Claim Missing Document
Check
Articles

Inventarisasi Dekapoda di Sungai Katoman Desa Ranah Baru Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar, Riau Deillia Rusmirani; Efawani Efawani; Windarti Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.449-456

Abstract

Sungai Katoman merupakan sungai dangkal dengan dasar berpasir, berkerikil dan berarus lamban sehingga mendukung untuk kehidupan dekapoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dekapoda yang hidup di Sungai Katoman karena belum ada informasi tentang jenis dekapoda yang terdapat di sungai tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak satu kali dalam seminggu selama sebulan dari bulan Juli-Agustus 2023 menggunakan alat tangkap bubu. Berdasarkan hasil identifikasi terdapat 3 spesies dekapoda di sungai tersebut yaitu Parathelphusa pardus, Macrobrachium mammillodactylus dan Cherax quadrinacatus. P.pardus ditandai dengan adanya pola totol-totol seperti pola pada macan tutul yang tersebar pada karapas dan chelanya, bentuk karapasnya cembung, mempunyai 2 duri branchial serta kaki jalan yang pendek. M. mammillodactylus ditandai dengan scaphocerite yang panjangnya kurang dari panjang rostrum, gerigi pada bagian dorsal rostrum 9-11 sedangkan pada bagian ventral berjumlah 3-6 dan mammilosetae pada bagian dactylus. C.quadrinacatus memiliki 4 rostral carina pada cephalone yang berbentuk seperti bukit, aerola yang lebar dan 3 duri hepatic pada karapasnya. Terjadi persaingan antara C.quadrinacatus dengan M. mammillodactylus terlihat dari jumlah hasil tangkapan yang hampir dua kali lipat karena kedua spesies hidup, mencari makan dan berada di niche (relung ekologi) yang sama
Biologi Reproduksi Ikan Tuakang (Helostoma temminckii Cuvier, 1829) di Oxbow Teluk Benderas, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan Irfan Sabari; Efawani Efawani; Deni Efizon
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.471-477

