Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Alternatif Perencanaan Ulang Sistem Drainase Lapangan Sepak Bola Stadion Surajaya Lamongan Buchori Muslim; Bambang Suprapto; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.597 KB)

Abstract

Kabupaten Lamongan  membutuhkan stadion moderen berkelas internasional, dikarenakan stadion saat ini masih belum bekerja dengan baik, lapangan Sepak Bola Stadion Surajaya Lamongan ini direncanakan memadai dengan standart FIFA agar genangan air yang turun dapat dialirkan dan diresap oleh pipa subdrain dengan lancar, agar tidak terjadi genangan air di pusat lapangan, sistem drainase yang akan di rencanakan adalah type Sub Survace (bawah permukaan), dasar dari drainase tipe ini adalah mengalirkan dan meresap air ke bawah permukaan (Vertikal). Dalam perencaan drainase bawah permukaan ada beberapa urutan prosedur yaitu, analisa hidrologi, analisa tanah, analisa hidolika. Analisa hidrologi untuk menghitung Probabilitas Curah Huja, Distribusi Hujan Jam-jaman, dan Debit Banjir Rencana. Analisa tanah guna menentukan Porositas Tanah, Laju Infiltrasi, dan Permeabiltas Tanah, Analisa Hidrolika, untuk menentukan dimensi pipa Subdrain, jarak pipa, dan Drainase Permukaan. Berikut hasil perencaan ulang drainase lapangan sepak bola stadion surajaya Lamongan, didapat hasil untuk pipa Subdrain Ø4 ( 10 cm ), jarak pipa Subdrain 1000 mm ( 1 m ), Dimensi Drainase Permukaan h = 50 cm, b = 65 cm, debit maksimum kalah ulang 10 tahun 0,3809x108  mm3/menit.                                                        Kata Kunci : Studi Evaluasi, Perencanaan Ulang, Drainase Bawah Permukaan, Drainase Permukaan, Stadion Surajaya Lamongan.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN TEROWONGAN PENGELAK PADA BENDUNGAN TIU SUNTUK KABUPATEN SUMBAWA BARAT Mega Dwi Putri; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terowongan Pengelak merupakan bangunan Pengelak pada Bendungan Tiu Suntuk. Diperlukannya konstruksi pembangunan bendungan perlu memperhatikan area pembebasan. Maka diperlukan bangunan pengelak. Terowongan pengelak dibangun sebelum pembangunan Bendungan Utama yang bertujuan untuk mengelakan aliran air sungai dari hulu ke bagian hilir bendungan untuk melindungi daerah pelaksanaan bendungan dari pengaruh aliran air agar tidak terganggu. Dari perencanaan bangunan pengelak yang sudah ada di desain berbentuk conduit, maka dicoba menganalisis perencanaan baru dengan alternatif berbentuk lingkaran. Pada studi ini. Hasil dari studi perencanaan terowongan pengelak ini yaitu Terowongan berbentuk lingkaran dengan dimensi 4 m. Beban yang bekerja dalam terowongan merupakan Tekanan Batuan Vertikal yaitu : 7,89 t/m, Berat Sendiri yaitu: 1,68 t/m, Tekanan Air Vertikal yaitu : 4m, Tekanan Air Horizontal yaitu : 4m, Tekanan Air Dalam Terowongan dengan hasil : 9,6 t/m2, Tekanan Batuan Horizontal (kondisi normal) yaitu : 3,95 t/m, Tekanan Batuan Horizontal (kondisi gempa) yaitu : 0,59 t/m, Tekanan Uplift yaitu : 9,4 t/m2. Stabilitas terowongan pada batuan keras yaitu : 2,3 kg/cm2. Kata Kunci: Studi Alternatif, Debit Rancangan, Terowongan Pengelak.
Analisa Kerusakan Perkerasan Lentur (Flexible Pavement) Pada Ruas Jalan Pacing-Pacet kabupaten Mojokerto Dengan Metode 1 Pavement Condition Index (PCI) Ery Dharmawan; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 6 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.22 KB)

