Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Preservative Efectiveness Test of Dry Water Extract of Gambier (Uncaria Gambir Roxb.) In Cream Type of Cosmetics fitri, Dewi Rahma; Prophet, Santy; Komarudin, Dede; Fatria Fajar, In Rahmi; Riyanto, Arief
SANITAS: Jurnal Teknologi dan Seni Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): SANITAS Volume 14 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36525/sanitas.2023.423

Abstract

Gambier is an endemic plant that can grow properly such as in Indonesia it has been empirically used for natural coloring, antiinfection and burns wound healing. Gambier used as antimicrobials because its catechins compound. Catechins mechanism as antimicrobial are break the cell wall or cell membrane of bacteria, other mechanism is to precipitate of protein because the catechins properties is same with phenolic compound. This research aims to know the preservative effectivity of dry water extract of gambier (Uncaria gambir Roxb.) in cream type of cosmetics. Research methods are total plate count, yeast and mold count, logs and percentage of preservative effectivity test. The data of the result there are: gambier extract in Pseudomonas aeruginosa cream shows the preservative requirement at 2%, 2,5% and 3% concentrations with 100% of reduction and 3 logs reductions on 14th days testing; gambier extract in Staphylococcus aureus cream shows the preservative requirement at 3% concentrations with 100% of reduction and 3 logs reductions on 7th days of the test; gambier extract in Enterobacter aerogenes cream shows the preservative requirement at 2%, 2,5%, 3% and 3,5% concentrations with 100% of reduction and 3 logs reductions on 28th days of the test; gambier extract in Candida albicans cream shows the preservative requirement at 2%, 2,5% and 3% concentrations with 100% of reduction and 3 logs reductions on 7th days of the test; gambier extract in Aspergillus niger cream shows the preservative requirement at 2,5% and 3% concentrations with 100% of reduction and 3 logs reductions on 7th days of the test. Dry water extract of gambier has the potential that can be used as a microbial preservative in cream type of cosmetics
Penyuluhan Dagusibu Serta Pemanfaatan Biota Laut Dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat di Pulau Pramuka Dede Komarudin; Aditya Nanda Pratama; Dwi Anggraeni; Nafiatul Nurazizah; Pamela Khristi; Rizky Prasetya6; Zevania Situmorang
Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Juni: Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/perigel.v3i2.1655

Abstract

Real Work Lectures (KKN) are university extracurricular activities that combine the dharma of education, research and community service in one activity. Indonesian people are used to using medicines as an effort to prevent, control or cure disease, especially during the current pandemic. However, many people often experience minor health complaints such as dizziness, fever and stomach ulcers. The low level of light services using drugs from the over-the-counter and over-the-counter drug classes is limited. It is hoped that this real work lecture (KKN) activity can increase the interest and understanding of residents in the Pulau Pramuka sub-district regarding the DAGUSIBU Effort movement for good and correct medicine and the use of marine biota to improve health, increase intelligence through the consumption of independently processed products that have high protein. The method used in this activity is a socialization method involving the community and various groups at the student level. The results obtained are that this program has run well through various programs held such as health checks, workshop activities, phytochemical screening activities for marine biota of the Ulva lactuca seaweed type, as well as DAGUSIBU extension activities.
Uji kualitatif dan kuantitatif logam berat berbahaya merkuri pada sediaan krim pemutih dan hand body lotion yang diperoleh dari toko offline dan online menggunakan metode ICP-OES Komarudin, Dede
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1014

Abstract

Background: Masyarakat Indonesia percaya bahwa wanita cantik adalah yang berkulit putih dan bersinar seperti orang Korea. Krim pemutih adalah jenis kosmetik yang digunakan untuk mencerahkan noda hitam atau coklat kulit. Sama halnya dengan hand body lotion adalah kosmetik pelembut yang mengandung lebih banyak air daripada minyak, sehingga lebih cepat diserap oleh kulit membuat kulit menjadi lebih cerah dan melembabkan. Saat ini krim pemutih dan hand body lotion yang dijual di toko kosmetik offline ataupun online ditemukan tidak memiliki label merek dan tidak terdaftar BPOM, kosmetik ilegal sering mengandung bahan kimia berbahaya seperti merkuri. Tujuan: Untuk mengetahui terdapat ataupun tidaknya merkuri dan berapa kadar yang terkandung dalam sediaan kosmetik krim pemutih dan hand body lotion yang berasal dari toko offline dan online. Metode: Sampel yang digunakan berasal dari empat toko offline dan satu toko online yang paling banyak penjualannya dengan total sampel lima krim pemutih dan lima hand body lotion, sampel tersebut diujikan secara kualitatif dengan pereaksi KI dan NaOH. Sampel yang diduga positif merkuri dilanjutkan pengujian secara kuantitatif menggunakan metode ICP-OES. Hasil: Kelima sampel krim pemutih yang diperoleh dari toko offline dan online yaitu  tiga  positif terkandung merkuri dengan rincian dua yang berasal dari toko offline dan satu positif yang berasal dari toko online. Kelima sampel hand body lotion yang diperoleh dari toko offline dan online tidak terdapat kandungan merkuri. Kadar merkuri yang terkandung dalam sampel krim pemutih, krim pemutih A, B, C yaitu dengan kadar 3103,70 mg/kg, 1754,39 mg/kg dan 1057,60 mg/kg.
Evaluasi pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di instalasi rawat inap RSU Tangerang Selatan dengan metode Gyssens Fauziah, Siva; Komarudin, Dede
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1015

