Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Wacana Kritis Theo Van Leeuwen (Mengangkat Isu Rasisme Terhadap Etnis Tionghoa di Media Sosial X) Sekar Dwi Febryanti; Erwan Kustriyono
Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa Vol. 2 No. 3 (2024): September : Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jmpb-widyakarya.v2i3.3811

Abstract

This research aims to reveal racism in a number of posts on X's social media regarding Chinese ethnicity. These posts were studied using Theo Van Leeuwen's qualitative critical discourse analysis approach. This approach will reveal the process of inclusion and exclusion in posts about Chinese ethnicity. This process shows the existence of racist attitudes towards this group. The data analyzed are uploads, comments and interactions related to Chinese ethnicity on the social media platform X. The data collection techniques used in this research are documentation techniques and note-taking techniques. This research concludes that the exclusion processes found were passivation and nominalization, while the inclusion processes found were objectivation, abstraction, nomination, determination, indetermination, assimilation, and association. Through this analysis, it was revealed that the discourse in the upload reflected the attitude of the account user towards ethnic Chinese through the upload that had been written.
Penyimpangan Berbahasa Bidang Fonologi pada Iklan Spanduk di Pekalongan—Batang (Kajian Fonologi Bahasa Iklan Spanduk di Ranah Publik ) Kustriyono, Erwan
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v12i1.18412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penghilangan fonem pada iklan spanduk  di Pekalongan-Batang, mengetahui penambahan fonem pada iklan spanduk di Pekalongan – Batang, dan mengetahui perubahan fonem pada iklan spanduk di Pekalongan-Batang. Hasil dari penelitian ini adalah yakni a) penghilangan fonem pada kata ‘ketua’ dan ‘oke’ menjadi ‘ket’. serta ‘ok’, maka ada penghilangan fonem /e/, /u/, /a/ , b) penambahan fonem pada kata ‘enak’ dan ‘sedap’ menjadi kata ‘uenaaak’ dan ‘sedaap’ ada penambahan fonem /u/, /a/, /a/ dan /a/ , c) perubahan fonem terdapat pada kata ‘alun-alun’ dan ‘mantap’ menjadi kata ‘aloen-aloen’ dan ‘mantep’ yang perubahan feonemnya /u/ menjadi /o/ /e/ serta /a/ menjadi /e/.
WACANA POLITIK DALAM MATA NAJWA : 13 TAHUN MATA NAJWA BERGERAK, BERGERAK, BERDAMPAK (ANALISIS WACANA KRITIS MODEL TEUN A. VAN DIJK) Kustriyono, Erwan
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v12i2.19518

Abstract

Bahasa, masyarakat dan komunikasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan budaya. Bahasa dan politik bagian yang saling melengkapi dan sarana komunikasi yang efektif. Bahasa tidak hanya sekadar menjadi alat komunikasi, namun dapat menjadi instrument untuk melakukan sesuatu atau sarana penerapan strategi kekuasaan. Bahasa dapat diproduksi dalam kehidupan sosial yang pada akhirnya menghasilkan makna. Salah satu produksi bahasa yang akhirnya menimbulkan makna ada di dalam acara Mata Najwa. Pada acara ini dianalisis dengan analisis wacana kritis (AWK) dengan model Teun A. Van Dijk. Analisis wacana kritis (AWK) membantu memahami bahasa dalam berbagai macam konteks. Acara Mata Najwa yang merupakan bagian dari wacana politik di media massa. Wacana politik merupakan bentuk nyata penerapan bahasa dalam lingkup kekuasaan yang dijadikan penerapan strategi kekuasaan. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskripsti. Tujuan artikel ini adalah mendeskripsikan tiga dimensi wacana menurut van Dijk yaitu Teks, kognisi sosial, konteks sosial dan mendeskripsikan struktur wacana menurut van Dijk yaitu struktur makro, suprastruktur dan struktur mikro.
Metode Batik sebagai Upaya Membumikan Budaya Masyarakat Pesisir dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Pekalongan Kustriyono, Erwan
Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 1 (2019): Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.202 KB) | DOI: 10.33369/diksa.v5i1.9165