Abstract

Analysis the damage flexible pavement by method pavement condition index (PCI) on the Pacing-Pacet road section, road pavement damage assessment system thatrefers to the type, dimensions, and level of damage that occurred, and can be oneof the references to determine the type of maintenance of road pavement damage.The Pacing-Pacet road section has become one of the main accesses, resulting inmany vehicles crossing the Pacing-Pacet road section, so that the burden receivedby the road becomes greater which will result in damage to the pavement. Thisstudy aims to determine the pavement conditions on the Pacing-Pacet road usingthe pavement condition index (PCI) method with a section length of 21 km dividedinto 42 segments where each segment has a size of 500 x 9 m. Analysis of eachsegment is done visually in the field by measuring the dimensions of the damage,identification of the type of damage, and the level of damage to determine the valueof the pavement condition index (PCI). The results of visual surveys in the fieldfound types of damage such as fillings, holes, sinks, wear, obesity, crocodile skincracks, longitudinal and transverse cracks, groove cracks, and without damage.The PCI value on the Pacing-Pacet road segment is 26, which means that thepavement conditions on the Pacing-Pacet road segment are bad, so the type ofmaintenance used is periodic maintenance so that the damage that occurs on thePacing-Pacet road section is not getting worse.Keywords: road damage analysis, type of road damage, PCI.
Studi Perencanaan Pipa Jaringan Distribusi Air Bersih Pdam di Desa Klagen dan Ngadiboyo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk Naufal Yudhistira; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 7 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.191 KB)

Abstract

Water is one of the basic needs of living things on earth, for humans, water is very necessary for daily life. the construction of clean water facilities is very importantfor people's lives with the aim to meet the daily needs of clean water. Many waysof distributing clean water in the community one way is to use pipeline.This study aims to determine the community's clean water needs by usingpipelines in the Klagen and Ngadiboyo villages, Rejoso District, NganjukRegency. The benefits of this research are for the government's considerationthrough `related agencies for the planning of clean water distribution pipelines.The method used in this planning is the collection of technical data such as mapdata, population data, and water availability data. The research location is inNganjuk Regency, East Java, precisely in the Klagen and Ngadiboyo villages. Theresults of this study are the maximum water needs of the population until 2028,which is 63,036 m3/hour, has fulfilled the people's water needs and the simulationusing epanet has been going well with easy access using a piped waterdistribution network. Keyword: water, clean water, pipe line
Studi Perencanaan Jaringan Perpipaan Distribusi Air Bersih Distrik Aimas Kabupaten Sorong menggunakan Software Epanet 2.0 Roihan Attammimi Suryateja; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4109.032 KB)