Abstract

Latar Belakang: Bakteri Salmonella typhi menyebabkan demam tifoid, penyakit menular yang sebagian besar menyerang saluran pencernaan, Demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi paling baik diobati dengan antibiotic. Tujuan: evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien demam thypoid engan metode gyssens di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum kota Tangerang Selatan.  Metode: Penelitian ini menggulnakan pendekatan penelitian observasional deskriptif non-eksperimental. Pengambilan data di lakukan secara retrospektif dengan analisis tingkat rasionalitas. Pengambilan data didapatkan dari data rekam medis dan resep pasien yang terdiagnosa demam thypoid. Hasil: Rasionalitas penggunaan antibiotik dianalisis dengan menggunakan metode Gyssens di mana Pemberian obat antibiotik yang sering di berikan yaitu cefixime dan ceftriaxone dengan golongan antibiotik cephalosporin generasi ketiga sebanyak 21 pasien dan mendapatkan persentase sebesar 25%, sedangkan rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid yang menjalani rawat inap di RSU kota Tangerang selatan dari 84 rekam medis pasien, terdapat 75% penggunaan antibiotik rasional di kategori 0 dan terdapat 25% yang tidak rasional termasuk pada kategori IVA (ada alternatif lebih efektif). Kesimpulan: Mayoritas pasien demam tifoid di RSU Kota Tangerang Selatan menerima antibiotik yang rasional. Namun, masih terdapat 25% pasien yang menerima antibiotik tidak rasional yang dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang rasional, seperti edukasi kepada tenaga medis dan pasien.
Daun Gandarusa (Justicia gendarussa Burm. F) sebagai alternatif antibiotik: Studi potensi fraksi aktif terhadap Staphylococcus aureus Komarudin, Dede; Adriana, Yulis; Fauziah, Siva; Mulyani Putri, Anissa
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i1.1330

Abstract

Latar Belakang: Tanaman gandarussa (Justicia gendarussa Burm. F.) diketahui memiliki flavonoid, alkaloid, triterponoid, tannin, justicin, steroid, dan gendarusin A dan B. Secara empiris, tanaman ini dapat digunakan sebagai obat untuk memar, bengkak, sakit pinggang, nyeri sendi, demam, antibakteri, bisul, borok, dan patah tulang. Tujuan: Studi ini mengukur zona hambat bakteri Staphylococcus aureus ekstrak daun talas untuk mengetahui sifat antibakteri ekstrak etanol daun gandarusa. Metode: Penelitian uji daya hambat dengan metode difusi sumuran pada ekstrak etanol, fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat. Ciprofloxacin menjadi kontrol positif dan etanol sebagai kontrol negatif. Konsentrasi 75; 50; 25;10; 5; 2.5 digunakan untuk control, ekstrak dan fraksi. Data deskriptif menggunakan data kualitatif dan kuantitatif . Hasil : Nilai rata-rata diameter zona hambat ciprofloxacin (kontrol positif) memiliki zona daya hambat bakteri yang sangat kuat, 25,79 mm. Sedangkan nilai diameter zona hambat terhadap konsentraksi ekstrak etanol, fraksi n-heksana & fraksi etil asetat berturut-turut pada konsentrasi 75% ( 25,18 mm; 30,02 mm & 25,36 mm),  konsentrasi 50% (22,1 mm; 26,62 mm & 25.44 mm), konsentrasi 25% (19,22 mm;  23,8 mm & 21,18 mm), konsentrasi 10% ( 18,27 mm; 16,95 mm & 17.75 mm), konsentrasi 5% (13,36 mm; 12,31 mm & 14,43 mm) dan konsentrasi 2.5% (6,1 mm; 12,73 mm & 12,5 mm). Kesimpulan: Ciprofloxacin 25 μg/ml (kontrol positif) memiliki zona daya hambat pada bakteri Staphylococcus aureus dengan rata-rata nilai 25,79 mm yang termasuk kedalam kategori sangat kuat. Rata-rata nilai tertinggi ekstrak etanol daun gandarusa (Justicia gendarusa Burm. F), fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat memiliki daya hambat pada bakteri Staphylococcus aureus berturut-turut sebesar 25,18 mm; 30,02 mm dan 25,36 mm yang termasuk kedalam kategori sangat kuat. Ekstrak dan fraksi aktif dari daun gandarusa (Justicia gendarusa Burm. F) dapat digunakan sebagai alternatif penghambatan pada bakteri Staphylococcus aureus.
Peningkatan Kesehatan melalui Edukasi Sanitasi dan Hygiene serta Deteksi Dini Penyakit melalui Skrining dan Workshop Herbal di Desa Banjarsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Maylinka, Kanita Putri Dwi; Haryanto, Rio Rafindra; Kiik, Bruno; Ferliyani, Maulidya; Margaretta, Stephany; Komarudin, Dede
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): JIPPM - Juni 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.786