Abstract

Coastal communities are synonymous with sea and coast, in general, income from seafood and tourism. The education sector becomes a homework for the regional government to develop. Likewise, coastal communities in the city of Pekalongan, they still think the same as coastal communities in general. Then the right method or technique is needed in learning activities. The very basic method that must be introduced to coastal communities is BATIK learning (read, write and work). The BATIK method was introduced in the community, both at universities, high schools and elementary schools. This simple method can foster a literacy culture in the Pekalongan City community which is generally located on the coast of North Coast of Central Java. The Batik Method was introduced in Indonesian language learning in schools and universities. The purpose of this article is to describe the interest in learning of students and students in the Pekalongan City, introducing the BATIK method in learning (especially Indonesian) to students and students in the Pekalongan City. The research method uses the case study method. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The data analysis method uses the flow model. Data validity test uses triangulation test. The results showed that interest in learning especially Indonesian in Pekalongan City was still low, evidently the interest in reading, writing and making works was still low. The most appropriate and simple solution to arouse interest in learning Indonesian with the BATIK method (read, write and work).
TAMAN BACA CERIA SEBAGAI SUMBER LITERASI INFORMASI DIGITAL BAGI WARGA KELURAHAN BANDENGAN KOTA PEKALONGAN Kustriyono, Erwan; Ayu Panuntun, Ida; Hayati, Rizka
Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL BERDAYA MANDIRI (JBM)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jbm.v5i3.4393

Abstract

This Community Service activity aims to provide training and assistance solutions regarding the creation of library catalogs in the context of turning the Ceria Reading Park, Bandengan Subdistrict, Pekalongan City into a digital library. This activity also aims to make Community Service partners a source of information literacy in the digital era for the residents of Bandengan Subdistrict, Pekalongan City, especially visitors to Baca Ceria Park who consist of children and teenagers. The partners for this Community Service activity are the library staff at the Ceria Reading Park, Bandengan Village, Pekalongan City. The method for implementing Community Service activities is divided into 4 stages, namely socialization, training, mentoring and evaluation. The result of this Community Service activity is that in the early stages of socialization activities can be socialized well. In the training stage, Community Service partners can participate in training well and smoothly so that they can get the latest information and knowledge regarding how to create catalogs and digital literacy. Not only does the training end, the mentoring process can strengthen the knowledge and skills that have been obtained from the training as well as accompanying Community Service partners in the training. The final results of the evaluation stage showed that Community Service partners stated that their knowledge about cataloging and knowledge about digital literacy had increased and stated that this Community Service activity could provide benefits for Community Service partners.  Keywords: Community Service, digital literacy, librarian, cheerful reading park
Gaya Bahasa Pada Pengajian Gus Iqdam: Kajian Semantik Agustin Yuslia Hasti Ananta; Erwan Kustriyono
Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober: Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/al-tarbiyah.v2i4.1470

Abstract

This research aims to identify the language style used by Gus Iqdam. The method used in this research is a qualitative research method. This research data was taken from Gus Iqdam’s lecture video uploaded on the YouTube channel. The techniques used in collecting data are listening techniques, note takin techniques and documentation techniques. The results of this research found that the language style used by Gus Iqdam in his lectures had its own characteristics and uniqueness. This uniqueness can be seen from Gus Iqdam’s choice of words, intonation and the way he relates religious teachings to everyday life. This uniqueness makes Gus Iqdam’s lectures easy for his congregation to remember and understand. The language styles used by Gus Iqdam include parables or similes, metaphors, personification, hyperbola, litotes, antithesis, pleonasm, repetition and inuedo.
Semiotika dalam Album Manusia dan Monokrom Karya Tulus dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Teks Puisi di Kelas X SMA Eva Febriyanti; Erwan Kustriyono
Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan  Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/pragmatik.v3i1.1326

