan ‘Scout Connect’: Berbasis Aplikasi Mobile Menggunakan Figma Ina Kusumawardani Alina Fakhri; Muhammad Arifin; Yudie Irawan; Arif Setiawan
SemanTIK : Teknik Informasi Vol. 10 No. 2 (2024): SemanTIK : Teknik Informasi
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/semantik.v10i2.65

Abstract

Penelitian ini menyajikan pengembangan 'Scout Connect', sebuah aplikasi mobile yang dirancang untuk meningkatkan literasi digital di kalangan Pramuka Penegak dan Pandega di Indonesia. Penelitian ini menjawab kebutuhan akan informasi kepramukaan yang mudah diakses dan dapat diandalkan di era digital. Dengan menggunakan metodologi yang menggabungkan UML untuk desain sistem, MySQL untuk manajemen basis data, dan Figma untuk pembuatan prototipe UI/UX, aplikasi ini menawarkan fitur-fitur seperti forum kolaboratif, konten edukasi, dan modul pembelajaran interaktif. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam literasi digital dan pengetahuan kepramukaan di antara para pengguna, dengan 75% melaporkan peningkatan pemahaman materi kepramukaan setelah satu bulan penggunaan. Studi ini menyimpulkan bahwa 'Scout Connect' secara efektif menjembatani kesenjangan informasi digital dalam pendidikan kepramukaan, mendorong komunitas kepramukaan yang lebih aktif dan terinformasi. Platform inovatif ini sejalan dengan tujuan Gerakan Pramuka Indonesia untuk membina generasi muda yang melek teknologi dan patriotik di abad ke-21. Kata kunci: Scout Connect, literasi digital, aplikasi mobile, e-learning, prototipe Figma.