Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Evaluasi pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di instalasi rawat inap RSU Tangerang Selatan dengan metode Gyssens Fauziah, Siva; Komarudin, Dede
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1015

Abstract

Latar Belakang: Bakteri Salmonella typhi menyebabkan demam tifoid, penyakit menular yang sebagian besar menyerang saluran pencernaan, Demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi paling baik diobati dengan antibiotic. Tujuan: evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien demam thypoid engan metode gyssens di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum kota Tangerang Selatan.  Metode: Penelitian ini menggulnakan pendekatan penelitian observasional deskriptif non-eksperimental. Pengambilan data di lakukan secara retrospektif dengan analisis tingkat rasionalitas. Pengambilan data didapatkan dari data rekam medis dan resep pasien yang terdiagnosa demam thypoid. Hasil: Rasionalitas penggunaan antibiotik dianalisis dengan menggunakan metode Gyssens di mana Pemberian obat antibiotik yang sering di berikan yaitu cefixime dan ceftriaxone dengan golongan antibiotik cephalosporin generasi ketiga sebanyak 21 pasien dan mendapatkan persentase sebesar 25%, sedangkan rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid yang menjalani rawat inap di RSU kota Tangerang selatan dari 84 rekam medis pasien, terdapat 75% penggunaan antibiotik rasional di kategori 0 dan terdapat 25% yang tidak rasional termasuk pada kategori IVA (ada alternatif lebih efektif). Kesimpulan: Mayoritas pasien demam tifoid di RSU Kota Tangerang Selatan menerima antibiotik yang rasional. Namun, masih terdapat 25% pasien yang menerima antibiotik tidak rasional yang dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang rasional, seperti edukasi kepada tenaga medis dan pasien.
Daun Gandarusa (Justicia gendarussa Burm. F) sebagai alternatif antibiotik: Studi potensi fraksi aktif terhadap Staphylococcus aureus Komarudin, Dede; Adriana, Yulis; Fauziah, Siva; Mulyani Putri, Anissa
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i1.1330

Abstract

Latar Belakang: Tanaman gandarussa (Justicia gendarussa Burm. F.) diketahui memiliki flavonoid, alkaloid, triterponoid, tannin, justicin, steroid, dan gendarusin A dan B. Secara empiris, tanaman ini dapat digunakan sebagai obat untuk memar, bengkak, sakit pinggang, nyeri sendi, demam, antibakteri, bisul, borok, dan patah tulang. Tujuan: Studi ini mengukur zona hambat bakteri Staphylococcus aureus ekstrak daun talas untuk mengetahui sifat antibakteri ekstrak etanol daun gandarusa. Metode: Penelitian uji daya hambat dengan metode difusi sumuran pada ekstrak etanol, fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat. Ciprofloxacin menjadi kontrol positif dan etanol sebagai kontrol negatif. Konsentrasi 75; 50; 25;10; 5; 2.5 digunakan untuk control, ekstrak dan fraksi. Data deskriptif menggunakan data kualitatif dan kuantitatif . Hasil : Nilai rata-rata diameter zona hambat ciprofloxacin (kontrol positif) memiliki zona daya hambat bakteri yang sangat kuat, 25,79 mm. Sedangkan nilai diameter zona hambat terhadap konsentraksi ekstrak etanol, fraksi n-heksana & fraksi etil asetat berturut-turut pada konsentrasi 75% ( 25,18 mm; 30,02 mm & 25,36 mm),  konsentrasi 50% (22,1 mm; 26,62 mm & 25.44 mm), konsentrasi 25% (19,22 mm;  23,8 mm & 21,18 mm), konsentrasi 10% ( 18,27 mm; 16,95 mm & 17.75 mm), konsentrasi 5% (13,36 mm; 12,31 mm & 14,43 mm) dan konsentrasi 2.5% (6,1 mm; 12,73 mm & 12,5 mm). Kesimpulan: Ciprofloxacin 25 μg/ml (kontrol positif) memiliki zona daya hambat pada bakteri Staphylococcus aureus dengan rata-rata nilai 25,79 mm yang termasuk kedalam kategori sangat kuat. Rata-rata nilai tertinggi ekstrak etanol daun gandarusa (Justicia gendarusa Burm. F), fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat memiliki daya hambat pada bakteri Staphylococcus aureus berturut-turut sebesar 25,18 mm; 30,02 mm dan 25,36 mm yang termasuk kedalam kategori sangat kuat. Ekstrak dan fraksi aktif dari daun gandarusa (Justicia gendarusa Burm. F) dapat digunakan sebagai alternatif penghambatan pada bakteri Staphylococcus aureus.
Peningkatan Kesehatan melalui Edukasi Sanitasi dan Hygiene serta Deteksi Dini Penyakit melalui Skrining dan Workshop Herbal di Desa Banjarsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Maylinka, Kanita Putri Dwi; Haryanto, Rio Rafindra; Kiik, Bruno; Ferliyani, Maulidya; Margaretta, Stephany; Komarudin, Dede
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): JIPPM - Juni 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.786

