Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Evaluasi Sistem Drainase Di Kecamatan Sukomanunggal Kota Surabaya Budiman Budiman; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.963 KB)

Abstract

Kecamatan Sukomanunggal merupakan salah satu Kecamatan yang berada di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur. Kecamatan Sukomanunggal sendiri beberapa tahun terakhir sering mengalami perkembangan dinamika masyarakat. Penyebab terjadinya banjir adanya perubahan tata guna lahan yang menjadi permukiman, saran dan prasarana seperti jalan, kurangnya daerah resapan, drainase yang tidak menampung debit air. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui saluran yang tidak mampu menampung debit banjir rancangan untuk kemudian dilakukan perencanaan perbaikan saluran. Metode yang digunakan dalam perhitungan curah hujan rata-rata daerah yaitu metode rata-rata al-jabar yang menghasilkan rata-rata. Sedangkan perhitungan curah hujan rancangan menggunakan metode log person type III. Dalam perencanaan perbaikan saluran dilakukan dengan menggunakan metode trial error. Untuk perhitungan curah hujan rancangan menggunakan kala ulang 10 tahun didapatkan hasil hujan rancangan sebesar 126 mm.Hasil analisa didapatkan 9 saluran dari 56 saluran yang tidak bisa menampung debit banjir rancangan periode ulang 10 tahun. Selanjutnya direncanakan perbaikan saluran dengan lebar 0,70 meter dan tinggi 0,60 meter yang diubah menjadi dimensi baru, sehingga saluran dapat memenuhi debit banjir rancangan. Kata kunci: Perbaikan Saluran, Drainase, Kecamatan Sukomanunggal.
STUDI EVALUASI PERENCANAAN JARINGAN DAERAH IRIGASI PERDAMAIAN SINGKUT KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI Aasniari Aasniari; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 7 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.452 KB)

Abstract

The]Perdamaian]Irrigation]Area]is]one]of the]irrigation areas in]Sarolangun Regency]which has a]255]hectarepaddy field]area. In the Village of ]Peace there]are]paddy]fields]where irrigation]channels are inadequate soflooding]often]occurs]when]the]intensity]of]rain]is]high. The irrigation]network in the Perdamaian]irrigation]area isa fairly]fertile area,]but it needs attention in]terms]of]improvement]and]physical]facilities]in its irrigation. Thepurpose of this study was to determine the existing conditions in the network channel, to know the mainstaydischarge, to know the level of water efficiency in the channel, to know the dimensions of the planned networkchannel in order to]accommodate]rainwater. This]research]was]conducted]in]the]Singkut]Perdamaian]area]ofSarolangun]Regency, Jambi]Province. In]this]study]the]plan]discharge]was]used]to]plan]the]irrigation]networkchannel. ]Channel]1]is]unable to]load]and]drain the]water flow to be]flowed]so]a]re-planning is needed because theexisting]channel discharge]is 4.92 m3 / sec]while]the]planned]discharge is]8.42]m3 / sec, with the economicdimensions of the trepesium channel as big as the base width of the channel (B) = 2.50 m, water level](h)]= 1.80 m,a debit (Q)]of ]10.63]m3 / s is obtained. With]the]evaluation]of ]the]channel]dimension]plan, the]network]channel is able]to]accommodate]the flow of water]that]will flow]through the]rice fields]so]that]there is]no]flooding. ]Keywords:]Dimension]of]economic]channels,]Irrigation]Perdamaian]Sarolangun]Jambi]
EVALUASI SISTEM DRAINASE TERHADAP PENANGGULANGAN BANJIR DI KECAMATAN BARUGA KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA Tri Wahyudi Sinaga; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.916 KB)

Abstract

Kota Kendari merupakan salah satu Kota yang sering terjadi banjir dikarenakan bentuk lahan yang bergelombang sehingga menyebabkan potensi banjir dan genangan menjadi besar. Kota Kendari merupakan wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara yang terletak pada ketinggian yang berkisar: antara 0-500 meter di atas permukaan laut. Enam kecamatan di wilayah Kota Kendari merupakan kawasan yang paling umum terjadi banjir akibat tidak dan berfungsinya pengaliran air (drainase), salah satunya yaitu di kecamatan baruga.      Tujuan peneliti disini menganalisis aspek teknis yaitu melakukan evaluasi  drainase eksisting di lokasi penelitian. Hasil dari analisis tersebut ditemukan beberapa saluran tidak cukup menampung debit banjir rancangan. Untuk menghitung tinggi hujan rancangan, peneliti menggunakan metode Log Person Type III dengan periode kala ulang 5 tahun dengan jumlah sebesar 117,561 mm.      Berdasarkan dari hasill evaluasi,, diketahui 10 saluran dari 13 saluran yang tidak dapat mencukupi kapasitas debit banjir rancangan. Sehingga 10 saluran yang tidak mencukupi kapasitas debit rancangan dilakukan perbaikan drainase yang berbentuk persegi.
Normalisasi Sungai Winongo Untuk Penanggulangan Banjir di Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Menggunakan Program HEC – RAS 5.0.7 Sumber Jaya; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.862 KB)