Abstract

FekunditasIkan tuakang adalah jenis ikan yang biasa ditemukan di Danau Teluk Banderas, sebuah danau oxbow yang terletak di sepanjang Sungai Kampar. H. temminckii dikenal dengan sebutan ikan tuakang dan merupakan salah satu ikan konsumsi favorit di Provinsi Riau. Saat ini, populasi ikan ini semakin berkurang, sementara informasi mengenai aspek biologisnya masih jarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biologi reproduksi ikan tersebut, penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-September 2023. Ikan ditangkap dengan menggunakan jaring ikan dengan ukuran mata jaring 1 inci sebanyak 3 kali, satu kali/bulan. Ikan-ikan yang menjadi sampel kemudian diukur, ditimbang, dan diteliti aspek reproduksinya. Hasil yang didapat selama penelitian, tingkat kematangan gonad berkisar antara 1 hingga 4 dan tingkat kematangan gonad 4 mulai muncul pada bulan Agustus. Hal ini mengindikasikan bahwa musim pemijahan ikan dimulai pada bulan tersebut dan akan terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. Rata-rata IKG ikan jantan adalah 1,55%, 2,43%, 3,68% dan 4,47% pada TKG ke-1, ke-2, ke-3 dan ke-4. Sedangkan betina adalah 3,02%, 4,99%, 8,15% dan 11,51%. Fekunditas ikan berkisar antara 20.967-40.091 butir/ekor, sedangkan diameter telur bervariasi dari 0,75-1,05 mm.
Inventarisasi Dekapoda di Sungai Katoman Desa Ranah Baru Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar, Riau Rusmirani, Deilia; Efawani, Efawani; Windarti, Windarti
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Sungai Katoman merupakan sungai dangkal dengan dasar berpasir, berkerikil dan berarus lamban sehingga mendukung untuk kehidupan dekapoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dekapoda yang hidup di Sungai Katoman karena belum ada informasi tentang jenis dekapoda yang terdapat di sungai tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak satu kali dalam seminggu selama sebulan dari bulan Juli-Agustus 2023 menggunakan alat tangkap bubu. Berdasarkan hasil identifikasi terdapat 3 spesies dekapoda di sungai tersebut yaitu Parathelphusa pardus, Macrobrachium mammillodactylus dan Cherax quadrinacatus. P.pardus ditandai dengan adanya pola totol-totol seperti pola pada macan tutul yang tersebar pada karapas dan chelanya, bentuk karapasnya cembung, mempunyai 2 duri branchial serta kaki jalan yang pendek. M. mammillodactylus ditandai dengan scaphocerite yang panjangnya kurang dari panjang rostrum, gerigi pada bagian dorsal rostrum 9-11 sedangkan pada bagian ventral berjumlah 3-6 dan mammilosetae pada bagian dactylus. C.quadrinacatus memiliki 4 rostral carina pada cephalone yang berbentuk seperti bukit, aerola yang lebar dan 3 duri hepatic pada karapasnya. Terjadi persaingan antara C.quadrinacatus dengan M. mammillodactylus terlihat dari jumlah hasil tangkapan yang hampir dua kali lipat karena kedua spesies hidup, mencari makan dan berada di niche (relung ekologi) yang sama.
Biologi Reproduksi Ikan Tuakang (Helostoma temminckii Cuvier, 1829) di Oxbow Teluk Benderas, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan Sabari, Irfan; Efawani, Efawani; Efizon, Deni
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan tuakang adalah jenis ikan yang biasa ditemukan di Danau Teluk Banderas, sebuah danau oxbow yang terletak di sepanjang Sungai Kampar. H. temminckii dikenal dengan sebutan ikan tuakang dan merupakan salah satu ikan konsumsi favorit di Provinsi Riau. Saat ini, populasi ikan ini semakin berkurang, sementara informasi mengenai aspek biologisnya masih jarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biologi reproduksi ikan tersebut, penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-September 2023. Ikan ditangkap dengan menggunakan jaring ikan dengan ukuran mata jaring 1 inci sebanyak 3 kali, satu kali/bulan. Ikan-ikan yang menjadi sampel kemudian diukur, ditimbang, dan diteliti aspek reproduksinya. Hasil yang didapat selama penelitian, tingkat kematangan gonad berkisar antara 1 hingga 4 dan tingkat kematangan gonad 4 mulai muncul pada bulan Agustus. Hal ini mengindikasikan bahwa musim pemijahan ikan dimulai pada bulan tersebut dan akan terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. Rata-rata IKG ikan jantan adalah 1,55%, 2,43%, 3,68% dan 4,47% pada TKG ke-1, ke-2, ke-3 dan ke-4. Sedangkan betina adalah 3,02%, 4,99%, 8,15% dan 11,51%. Fekunditas ikan berkisar antara 20.967-40.091 butir/ekor, sedangkan diameter telur bervariasi dari 0,75-1,05 mm.
Hubungan Panjang Berat dan Pola Pertumbuhan Ikan Motan (Thynnichthys thynnoides) di Oxbow Teluk Benderas Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Putrayudha, Rizky Akbar; Putra, Ridwan Manda; Efawani, Efawani
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Thynnichthys thynnoides merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang terdapat di Oxbow Teluk Benderas, dimanfaatkan sebagai komoditas konsumsi oleh masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang-berat, pola pertumbuhan, dan faktor kondisi ikan motan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2023, dengan pengambilan sampel dilakukan sebanyak 6 kali selama periode tersebut dengan menggunakan metode survei. Sebanyak 134 ikan motan ditangkap selama penelitian, terdiri dari 87 jantan dan 47 betina. Ikan motan dari Oxbow Teluk Benderas mempunyai TL 103-200 mm, jantan berkisar antara 103-175 mm dan betina 144-200 mm. Hal ini menunjukkan bahwa ikan betina relatif lebih besar dibandingkan ikan jantan. Analisis hubungan panjang-berat keseluruhan ikan motan menunjukkan nilai b= 2,7527 yang menunjukkan pertumbuhan alometrik negatif. Berdasarkan jenis kelamin, pola pertumbuhan ikan betina menunjukkan alometrik positif (b = 3,1248) dan ikan jantan menunjukkan alometrik negatif (b= 2,7320). Faktor kondisi ikan motan berada antara 0,4833 dan 1,5557. Hasil penelitian menunjukkan jantan dan betina cukup mirip, yaitu 0,8614 untuk jantan dan 0,8121 untuk betina.
A Study on Morphometric and Mouth Structure of Luciocephalus pulcher Gray, 1830 from the Sibam River, Pekanbaru Putri, Dwika Hanifah; Efawani, Efawani; Windarti, Windarti
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 1 (2025): February
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.30.1.128-135