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan di Desa Banjarsari, Ciawi-Bogor, merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif di bidang kesehatan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama anak-anak sekolah dasar, terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Edukasi sanitasi dan hygiene dilakukan melalui penyuluhan interaktif kepada siswa SDN Banjarsari 01 yang dilengkapi dengan evaluasi Pretest dan postest. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan rata-rata nilai postest mencapai 98,7 dari sebelumnya 69,7. Selain itu, kegiatan skrining kesehatan dilakukan kepada masyarakat umum untuk mendeteksi dini penyakit melalui pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Hasilnya menunjukkan sebagian masyarakat memiliki kadar kolesterol dan gula darah di atas normal. Sebagai pelengkap, dilakukan workshop pembuatan jus herbal dari bawang putih tunggal dan bahan alami lainnya yang dikenal memiliki manfaat kesehatan. Workshop ini bertujuan memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman tradisional sebagai upaya pencegahan penyakit secara alami. Kegiatan KKN ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan guna mendukung program kesehatan berbasis masyarakat.
Rational use of NSAIDs and the incidence of potential drug interactions in inpatients with osteoarthritis at the Tangerang City General Hospital Fauziah, Siva; Aulia, Gina; Nasar, Nur Afni Syariah; Putri, Annisa Septyana; Komarudin, Dede
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1621

Abstract

Background: Osteoarthritis (OA) is a disease that affects articular cartilage, subchondral bone, synovium, capsule, and ligaments. This disease is an overlapping disorder with different etiologies but similar biological, morphological, and clinical outcomes. The rationality of drug use in osteoarthritis must be optimized to achieve optimal therapeutic outcomes. The potential for drug interactions must also be understood to prevent unwanted effects from therapy. Objective: To determine the rationality of drug use and the potential for drug interactions in osteoarthritis patients at Tangerang City General Hospital, focusing on the four principles of appropriate drug use: appropriate patient, appropriate drug, appropriate indication, and appropriate dose. This study is a descriptive observational study with a cross-sectional design and uses retrospective data. Method: The study sample was selected using purposive sampling, considering inclusion and exclusion criteria. The study sample meeting the inclusion criteria consisted of 31 medical records (patients). The data obtained were then compared with the reference standards of the Indonesian Rheumatology Association (IRA). Results: Patient characteristics based on age showed the highest proportion in early elderly (46–55 years) at 41.9%, female gender at 71%, with joint pain location in the feet at 65%, other joints at 23%, and hands at 12.9%. The profile of prescribed osteoarthritis medications was as follows: sodium diclofenac 41.9%, meloxicam 38.7%, ketorolac 12.9%, and mefenamic acid 6.5%. The rationality of patient accuracy, medication, indications, and dosage yielded 100% data related to NSAID use in osteoarthritis patients, with the highest potential for drug interactions occurring in the combination of sodium diclofenac and bisoprolol at 18.2% at a moderate severity level. The mechanism of interaction involves NSAIDs potentially weakening the antihypertensive effects of beta-blockers. The mechanism of NSAID-induced inhibition of renal prostaglandin synthesis results in uninhibited pressor activity, leading to hypertension. Additionally, NSAIDs can cause fluid retention, which also affects blood pressure. Conclusion: The rational use of NSAIDs in terms of the right patient, right drug, right indication, and right dose was 100%, and the total number of PIAO cases found was 11 (28.2%). Of all the cases identified, 8 cases were moderate in severity and 3 cases were minor. The most common drug interactions were between Sodium Diclofenac and Bisoprolol, accounting for 18.2%. Keywords: Drug rationality NSAIDs, Osteoarthritis, Potential drug interactions.
Efektivitas ekstrak Etanol Rosemary (Rosemarinus officinalis L.) pada tikus jantan putih (Rattus Norvegicus L.) sebagai agen Hepatoprotektor Komarudin, Dede; Adriana, Yulis; Ruslihagi, Farid; Fauziah, Siva; Putri, Annisa Septyana; Aulia, Gina; Nasar, Nur Afni Syariah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1622