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan di Desa Banjarsari, Ciawi-Bogor, merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif di bidang kesehatan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama anak-anak sekolah dasar, terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Edukasi sanitasi dan hygiene dilakukan melalui penyuluhan interaktif kepada siswa SDN Banjarsari 01 yang dilengkapi dengan evaluasi Pretest dan postest. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan rata-rata nilai postest mencapai 98,7 dari sebelumnya 69,7. Selain itu, kegiatan skrining kesehatan dilakukan kepada masyarakat umum untuk mendeteksi dini penyakit melalui pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Hasilnya menunjukkan sebagian masyarakat memiliki kadar kolesterol dan gula darah di atas normal. Sebagai pelengkap, dilakukan workshop pembuatan jus herbal dari bawang putih tunggal dan bahan alami lainnya yang dikenal memiliki manfaat kesehatan. Workshop ini bertujuan memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman tradisional sebagai upaya pencegahan penyakit secara alami. Kegiatan KKN ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan guna mendukung program kesehatan berbasis masyarakat.
Rational use of NSAIDs and the incidence of potential drug interactions in inpatients with osteoarthritis at the Tangerang City General Hospital Fauziah, Siva; Aulia, Gina; Nasar, Nur Afni Syariah; Putri, Annisa Septyana; Komarudin, Dede
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1621

Abstract

Background: Osteoarthritis (OA) is a disease that affects articular cartilage, subchondral bone, synovium, capsule, and ligaments. This disease is an overlapping disorder with different etiologies but similar biological, morphological, and clinical outcomes. The rationality of drug use in osteoarthritis must be optimized to achieve optimal therapeutic outcomes. The potential for drug interactions must also be understood to prevent unwanted effects from therapy. Objective: To determine the rationality of drug use and the potential for drug interactions in osteoarthritis patients at Tangerang City General Hospital, focusing on the four principles of appropriate drug use: appropriate patient, appropriate drug, appropriate indication, and appropriate dose. This study is a descriptive observational study with a cross-sectional design and uses retrospective data. Method: The study sample was selected using purposive sampling, considering inclusion and exclusion criteria. The study sample meeting the inclusion criteria consisted of 31 medical records (patients). The data obtained were then compared with the reference standards of the Indonesian Rheumatology Association (IRA). Results: Patient characteristics based on age showed the highest proportion in early elderly (46–55 years) at 41.9%, female gender at 71%, with joint pain location in the feet at 65%, other joints at 23%, and hands at 12.9%. The profile of prescribed osteoarthritis medications was as follows: sodium diclofenac 41.9%, meloxicam 38.7%, ketorolac 12.9%, and mefenamic acid 6.5%. The rationality of patient accuracy, medication, indications, and dosage yielded 100% data related to NSAID use in osteoarthritis patients, with the highest potential for drug interactions occurring in the combination of sodium diclofenac and bisoprolol at 18.2% at a moderate severity level. The mechanism of interaction involves NSAIDs potentially weakening the antihypertensive effects of beta-blockers. The mechanism of NSAID-induced inhibition of renal prostaglandin synthesis results in uninhibited pressor activity, leading to hypertension. Additionally, NSAIDs can cause fluid retention, which also affects blood pressure. Conclusion: The rational use of NSAIDs in terms of the right patient, right drug, right indication, and right dose was 100%, and the total number of PIAO cases found was 11 (28.2%). Of all the cases identified, 8 cases were moderate in severity and 3 cases were minor. The most common drug interactions were between Sodium Diclofenac and Bisoprolol, accounting for 18.2%. Keywords: Drug rationality NSAIDs, Osteoarthritis, Potential drug interactions.
Efektivitas ekstrak Etanol Rosemary (Rosemarinus officinalis L.) pada tikus jantan putih (Rattus Norvegicus L.) sebagai agen Hepatoprotektor Komarudin, Dede; Adriana, Yulis; Ruslihagi, Farid; Fauziah, Siva; Putri, Annisa Septyana; Aulia, Gina; Nasar, Nur Afni Syariah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1622

