Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI PERENCANAAN ALTERNATIF GEDUNG LABORATORIUM TERPADU DENGAN METODE KOMPOSIT UNIVERSITAS JEMBER Dendi Sephanie; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 7 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.325 KB)

Abstract

Planning on buildings with many floors requires the structure of the building to be safe and avoid the failure of structures that can cause financial and psychological losses. Oneof the most important stages of structural planning is the selection of implementationmethods and materials on the structure itself, in this case the focus on this research is analternative study for buildings with many floor numbers. The integrated laboratorybuilding of the University of Jember has a floor of 7 floors with concrete structure. Themethod used in this research is an alternative method of using a composite structure,which utilizes the strength of steel in terms of carrying the burden of working andutilizing the fire-resistant, concrete properties that are easily obtained. The initial stageof the study was to plan a thick floor plate that corresponds to the load and obtained athick 130 mm floor plate then continued to plan the last beam and column was theFoundation planning to assume the building and load working on the building. The finalresult of the study gained the use of the WF profile steel 300.300.10.15 in the column andWF 700.300.13.24 the parent beam, WF 350.175.7.11 the beam which between thecolumns and the beam using a semi-rigidconnection, on the child and mains beamconnection using a simple connection connection while the foundation uses bore pile witha depth of 20 meters.Keyword: Composite Structure, WF Profile, Bore Pile Foundation
Studi Peningkatan Lapis Tambah Perkerasan Pada Ruas Jalan Pacitan – Ponorogo (STA 0+000 – 10+100) Muhammad Saleh; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.884 KB)

Abstract

Bertambahnya volume lalu lintas kendaraan yang melintas di Ruas Jalan Paictan–Ponorogosangat mempengaruhi kondisi lapisan perkerasan jalan yang berada di sepanjang Ruas Jalan Pacitan – Ponorogo menyebabkan kerusakan serta penurunan tingkat pelayanan.Untuk melayani kenyamanan pengguna jalan yang semakin bertambah maka perlu adanya rehabilitasi jalan berupa peningkatan lapis tambah.Digunakan data beban lalulintas serta lendutan Faliing Weight Deflectometer (FWD) sebagai dasar perencanaan overlay perkerasan lentur dengan metoda lendutan seusai pedomanPd T-05-2005-B.Panjangjalan yang dikerjakan 10,1 km, dengan lebar jalan 7 m. Dengan umur rencana 10 tahun dan perkembangan lalulintas sebesar 3,5% dan nilai lendutan diperoleh hasil perhitungan untuk tebal lapis tambah perkerasan jalan raya bervariasi tiap segmennya, dengan jenis lapis aspal beton yaitu : 1 = 7 cm; 2 = 6 cm; 3 = 7 cm; 4 = 15 cm; 5 = 9 cm; 6 = 11 cm; 7 = 12 cm;8 = 11 cm; 9 = 13 cm; 10 = 14 cm untuk tiap segmennya diperkirakan mampu mencapai umur rencana, dengan bentuk trapesium berdimensi saluran: h =0,6 m b = 0,5 m dapat menampung air limpasan kawasan jalan Pacitan - PonorogoKata kunci : Lapis Tambah , FWD, Laston,JalanPacitan – Ponorogo, Lendutan
Studi Perencanaan Apartemen Taman Melati Malang Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Faizal Rahmadhanny; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.953 KB)