Abstract

Latar Belakang: Hati adalah organ penting dalam tubuh manusia.kerusakan pada hati disebabkan oleh banyak faktor termasuk obat-obatan tertentu, paparan polutan, dan bahan kimia lingkungan seperti parasetamol, karbon tetraklorida, dan lain-lain. triklorometil membentuk radikal triklorometilperoksi Peroksidasi lipid, gangguan homeostasis Ca2, dan N-acetylcysteine Tanaman Rosmarinus officinalis L. kadang-kadang dikenal sebagai rosemary atau rosmarin, merupakan anggota famili Lamiaceae dan rosemary memiliki efek antioksidan serta hepatoprotektif. Tujuan: Studi ini untuk menguji efektivitas antioxidant ekstrak Rosemary dan sebagai agen hepatoprotektor pada tikus jantan putih. Metode: Penelitian ini dilakukakan secara eksperimental dengan melakukan  ekstraksi etanol 80% Rosemary untuk menguji efektivitas antioksidan yang diujikan kepada hewan tikus 30 ekor terbagi menjadi 6 kelompok dan terdiri dari 5 ekor tikus yang masing-masing hanya di induksi karbon tertaklorida (CCL4): induksi CCL4 & obat pembanding; induksi CCL4  dan ekstrak rosemary dosis 80%, 100% dan 120% serta tikus yang hanya di beri makan dan minum kemudian untuk mengetahui penurunan dan dosis optimalnya berdasarkan kadar AST (Aspartate Aminotransferase) dan ALT (Alanine Aminotransferase). Hasil : Pengukuran setelah diinduksi CCL4 didapatkan kadar rata-rata AST & ALT masing-masing kelompok 1-6 yaitu 60 & 25,6; 155,8 & 154,6; 165 & 153,2; 149,8 & 139,4; 150,6  &147,2; 168,8 & 151 U/L. Pengukuran kadar AST dan ALT setelah dilakukan pemantauan dan perlakuan pada hari ke 1 berturut-turut yaitu 60 & 25,6; 155,8 & 154,6; 165 & 153,2; 149,8 & 139,4; 150,6 & 147,2; 168,8 & 151 U/L. Pada hari ke 7 yaitu 57,6 & 23; 113,4 & 92,4; 160,2 & 149; 114,4 & 102,8; 118.6 & 88,4; 96 & 84,6 U/L.  Pada hari ke 14 yaitu 57 & 22,4; 60 & 27; 128,2 & 123,4; 103,2 & 56,6; 70 & 38,8; 58,2 23,4 U/L. Kesimpulan: Ekstrak Rosemary berpotensi sebagai Hepatoprotektor karena dapat menurunkan aktivitas kadar ALT dan AST pada tikus putih jantan yang telah diinduksikan CCl4 dengan dosis optimum yang dapat digunakan sebagai hepatoprotektor pada dosis 100-120%.
Pemeriksaan Asam Urat Kolesterol dan Gula Darah pada Masyarakat Pengunjung yang Berada di Kawasan Monumen Nasional Jakarta Fajar, In Rahmi Fatria; Fitri, Dewi Rahma; Hidayat, Febri; Komarudin, Dede
Journal of Community Development and Empowerment Vol. 1 No. 4 (2025): Journal of Community Development and Empowerment, July 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/jocdem.v1i4.226