Abstract

Pembangunan Nasional yang sesuai dengan sasaran dalam Peraturan Pemerintah No.16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dan Peraturan Menteri No. 294/PRT/M/2005 Tentang Badan Pendukung Pembangunan Sistem Penyediaan Air Bersih. Menindak lanjuti Peraturan tersebut Pemerintah Kabupaten Sorong melalui dinas-dinas terkait melakukan pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan jaringan distribusi air bersih di Kabupaten Sorong secara berkala. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan penduduk Distrik Ainas sampai dengan tahun 2030, Mengetahui jumlah kebutuhan air bersih untuk penduduk Distrik Aimas sampai tahun 2030, mengetahui dimeni dan galian pipa yang akan di gunakan. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data sekunder dan primer yang kemudian diolah dengan menggunakan Software Epanet 2.0. hasil dari penelitian ini jumlah penduduk Distrik Aimas Kabupaten Sorong pada tahun 2030 adalah 31.985 Jiwa, kebutuhan air bersih pada tahun 2030 mencapai 5,73 lt/det. Dimensi pipa yang digunakan untuk distribusi air bersih Distrik Aimas diameter 300 (12”) dan diameter 200 (8”). Lebar ukuran galian pipa yang dibutuhkan 0,9 m dan 0,8m. Hasil dari simulasi menggunakan Software Epanet 2.0 di dapatkan kecepatan dan tekanan aliran air dalam keadaan stabil.  Untuk penelitian selanjutnya bisa menggunakan Software selain Epanet 2.0 seperti Software Watercad dan WaterNet.Kata Kunci : Distibusi Air Bersih, Distrik Aimas, Software Epanet 2.0
Analisa Sedimentasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Lesti Dalam Memperkirakan Umur Waduk Sengguruh Ari Kurniawan; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.705 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan  pada DAS Lesti di Kabupaten Malang, kurang lebih 25 km di bagian Selatan Kota Malang Propinsi Jawa Timur.  Ketinggian Sub DAS Lesti berkisar atara 235 - 3676 mdpl (di atas permukaan laut). Berdasarkan data yang didapat diketahui bahwa luas seluruh Sub DAS Lesti adalah 19648.25 ha. Daerah aliran sungai  Lesti seluruhnya berada di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. DAS Lesti merupakan bagian dari DAS Brantas yang memiliki peran penting dalam menyimpan atau menerima air hujan dan membawa air ke sungai Brantas, kemudian bermuara pada Waduk Sengguruh.Analisa usia guna waduk sengguruh dihitung menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equition) kemudian akan di dapatkan nilai dari SDR (sediment delivery ratio) dan laju sedimenentasi yang masuk ke dalam waduk.Laju erosi yang terjadi pada DAS Lesti yaitu 16360.5 ton/ha/tahun dengan luas DAS 19648.258 Ha atau 196.48 km2. Kata Kunci : DAS Lesti, Usia Guna Waduk, USLE
STUDI PERENCANAAN NORMALISASI SUNGAI KOBE DI KECAMATAN WEDA TENGAH KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Nana Rihana Y wele; Azizah Rokhmawati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.822 KB)

Abstract

ABSTRAK                Sungai Kobe adalah salah satu sungai yang ada di Kabupaten Halmahera Tengah tepatnya di Kecamatan Weda Tengah dengan Panjang 45 km dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 814,32 km2. Sepanjang aliran sungai Kobe tidak memiliki bangunan pengendalian banjir seperti tanggul. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengendalikan banjir adalah dengan melakukan perencanaan tanggul sungai. Tanggul merupakan salah satu cara yang sangat penting dalam usaha untuk pencegahan banjir. Di dalam perhitungan debit banjir rancangan dari data hujan 10 tahun terakhir yaitu dari tahun 2011-2020 dengan 3 stasiun diantaranya Stasiun Kobe, Stasiun Weda, dan Stasiun Nusliko. Penggunaan aplikasi HEC-RAS juga dilakukan dengan cara menganalisa curah hujan rata-rata, menghitung curah hujan rencana, menghitung kapasitas sungai, dan memasukkan data-data terkait dalam aplikasi HEC-RAS. Hasil penelitian debit banjir rancangan dengan menggunakan Metode HSS Nakayassu dengan kala ulang 25 tahun adalah sebesar 2206,2 m3/det. Berdasarkan perolehan dari debit banjir tersebut maka Sungai Kobe Kabupaten Halmahera Tengah perlu dilakukan perencanaan tanggul dengan tinggi tanggul 6,49 = 6,50 m dari permukaan tanah dan lebar tanggul yaitu 5 m. Kata kunci: HEC-RAS, Pengendalian Banjir, Tanggul. ABSTRACT  The Kobe River is one of the rivers in Central Halmahera Regency, precisely in Central Weda District, with a length of 45 km with an area of 814,32 km2 of watershed. Along the Kobe river, there are no flood control structures such as dams or embankments. One of the efforts that can be done to control flooding is by planning river embankments. Embankments are one of the most important ways to prevent flooding. In calculating the design flood discharge from rain data for the last 10 years, namely from 2011-2020 with 3 stations including Kobe Station, Weda Station, and Nusliko Station. The use of the HEC-RAS application is also carried out by analyzing the average rainfall, calculating the planned rainfall, calculating river capacity, and entering related data in the HEC-RAS application. The results of the design flood discharge research using the HSS Nakayassu method with a return period of 25 years is 2206.2 m3/sec. Based on the results of the flood discharge, the Kobe River, Central Halmahera Regency, needs to be planned for an embankment with a dike height of 6,49 = 6,50 m from the ground surface and a dike width of 5 m. Keywords: Embankment, Flood Control, HEC-RAS. 
Studi Perencanaan Gedung Unusa Tower Surabaya Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dimas Usman Nur Hakim; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Pembangunan gedung UNUSA tower Surabaya terdiri dari 9 lantai struktur dan tinggi gedung 39,33 m. Tingkat ketinggian bangunan menyebabkan resiko akibat gempa yang besar sehingga diperlukan perencanaan struktur yang mampu menerima beban gempa resiko tinggi Pada tugas akhir ini gedung UNUSA tower Surabaya dirancang dengan konstruksi beton bertulang dengan SIstem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Beban yang dianalisis berupa beban mati, hidup, dan gempa (lateral). Mutu baja tulangan ulir fy = 390 Mpa, polos fy = 240 Mpa, dan mutu beton fc’ = 35 Mpa. Studi perencanaan ini menghasilkan Pelat lantai yang mempunyai ketebalan 120 mm. Balok yang terpasang menggunakan dimensi 35/60 cm, 30/50 dan 20/30 untuk balok anak, sedangkan untuk balok induk dimensi yang digunakan adalah 40/70, 35/60, dan 25/40. Dimensi kolom yang digunakan adalah untuk tipe K1 70/70 cm, tipe K2 65/65 cm, tipe k3 60/60 dan k4 55/55. Kuat geser reduksi (ϕVn) = 2112,04 kN > gaya geser pada potongan x-x (Vx-x) = 1296,36 kN, sehingga joint cukup mampu menahan gaya geser yang terjadi. Pondasi yang digunakan berupa pondasi tiang pancang dengan ukuran poer pondasi 3.6 m x 2,4 m Spesifiksi tiang pancang diameter 40 cm dengan  jumlah 6 buah tiang pada kedalaman 34 m.Kata Kunci : SRPMK, Struktur , Gedung UNUSA
Studi Evaluasi Jaringan Irigasi Pada Daerah Irigasi Beleong Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur Dzakaul Fuady; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.733 KB)

