Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KEHIDUPAN PETANI SUKU KARO SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN FOTOGRAFI Eko Ronal Sitepu; Onggal Sihite
Serupa The Journal of Art Education Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v13i1.126256

Abstract

Petani suku Karo, kerap sekali dianggap sebagai pekerjaan yang bersifat minoritas. Faktanya, petani menjadi garda terdepan terhadap proses pemenuhan kebutuhan pokok manusia. Keresahaan dari fenomena ini, menjadikan petani suku Karo sebagai ide penciptaan karya fotografi. Lokasi penelitian dilaksanakan di kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Pelaksanaan penciptaan berdurasi selama 5 bulan sejak juni hingga oktober 2023 dengan melalui 5 agenda yang terstruktur diantaranya: perancangan proposal dan observasi, eksplorasi ide, eksperimentasi, perwujudan dan finishing karya, serta penyusunan laporan. Metode yang digunakan adalah metode penciptaan karya dengan desain deskriptif kualitatif. Tahapan penciptaan meliputi: eksplorasi ide, ekperimentasi, dan perwujudan karya. Teknik analisis data yang digunakan adalah triangulasi data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk digunakan sebagai sumber data primer dalam pendeskripsian karya. Hasil 1) Dalam memvisualisasikan kehidupan petani Karo, menggunakan teknik ruang tajam luas, ruang tajam sempit, stop action dan siluet. Kegunaan dari teknik yang digunakan seperti ruang tajam luas berguna untuk menangkap gambaran luas tentang keberagaman budaya Karo, tradisi pertanian Karo, dan hubungan petani Karo dengan alam, serta 2) Terdapat 8 karya penciptaan fotografi yang mengankat nilai-nilai dari pekerjaan para petani.
AKTIVITAS “SONTIL” PADA MASYARAKAT KARO SEBAGAI IDE PENCIPTAAN FOTOGRAFI Titania Adela Milala; Onggal Sihite
Serupa The Journal of Art Education Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v13i2.126904

Abstract

Sontil adalah gulungan tembakau kering yang dipakai oleh kaum perempuan suku Karo sebagai pelengkap sirih ‘Man belo’. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan “Sontil” sebagai komunikasi antar budaya dengan membuat karya menggunakan teknik DOF untuk mentitik fokuskan secara detail aktivitas “Sontil” serta memperkenalkan budaya “Sontil” kepada kaum muda akan budaya Karo. Jenis metode penciptaan ini adalah (1) tahap eksplorasi wacana (2) tahap ide dan konsep (3) tahap eksplorasi fotografi (4) tahap eksejusi (5) tahap penyelesaian. Secara metodis, melalui proses tahap-tahap kreatif yang dilalui inilah kemudian didapat berbau bentuk artistic dari objek aktivitas Sontil. Bebagai bentuk artistik pada objek yang akan dihasilkan dari tahapan proses penciptaannya, dapat disimpulkan bahwa sebagai tatanan objek estetik dalam karya fotografi aktivitas Sontil. Hal ini secara spesifik ditandai dari terbentuknya sebuah makna dan interpretasi lain dibalik makana Sontil yang terlihat secara kasat mata, serta sebagai suatu hasil penjelajahan astistik atas makna Sontil yang lazim terlihat. Dari penelitian diperoleh 12 karya yang mengambarkan kegiatan menyontil masyarakat karo dari berbagai kalangan sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Karo yang memiliki keunikan tersendiri dan mendorong perkembangan lebih jauh Sebagai Ide Penciptaan Fotografi.
REVITALISASI ETNOPAPER: TRANSFORMASI LIMBAH SELULOSA DAUN KERING MELALUI TEKNOLOGI PULPING BERBASIS ETNOSAINS DALUANG UNTUK MENUMBUHKAN LIFE SKILL SISWA Ashar Hasairin; Idramsa Idramsa; Onggal Sihite; Suci Rahmawati; Sailana Mira Rangkuty; Khairiza Lubis; Muliawati Muliawati; Nila Zusmita Wasni; Halim Simatupang; Wasis Wuyung Wisnu Brata
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.2867-2874

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengelolaan limbah daun di Sekolah Syarif Ar Rasyid Kota Binjai yang selama ini dilakukan dengan pembakaran, sehingga menimbulkan masalah baru berupa pencemaran udara. Hal ini juga sejalan dengan hasil observasi rendahnya literasi etnosains siswa yaitu 90% siswa hanya mengetahui kertas dari kayu pohon. Tujuan kegiatan adalah mengimplementasikan teknologi tepat guna berbasis teknik Daluang untuk mengolah limbah daun menjadi kertas, meningkatkan literasi lingkungan, serta menumbuhkan life skill siswa. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) Focus Group Discussion (FGD) untuk audit vegetasi dan sinkronisasi kurikulum; (2) sosialisasi dan pelatihan implementasi IPTEKS melalui demonstrasi pembuatan pulp (pencacahan dengan mesin mini cooper 200 watt, perebusan dengan campuran 100 gr soda kue dan 900 mL air selama 15 menit, pemukulan serat, penambahan air kanji, pencetakan, dan pengeringan); (3) pendampingan dan evaluasi mutu. Hasil kegiatan menunjukkan: (a) reduksi volume limbah daun sebesar 70% dari 5–15 kg per minggu; (b) peningkatan life skill siswa dengan rerata capaian 3,4 (skala 4,0) yang mencakup kecakapan personal (3,8), sosial (3,5), akademik (3,0), dan vokasional (3,3); (c) keberhasilan produksi kertas dari berbagai bahan (daun kering, rumput, sampah kertas) daun kering memerlukan konsentrasi soda kue dan perebusan yang lebih lama; (d) terintegrasinya kearifan lokal teknik Daluang dalam pembelajaran kontekstual. Transformasi limbah selulosa daun melalui teknologi pulping berbasis etnosains Daluang tidak hanya menyelesaikan masalah ekologi sekolah tetapi juga efektif menumbuhkan kecakapan hidup siswa serta melestarikan warisan budaya Nusantara. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDGs poin 4 (pendidikan berkualitas) dan poin 12 (konsumsi dan produksi bertanggung jawab).