Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

KADAR HEMOGLOBIN DAN KOMPOSISI ASI PADA IBU POSTPARTUM YANG DILAKUKAN PIJAT PAYUDARA DENGAN METODE OKETANI Machmudah -; Nikmatul Khayati; Joko Teguh Isworo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.975 KB)

Abstract

Produksi ASI dipengaruhi oleh faktor hormonal, asupan makanan, kondisi psikis ibu, frekuensi bayi menyusu, konsumsi obat-obatan/kontrasepsi hormonal dan perawatan payudara (Kompas, 2013). Salah satu metode perawatan payudara adalah dengan melakukan pijat payudara dengan metode Oketani.Pijat oketani dapat meningkatkan produksi dan ekskresi ASI yang berhubungan erat dengan perkembangan dan pertumbuhan bayi (Foda, et al, 2004).Machmudah (2013) menjelaskan bahwa kombinasi pijat oketani dan oksitosin dapat meningkatkan produksi ASI yang dilihat pada parameter frekuensi bayi menyusu, ferkuensi BAB dan BAK.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas kolostrum sebelum dan setelah dilakukan pijat oketani. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan yang digunakan adalah pre post test design with control group. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar kadar hemoglobin dengan komposisi kimia ASI ( protein dan karbohidrat) dengan nilai p=0,000.Kata kunci : pijat oketani, komposisi kimia ASI, hemoglobin
PENINGKATAN KUALITAS KOLOSTRUM PADA IBU POSTPARTUM YANG DILAKUKAN PIJAT PAYUDARA DENGAN METODE OKETANI Machmudah -; Nikmatul Khayati; Joko Teguh Isworo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.433 KB)

Abstract

Milk production is influenced by hormonal factors, dietary intake, maternal psychological condition, frequency of feeding infants, consumption of drugs / hormonal contraceptives and breast care (Kompas, 2013). One method is to do a breast care breast massage with Oketani method. Oketani massage can increase milk production and excretion are closely related tothe development and growth of the baby (Foda, et al, 2004). Machmudah (2013) explains that the combination of massage oketani and oxytocin can increase milk production were seen in breastfed infants frequency parameters, ferkuensi bowel and bladder. This study aims to determine how the quality of the colostrum before and  after the massage oketani. This research is a quasi experimental design is used with a pre post test design with control group. Statistical analysis showed that there are significant differences between the protein content of colostrum before the massage after oketani (p = 0.002) and no significant difference betweenthe carbohydrate content of colostrum before the massage after oketani (p = 0.96).
IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) : PEMBENTUKAN KELOMPOK IBUHAMIL DI DESA KANGKUNG MRANGGEN DEMAK Machmudah -; Nikmatul Khayati; Sri Widodo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.74 KB)

Abstract

Kehamilan dan persalinan memberikan kontribusi terhadapnya banyaknya Angka Kematian Ibu (AKI)  dan Angka Kematian Bayi (AKB). AKI sebagian besar disebabkan karena adanya komplikasi dan gawat darurat obstetrik selama kehamilan, persalinan dan nifas antara lain kasus hipertensi dalam kehamilan (pre eklampsia/eklampsia), perdarahan dan infeksi. Menurut laporan tahunan MDGs Indonesia tahun 2006, penyebab kematian ibu yang utama adalah perdarahan, eklampsia, partus lama, komplikasi aborsi, dan infeksi. Komplikasi dalam kehamilan dan persalinan dapat dideteksi dan ditangani lebih awal jika ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan atau Ante Natal Care (ANC). Kepatuhan untuk melakukan ANC di Desa Kangkung Mranggen Demak masih rendah disebabkan karena rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya program tersebut dan ketidakpatuhan ibu hamil melakukan ANC karena alasan bekerja di luar rumah (Dwijayanti, 2013). Melihat kondisi tersebut perlu dicari solusi strategis yang dapat memfasilitasi ibu hamil yaitu dengan pembentukan  kelompok ibu hamil dan kelas prenatal (kelas ibu hamil). Rencana kegiatan yang dilakukan meliputi pelaksanaan kelas ibu hamil, pemeriksaan fisik dan deteksi dini pada ibu hamil, senam hamil. Metode pendekatan yang dilakukan adalah dengan diskusi intensif, simulasi/demonstrasi ketrampilan role play dan pendampingan pelaksanaan kelas ibu hamil.Evaluasi dilakukan pada pelaksanaan kelas ibu hamil yaitu kemampuan instruktur, kehadiran ibu hamil dan aktivitas kader dalam  memotivasi ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil.
KARAKTERISTIK DAN TINGKAT STRES SISWI DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER DI SMP N 3 SRAGI PEKALONGAN Riski Yunitasari; Sri Rejeki; Nikmatul Khayati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.209 KB)