Abstract

Sungai Winongo di Kecamatan Mlati yang mengalir hampir sepanjang wilayah Kabupaten Sleman, Sungai ini berfungsi sebagai saluran pembuang di kabupaten sleman, Panjang sungai ±38,52 km, namun seiring bertambahnya jumlah penduduk di bantaran Sungai Winongo banyak terdapat pemukiman padat penduduk sehingga masyarakat banyak membangun rumah-rumah. Hal ini menyebabkan banjir setiap tahunnya dan merendam rumah-rumah warga yang ada pada bantaran sungai. Untuk itu diperukan penataan pada aliran sistem pengaliran pada Sungai Winongo dan normalisasi sungai agar mampu menghindari bencana akibat banjir. Dari indentifikasi masalah yang ada di Sungai Winongo yaitu dengan cara meminimalisir banjir salah satunya dengan melakukan normalisasi penampang sungai pada saat debit air naik dan tidak melimpas dibantu dengan Software HEC-RAS untuk mengetahui bagian mana yang meluap dan tidak meluap di Sungai Winongo. Di dalam perthitungan debit banjir rancangan dengan menggunakan Metode HSS Nakayasu dengan kala ulang 25 tahun sebesar 207,824 m3/det. Berdasarkan hasil running dengan menggunakan Software HECRAS penampang eksisting hampir semuanya melimpas sehingga perlu dilakukan perencanaan ulang dimensi dan membuat bangunan pengendali banjir yaitu dengan cara membuat tanggul (revertment) di sepanjang sungai yang mempunyai lebar mercu 3 m dan tinggi jagaan tanggul 0,8 m. Dalam perhitungan perencanaan galian dengan total volume 62022,2 m3 dan volume Timbunan 211261,90 m3 sehingga dapat membuat efektifitas dalam menanggulangi permasalahan yang ada di Sungai Winongo agar tidak terjadi banjir setiap tahunnya.Kata kunci: Banjir Sungai, Sungai Winongo, HECRAS, Tanggul Sungai. 
STUDI PERENCANAAN DINDING TURAP (SHEET PILE) PADA PROYEK PERKUATAN STRUKTUR DERMAGA TERMINAL BERLIAN PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA Muhammad Waladul Hakiki; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.783 KB)

Abstract

Dermaga merupakan suatu bangunan atau infrastruktur yang sangat penting bagi perekonomian suatu daerah maupun negara, di Jawa Timur tepatnya di pelabuhan Tanjung Perak kota Surabaya, yaitu dermaga Berlian yang berfungsi sebagai bongkar muat peti kemas, dibangun sejak tahun 1910. Dermaga Berlian ini memiliki konstruksi bertipe Jetty tertutup dengan struktur dinding blok kaison beton. Seiring berjalan waktu arus peti kemas domestic dermaga Berlian meningkat dari tahun ke tahun. Namun, dermaga Berlian yang dibangung sejak masa kolonial Belanda ini diduga mengalami pengeroposan pada kaison eksistingnya sehingga pasir keluar ke sisi laut menyebabkan kegiatan di dermaga kurang maksimal sehingga diperlukan perkuatan strukturnya. Dalam perencanaan perkuatan struktur ini direncanakan menggunakan dinding turap profil pipa baja yang dipancangkan di area sisi laut dan diisi dengan beton mutu K-430 dengan jarak dari kaison eksisting 2,9 m dan galian kolam dermaga sedalam 14 m. dalam perencanaan ini digunakan metode Kantilever dengan kondisi tanah sesuai dengan aslinya untuk stabilitas dinding turap, lalu dianalisis dengan program bantu Plaxis v8.2. Pembebanan dari gaya lateral tanah yang diakibatkan beban diatas dermaga maupun dari berat tanah sendiri, dari hasil perhitungan perkuatan ini antara lain dimensi penampang profil pipa baja 1016 mm ketebalan 14 mm, kedalaman pemancangan dinding turap yaitu 19 m dengan panjang total 37,3 m. dimensi tulangan utama dinding turap yaitu 18 D25 dengan tulangan spiral D13-150. Kata Kunci: Dinding Turap, Sheet Pile, Dermaga
Studi Alternatif Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Dengan Menggunakan Aplikasi Kenpave Pada Ruas Jalan Karangkates – Jatikerto (Sta 1+500-11+700) Aditya Novan Sasongko; Bambang Suprapto; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.313 KB)

