Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Development of Quantum Learning-Based Articulate Storyline Learning Media to Improve Students' Mathematical Communication Skills Mizta Dwi Hafizah Furqoni; Waminton Rajagukguk; Yulita Molliq Rangkuti
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 2 (2023): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA (July - December 2023)
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v16i2.48723

Abstract

The main purpose of this study is to describe the validity, practicality, and effectiveness of articulate storyline learning media based on quantum learning. This medium is specifically designed to improve students' mathematical communication skills. The research conducted is included in the development research category, with the ADDIE model as the chosen development model. The results showed that the learning media met the required validity criteria, which was shown from the analysis conducted by validators. In addition, the learning media proved to be practical, as observed during its implementation, and was considered effective in improving students' mathematical communication skills. This effectiveness is evidenced by the achievement of students' communication skills classically, and students are interested in learning media. In addition, the average N-Gain is in the medium category which indicates that the learning media is successful in improving students' mathematical communication skills.Keywords: Learning Media, Articulate Storyline, Quantum Learning, Mathematical Communication Skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 8 PERCUT SEI TUAN Alfin Nursyaadah; Waminton Rajagukguk
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i1.3772

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah menggambarkan pengaruh model pembelajaran generatif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VIII SMPN 8 Percut Sei Tuan. Peneliti memakai metodologi kuantitatif dan desain eksperimental. Populasi yang dipakai ialah seluruh peserta didik kelas VIII yang ada di SMPN 8 Percut Sei Tuan tahun ajaran 2022/2023 yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah keseluruhan sebanyak 165 peserta didik. Studi ini mengambil sampel sebanyak 2 kelas dari 5 jumlah keseluruhan kelas yaitu kelas VIII-1 sebanyak 32 peserta didik sebagai kelas eksperimen dan VIII-3 sebanyak 32 peserta didik sebagai kelas kontrol dengan memakai teknik simple random sampling. Data yang telah didapat akan dipakai untuk menguji hipotesis studi dengan memakai uji-t. Dari hasil analisis yang telah dilaksanakan peneliti didapat, dan dengan didapat yang berarti yaitu . Dari hasil yang telah didapatkan menampilkan bahwa H1 diterima dan H0 di tolak yang artinya adanya dampak positif pada penggunaan model pembelajaran generatif pada kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik.
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa pada Materi Aritmatika Sosial di MTs Manunggal Bandar Khalipah Syafitri Mawaddah; Waminton Rajagukguk
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v1i2.3354

