Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Ners Muda

Penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi menggunakan rebusan daun sirsak Ningrum, Putri Cahya; Rachmawati, Anita; Rejeki, Sri; Khayati, Nikmatul
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i1.13620

Abstract

Prevalensi hipertensi terutama pada kelompok lansia di Indonesia semakin meningkat mencapai 63,2%. Hipertensi yang tidak terkontrol bisa mengakibatkan komplikasi seperti gagal jantung, stroke, ginjal, dan sindrom metabolik hingga kematian. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan memberikan terapi non farmakologi berupa penerapan rebusan daun sirsak. Studi ini bertujuan untuk menerapkan rebusan daun sirsak agar menurunkan tekanan darah pada lansia. Metode penelitian yang digunakan adalah case report dengan multicase study melalui pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan 2 lansia yang mengalami hipertensi primer, berusia >45 tahun dan tidak sedang mengkonsumsi obat hipertensi. Daun sirsak direbus dengan 300ml air dan 10 gram daun sirsak selama 15 menit menggunakan api kecil hingga tersisa 150 ml. Kemudian air disaring dan disajikan selagi hangat. Intervensi diberikan dua kali sehari pagi dan sore selama tujuh hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan tensimeter digital dengan jeda waktu 5 menit sebelum dan 30 menit setelah intervensi. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah pada kedua subjek dengan nilai rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 9,92 mmHg sedangkan diastolik sebesar 3,55 mmHg. Berdasarkan kesimpulan tersebut saran yang dapat diberikan yaitu meningkatkan partisipasi keluarga dalam penerapan rebusan daun sirsak untuk menurunkan tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi.
Penerapan pijat marmet untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu post sectio caesarea Nikmah, Nikmah; Khayati, Nikmatul
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.14610

Abstract

Cakupan pemberian ASI di Indonesia sebesar 56 %. Data tersebut masih dibawah target nasional ASI ekslusif yaitu 80%. Hal ini dapat mengakibatkan gizi buruk dan stunting. Rendahnya pemberian ASI ekslusif salah satunya akibat ketidaklancaran produksi ASI. Upaya untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan pijat Marmet. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menerapkan perawatan payudara dengan pijat Marmet untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu post sectio caessaria. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif melalui pendekatan proses keperawatan. Subyek studi kasus yaitu ibu post partum dengan sectio caesarea sejumlah 3 orang . Penerapan perawatan payudara dengan pijat Marmet dilakukan sehari dua kali selama tiga hari.Pijat Marmet dilakukan dengan tiga langkah yaitu pemijatan ,mengusap dan mengguncang payudara untuk mengeluarkan ASI. Evaluasi keberhasilan dengan menggunakan lembar observasi yang  menunjukkan kualitas menyusui, peningkatan produksi ASI kumulatif dan produksi urin bayi. Hasil studi kasus menunjukkkan Terjadi peningkatan produksi ASI rata rata 42 ml perhari. Pijat Marmet menstimulasi hormon prolaktin dan oksitosin sehingga meningkatkan produksi ASI dan refleks pengeluaran ASI menjadi optimal. Simpulan studi kasus didapatkan bahwa perawatan payudara dengan pijat Marmet berpengaruh untuk meningkatkan produksi ASI. Berdasar studi kasus aplikasi perawatan payudara dengan pijat Marmet direkomendasikan untuk perawatan payudara ibu dengan post partum
Pemberian Kompres Hangat Basah Dapat Mengurangi Pembengkakan Payudara Pada Masa Laktasi Lestari, Dyah Ayu; Khayati, Nikmatul
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.13341

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) yang tidak dikeluarkan sampai tuntas dari duktus laktiferus dapat menyebabkan bendungan sehingga terjadi pembengkakan payudara. Akibat bendungan ASI menimbulkan nyeri payudara, puting tenggelam sehingga menyebabkan bayi sulit menyusu, mastitis sehingga pemberian ASI tidak adekuat. Nyeri akibat pembengkakan payudara dapat dikurangi dengan kompres hangat. Studi ini bertujuan untuk menerapan kompres hangat pada ibu post partum untuk menurunkan pembengkakan payudara. Studi ini menggunakan metode desktiptif dengan pendekatan studi kasus dilaksanakan pada Juli 2023, di Rumah Sakit pada 3 subyek studi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu post sectio caesarea yang mengalami pembengkakan payudara pada hari ketiga. Kompres hangat jenis basah diberikan selama 20 menit menggunakan stopwatch dilakukan 1 kali sehari dalam waktu 3 hari berturut-turut. Suhu air 40,5  ͦC – 43,0  ͦC. Pengukuan bendungan ASI menggunakan Scalla Engorgement Six Point (SPES). Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah tindakan. Penerapan kompres hangat mampu menurunkan pembengakakan payudara pada pasien post partum SC. Kompres hangat akan memberi efek vasodilatasi otot polos pada pembuluh darah. Efek vasodilatasi pembuluh darah akan meningkatkan suplai hormon oksitosin pada payudara, nyeri payudara menurun, kenyamanan dalam menyusui meningkat, sehingga menyusui lebih sering dan bendungan ASI menurun.  Terdapat perubahan rata-rata skala antara 2-3 dari hari pertama hingga hari terahir, subjek I sebelum diberikan skala 6 menjadi 3, pada subjek II sebelum diberikan skala nyeri 6 menjadi 5, sedangkan pada subjek III sebelum diberikan skala nyeri 6 menjadi 3.