Abstract

Pembangunan Apartemen Taman Melati Malang yang dibangun di Jl. MT. Haryono Gg. 19 Kota Malang, bangunan berfungsi sebagai apartemen, dengan 12 lantai struktur dan tinggi gedung 40,50 m, lokasi bangunan berada di Kota Malang, dimana merupakan wilayah dengan resiko gempa menengah, namun tingkat ketinggian bangunan 40,50 m menyebabkan bangunan beresiko tinggi terhadap gempa, sehingga diperlukan perencanaan struktur yang mampu menerima beban gempa resiko tinggi. Pada tugas akhir ini gedung apartemen Taman Melati Malang dirancang dengan konstruksi beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Perancangan komponen meliputi perancangan pelat, balok, kolom, joint balok-kolom dan pondasi mengacu pada peraturan SNI 1726-2012 dan SNI 2847-2013. Beban yang dianalisis berupa beban mati, hidup, dan gempa (lateral). Mutu baja ulir fy = 390 Mpa, polos fy = 240 Mpa, dan mutu beton fc’ = 35 Mpa. Studi perencanaan ini menghasilkan tebal pelat 14 cm dengan tulangan pokok ∅10-100 dan tulangan bagi ∅8-100. Balok anak dimensi 40/60 cm, sedangkan untuk balok induk dimensi yang digunakan adalah 60/90 cm. Dimensi kolom yang digunakan adalah untuk tipe K1 110/110 cm, tipe K2 100/100cm dan K3 70/70 cm. Kuat geser reduksi (ϕVn) = 4616,317 kN > gaya geser pada potongan x-x (Vx-x) = 3529,5449 kN, sehingga joint cukup mampu menahan gaya geser yang terjadi. Pondasi yang digunakan berupa pondasi tiang pancang dengan ukuran poer pondasi 2,4 m x 2,4 m. Spesifikasi tiang pancang diameter 40 cm dengan jumlah 4 buah tiang pada kedalaman 20 m.Kata Kunci : SRPMK, Struktur Beton Bertulang , Tahan Gempa
OPTIMASI PEMBERIAN AIR DAERAH IRIGASI DELTA BRANTAS SALURAN SEKUNDER KREMBUNG KABUPATEN SIDOARJO Dita Wahyu Anggraini; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.249 KB)