Abstract

Dysmenorrhea is a physical disorder in woman who  complained during menstruation, with charateristics of pain before and during menstruation.Dysmenorrhea occurs due to physical distruption such as narrowing of bloodvessels, decreased body  condition, and dysmenorrhea caused by psychologicaldisorder such as stress and shock. The Purpose of this study to determine therelationship between the characteristics and stress levels of female students withthe incidence of primary dysmenorrhea in state Junior High School 3SragiPekalongan,  used analytic survey with cross sectional approach, conductedon  March 24 until 24 Mei, sampling technique used is total sampling, and the totalnumber of  samples are  61 respondents. There was no correlation between agecharacteristic, menarche age and the inciden of primary dysmenorrhea. Thishappens because the majority of respondents are 14 years old and the majority of  menarche age is 12 years old, while the affecting age is 15-25. There is relationbetween stress level of  student with primary dysmenorrhea incidence in stateJunior High School 3 SragiPekalongan, with value of Pvalue=0,006 (P>0.05).  Itoccurs  because many experience moderate stress was 89 %, caused the  work ofendocrine system is disrupted by the increases of the hormone adrenalin whichcauses the uterine muscle  tense and causes menstrual pain, then increases thehormone estrogen causes contraction of the uterus. Recommendation from theresearch for further researcher developed by qualitative metodh with deepinterview about factors influencing stress incident at dysmenorrhea.  Keywords : Dysmenorrhea, Characteristics, Stress
KAMIS (KADER ANDALAN MENGEDUKASI INDIVIDU HEPATITIS) SEBAGAI UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF PENYAKIT HEPATITIS DI DESA WARU RW 01 DAN RW 02 KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK Merry Yudha Yudha Retno Anggraeni; Nikmatul Khayati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Waru merupakan desa di wilayah Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak dengan jumlah penduduk laki-laki 2.098 jiwa dan perempuan 1978 jiwa. Untuk jumlah penduduk di RW 01laki-laki 230 jiwa dan perempuan 210 jiwa , RW 02 jumlah laki-laki 238 jiwa dan perempuan 225 jiwa keseluuruhan jumlah penduduk di RW 01 dan RW 02 adalah 903 jiwa. Permasalahan yang terdapat di Desa Waru RW 01 dan RW 02 antara lain salah satu keluarga yang meninggal dengan penyakit hepatis dan tidak mengetahui penyebab ,pencegahannya. Tujuan diadakan kegiatan ini agar peran remaja aktif dalam masyarakat untuk mengetahui konsep dasar hepatitis dan menambah ilmupengetahuan tentang keperdulian kesehatan di lingkungan sekitar. Pengabdian Masyarakat KAMIS (Kader Andalan Mengedukasi Individu Hepatitis) ini dilakukan selama 3 bulan dengan melibatkan 10 remaja dari RW 01 dan 10 remaja dari RW 02, derajat kesehatan dan kualitas hidup dapat di capai secara optimal sebagai upaya promotive dan preventive. Kader Hepatitis di lakukan dalam rangka peningkatan kemampuan mayarakat khususnya dalam upaya peningkatan kualitas dan kuantitas layanan penderita Hepatitis sehingga mereka mampu memerihara dan meningktkan derajat hidup untuk mandiri, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan para kader Hepatitis tentang pelaksanaan perawatan, dukungan pada penderitaHepatitis sehingga mereka menyadari pentingnya pengungkapan status Hepatitis.  Dari kegiatan pelatihan kader remaja dan pengadaan posko untuk konsultasi tentang penyakit hepatitis para remaja desa Waru Mranggen Demak sangat berapresiasi dengan adanya kegiatan ini. Apabila hasil dari kegiatan inimenghasilkan hasil yang memuaskan, kami akanmelanjutkan kegiatan penyuluhan di seluruh desa di Kecamatan Mranggen dan memberikan distribusi peralatan tambahan di posko. Sedangkan apabila hasil dari kegiatan ini tidak memuaskan kami akan mengkoreksi kegiatan ini.Kata kunci : Kader Remaja, Promotif dan Preventif, Hepatitis
PELAKSANAAN MANAJEMEN LAKTASI OLEH PERAWAT DI RUMAH SAKIT DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Nikmatul Khayati; Imami Nur Rachmawati; Yusron Nasution
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.475 KB)