Abstract

Luciocephalus pulcher lives in peat swamps, and the male incubates the eggs in the mouth. A study aimed to determine morphometric characters and differences in the oral structure of male and female fish was conducted from June to July 2024. Fish samples were caught in the upper Sibam River. 5 times, once/week. The morphometrical characteristics were measured, and the fish mouth structure was observed. Results showed that 32 fish were caught, consisting of 21 males and 11 females. Of the 37 morphometric characters observed, 18 differed between males and females. These characters included total length, head length, body height, caudal peduncle height, eye diameter, anal fin to caudal fin base distance, dorsal fin base length, pectoral fin base length, anal fin height, ventral fin base length, caudal fin base length, lower jaw length, upper jaw length, lower jaw width, gular sac width, lower lip length and upper lip length. The total length of male fish ranged from 48-135 mm, while females were 48-135 mm. Fin characteristics in male and female fish were the same, with the formula D.I, 8-12 P.12-15 V.6-7 A.I, 14-20 C.13-15. The difference in mouth characters was seen in the gular sac. The gular sac of male fish was wider with thicker tissue, more folded, more flexible, elastic skin tissue, and smaller, more flexible hyoid bone. In contrast, female fish have smaller, less elastic gular sacs, thinner tissue, and less folded and thicker hyoid bone.
INVENTORY OF FISH SPECIES IN OXBOW TELUK BENDERAS, RANTAU BARU VILLAGE, PANGKALAN KERINCI DISTRICT PELALAWAN REGENCY RIAU PROVINCE Khoirunisyah, Khoirunisyah; Putra, Ridwan Manda; Efawani, Efawani
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 7 No. 2 (2024): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.7.2.267-273

Abstract

Teluk Benderas Lake is an oxbow lake formed because the Kampar River's flow was cut off. This lake is a habitat for various types of fish. However, information on fish species in the area is still limited. To find out the kinds of fish in Teluk Benderas Lake, a study was conducted in March-May 2023 using the survey method. Fish sampling was performed once a week for two months. The fish were caught using a trawl measuring 150 m long and 4,5 m wide with 1-inch mesh size. Water quality parameters measured were temperature, brightness, depth, pH, DO, and CO2. The results showed that 1.398 fish were caught, consisting of 4 orders, 13 families, 25 genera, and 32 species. Based on the results of water quality measurements, it was concluded that Teluk Benderas Lake can still support fish life in the waters
A Study on Morphometric and Mouth Structure of Luciocephalus pulcher Gray, 1830 from the Sibam River, Pekanbaru Putri, Dwika Hanifah; Efawani, Efawani; Windarti, Windarti
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 1 (2025): February
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.30.1.128-135