Abstract

ABSTRAK Daerah Irigasi Delta Brantas Saluran Sekunder Krembung merupakan daerah irigasi yang terletak di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur dengan luas baku sawah 649 Ha. Dari pengamatan sebelumnya, awal tanam DI. Delta Brantas Saluran Sekunder Krembung dimulai dari awal November dengan jenis pola tanam padi, palawija dan tebu. Tidak seluruh area tersebut dapat ditanami secara maksimal. Pengaturan pola tanam yang kurang maksimal menjadi faktor utama yang menyebabkan seluruh lahan pertanian di DI. Delta Brantas Saluran Sekunder Krembung tidak dapat ditanami secara merata. Oleh karena itu salah satu upaya yang dapat dilakukan saat ini adalah optimasi pemberian air daerah irigasi dengan mengoptimalkan debit irigasi dengan mencoba tiga alternatif pola tanam dan keuntungan yang di dapat dari hasil optimasi ketersediaan debit, serta pengaturan tinggi pintu air sesuai dengan debit yang tersedia. Untuk analisa ini menggunakan program linear dengan program bantu Solver dari Microsoft Excel.Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pola tanam yang terbaik dan pengaturan tinggi pintu air yang tepat sesuai dengan besarnya debit yang tersedia. Sehingga pembagian debit air irigasi yang tersedia di Daerah Irigasi dapat dilakukan secara optimal. Dari hasil penelitian di Daerah Irigasi Krembung dengan cara mencoba – coba dengan 3 alternatif pola tanam di dapat bahwa di Daerah Irigasi Krembung, Pola Tata Tanam alternatif I padi/tebu – padi/palawija/tebu – palawija dengan keuntungan Rp. 110.019.604.000,- dengan luas tanam maksimal adalah 649 Ha. Serta tinggi bukaan pintu pada jaringan irigasi sesuai pola tanam alternatif I musim tanam I pada saluran Bkg. 3.ka. dengan tinggi bukaan 0,216m, musim tanam II dengan tinggi bukaan 0,318m, musim tanam III dengan tinggi bukaan 0,286 m. Dengan demikian, sebaiknya setiap daerah irigasi selayaknya dilakukan optimasi yaitu dapat mengoptimalkan debit air yang tersedia dengan alternatif pola tanam terbaik serta memperhatikan tinggi bukaan pintu yang sesuai dengan debit yang tersedia. Kata Kunci : DI Krembung, Optimasi, Pola Tata Tanam, Solver ABSTRACT  Delta Brantas Irrigation Area Krembung Secondary Channel is an irrigation area located in Sidoarjo Regency, East Java with an area of 649 Ha of rice fields. From previous observations, the initial planting of DI. Delta Brantas Krembung Secondary Channel starts from early November with rice, secondary crops and sugar cane. However, not the entire area can be planted to its full potential. The arrangement of cropping patterns that are less than optimal is the main factor that causes all agricultural land in DI. Delta Brantas Krembung Secondary Channel cannot be planted evenly. Therefore, one of the efforts that can be done at this time is optimizing the provision of irrigation water by optimizing irrigation discharge by trying three alternative cropping patterns and the benefits obtained from the results of optimizing the availability of discharge, and setting the floodgate height according to the available discharge. For this analysis using a linear program with the Solver program from Microsoft Excel. The purpose of this study was to obtain the best cropping pattern and setting the right floodgate height according to the amount of available discharge. So that the distribution of irrigation water discharge available in the Irrigation Area can be carried out optimally. From the results of the research in the Krembung Irrigation Area by experimenting with 3 alternative cropping patterns, it was found that in the Krembung Irrigation Area, the alternative Cropping Pattern I was rice/sugarcane – rice/palawija/sugarcane – palawija with a profit of Rp. 110,019,604,000,-. As well as the height of the door opening on the irrigation network according to the alternative cropping pattern I for the first planting season on the Bkg channel. 3.ka. with an opening height of 0.216 m, planting season II with an opening height of 0.318 m, planting season III with an opening height of 0.286 m. Thus, every irrigation area should be optimized, that is, it can optimize the available water flow with the best alternative cropping pattern and pay attention to the height of the door opening in accordance with the available discharge.Keywords: DI Krembung, Optimazion, Planting Patterns, Solver