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran Discovery Learning mempengaruhi kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII MTs Manunggal Bandar Khalipah ketika mempelajari aritmatika sosial pada tahun ajaran 2023–2024. Kemampuan berpikir kritis matematis siswa merupakan variabel terikat, sedangkan penggunaan model Discovery Learning merupakan variabel bebas. Populasi penelitian ini terdiri dari seluruh siswa kelas VII MTs Manunggal Bandar Khalipah dimana sampel kelas VII-A diberikan model Discovery Learning, sedangkan sampel kelas VII-B diberikan model konvensional. Berdasarkan hasil pre-test, nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 45,17, sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol adalah 41,78. Setelah nya , kelompok kontrol mendapat nilai post-test 68,91, sedangkan kelas eksperimen mendapat nilai 82,83. Dalam hasil hipotesis uji t satu pihak menunjukkan bahwa    (5,491 1,680). Maka ditolak karena disetujui. Hal ini menunjukkan bagaimana model pembelajaran Discovery Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII MTs Manunggal Bandar Khalipah tahun ajaran 2023–2024.
Pengembangan LKPD Berbasis RME (Realistic Mathematics Education) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII SMP pada Materi Lingkaran Novieta Putri Purba; Waminton Rajagukguk
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v1i2.3356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperoleh Lembar Kerja Peserta Didik berbasis Realistic Mathematics Education (RME) yang valid, praktis dan efektif.  Pendekatan 4-D Thiagarajan, yang terdiri dari empat tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate digunakan sebagai model pengembangan ini. Subjek pada penelitian ini adalah 30 orang siswa kelas VIII-7 SMP Negeri 11 Binjai. Temuan penelitian menunjukkan produk yang dihasilkan memiliki validitas, praktikalitas, dan efektivitas yang kuat. Hal ini diperoleh berdasarkan temuan uji lapangan, respon siswa, analisis data lembar validitas, dan komentar validator. Terciptanya LKPD berbasis RME dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, terbukti dari hasil uji lapangan. Dari hasil tersebut, disarankan agar pembelajaran matematika di sekolah menggunakan pendekatan pembelajaran matematika realistik.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Pendekatan Teaching at the Right Level Berbantuan Canva Terhadap Kemampuan Literasi Numerasi Siswa SMA Samudera Efendi Marpaung; Waminton Rajagukguk; Mukhtar; Erlinawaty Simanjuntak; Eri Widyastuti
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan teaching at the right level berbantuan Canva terhadap kemampuan literasi numerasi siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain eksperimental semu (posttest only nonequivalent groups) dengan sampel dua kelas. Data dikumpulkan melalui hasil tes posttest kedua kelas dan dianalisis menggunakan uji nonparametrik Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0.110 (> 0.05), sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan teaching at the right level berbantuan Canva terhadap kemampuan literasi numerasi siswa SMA. Penelitian selanjutnya disarankan memberikan perlakuan lebih lama lagi serta mengombinasikan model dengan pendekatan lain agar hasilnya lebih optimal.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 37 Medan Alfina Trijayanti; Waminton Rajagukguk
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 37 Medan. Masalah utama yang diidentifikasi adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam matematika, seperti kesulitan dalam interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi, yang disebabkan oleh pendekatan pembelajaran konvensional yang pasif. Menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pretest-posttest control group, penelitian ini melibatkan 62 siswa yang dibagi menjadi kelas eksperimen (VIII-E, 31 siswa, diterapkan PBL) dan kelas kontrol (VIII-D, 31 siswa, pembelajaran konvensional). Data dikumpulkan melalui tes esai yang divalidasi dan direliabilitaskan, dianalisis dengan uji normalitas (Shapiro-Wilk), homogenitas (Levene), dan uji t Independen. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan, dengan rata-rata posttest kelas eksperimen 81,61 lebih tinggi daripada kelas kontrol 73,56 (t=2,270; p=0,027<0,05). Kesimpulan: Model PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui pendekatan aktif berbasis masalah nyata. Saran: Guru disarankan menerapkan PBL untuk meningkatkan keaktifan siswa, dan peneliti selanjutnya dapat memperluas pada materi atau jenjang lain.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MURID SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL BERCERITA YANG DIBELAJARKAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELARAN KOOPERATIF TIPE TTW Peni Elviana Br Tarigan; Waminton Rajagukguk
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.49-54

Abstract

Tujuan dari telaah ini adalah untuk menilai kemampuan berpikir kritis siswa SMP dalam memecahkan soal cerita yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran menyenangkan tipe TTW. Selain itu, juga untuk mengetahui dampak model pembelajaran menyenangkan tipe TTW terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMP dalam memecahkan soal cerita. Penelitian untuk kajian ini dilaksanakan di SMP Negeri Letjen Jamin Ginting Berastagi pada semester genap tahun ajaran 2024–2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (kualitatif dan kuantitatif). Populasi dalam telaah ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Letjen Jamin Ginting Berastagi, kecuali siswa kelas VIII-A yang menjadi subjek uji coba kelas eksperimen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas matematika yang diajarkan dengan menggunakan metodologi pembelajaran menyenangkan TTW. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan berpikir kritis numerik siswa termasuk dalam kategori baik; Dari 31 siswa, 2 (6,45%) berada pada kategori cukup baik, 27 (87,09%) berada pada kategori cukup, dan 2 (6,45%) berada pada kategori cukup. Selain itu, kemampuan berpikir kritis numerik siswa dipengaruhi oleh model pembelajaran kooperatif tipe TTW dengan nilai rata-rata 0,05, sig. 0,001 0,05 saat menyelesaikan soal cerita.
Development of IPAS worksheets using augmented reality to enhance critical thinking skills Asni Defita Sari Sianipar; Retno Dwi Suyanti; Waminton Rajagukguk
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.47