Abstract

Perawatan ibu pada masa post partum di titik beratkan pada manajemen laktasi. Berbagai faktor dapat mempengaruhi perawat dalam pelaksanaan manajemen laktasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis berbagai faktor yang dapat mempengaruhi perawat dalam pelaksanaan manajemen laktasi di ruang post partum di beberapa Rumah Sakit wilayah Jawa Tengah. Desain yang digunakan cross sectional study. Data di analisis dengan Chi Square dan regresi logistik. Hasil analisis faktor ditemukan hubungan signifikan antara  motivasi kerja perawat (p=0,00) dan dukungan RS terhadap pelaksanaan manajemen laktasi yang dirasakan perawat (p=0,00) dengan pelaksanaan manajemen laktasi. Dukungan RS merupakan faktor yang paling berpengaruh (OR=11,11). Dukungan RS antara lain mengupayakan adanya standard prosedur operasional terkait diskripsi pelaksanaannya, pengawasan dan evaluasi, penyediaan fasilitas berupa ruangan yang nyaman, media untuk pendidikan kesehatan ibu menyusui, pemberian kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan pendidikan berkelanjutan baik formal maupun informal agar pelaksanaan manajemen laktasi dapat dijalankan secara  maksimal. Kata Kunci: Manajemen laktasi – perawat post partum
KARAKTERISTIK, STATUS GIZI DAN PRAKTIK MENYUSUI DENGAN POLA MENSTRUASI AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DI DESA 1 DOMBO KECAMATAN SAYUNG DEMAK Sri Rejeki; Nikmatul Khayati; Rohmatun Novianti Solekah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: PROCEEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN : Penggunaan Herbal Dalam Kesehatan Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.495 KB)

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penduduk Indonesia tahun 2010 tercatat 237,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,49 persen pertahun. Salah satu upaya untuk mengatasi pertumbuhan tersebut adalah melalui program KB termasuk jenis kontrasepsi suntik yang mencapai 58,7%. Penggunaan kontrasepsi suntik dapat mempengaruhi gangguan haid. Kontrasepsi suntik sebagai kontrasepsi hormonal dapat merangsang ovarium untuk membuat estrogen dan progesteron, yang keduanya dapat mencegah terjadinya ovulasi sehingga dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Faktor yang diduga dapat mempengaruhi pola menstruasi meliputikarakteristik, status gizi dan praktik menyusui.Tujuan: Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan karakteristik, status gizi dan praktik menyusui dengan pola menstruasi akseptor kontrasepsi suntik 3 bulan di Desa Dombo Kecamatan Sayung Demak. Metode: Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasional denganpendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu pengguna kontrasepsi suntik 3 bulanan di Desa Dombo Kecamatan Sayung Kabupaten Demak dengan jumlah 76 orang. Teknik samling yang digunakan adalah total pupulasi yaitu 76 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara umur (p=1,000), pekerjaan (p=1,000), dan pendapatan (p=0,643) dengan pola menstruasi. Terdapat hubungan yang bermakna antara praktik menyusui (p=0,020)dan status gizi (p=0,018) dengan pola menstruasi pada Ibu akseptor kontrasepsi suntik 3 bulan  di Desa Dombo Kecamatan Sayung Demak. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara karakteristik dengan pola menstruasi dan ada hubungan yang bermakna antara status gizi dan praktik menyusui degan pola menstruasi oada ibu akseptor kontrasepsi suntuk 3 bulanan di Desa Dombo Kecamatan Sayung Demak. Bagi ibu pengguna kontrasepsi suntik 3 bulan jika merasakan keluhan dengan pola menstruasi selama menyusui, maka dapat melakukan pemeriksaan atau konsultasi ke tenaga kesehatan agar dapat menggunakan alat kontrasepsi yang lebih tepat selama menyusui.
PERILAKU CUCI TANGAN IBU DALAM PENCEGAHAN DIARE PADA BAYI DI DESA KARANGAYU KECAMATAN CEPIRING KABUPATEN KENDAL Nur Khasanah; Sri Rejeki; Nikmatul Khayati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.085 KB)