Abstract

Seiring pesatnya pertambahan jumblah kendaraan setiap tahun di Ruas Jalan Karangkates – Jatikerto mempengeruhi kondisi lapisan pada jalan tersebutdan menyebabkan kerusakan yang terjadi sebelum umur rencana juga mempengaruhi penurunan tingkat pelayanan. Agar pelayananan terhadap pengguna jalan bisa memberikan kenyamanan perlu adanya evaluasi pada jalan tersebut. Perencanaan tebal perkerasan jalan harus di rencanakan sebaik mungkin agar jalan tidak sering mengalami kerusakan yang menyebabkan pengguna jalan terganggu. Metode dalam menyelesaikan studi ini adalah menggunakan pedoman Pd-T-05-2005-B untuk menentukan lapisan permukaan lalu untuk menentukan pondasi atas dan pondasi bawah menggunakan metode Bina Marga 2013 dengan umur rencana jalan sebesar 20 tahun dan dibutuhkan data seperti data lendutan , data LHR, data CBR dan peta topografi serta digunakan Aplikasi Kenpave guna mengontrol kekuatan jalan pada tiap segmennya. Dari studi ini diperoleh kesimpulan yaitu diperoleh hasil perhitungan akumulasi beban selama umur rencana 20 tahun sebesar 38.157.248,61 ESAL, dan teal lapis pada setiap segmennya bervariasi yaitu : I=42 cm; II=42 cm; III=42 cm; IV=47 cm; V=46 cm; VI=45 cm; VII=45 cm; VIII=47 cm; IX=47 cm; X=46 cm dengan kontrol pada Aplikasi Kenpave di segmen 1,2,3,6,7 tidak dapat menahan beban lalu lintas dan di segmen 4,5,8,9,10 dapat menahan beban lalu lintas,lalu solusi untuk tebal perkerasan yang tidak dapat menahan beban lalu lintas diasumsikan dan dikontrol dengan Aplikasi Kenpave dan hasil tebal lapis final pada segmen 1,2,3,6,7 yaitu masing masing I=50 cm; II=50 cm; III=50 cm; VI=50 cm; VII=50 cm. Kata Kunci:Alternatif Perencanaan Jalan, Tebal Perkerasan Jalan, Apliksai Kenpave
Model Reduksi Erosi Dan Sedimentasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas Hulu Sebagai Usaha Konservasi Lahan Dan Sumberdaya Air Bambang Suprapto; Eko Noerhayati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.457 KB)

Abstract

Kerusakan DAS di Indonesia semakin bertambah seiring dengan pembukaan hutan, baik sebagai lahan pertanian maupun pemanfaatan hasil kayu. Erosi dan  sedimentasi merupakan serangkaian  proses sedimentasi yang berhubungan dengan pelapukan,pelepasan, pengangkutan dan pengendapan butir-butir tanah atau kulit bumi. Usaha konservasi DAS telah memberikan dorongan untuk mengembangkan model pendugaan erosi, sedimen dan limpasan yang aplikatif dan sesuai kondisi di lapangan. Penelitian dilakukan di Sub-DAS Lesti, DAS Brantas Hulu, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Tujuan utama dari penelitian adalah mengembangkan model hidrologi, mengkaji teknik pengendalian erosi, sedimen dan limpasan. Sedimen diambil secara periodik terutama pada musim hujan dan dianalisis di laboratorium. Hal yang pertama dilakukan adalah menghitung besarnya erosi dan kandungan sedimen dalam aliran DAS Lesti dan mengadakan kalibrasi terhadap nilai-nilai yang sesuai dengan kondisi DAS. Berdasarkan hasil perhitungan di lapang korelasi antara konsentrasi sedimen melayang (C) dan pengukuran debit  DAS Lesti adalah C = 0,0112 Qw0,98  Kata kunci:  Sedimen, konservasi
Studi Alternatif Gedung Fisip Universitas Islam Malang Dengan Metode Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) Tri Andre Winata; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.055 KB)