Abstract

Improving public health is a key priority in health development in Indonesia. Health education and health check-ups are interrelated activities and play a crucial role in both promotive and preventive efforts. Health education aims to increase public knowledge, awareness, and healthy living behaviors, while health check-ups serve as early disease detection and risk factor identification. This study aims to improve health in an integrated manner by increasing knowledge and early disease detection among the public in the Jakarta area, especially those visiting the National Monument. The methods used were experimental and lecture methods. Data were collected through pre-test and post-test questionnaires on counseling participants and the results of mass health check-ups. The examination results showed that the majority of visitors suffered from gout and hypertension. Health education for visitors went smoothly. In conclusion, this community service activity went smoothly and was well received by the community.
Uji Aktivitas Antiplatelet Sediaan Infus Kombinasi Bawang Putih (Allium sativum var. solo) Tunggal Pada Mencit Jantan (Mus musculus) In Rahmi Fatria Fajar; Yulis Adriana; Dede Komarudin; Febri Hidayat; Pra Panca Bayu Chandra
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agregasi trombosit yang berlebihan merupakan salah satu faktor utama penyebab gangguan kardiovaskular seperti trombosis dan stroke. Meskipun aspirin dan warfarin secara luas digunakan sebagai agen antiplatelet, penggunaannya dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antiplatelet dari sediaan infusan herbal yang terdiri atas bawang putih tunggal, sari jahe, sari lemon, cuka apel, dan madu, dibandingkan dengan aspirin dan warfarin pada mencit jantan (Mus musculus). Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group dengan jumlah sampel sebanyak 15 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok (n = 3), yaitu kelompok aspirin, warfarin, Na-CMC 0,5% sebagai kontrol negatif, infusan herbal 1 sendok, dan infusan herbal 2 sendok. Perlakuan diberikan secara oral selama 8 hari berturut-turut, kemudian dilakukan pengukuran waktu pembekuan darah pada hari ke-0 dan hari ke-9. Analisis statistik dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed- Rank untuk mengetahui perubahan dalam kelompok, serta uji Kruskal-Wallis untuk membandingkan perbedaan antar kelompok, karena data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kelompok mengalami peningkatan waktu pembekuan darah yang signifikan (p < 0,001), yang mengindikasikan adanya aktivitas antiplatelet. Namun, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan secara statistik antar kelompok perlakuan (p = 0,766), meskipun kelompok infusan herbal 2 sendok menunjukkan peningkatan nilai perubahan tertinggi secara numerik. Temuan ini menunjukkan bahwa sediaan infusan herbal memiliki potensi sebagai agen antiplatelet alami yang sebanding dengan aspirin dan warfarin, namun diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar untuk memverifikasi efek tersebut.
Peningkatan Pengetahuan Melalui Edukasi Dagusibu pada Ibu Kader Tentang Dexametason di RW 02 Semanan, Kalideres, Jakarta Barat Mutawalli Sjahid Latief; Febri Hidayat; Eka Dipta; Dede Komarudin; Dewi Rahma Fitri; In Rahmi Fatria Fajar; Yulis Adriana; Jessica Rusli
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7341

Abstract

Pengelolaan obat yang tepat di rumah tangga sangat penting untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi. Namun, pengetahuan dan kesiapan ibu kader dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar masih rendah, sehingga penggunaan obat yang rasional menjadi terhambat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu kader di RW 02 Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat melalui edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat secara tepat) menggunakan presentasi dan leaflet, dengan fokus khusus pada penggunaan Dexametason. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif pretest-posttest satu kelompok dengan 72 responden. Hasil pre-test menunjukkan kategori “baik” sebesar 38,9%, yang meningkat menjadi 76,4% pada post-test setelah edukasi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (p=0,000; p<0,05). Edukasi DAGUSIBU terbukti efektif meningkatkan pemahaman ibu kader tentang Dexametason dan pengelolaan obat secara umum, sehingga diharapkan mendorong penggunaan obat yang lebih aman, tepat, dan ramah lingkungan di masyarakat.
Analisis Kadar Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) Pada Air Tanah Di Perumahan Perumnas Bekasi Dede Komarudin; Febri Hidayat; Dwi Kurniayu Putri
IONTech Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v2i1.32