Abstract

The use of innovative media, such as Augmented Reality (AR)-based Student Worksheets (LKPD), is a solution to improve the quality of 21st-century learning, especially in addressing the limitations of conventional media in elementary schools. AR technology enables the visualization of concepts contextually and interactively, promoting student engagement and developing critical thinking skills. This study aimed to develop an AR-based LKPD for the IPAS subject on the human digestive system for Grade 5 students. It employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model at UPT SD Negeri 067250 Medan. The subjects included Grade V students, classroom teachers, and three expert validators (subject matter, design, and language). Data were collected through expert validation sheets, practical questionnaires, observation, and documentation, and were analyzed using descriptive and quantitative techniques. Product trials were conducted in two stages: a small group (9 students) and a field trial (30 students). Validation and revision ensured the quality of content, design, language, and media display. The final product was tested for practicality and effectiveness in enhancing students’ critical thinking. The integration of AR in LKPD IPAS enhanced students’ critical thinking through interactive visuals, expert validation, and positive trial results. The developed AR-based LKPD proved to be valid, practical, effective, and aligned with the Kurikulum Merdeka and the contextual digital learning needs.   Abstrak Penggunaan media inovatif seperti LKPD berbasis Augmented Reality (AR) menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran abad ke-21, terutama dalam mengatasi keterbatasan media konvensional di sekolah dasar. Teknologi AR memungkinkan visualisasi konsep secara kontekstual dan interaktif sehingga mendorong keterlibatan serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD IPAS berbasis AR pada materi sistem pencernaan untuk peserta didik kelas V. Penelitian ini merupakan R&D dengan model ADDIE untuk mengembangkan LKPD berbasis AR di kelas V UPT SD Negeri 067250 Medan. Subjek meliputi peserta didik kelas V, guru kelas, dan tiga validator (ahli materi, desain, dan bahasa). Data dikumpulkan melalui validasi ahli, angket kepraktisan, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Uji coba dilakukan dalam dua tahap: kelompok kecil (9 peserta didik) dan lapangan (30 peserta didik). Validasi dan revisi dilakukan untuk memastikan kelayakan isi, desain, bahasa, dan tampilan media. Produk akhir diuji untuk menilai kepraktisan dan efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Integrasi teknologi AR dalam LKPD IPAS meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui penyajian visual interaktif, validasi ahli, serta uji kepraktisan dan efektivitas dengan hasil positif. Pengembangan LKPD IPAS berbasis AR terbukti valid, praktis, dan efektif serta sesuai dengan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan pembelajaran digital kontekstual. Kata Kunci: Assemblr Edu; augmented reality; berpikir kritis; IPAS
Development of ICT-based interactive media using inquiry to improve mathematical communication Samsul Bahri; Kms Muhammad Amin Fauzi; Waminton Rajagukguk
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.56