Abstract

Latar Belakang: Hati adalah organ penting dalam tubuh manusia.kerusakan pada hati disebabkan oleh banyak faktor termasuk obat-obatan tertentu, paparan polutan, dan bahan kimia lingkungan seperti parasetamol, karbon tetraklorida, dan lain-lain. triklorometil membentuk radikal triklorometilperoksi Peroksidasi lipid, gangguan homeostasis Ca2, dan N-acetylcysteine Tanaman Rosmarinus officinalis L. kadang-kadang dikenal sebagai rosemary atau rosmarin, merupakan anggota famili Lamiaceae dan rosemary memiliki efek antioksidan serta hepatoprotektif. Tujuan: Studi ini untuk menguji efektivitas antioxidant ekstrak Rosemary dan sebagai agen hepatoprotektor pada tikus jantan putih. Metode: Penelitian ini dilakukakan secara eksperimental dengan melakukan  ekstraksi etanol 80% Rosemary untuk menguji efektivitas antioksidan yang diujikan kepada hewan tikus 30 ekor terbagi menjadi 6 kelompok dan terdiri dari 5 ekor tikus yang masing-masing hanya di induksi karbon tertaklorida (CCL4): induksi CCL4 & obat pembanding; induksi CCL4  dan ekstrak rosemary dosis 80%, 100% dan 120% serta tikus yang hanya di beri makan dan minum kemudian untuk mengetahui penurunan dan dosis optimalnya berdasarkan kadar AST (Aspartate Aminotransferase) dan ALT (Alanine Aminotransferase). Hasil : Pengukuran setelah diinduksi CCL4 didapatkan kadar rata-rata AST & ALT masing-masing kelompok 1-6 yaitu 60 & 25,6; 155,8 & 154,6; 165 & 153,2; 149,8 & 139,4; 150,6  &147,2; 168,8 & 151 U/L. Pengukuran kadar AST dan ALT setelah dilakukan pemantauan dan perlakuan pada hari ke 1 berturut-turut yaitu 60 & 25,6; 155,8 & 154,6; 165 & 153,2; 149,8 & 139,4; 150,6 & 147,2; 168,8 & 151 U/L. Pada hari ke 7 yaitu 57,6 & 23; 113,4 & 92,4; 160,2 & 149; 114,4 & 102,8; 118.6 & 88,4; 96 & 84,6 U/L.  Pada hari ke 14 yaitu 57 & 22,4; 60 & 27; 128,2 & 123,4; 103,2 & 56,6; 70 & 38,8; 58,2 23,4 U/L. Kesimpulan: Ekstrak Rosemary berpotensi sebagai Hepatoprotektor karena dapat menurunkan aktivitas kadar ALT dan AST pada tikus putih jantan yang telah diinduksikan CCl4 dengan dosis optimum yang dapat digunakan sebagai hepatoprotektor pada dosis 100-120%.
Pemeriksaan Asam Urat Kolesterol dan Gula Darah pada Masyarakat Pengunjung yang Berada di Kawasan Monumen Nasional Jakarta Fajar, In Rahmi Fatria; Fitri, Dewi Rahma; Hidayat, Febri; Komarudin, Dede
Journal of Community Development and Empowerment Vol. 1 No. 4 (2025): Journal of Community Development and Empowerment, July 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/jocdem.v1i4.226

Abstract

Improving public health is a key priority in health development in Indonesia. Health education and health check-ups are interrelated activities and play a crucial role in both promotive and preventive efforts. Health education aims to increase public knowledge, awareness, and healthy living behaviors, while health check-ups serve as early disease detection and risk factor identification. This study aims to improve health in an integrated manner by increasing knowledge and early disease detection among the public in the Jakarta area, especially those visiting the National Monument. The methods used were experimental and lecture methods. Data were collected through pre-test and post-test questionnaires on counseling participants and the results of mass health check-ups. The examination results showed that the majority of visitors suffered from gout and hypertension. Health education for visitors went smoothly. In conclusion, this community service activity went smoothly and was well received by the community.