Abstract

Daerah irigasi Beleong adalah salah satu daerah irigasi dikabupaten Lombok Timur yang mengaliri lahan seluas 375 Ha. Yang memiliki permasalahan tepatnya di Desa Banjar Sari terdapat areal persawahan yang saluran irigasinya tidak memadai sehingga sering terjadi banjir apabila intensitas hujan tinggi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar debit air pada daerah irigasi Beleong dan dimensi saluran jaringan rencana pada daerah irigasi Beleong agar dapat menampung air hujan. Dalam penelitian ini menggunakan metode lengkung masa yang meliputi metode ganda (double mars curve) dan metode raps (resalced adjusted partial sums). Hasil perencanaan dalam menganalisis debit andalan dari lahan di lakukan dengan menggunakan rumus debit rencana, besar debit saluran 1 sebesar 5,620 m3/dt, saluran 2 sebesar 4,796 m3/dt. Dimensi saluran rencana dengan debit saluran sebesar 5,620 m3/dt, lebar dasar saluran (b) = 1,20 m, tinggi muka air (h) =1,00 m, maka debit air (Q) sebesar 18,0012 m3/dt.Kata kunci : Daerah irigasi Beleong, Saluran jaringan irigasi.
PENGARUH TINGGI BUKAAN PINTU AIR IRIGASI BERBASIS IoT TERHADAP DINAMIKA SALURAN DAN KARAKTERISTIK ALIRAN PADA SALURAN IRIGASI KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG Rizal A'rofi; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan air di irigasi perlu diatur dengan membuat pintu air agar efisien dan optimal, sehingga air tidak boros atau kekurangan saat digunakan dalam kebutuhan irigasi. Tinggi rendahnya bukaan pintu air dapat memanfaatkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT), dengan teknologi ini bisa membantu para petani untuk mengoptimalkan sistem pola tanam pada saluran irigasi.Penelitian ini membahas tentang pengaruh pintu air irigasi berbasis Internet of Things terhadap hidrolika aliran pada saluran irigasi Kecamatan Pakis dengan tinggi bukaan pintu yang berbeda dengan masing-masing tinggi bukaan pintu terdapat 6 titik, 4 titik berada sebelum pintu dan 2 titik setelah pintu. Data dalam penelitian ini yaitu data geometri saluran, data topografi saluran, dimensi pintu air, dan kecepatan aliran.Pengambilan sampel kecepatan aliran menggunakan metode langsung dengan menggunakan alat current meter dengan melakukan lima kali percobaan pada setiap titik. Tahapan awal pengolahan data dengan menghitung nilai geometri saluran, kemudian mengolah nilai kecepatan aliran pada setiap hasil percobaan, dan yang terakhir menghitung nilai dinamika saluran. Hasil akhir penelitian ini didapatkan bahwa tinggi bukaan pintu air irigasi (IoT) berpengaruh terhadap berubahnya nilai dinamika saluran, serta karakteristik aliran pada saluran irigasi tersebut merupakan aliran subkritis.Kata Kunci: Irigasi, Internet of Things, Pintu Air, Kecepatan Aliran
Co-Authors Aasniari Aasniari Abdur Rahman Aditya Novan Sasongko Afrizal Fikri Haikal Afrizal Martin Ahmad Sujoni Akni Widiyastuti Al Adlu Syahid Anang Bakhtiar Anita Faradilah Abubakar Anita Rahmawati Ardi Mahmudi Ari Kurniawan Azizah Rachmawati Azizah Rokhmawati Azizah Rokhmawati Azizah Rokhmawati Buchori Muslim Budiman Budiman Dendi Sephanie Deny Firmansyah Kurniawan Dewi Triyanti Dicky Prastianto Dimas Usman Nur Hakim Dita Wahyu Anggraini Dzakaul Fuady Edi Hargono Edwin Mulia Ayu Andini Eko Noerhayati Ery Dharmawan Eva Wulandari Fachrurozi Ilhamsyah Fadilah Fadilah Faizal Rahmadhanny Familia Yunika Winandini Farah Nuriyana Febri Fachrudzi Fitriya Qurota Ayun Hapsari Sulistya Kusuma Hardianti Safitri Hasma Permatasari Putri Henry Simanjuntak Henry Simanjutak Henry Simanjutak Hirijanto Hirijanto I Gusti Bagus Wiksuana Ismaya Adlinatika Ilham Rosyida Javier Achmad Bayhaqi JB Suparyatmo - Karimatun Nur Laily Kefin Putra Kiki Ayu Adelia Kintan Axnestian Pratiwi M Ihya Al Hikam m. mulyadi M. Yusuf Hamzah Mat Saleh Maulidya Agustini Mega Dwi Putri Miqdad Kevin Ni'am Mohamad Afandi Gotawa Mohamad Afiyak Muhammad Aminullah Muhammad Fazli Muhammad Rizal A’rofi Muhammad Saleh Muhammad Waladul Hakiki Muhammad Yusni Anshari Muhibbuddin Kamal Nana Rihana Y wele Nasrullah Nasrullah Naufal Yudhistira Nur Atika Nur Ulmalifaismah Oryza Adaptian Ramadhannu Tri Putra Herdianto Ricky Candra Andrian Rio Miftakul Imam Rispa Eliza Rizal A'rofi Roihan Attammimi Suryateja Rokhmawati, Azizah Sinta Sofiana Wiyanti Soraya Norma Sri Rahmawati Sulasminarti . Sulasminarti Sulasminarti Sumber Jaya Syahril Arifudin Syahril K Husein Tahkikul Fikri Al-zazuli Teguh Argo Tri Andre Winata Tri Wahyudi Sinaga Warda Khumairo Milena Warsito Warsito Warsito Warsito YENI SAFITRI Zakiya Zakiya