Abstract

Luciocephalus pulcher lives in peat swamps, and the male incubates the eggs in the mouth. A study aimed to determine morphometric characters and differences in the oral structure of male and female fish was conducted from June to July 2024. Fish samples were caught in the upper Sibam River. 5 times, once/week. The morphometrical characteristics were measured, and the fish mouth structure was observed. Results showed that 32 fish were caught, consisting of 21 males and 11 females. Of the 37 morphometric characters observed, 18 differed between males and females. These characters included total length, head length, body height, caudal peduncle height, eye diameter, anal fin to caudal fin base distance, dorsal fin base length, pectoral fin base length, anal fin height, ventral fin base length, caudal fin base length, lower jaw length, upper jaw length, lower jaw width, gular sac width, lower lip length and upper lip length. The total length of male fish ranged from 48-135 mm, while females were 48-135 mm. Fin characteristics in male and female fish were the same, with the formula D.I, 8-12 P.12-15 V.6-7 A.I, 14-20 C.13-15. The difference in mouth characters was seen in the gular sac. The gular sac of male fish was wider with thicker tissue, more folded, more flexible, elastic skin tissue, and smaller, more flexible hyoid bone. In contrast, female fish have smaller, less elastic gular sacs, thinner tissue, and less folded and thicker hyoid bone.
GILL, KIDNEY, INTESTINE, AND LIVER STRUCTURES OF Pangasianodon hypophthalmus REARED UNDER BIOFLOC SYSTEM AND PHOTOPERIOD MANIPULATION Pardede, Alfred Nobel; Windarti, Windarti; Efawani, Efawani
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Pangasianodon hypophthalmus is a freshwater fish that can grow well in dark condition. In no light condition, fishes are more responsive to feed provided. However, phytoplankton may not grow well, and as a consequence the water quality was poor and it negatively effects the fish health in general. The combination of biofloc and photoperiod manipulation systems is expected to improve the water quality as well as the fish health. To understand health status of the fish in general, the histological structure gill, kidney and liver was investigated. Sample were fixed in 5% formalin, paraffin processed and Haematoxylin Eosin stained. There were 2 factor, 3 treatment applied, namely natural (control), 18G (18 hours dark), 24G (24 hours dark) and 3 repetition. Parameter measured were survival rate and histological structure of gill, kidney, intestine and liver. Results shown that there are not difference of histological structure of the organs of fish reared under biofloc and manipulated photoperiod systems. There were light abnormalities in the gill, such as hyperplasia, hypertrophy, oedema and necrosis. There is no negative effect of biofloc system and photoperiod manipulation in structure of fish organ as there is only light abnormalities that can be cured when the water quality is good.
Biologi Reproduksi Ikan Alu-Alu (Sphyraena spp.) dari Perairan Sibolga Sumatra Utara Syahfutra, Nano; Efawani, Efawani; Windarti, Windarti