Abstract

Gempa bumi didefinisikan sebagai getaran yang bersifat alamiah, yang terjadi pada lokasi tertentu, dan sifatnya tidak berkelanjutan, ada beberapa sistem struktur yang dapat diterapkan dalam bangunan untuk menahan gempa berdasarkan SNI-1726-2012 Tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung, salah satu sistem struktur yang dapat diterapkan adalah Sistem Rangka Pemikul Momen. terdapat perbedaan dari sistem tersebut yaitu mengenai persyaratan penulangan komponen struktur, memiliki tujuh lantai dengan panjang bangunan 40 m, lebar bangunan 25 m dan tinggi bangunan 28,4 m. Secara umum, tugas akhir ini adalah merencanakan  ulang dengan konsep Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) sebagai alternatif dalam perencanaan struktur.. Standar perencanaan yang digunakan yaitu SNI 1727:2013, SNI 2847:2013, SK SNI 03-1726-2002 dan SKBI-1.3.53.1987. Perhitungan studi perencanaan struktur dengan sistem rangka pemikul momen menengah menghasilkan tebal pelat 150 mm untuk pelat lantai 1 s/d 2 (area parkir) dengan tulangan terpasang Ø12-125 dan 125 mm untuk pelat lantai 3 s/d 7 dan atap dengan tulangan terpasang Ø10-125 ; dimensi balok anak yang digunakan adalah 40/70 cm, 30/60 cm, 25/45 cm dengan diameter tulangan menggunakan D22 dan D19 ; dimensi balok induk 40/70 cm dan 30/45 cm dengan diameter tulangan menggunakan D22 dan D19; dimensi kolom menggunakan 70/70 cm dan 50/50 cm dengan diameter tulangan menggunakan D25. Tulangan yang digunakan sebagai tulangan sengkang adalah Ø10. Perencanaan pondasi menggunakan pondasi tiang pancang kedalaman 13 m, dengan daya dukung tiang berdasarkan SPT adalah 78,01 ton.Kata Kunci : SRPMM, Studi Alternatif, Gedung FISIP
Studi Perencanaan Perkerasan Ruas Jalan (Anjir Km .1 .Sare Pulau - Pulau Kupang) Kuala Kapuas - Kalimantan Tengah Muhammad Aminullah; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.759 KB)

Abstract

Di negara kita telah tersedia berbagai sarana transportasi, baik itu berupa transportasi darat, transportasi laut,atau pun transportasi udara. Kawasan transportasi darat anjir (km.1 sare pulau-pulau kupang), perkembangannya   sangat pesat hal ini akan mempunyai pengaruh terhadap tingkat layanan.  Untuk menghitung perkerasan jalan terlebih dahulu kita menghitung LHR (Lalu lintas harian rata-rata),  perhitungan lintas ekivalen permulaan (LEP), perhitungan lintas ekivalen akhir (LEA),perhitungan lintas ekivalen tengah (LET), perhitungan lintas ekivalen rencana (LER),menentukan factor regional, (DDT) dan CBR. Setelah itu harus diketahui juga nilai Ipo dan Ipt dan  indeks tebal perkerasan (ITP).  Hasil perhitugan menunjukkan LHR sebesar 8.0166513 ,maka dapat ditentukan kelas jalan yang digunakan adalah fungsi arteri jalan utama kelas 1. Perencanaan perkerasan lentur (flexible pavement) dengan menggunakan metode analisa komponen, pada CBR 10,05% dengan susunan lapisan: Laston =10, Batu pecah (Kelas A)  =15, Sirtu/Pitrun (KelasA) =20. Hasil Perencanaan drainase menghasilkan perhitungan saluran berbentuk persegi dengan dimensi lebar penampang saluran (b) = 0,5 m,tinggi penampang saluran (h) = 0,8, tinggi jagaan (w) = 0,3 m, dengan dimensi tersebut saluran dinyatakan aman karena nilai Q saluran lebih besar dari Q rancangan. Kata kunci: Perencanaan jalan, saluran drainase, Kuala Kapuas – Kalimantan Tengah
Pengoperasian Pintu Air Irigasi Otomatis Berbasis IoT Pada Perencanaan Pola Tata Tanam Di Kecamatan Tumpang - Malang Ricky Candra Andrian; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.782 KB)