Abstract

Abstrak Air sumur dapat tercemar oleh limbah rumah tangga, seperti baterai dan cat. Baterai dan cat termasuk limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) karena mengandung berbagai macam logam berat seperti timbal dan kadmium. Baterai dan cat yang dibuang sembarangan kandungan logam berat dapat mencemari air tanah penduduk. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar logam kadmium (Cd) dan timbal (Pb). Sampel air tanah telah diambil dari 9 titik pada perumahan Perumnas I, Perumnas II, dan Perumnas III. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April 2018, diukur parameter logam di Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasilnya adalah kadar Cd pada titik IA 0,0028 mg/L, IB 0,0047 mg/L, IC 0,0051 mg/L, IIA 0,0056 mg/L, IIB 0,0035 mg/L, IIC 0,0055 mg/L, IIIA 0,0061 mg/L, IIIB 0,0051 mg/L, dan titik IIIC 0,0027 mg/L. Kadar Pb pada titik IA 0,0264 mg/L, IB 0,0443 mg/L, IC 0,0509 mg/L, IIA 0,0453 mg/L, IIB 0,0362 mg/L, IIC 0,0457 mg/L, IIIA 0,0061 mg/L, IIIB 0,0051 mg/L, dan titik IIIC 0,0027 mg/L. Kadar logam Cd yang melebihi ambang batas berdasarkan Permenkes RI No 32 Tahun 2017 terdapat pada titik IC, titik IIA, titik IIC, titik IIIA dan titik IIIB. Kadar logam Pb yang melebihi ambang batas berdasarkan Permenkes RI No 32 Tahun 2017 terdapat pada titik IC dan titik IIIA. Abstract Dug Well is a ground water source used by local people and might to contaminated by local housewaste like chemical batery and wall liquid paint. Liquid paint and chemical batery are dangerous material and poisonous. Those material contains dangerous metal like cadmium and plumbum. Groundwater might be contaminated liquid paint and chemical battery, if not processed correctly. The aims study was identification and determination levels Plumbum (Pb) and Cadmium (Cd), Sample taken from 9 different places (Perumnas 1, perumnas 2, perumnas 3) at April 2018, Samples tested in Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi BalaiLaboratoriumKesehatan Yogyakarta with method was Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). The result was Cadmium levels at point IA 0.0028 mg/L, IB 0.0047 mg/L, IC 0.0051 mg/L, IIA 0.0056 mg/L, IIB 0.0035 mg/L, IIC 0.0055 mg/L, IIIA 0.0061 mg/L, IIIB 0.0051 mg/L, and point IIIC 0.0027 mg/L. Plumbum levels at point IA 0.0264 mg/L, IB 0.0443 mg/L, IC 0.0509 mg/L, IIA 0.0453 mg/L, IIB 0.0362 mg/L, IIC 0.0457 mg/L, IIIA 0.0061 mg/L, IIIB 0.0051 mg/L, and point IIIC 0.0027 mg/L. Contains Cadmium metal in dangerous level based on Permenkes RI no 32 2017. First samples IC, IIA, IIC, IIIA and IIIB. Based on the samples, sample number IC and IIIA have the most highPlumbum (Pb) contamination level.
Uji Efektivitas Ekstrak Dekok Daun Namnam (Cynometra cauliflora L.) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Aloksan. Dede Komarudin; Reza Putri
IONTech Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v2i2.38

Abstract

Namnam leaf (Cynometra cauliflora L.) is one of the plants that has medicinal properties. Various secondary metabolites, such as phenols and flavonoids, are thought to reduce blood glucose levels. The aim of this study was to determine the effectiveness of namnam leaf dekok extract (Cynometra cauliflora L.) on reducing blood sugar levels in male white rats (Rattus norvegicus) induced by alloxan. The study was an experimental study, using experiments on male white rats (Rattus norvegicus) using namnam leaf decoction extract (Cynometra cauliflora L.) and data obtained from measuring blood sugar using the microlab 200 levels were statistically analyzed using the One Way ANOVA SPSS 21 method to determine the existence the difference between the treatments. Based on the results obtained, it can be concluded that the extract of namnam leaf dekok (Cynometra cauliflora L.) has an effect in reducing blood sugar levels. The dose of namnam leaf dekok extract dose 3 showed the best reduction in blood sugar levels compared to dose 1 and dose 2. The most optimal dose was found at dose 3 namnam leaf dekok extract (Cynomtetra cauliflora L.). And based on the results of the study, the comparison drug used was metformin, and the dose that was almost as significant as the comparator drug was dose 3.