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan alu-alu merupakan salah satu ikan air laut yang hidup di Perairan Sibolga Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi reproduksi ikan Alu-alu (Sphyraena spp). Pengambilan ikan sampel dilakukan selama 3 bulan dengan interval 1 bulan sekali yang telah dilakukan pada bulan Mei-Juli 2022. Parameter yang diukur adalah karakteristik seksual, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), fekunditas dan diameter telur. Hasil penelitian menunjukkan ikan yang tertangkap terdiri dari 2 jenis yaitu ikan Sphyraena putnamae dan ikan Sphyraena obtusatta. Ikan S.putnamae sebanyak 172 ekor (154 ikan jantan dan 18 ikan betina dengan rasio 2:1), sedangkan ikan S.obtusatta terdiri 73 ekor ikan( 49 ekor jantan dan 24 ekor ikan betina, dengan rasio 2:1). Rata-rata Indeks kematangan gonad ikan S.putnamae sebesar 3,08%, sedangkan ikan S.obtusatta sebesar 3,44%. Fekunditas ikan betina S.putnamae berkisar 12.500-20.338 butir, sedangkan ikan betina S.obtusatta berkisar 18.277- 20.133 butir. Diameter telur ikan alu-alu berkisar 0,1-0,5 mm, dengan telur kecil berkisar 0,1-0,2 mm, telur sedang berkisar 0,3-0,4 mm, dan telur besar berkisar 0,5 mm. Berdasarkan pada pola sebaran diameter telur maka dapat disimpulkan bahwa ikan alu alu termasuk dalam kelompok ikan pemijah serentak (whole spawner).
Co-Authors ', Firdaus ', Yuliati Adeka Febriyanti Adilla Yusra Lubis Adriman, Adriman Aina, Nurul Alfred Nobel Pardede Amelia, Helen Angelia Zefani Fabiola Anggi Erywiyani Hasibuan Ani Mulyani Antoni ' Arrasyidi, Muammar Rasyid Asmika Harnalin Simarmata Asmul Fauzi Harahap, Asmul Fauzi Bayu Dwi, Bayu Dwi br. Damanik, Suci Anggeraini Chaidir P. Pulungan Christina Panggabean Christina Sharon Aprilia Manalu Cyntia Uli Artha Sihombing ddiwan ddiwan Deillia Rusmirani Deni Efizon Devi Lia Ariyanti Devi, Fransiska Rivana Difa Syafwali Dina Medina Dongoran, Nella Januaita Br. Dwi Azelina Rizki Eddiwan Eddiwan Eddiwan Kamaruddin Edsa Nur Rizqi Efawani, Eddiwan Elfridayani, Tri Eni Sumiarsih Erwina Citra Sejati Gulo Fariza Ulfa G Manurung, Popy Galeh Suryo Galuh Putri Ratna Ningtyas Gusriyeni Dwi Mandelasari Hatmidah Hatmidah Hendri Andriawan Henny Henny, Henny Indah Tria Suci Intan Suci Febriani Irfan Sabari Irwan Effendi Isma, Muhammad Fauzan J. Wiratama, Prano Joyce Simanjuntak Kartini, Tirta Amelia Khoirunisyah, Khoirunisyah Lailatul Saktiawan Lauura Hermala Yunita Linda Rostiana Litavia, Widya Lusi Noviyanti Lusi Vionora M. Irsyad Nur Maya Lestari Merissa Handayani Merry Christina Naibaho Mhd Hapizeldi Mhd Rizqo Pratama Muhammad Fauzi Muhammad Fazli Nada Ardia Fika Mayza Nano Rizki Syahfutra Nano Rizky Syahfutra Nashuha Faridhita Nasution, Aprilia Safitri Nataliska Nataliska Novita Sari Simandalahi Nur El Fajri Nur Ikhlas Syuhada Nurfatihayati Okta Rizal Karsih Pardede, Alfred Nobel Pascalia Dita Pradita, Yuni Pratiwi, Nadia Indah Pratiwi, Via Anggraini Purba, Windu Sani Oksispi Putrayudha, Rizky Akbar Putri, Dwika Hanifah Qurata Ayunin R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rahma Dhania Salamah Rekana Choli Br S Colia Reni Agustin Resti Restari Rezzy Marprianti Ricky R. Sihite Ridwan Manda Putra Rivco Hastwoyundra Rizky Akbar Putrayudha Rizqi, Edsa Rodhi Firmansyah Ronal Kurniawan Rusmirani, Deilia Sabari, Irfan Satria Flamboyan Siregar Sherly Sthepani Siahaan, Lamminar Juliaty Silfia Eka Dewi Simanjuntak, Joyce Siregar, Fuja Arsita Situmorang, Tety E SRI RAHAYU Sri Rahayu Rezki Ardiyanti Suci Anggeraini br. Damanik Syahfutra, Nano Tania Nurmanita Tengku Dahril, Tengku Theresia Fanta Ria Verawati Verawati Wenny Lestari Tarigan Widiana, Mita Windarti ' Windarti Windarti Windarti Windarti Wiwit Kartika Sari Yogi Pramana Putra Yuliati ' Yuliati Yuliati Yuliati Yuliati Zikra Yusianda Zuli Meiryanti