Abstract

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Sistem pintu air irigasi yang terdapat di Indonesia kebanyakan masih menggunakan sistem manual sehingga juru air harus mengontrol bukaan pintu secara berkala dilapangan, hal tersebut perlu suatu perencanaan pintu air irigasi otomatis modern dan berbasis IoT untuk menunjang hasil pertanian yang melimpah. Pintu Air Irigasi otomatis berbasis IoT merupakan rancangan dari pintu manual yang bisa digunakan secara otomatis diatur secara jarak jauh. Tujuan penelitian ini adalalah mengetahui besaran curah hujan andalan, kebutuhan air pada daerah irigasi Tumpang, besaran debit yang sesuai dengan bukaan pintu air, serta untuk mengetahui bukaan pintu air pada saluran terbuka.            Pintu air ini dioperasikan menggunakan andriod melalui aplikasi blynk, dimana bisa mengatur bukaan pintu dari jarak tertentu. Pengoprasian ini meliputi beberapa tahap yaitu persiapan alat (pintu dan rangkaian mikrokontroler)  yang dipasangkan pada lokasi studi, selanjutnya menyambungkan hotspot pada pintu otomatis dan buka menu aplikasi blynk, tekan tombol on/off otomatis pintu bisa membuka/menutup sesuai dengan tinggi bukaan yang dibutuhkan.            Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil Curah hujan andalan untuk perencanaan pola tata tanam sebesar 1936 mm pada kenandalan R80 dan sebesar 2321 mm pada keandalan R50. Kebutuhan air irigasi untuk tanaman padi, palawija, dan tebu pada masing- masing musim tanam adalah Pada saat Musim Hujan (MH) = 156,71 m3/det (september-februari), Pada saat Musim Kemarau I (MK I) = 119,24 m3/det (Maret-Juni), Pada saat Musim kering II (MK II) = 40,70 m3/det (Juli-Agustus). Debit air yang  mengalir melalui pintu air irigasi otomatis dapat memenuhi kebutuhan air  pada saat bulan september minggu ke dua dengan acuan RTTG Tumpang. Kata Kunci: Irigasi, IoT (Internet Of Things), Pintu Air.
Co-Authors Aasniari Aasniari Abdur Rahman Aditya Novan Sasongko Afrizal Fikri Haikal Afrizal Martin Ahmad Sujoni Akni Widiyastuti Al Adlu Syahid Anang Bakhtiar Anita Faradilah Abubakar Anita Rahmawati Ardi Mahmudi Ari Kurniawan Azizah Rachmawati Azizah Rokhmawati Azizah Rokhmawati Azizah Rokhmawati Buchori Muslim Budiman Budiman Dendi Sephanie Deny Firmansyah Kurniawan Dewi Triyanti Dicky Prastianto Dimas Usman Nur Hakim Dita Wahyu Anggraini Dzakaul Fuady Edi Hargono Edwin Mulia Ayu Andini Eko Noerhayati Ery Dharmawan Eva Wulandari Fachrurozi Ilhamsyah Fadilah Fadilah Faizal Rahmadhanny Familia Yunika Winandini Farah Nuriyana Febri Fachrudzi Fitriya Qurota Ayun Hapsari Sulistya Kusuma Hardianti Safitri Hasma Permatasari Putri Henry Simanjuntak Henry Simanjutak Henry Simanjutak Hirijanto Hirijanto I Gusti Bagus Wiksuana Ismaya Adlinatika Ilham Rosyida Javier Achmad Bayhaqi JB Suparyatmo - Karimatun Nur Laily Kefin Putra Kiki Ayu Adelia Kintan Axnestian Pratiwi M Ihya Al Hikam m. mulyadi M. Yusuf Hamzah Mat Saleh Maulidya Agustini Mega Dwi Putri Miqdad Kevin Ni'am Mohamad Afandi Gotawa Mohamad Afiyak Muhammad Aminullah Muhammad Fazli Muhammad Rizal A’rofi Muhammad Saleh Muhammad Waladul Hakiki Muhammad Yusni Anshari Muhibbuddin Kamal Nana Rihana Y wele Nasrullah Nasrullah Naufal Yudhistira Nur Atika Nur Ulmalifaismah Oryza Adaptian Ramadhannu Tri Putra Herdianto Ricky Candra Andrian Rio Miftakul Imam Rispa Eliza Rizal A'rofi Roihan Attammimi Suryateja Rokhmawati, Azizah Sinta Sofiana Wiyanti Soraya Norma Sri Rahmawati Sulasminarti . Sulasminarti Sulasminarti Sumber Jaya Syahril Arifudin Syahril K Husein Tahkikul Fikri Al-zazuli Teguh Argo Tri Andre Winata Tri Wahyudi Sinaga Warda Khumairo Milena Warsito Warsito Warsito Warsito YENI SAFITRI Zakiya Zakiya