Abstract

Elementary school students' mathematical communication skills remain relatively low due to conventional instructional approaches and minimal use of technology-based interactive learning media. One-way explanations from teachers dominate the learning process, reducing students' ability to express mathematical ideas systematically in visual, symbolic, or written forms. This study aims to design and develop interactive learning media based on information and communication technology (ICT) using an inquiry learning model to improve students' mathematical communication skills. The inquiry model was chosen because it encourages exploration, active participation, and critical thinking. This study employs a Research and Development (RnD) approach using the ADDIE model, which comprises five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects included sixth-grade students, teachers, and material and media experts. Validity data were obtained from expert validation, practicality data from teacher and student questionnaires, and effectiveness data from pretest and posttest results. The results indicate that interactive learning media are highly valid, practical, and effective. This research suggests that the ADDIE-based development model can serve as a reference for designing adaptive, contextual, interactive media appropriate for the needs of elementary school students.   Abstrak Kemampuan komunikasi matematis murid sekolah dasar masih tergolong rendah akibat pendekatan pembelajaran konvensional serta minimnya pemanfaatan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi. Proses pembelajaran yang didominasi oleh penjelasan satu arah dari guru menyebabkan murid kurang mampu mengungkapkan ide matematis dalam bentuk visual, simbolik, maupun tulisan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menggunakan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis murid. Model inkuiri dipilih karena mendorong eksplorasi, partisipasi aktif, dan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (RnD) dengan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini berfokus pada tahap pengembangan dan implementasi. Subjek penelitian mencakup murid kelas VI, guru, serta ahli materi dan media. Data validitas diperoleh dari validasi ahli, data kepraktisan dari angket guru dan murid, serta efektivitas dari hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran interaktif sangat valid, praktis, dan efektif. Implikasi penelitian ini adalah model pengembangan berbasis ADDIE dapat menjadi acuan untuk merancang media interaktif adaptif, kontekstual, serta sesuai kebutuhan murid sekolah dasar. Kata Kunci: komunikasi matematika; media interaktif; pembelajaran inkuiri; TIK
Development of mathematics learning modules with PBL models on the metacognitive skills of students Nina Ardianti Dewi; Waminton Rajagukguk; Rosmala Dewi
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68893

Abstract

The teaching materials used do not facilitate students' metacognitive skills, causing students' metacognitive skills to be low. The research aims to produce products in the form of valid, practical, and effective learning modules on the metacognitive skills of grade V students. Teaching materials are developed using the ADDIE development model, which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. This research developed Mathematics teaching materials with PBL models for grade V elementary school students. The subjects of this study were grade V students of SD Negeri 060874 Medan, which consisted of 27 students. Teaching materials that have been developed meet the validity criteria shown by using validation sheets on aspects of material, language, and design, with each aspect with very valid categories. The teaching materials developed also meet the practical criteria indicated by the questionnaire response given to students after the application of teaching materials with the criteria obtained is very practical. Furthermore, the teaching materials developed also meet the effective criteria, this is shown from the results of the comparison of Pre-test and Post-test tested with N-Gain with the acquisition of N-Gain scores, metacognitive skill questionnaires, and student learning outcomes with moderate categories with effective criteria.   Abstrak Bahan ajar yang digunakan kurang memfasilitasi keterampilan metakognitif siswa sehingga menyebabkan keterampilan metakognitif siswa rendah. Tujuan dari penelitian adalah untuk menghasilkan produk berupa modul pembelajaran yang valid, praktis dan efektif terhadap keterampilan metakognitif siswa kelas V. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan Research and Development (R&D). Bahan ajar dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini mengembangkan bahan ajar Matematika dengan model PBL untuk siswa kelas V siswa Sekolah Dasar. Subjek penelitian ini merupakan siswa kelas V SD Negeri 060874 Medan yang terdiri dari 27 siswa. Bahan ajar yang telah dikembangkan memenuhi kriteria kevalidan yang ditunjukkan dengan menggunakan lembar validasi pada aspek materi, Bahasa dan desain dengan masing-masing aspek dengan kategori sangat valid. Bahan ajar yang dikembangkan juga memenuhi kriteria praktis yang ditunjukkan dengan angket respons yang diberikan kepada siswa setelah penerapan bahan ajar dengan kriteria yang diperoleh adalah sangat praktis. Dan bahan ajar yang dikembangkan juga memenuhi kriteria efektif hal ini ditunjukkan dari hasil perbandingan Pre-test dan Post-test yang diuji dengan N-Gain dengan perolehan skor N-Gain angket keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa dengan kategori sedang dengan kriteria efektif. Kata Kunci: bahan ajar; keterampilan metakognitif; Matematika; PBL