Abstract

Language and semiotics have a close relationship and are interrelated. Language is a system of signs that humans use to communicate, while semiotics is the science that studies signs. Semiotics is a science that studies signs. This paper aims to describe the semiotic studies contained in the lyrics of the albums "Human" and "Monochrome". Apart from that, it also describes the albums "Humans" and Monochrome" as learning material for analyzing poetry texts in class X SMA. This research uses a descriptive approach using a qualitative method. The descriptive approach utilizes data in the form of a deep understanding of the use of semiotic signs in song lyrics, as well as being able to understand the meaning and context in their use. The conclusion of the analysis is as follows: Study of the semiotics of the lyrics of the albums "Manusia" and "Monochrome" by Tulus, that the signifiers found in this research are in the form of song lyrics, in the form of the suffixes a, u, i, ng, ar, am, ang. The signified found in this research is related to social reality, has meaning regarding the value of motivation towards other people, the value of optimism, and the value of love for someone as a whole of the song lyrics. The album "Human" and Monochrome" by Tulus can be used as learning material to analyze poetry texts in class X high school. Learning the semiotics of a collection of song lyrics from Tulus can improve students' ability to understand feelings, imagination, sensitivity and understanding of the characters depicted.
Prinsip Kesantunan Berbahasa Geoffrey Leech dalam Kolom Komentar Postingan Instagram @jokowi Lestari, Indah Dwi; Kustriyono, Erwan
Jurnal Komposisi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL KOMPOSISI
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/jk.v10i1.2751

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji bentuk pelanggaran dan pematuhan kesantunan berbahasa dalam kolom komentar Instagram @jokowi menurut teori Geoffrey Leech dalam kolom komentar pada akun Instagram @jokowi. Latar belakang yang mendasari penelitian ini penting dilakukan adalah karena maraknya penggunan bahasa yang tidak santun pada media sosial. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi pada postingan Instagram @jokowi. Analisis data melalui tahap reduksi, menyajikan data, verifikasi/penarikan simpulan yang mengacu pada teori kesantunan berbahasa Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran yang dominan berupa pelanggaran maksim penghargaan, ditandai dengan penggunaan ungkapan-ungkapan kritik kasar, hinaan, merendahkan disertai penggunaan emoji yang mendukung tuturan netizen.
VARIATIONS IN INFORMAL GREETINGS IN ALTERNATIVE UNIVERSE FICTION STORIES ON SOCIAL MEDIA X Khakimah; Kustriyono, Erwan
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2025): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji persoalan mengenai keberagaman penggunaan kata atau bahasa, khususnya pada ragam usaha dan ragam santai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis variasi bahasa dari aspek keformalan, dengan fokus pada penggunaan ragam santai dalam cerita fiksi alternatif universe yang dipublikasikan di media sosial X melalui akun @perfectlyfine. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data diambil dari kutipan tuturan atau dialog dalam cerita fiksi alternatif universe @perfectlyfine bagian 1 hingga 100. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi dan menghimpun kutipan yang mengandung ciri-ciri ragam santai. Hasil penelitian menunjukkan adanya serta penggunaan ragam santai yang ditandai oleh dominasi kata-kata singkatan yang umum dipakai dalam komunikasi informal.
Penyimpangan Berbahasa Bidang Fonologi pada Iklan Spanduk di Pekalongan—Batang (Kajian Fonologi Bahasa Iklan Spanduk di Ranah Publik ) Kustriyono, Erwan
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v12i1.18412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penghilangan fonem pada iklan spanduk  di Pekalongan-Batang, mengetahui penambahan fonem pada iklan spanduk di Pekalongan – Batang, dan mengetahui perubahan fonem pada iklan spanduk di Pekalongan-Batang. Hasil dari penelitian ini adalah yakni a) penghilangan fonem pada kata ‘ketua’ dan ‘oke’ menjadi ‘ket’. serta ‘ok’, maka ada penghilangan fonem /e/, /u/, /a/ , b) penambahan fonem pada kata ‘enak’ dan ‘sedap’ menjadi kata ‘uenaaak’ dan ‘sedaap’ ada penambahan fonem /u/, /a/, /a/ dan /a/ , c) perubahan fonem terdapat pada kata ‘alun-alun’ dan ‘mantap’ menjadi kata ‘aloen-aloen’ dan ‘mantep’ yang perubahan feonemnya /u/ menjadi /o/ /e/ serta /a/ menjadi /e/.