Studi Alternatif Perencanaan Jembatan Dengan Sistem Rangka Baja Pada Jembatan Morowudi I Kabupaten Gresik Mohamad Afiyak; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Morowudi I merupakan jalan alternatif ke arah Krian dan arah menuju kota Lamongan. Lokasi jembatan di kilometer Legundi STA 16 + 123 Kabupaten Gresik Propinsi Jawa Timur. Sejalannya pertumbuhan arus kendaraan yang melewati jembatan tidak sebanding dengan prasarana yang ada, sedangkan jalan tersebut tergolong jalan kelas II. Jembatan tersebut difungsikan untuk dua jalur ke arah yang berlawanan dengan menggunakan gelagar pratekan dengan bentang 47 m dan lebar 8 m. Direncanakan dengan alternatif  lain menggunakan rangka baja. Hasil perencanaan  penulangan plat kendaraan dan trotoar menggunakan tulangan tarik D19-150 mm dan tekan D19-300 mm.. Rangka baja menggunakan mutu baja BJ-55 dengan fy 410  Mpa. Pada gelagar memanjang, melintang dan induk menggunakan profil WF 350 x 175 x 6 x 9, 700 x 300 x 13 x 20  dan 350 x 350 x 16 x 16. Untuk sambungan gelagar memanjang dan melintang menggunakan baut Ø5/8 inchi dan gelagar induk dengan gelagar melintang menggunakan baut Ø ¾ inchi. Untuk perencanaan abutment dibagi tiga bagian penulangan bagian I dipakai D25-100 mm, II : D32-100 mm dan III : D19-300 mm. Untuk pondasi menggunakan pondasi tiang pancang Ø50 cm, sedangkan kedalaman 22,5 meter, menggunakan tulangan pokok 8 D12 dengan tulangan geser Ø 10- 148 mm Kata Kunci : Rangka Baja, WF, Abutment
ANALISA KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT) PADA RUAS JALAN RAYA MAJANGTENGAH KECAMATAN DAMPIT – JALAN RAYA TLOGOSARI KECAMATAN TIRTOYUDO KABUPATEN MALANG DENGAN MENGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) m. mulyadi; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa kerusakan perkerasan lentur (Flexible Pavement) pada ruas Jalan Raya Majangtengah Kecamatan Dampit – ruas Jalan Raya Tlogosari Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang,sistem penilaian kerusakan perkerasan jalan mengacu kepada jenis,dimensi dan tingkat kerusakan yang terjadi, dan dapat menjadi salah satu acuan untuk menentukan jenis pemeliharaan kerusakan pada perkerasan jalan. Ruas jalan raya Majangtengah – Tlogosari menjadi salah satu akses utama,mengakibatkan banyak kendaraan yang melintas pada ruas jalan raya Majangtengah – Tlogosari, sehingga beban yang diterima jalan menjadi semakin besar yang akan mengakibatkan terjadinya kerusakan pada perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perkerasan jalan pada ruas jalan raya Majangtengah – Tlogosari dengan mengunakan metode pavement condition index (PCI). Dengan panjang ruas jalan yaitu 10 km dibagi menjadi 20 segmen dimana masing - masing segmen memiliki ukuran 500 x 7m. Analisa masing – masing segemen dilakukan secara visual dilapangan dengan mengukur dimensi kerusakan, identifikasi jenis kerusakan, dan tingkat kerusakan untuk mengetahui nilai pavement condition index (PCI). Hasil survei dilapangan di temukuan jenis kerusakan seperti lubang,tambalan,amblas,benjol dan turun,butiran lepas,retak kulit buaya,retak memanjang dan melintang serta retak pingir. Nilai PCI pada ruas jalan raya Majangtengah – Tlogosari adalah 80 yang berarti kondisi perkerasan pada ruas jalan raya Majangtengah – Tlogosari adalah sempurna,sehingga janis pemeliharaan yang dipakai adalah pemeliharaan rutin yang dilakukan dengan penanganan terhadap lapis permukaan yang sifatnya untuk meningkatkan kualitas berkendara tanpa meningkatkan kekuatan struktur dan dilakukan sepanjang tahun. Kata Kunci : analisa keruksan jalan,jenis kerusakan jalan,PCI.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN BANGUNAN PELIMPAH (SPILLWAY) BENDUNGAN MILA DI KECAMATAN WOJA KABUPATEN DOMPU PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT MAT SALEH; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.598 KB)