Abstract

Latar Belakang: Bayi (usia 0 bulan–12 bulan) merupakan kelompok umur yang rawan gizi dan rawan penyakit, terutama penyakit infeksi. Pada tubuh bayi komposisi badannya sebagian besar (60 %) terdiri dari cairan. Salah satu penyakit infeksi pada bayi adalah diare dan ISPA. Diare lebih dominan menyerang bayi karena daya tahan tubuh bayi masih lemah sehingga bayi rentan terhadap penyebaran virus penyebab diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku cuci tangan ibu dalam pencegahan diare pada bayi.Metode Penelitian: Jenis penelitian deskriptif, dengan metode survey dan pendekatan cross sectional. Proses penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2013- April2014 di Desa Karangayu dengan metode total sampling dengan jumlah sampel 50 ibu yang memiliki bayi dengan usia 0–12 bulan. Hasil Penelitian: Di Desa Karangayu Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal tahun 2014 sebagian besar memiliki perilaku cuci tangan yang baik. Bayi yang berusia 0–12 bulan di Desa Karangayu Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal tahun 2014 sebagian besar tidak mengalami diare. Ibu–ibu yang memiliki bayi berusia 0–12 bulan di Desa Karangayu Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal tahun 2014 sebagian besar melakukan cuci tangan sebelum maupun sesudah melakukan sesuatu dalam pencegahan diare pada bayi.Saran: Diharapkan kepada petugas kesehatan dan Puskesmas untuk menggalakan budaya cuci tangan di lingkungan Puskesmas, sekolah melalui UKS dan masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat sehingga angka kejadian diare dapat diturunkan bahkan dihilangkan.
PENGARUH IMD DENGAN PERDARAHAN IBU 2 JAM POST PARTUM DI KOTA SEMARANG Pawestri -; Nikmatul Khayati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.925 KB)

Abstract

The problem of postpartum hemorrhage needs to be a serious handling one of them with the increase of hormone oxytocin which has an important role in stimulating uterine smooth muscle contraction so that bleeding can be handled. Oxytocin hormone can be stimulated through Early Breastfeeding Iniaiation (IMD) because early initiation of breastfeeding is one of the factors affecting uterine involution where breastfeedingoccurs stimulation and release of hormones such as oxytocin hormone which causes contraction and retraction of uterine muscle. This will suppress the blood vessels resulting in decreased blood supply to the uterus. This process helps to reduce the site or place of placental implantation and reduce bleeding. The purpose of this study was to determine the effect of IMD on the number of maternal bleeding 2 hours postpartum DiKota Semarang. This type of research is and observational study using a prospective cohort design where this study compares the effects of exposed groups and the effects of unexposed groups. The sample in this study were 90 post partum mothers. Data processing is done by computerization. The data are presented in the form of frequency distribution and then tested by independent t-test, correlation and regression test to determine the effect of the relationship between the two variables. Result of research Amount of mother bleeding 2 hour post partum done initiation feeding Early average 87,20 ml with standarddevias 17,617. Number of 2-postpartum maternal bleeding not initiated 143 ml early initiation with standard deviation of 33.86. The statistical test results showed that there was an effect of IMD with 2 hours post partum bleeding with (p <0,00). There was a significant difference between the number of maternal bleeding 2 hours posr partum performed IMD action with the amount of mother's mother 2 hours post partum that is not done IMD. Efforts to reduce maternal mortality due to post partum hemorrhage by doing IMD ditatanan health services that help childbirth.Keywords: Early Breastfeeding Initiation, Labor, Bleeding