Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN KARAGENAN TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI YOGHURT RASA PISANG AMBON Nugraha, Wahyu; Koesoemawardani, Dyah; Nurainy, Fibra; Rizal, Samsul
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v1i2.6364

Abstract

Yoghurt rasa pisang ambon merupakan varian rasa yoghurt. Penambahan buah mengakibatkan tekstur yoghurt berair sehingga membutuhkan bahan penstabil. Penelitian ini bertujuan mendapatkan konsentrasi karagenan yang menghasilkan yoghurt rasa pisang ambon dengan sifat fisikokimia dan sensori yoghurt buah pisang ambon sesuai SNI 2981:2009. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal yaitu konsentrasi karagenan pada taraf K0 (tanpa penambahan karagenan), K1 (0,1%), K2 (0,2%), K3 (0,3%), K4 (0,4%), K5 (0,5%) b/v. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji Barllet dan Tukey lalu dilanjutkan dengan uji ANOVA dan uji BNT pada taraf 5%. Masing-masing sampel dari setiap ulangan diuji sensori, fisik, dan kimia. Hasil penelitian ini menghasilkan yogurt plain terbaik pada penambahan karagenan sebesar 0,5% b/v (K5) dengan kriteria sineresis 39,61%, viskositas 2,28 cps, total asam 0,56%, TPT 12,60⁰brix, kadar abu 0,38%, kadar protein 3,81%, kadar lemak 2,37%, total BAL 8,94 log cfu/mL, kekentalan yoghurt kental (4,26), serta sensori hedonik agak disukai panelis.
KARAKTERISTIK SENSORI DAN KIMIA TORTILLA CHIPS DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG CANGKANG RAJUNGAN ( Portunus Pelagicus) Nafsiah, Ibdatin; Rizal, Samsul; Koesoemawardani, Dyah; Susilawati, Susilawati
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v1i2.6387

Abstract

Tortilla chips merupakan makanan ringan berbahan dasar jagung yang memiliki kandungan kalsium rendah sehingga perlu dilakukan penambahan tepung cangkang rajungan untuk meningkatkan kandungan kalsium pada Tortilla chips. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh formulasi penambahan tepung cangkang rajungan terhadap karakteristik sensori dan kimia Tortilla chips dan untuk mengetahui formulasi terbaik penambahan tepung cangkang rajungan pada pembuatan Tortilla chips. Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal menggunakan 6 taraf penambahan tepung cangkang rajungan yaitu P0 (tepung cangkang rajungan 0%), P1 (tepung  cangkang rajungan 2,5%), P2 (tepung cangkang rajungan 5%), P3 (tepung cangkang rajungan 7,5%), P4 (tepung cangkang rajungan 10%), dan P5 (tepung cangkang rajungan 12,5%). Penelitian ini terdiri atas proses pembuatan tepung cangkang rajungan, pembuatan Tortilla chips, pengujian sensori, pengujian kimia untuk mendapatkan perlakuan terbaik. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji Barlett dan Tukey lalu dilanjutkan dengan uji ANOVA dan uji BNJ pada taraf 5 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung cangkang rajungan terbaik adalah perlakuan P4 (tepung cangkang rajungan 10%) dengan kriteria warna kuning kecoklatan (2,97), tekstur sangat renyah (3,74), rasa sangat suka (3,71), aroma suka (3,10), penerimaan keseluruhan sangat suka (3,71), kadar air 2,59 %, kadar abu 7,07 %, kadar protein 5,94%, kadar lemak 29,17%, dan kadar kalsium 91,78 mg/100g.
Pembuatan Permen Jamu Cekok Sebagai Upaya Diversifikasi Produk Jamu di Kecamatan Bumiratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah Koesoemawardani, Dyah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 1 No. 3 (2017): Jurnal Sakai Sambayan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Desa Sukajawa Kecamatan Bumiratu Nuban Lampung Tengah merupakan salah satu desa yang banyak memanfaatkan halamannya untuk penanaman tanaman obat (toga). KWT Kenanga adalah salah satu usaha ibu-ibu di desa Sukajawa, di antara usahanya adalah mengolah jamu cekok. Jamu cekok selalu identik dengan rasa pahit dan tidak bertahan lama. Selain itu, jamu cekok sesuai dengan namanya cara meminumkannya juga dengan cara memaksa yaitu memasukan langsung ke mulut anak (cekok). Hal inilah yang menjadi masalah, sehingga perlu inovasi produk jamu cekok menjadi permen jamu cekok dengan rasa manis dan menarik serta tetap berkhasiat sebagai penambah nafsu makan, yang disukai oleh anak-anak. Penyuluhan, pelatihan, pembinaan dan evaluasi adalah metode yang digunakan untuk memecahkan masalah. Pelatihan yang dilakukan berhasil membuat pemen jamu cekok dan bisa meningkatkan pendapatan KWT Kenanga. Harga jamu cekok sebelum dibuat permen adalah Rp. 3000, setelah dibuat permen jamu cekok memiliki harga Rp. 6000 perbungkus. Dengan perhitungan analisis usaha maka diperoleh keuntungan Rp. 2.736.080 dengan waktu balik modal adalah 0,6 bulan, tingkat BEP adalah 159 bungkus Kata kunci: jamu cekok, keuntungan, permen jamu cekok.