Abstract

Kabupaten Dompu adalah sebuah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Secara geografis Bendungan Mila terletak antara 118o23’59” Bujur Timur sampai 8o31’22” Lintang Selatan. Perencanaan bangunan pelimpah Bendungan Mila Kabupaten Dompu merupakan bagian penting dalam perencanaan Bendungan Mila. Dalam merencanakan bangunan pelimpah dimpertimbangkan dengan kondisi topografi, kondisi hidrologi dan hidrolika. Setelah itu menganalisa stabilitas bangunan pelimpah yang ditinjau dari stabilitas guling, stablitas geser dan daya dukung tanah. Sebagai salah satu komponen bangunan bendungan, bangunan pelimpah berfungsi untuk mencegah limpasan air yang terjadi pada tubuh Bendungan Mila (overtopping) dan untuk menyuplai air irigasi. Maka kelebihan limpasan air dilokalisasi dengan dibangunnya bangunan pelimpah yang lokasinya dipilih menurut kondisi topografi. Berdasarkan hasil dari perhitungan maka didapat analisa debit banjir rancangan Inflow Q1000th = 278,64 m3/det, Inflow Q1000th = 44,02 m3/det. Lebar ambang 10 m dan tinggi 3 m. Desain ambang pelimpah direncanakan dengan tipe side channel spillway, tipe mercu menggunakan tipe ogee I. Selanjutnya analisa stabilitas ditinjau dalam keadaan normal dan gempa, stabilitas guling keadaan normal SF = 9,47 > 1,5 (memenuhi syarat uji), stabilitas guling keadaan gempa SF = 13,21 > 1,2 (memenuhi syarat uji), stabilitas geser keadaan normal SF = 3,46 > 1,5 (memenuhi syarat uji), stabilitas geser keadaan gempa SF = 12,88 > 1,2 (memenuhi syarat uji). Dan daya dukung tanah ditinjau dalam keadaan normal dan gempa. Eksentrisitas dalam keadaan normal e = 0,52 < 1,33 (memenuhi syarat uji), Eksentrisitas dalam keadaan gempa e = 0,61 < 1,33 (memenuhi syarat uji). Daya dukung tanah dalam keadaan normal maks = 43,78 < 71,98 (memenuhi syarat uji), min = 10,33 < 71,98 (memenuhi syarat uji), dan daya dukung tanah dalam keadaan gempa maks = 47,09 < 71,98 (memenuhi syarat uji), min = 7,37 < 71,98 (memenuhi syarat uji).
Pengaruh Bahan Tambahan PET (Polythylene Terthalate) Terhadap Karakteristik Marshall Pada Aspal AC-WC Ismaya Adlinatika Ilham Rosyida; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.019 KB)

Abstract

Bersamaan dengan melonjaknya lalulintas jalan akhir-akhir ini bersamaan dengan minimnya anggaran biaya perawatan perkerasan jalan dapat memacu banyaknya kehancuran jalan. Untuk menanggulangi kehancuran tersebut dibutuhkan kegiatan yaitu dengan cara kenaikan pemeliharaan jalan, perbaikan rancangan perkerasan jalan serta menambah mutu perkerasan jalan. Aspal ialah material bercorak gelap kecoklatan serta karakteristik lapisan yang sangat sensitif terhadap beban survai dan temperatur. Sifat kesensitifan ini dapat menciptakan aspal sanggup membungkus serta menyetop agregat agar konsisten di lokasinya sepanjang prosedur pembuatan serta durasi pelayanan. Target dalam studi yakni untuk mengenali sifat marshall. Dalam studi berikut ini ialah memanfaatkan polimer limbah Polyethylenet Terepthalate (PET) menjadi material tambahan pada aspal beton AC-WC. Studi mencoba menggunakan dengan teknik memberi serpihan botol plastik yang dipotong dengan ukuran ±2mm supaya mudah dan cepat pada waktu pelelehan. Untuk pengujian ini dilakukan dengan cara kering (dry process). Sebelum penambahan PET, terlebih dahulu membuat benda uji dari susunan batasan tengah. Jumlah Kadar Aspal Optimum (KAO) yang dihasilkan pada gabungan benda percobaan ialah sejumlah 6,47%. Setelah itu mengerjakan penyisipan PET dengan kombinasi agregat yakni 1%, 3%, 5% serta 7% dari berat aspal. Hasil studi menunjukkan jika karakteristik marshall terbaik adalah pada tambahan Polyethylene Terepthalate (PET) 3% yaitu dengan nilai stabilitas 1618,859 kg. Akan tetapi semua presentase PET dalam penelitian ini seperti nilai VMA, VIM, VFA, Kelelehan (flow), Stabilitas, serta Marshall quotient (MQ) sesuai dengan spesifikasi Bina Marga 2018 meskipun nilai tidak stabil atau naik turun. Kata kunci: Aspal, AC-WC, Polyethylene Terepthalate (PET), KAO
Studi Optimasi Distribusi Air Irigasi dan Operasi Pintu Pada Daerah Irigasi Gondang Saluran Sekunder German Kabupaten Lamongan Kintan Axnestian Pratiwi; Bambang Suprapto; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan dalam bidang pertanian yang menjadi salah satu prioritas utama yaitu pembangunan ketahanan pangan, menimbulkan berbagai permasalahan yang harus dihadapi seiring peningkatan jumlah penduduk di Indonesia yang semakin pesat. Dengan adanya permasalahan tersebut maka pemanfaatan sumber daya air untuk kebutuhan irigasi perlu sistem distribusi air yang baik agar ketersediaan air dapat merata. Terciptanya pengolaan sistem distribusi air irigasi yang baik yaitu berdasarkan ketersediaan air sesuai pola tata tanam rencana dengan memperhitungkan pengaturan tinggi bukaan pintu agar pemberiaan air dapat tercukupi. Daerah Irigasi German dengan luas 740 ha merupakan salah satu saluran sekunder dari Daerah Irigasi Gondang, irigasi ini menerima air dari Waduk German yang mana merupakan bangunan suplesi dari Waduk Gondang. Penggunaan optimasi air pada daerah irigasi dimaksudkan sebagai pengaturan debit air untuk mengatasi neraca air agar seimbang, serta memperoleh luas dan keuntungan hasil produksi yang maksimal. Penelitian ini memerlukan Data Curah Hujan 10 tahun terakhir pada 3 stasiun curah hujan yang meliputi Stasiun Gondang, Stasiun Kembangbahu dan Stasiun Sukodadi. Teknik optimasi menggunakan metode solver yang telah dirumuskan menjadi model matematik dengan mempertimbangkan fungsi tujuan dan fungsi kendala. Pada musim tanam III di saluran Gmt.1.ki terjadi bukaan pintu maksimum setinggi 0,3935 m. Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan metode solver pada Microsoft Excel untuk musim tanam I adalah Rp  46.117.868.500,- untuk musim tanam II adalah Rp  40.703.680.000,- untuk musim tanam III adalah Rp  33.599.279.000,-
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Komposit Pada Hotel Swiss Bellin Airport Juanda Surabaya Febri Fachrudzi; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain menjadi Ibukota Jawa Timur, Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta. Hotel Swiss bellin menggunakan beton konvensional yaitu struktur  beton bertulang dan dicor ditempat secara umum, tugas akhir ini adalah merencanakan ulang struktur menggunakan struktur komposit baja-beton sebagai alternatif perencanaan yang semula menggunakan beton bertulang. Struktur komposit  adalah perpaduan antara profil baja dan beton yang menjadi satu kesatuan struktur. Standar perencanaan yang digunakan yaitu SNI 1729-2015, SNI 2847:2013, SNI 1726-2012 dan SKBI-1.3.53.1987. Perhitungan studi alternatif baja beton komposit menghasilkan tebal pelat 120 mm dengan tulangan terpasang Ø10-250; dimensi balok anak yang digunakan adalah  WF 200.100.5,5.8 ; dimensi balok induk WF 500.300.11.; dimensi kolom menggunakan WF 400.400.13.21 dibungkus kolom beton 30 mm. Pondasi yang digunakan berupa pondasi tiang pancang dengan ukuran poer pondasi 1,0 m x 1,5 m. Spesifikasi tiang pancang Ø30 cm sebanyak 2 tiang dalam 1 pondasi dengan jarak antar tiang 80 cm dan kedalaman tiang 15 m. Untuk tulangan pondasi digunakan tulangan pokok 11 D-16 mm dan tulangan spiral D12-24.Kata Kunci : Komposit,Baja beton,Struktur
Co-Authors Aasniari Aasniari Abdur Rahman Aditya Novan Sasongko Afrizal Fikri Haikal Afrizal Martin Ahmad Sujoni Akni Widiyastuti Al Adlu Syahid Anang Bakhtiar Anita Faradilah Abubakar Anita Rahmawati Ardi Mahmudi Ari Kurniawan Azizah Rachmawati Azizah Rokhmawati Azizah Rokhmawati Azizah Rokhmawati Buchori Muslim Budiman Budiman Dendi Sephanie Deny Firmansyah Kurniawan Dewi Triyanti Dicky Prastianto Dimas Usman Nur Hakim Dita Wahyu Anggraini Dzakaul Fuady Edi Hargono Edwin Mulia Ayu Andini Eko Noerhayati Ery Dharmawan Eva Wulandari Fachrurozi Ilhamsyah Fadilah Fadilah Faizal Rahmadhanny Familia Yunika Winandini Farah Nuriyana Febri Fachrudzi Fitriya Qurota Ayun Hapsari Sulistya Kusuma Hardianti Safitri Hasma Permatasari Putri Henry Simanjuntak Henry Simanjutak Henry Simanjutak Hirijanto Hirijanto I Gusti Bagus Wiksuana Ismaya Adlinatika Ilham Rosyida Javier Achmad Bayhaqi JB Suparyatmo - Karimatun Nur Laily Kefin Putra Kiki Ayu Adelia Kintan Axnestian Pratiwi M Ihya Al Hikam m. mulyadi M. Yusuf Hamzah Mat Saleh Maulidya Agustini Mega Dwi Putri Miqdad Kevin Ni&#039;am Mohamad Afandi Gotawa Mohamad Afiyak Muhammad Aminullah Muhammad Fazli Muhammad Rizal A’rofi Muhammad Saleh Muhammad Waladul Hakiki Muhammad Yusni Anshari Muhibbuddin Kamal Nana Rihana Y wele Nasrullah Nasrullah Naufal Yudhistira Nur Atika Nur Ulmalifaismah Oryza Adaptian Ramadhannu Tri Putra Herdianto Ricky Candra Andrian Rio Miftakul Imam Rispa Eliza Rizal A&#039;rofi Roihan Attammimi Suryateja Rokhmawati, Azizah Sinta Sofiana Wiyanti Soraya Norma Sri Rahmawati Sulasminarti . Sulasminarti Sulasminarti Sumber Jaya Syahril Arifudin Syahril K Husein Tahkikul Fikri Al-zazuli Teguh Argo Tri Andre Winata Tri Wahyudi Sinaga Warda Khumairo Milena Warsito Warsito Warsito Warsito YENI SAFITRI Zakiya Zakiya