Claim Missing Document
Check
Articles

Biodiversitas Ikan di Danau Gatal Kabupaten Rokan Hilir Rizqi, Edsa; Efawani, Efawani; Efizon, Deni
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Danau Gatal merupakan danau alami yang menerima air dari Sungai Rokan saat musim hujan. Danau ini dihuni oleh banyak spesies ikan. Namun, informasi mengenai jenis ikan yang ada di kawasan tersebut masih terbatas. Untuk mengetahui spesies ikan yang ada di Danau Gatal, penelitian dilakukan pada November 2021 s/d Februari 2022. Pengambilan sampel ikan dilakukan seminggu sekali/bulan hingga tidak ditemukan spesies baru. Ikan ditangkap menggunakan alat pemancing, jaring, dan bubu, sampel ikan kemudian diidentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan yang tertangkap terdiri dari 3 ordo, 13 famili, 14 marga, dan 15 spesies. Keanekaragaman jenis ikan (H’) di Danau Gatal sebesar 3,47, indeks dominansi (C) sebesar 0,19 dan keseragaman (E) sebesar 0,52. Nilai kualitas air danau adalah sebagai berikut: suhu 28oC-32oC, kecerahan 39-45 cm, kedalaman 109-111 cm, pH 6, oksigen terlarut 3,9-4,3 mg/L, dan CO2 5,89-7,99 mg/L. Berdasarkan nilai indeks keanekaragaman ikan di Danau Gatal tergolong rendah. Beberapa ikan belum pernah ditemukan di danau itu sebelumnya, yaitu sepimping, kipper, selais, dan kapar.
Studi Komparatif Kondisi Darah Pangasianodon hypophthalmus yang Dipelihara pada Keramba Jaring Apung di Sungai Siak dan Kolam Terpal dengan Manipulasi Fotoperiod Simanjuntak, Joyce; Windarti, Windarti; Efawani, Efawani
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Pangasianodon hypophthalmus merupakan ikan nokturnal dan ikan yang dipelihara dalam penyinaran yang dimanipulasi dapat mempengaruhi fisiologi ikan secara umum, termasuk kondisi hematologinya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi hematologi ikan yang dipelihara dengan fotoperiode terkendali dan ikan dari keramba jaring apung di Sungai Siak telah dilakukan pada bulan Agustus - Desember 2019. Metode Rancangan Acak Lengkap untuk menerapkan manipulasi fotoperiode, dengan 3 perlakuan yaitu 24 D (24 jam gelap), 18G6T (18 jam gelap dan 6 jam terang), dan 12G12T (12 jam gelap dan 24 jam terang), 3 ulangan. Ikan dipelihara di kolam terpal (70 x 50 x 60 cm) berisi air 150 L dan dilengkapi dengan pompa sirkulasi dan aerator. Terdapat 30 ikan/kolam (7,5 inci dan sekitar 4 g BB). Ikan diberi pakan pelet ikan komersial sebanyak 3 kali/hari dan pakan yang diberikan adalah 4% dari berat ikan/hari. Ikan dari keramba jaring di Sungai Siak dipelihara dengan fotoperiode alami. Parameter yang diukur adalah jumlah sel eritrosit dan leukosit, kadar hematokrit dan leukosit serta diferensiasi leukosit. Hasil menunjukkan bahwa kondisi darah ikan pada semua perlakuan dan ikan dari Sungai Siak hampir sama. Kondisi darah mereka menunjukkan bahwa mereka sehat. Jumlah eritrosit dan leukosit berkisar antara 1.646.632 - 2.753.333 dan 54.732 - 55.654 sel/mm3. Kadar hematokrit dan leukokrit masing-masing 23-36,2% dan 1,1-2,3%. Persentase masing-masing sel leukosit adalah limfosit 71,33% - 82,33%, trombosit 4,67-18,67%, monosit 4,67 - 17,33% dan neutrofil 0 - 1,00%. Secara umum, data yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa manipulasi fotoperiode tidak berpengaruh negatif terhadap kondisi darah Pangasius sp.
Pengaruh Pemberian Thiamine dengan Dosis yang Berbeda terhadap Kepadatan Chlorella sp. Dongoran, Nella Januaita Br.; Efawani, Eddiwan; Efawani, Efawani
South East Asian Water Resources Management Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.1.2.6-10

Abstract

Mikroalga jenis Chlorella sp. merupakan salah satu alga hijau yang memiliki kemampuan bioremediasi yang baik, karena dapat hidup pada kondisi air yang tercemar. Chlorella sp berperan penting dalam membuat air menjadi hijau dan sekaligus sebagai sistem penyeimbang media pembenihan ikan dan udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Thiamine terhadap kepadatan dan biomassa Chlorella sp. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Metode ini menggunakan sistem Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pengumpulan data primer pada penelitian ini adalah dengan cara observasi dan pencatatan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa Perlakuan B dengan dosis Thiamine (2 mL) memiliki kepadatan lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya yaitu 2.638 x 104 sel/mL. Perlakuan A dengan pemberian dosis Thiamine (1 mL) mencapai kepadatan tertinggi yaitu 2.231 x 104 sel/mL, perlakuan C dengan pemberian dosis Thiamine (3 mL) mencapai kepadatan tertinggi yaitu 1.886 x 104 sel/mL dan sebagai pembanding Perlakuan Kontrol mencapai kepadatan tertinggi yaitu 945 x 104 sel/mL. Hal ini menunjukkan dosis Thiamine pada perlakuan B sebanyak 2 mL efektif untuk meningkatkan kepadatan sel Chlorella sp. yang dilakukan selama 11 hari kultur.
Pengaruh Pemberian Asap Cair Tempurung Kelapa dengan Dosis yang Berbeda terhadap Kepadatan Chlorella sp Bayu Dwi, Bayu Dwi; Eddiwan, Eddiwan; Efawani, Efawani
South East Asian Water Resources Management Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.1.2.23-28

Abstract

Asap cair adalah hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran langsung yang mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa, dan senyawa karbon lainnya. Asap cair yang terbuat dari tempurung kelapa biasanya digunakan dalam meningkatkan pertumbuhan sel tumbuhan termasuk mikroalga salah satunya Chlorella sp. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh asap cair tempurung kelapa dengan dosis berbeda terhadap kepadatan dan biomassa Chlorella sp. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan sistem Rancangan Acak Lengap dan dianalisis menggunakan One Way ANOVA. Perlakuan terdiri dari 3 dosis asap cair tempurung kelapa berbeda yaitu dengan pemberian dosis A (1 mL), B (2 mL), dan C (3 mL). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan kontrol memiliki kepadatan tertinggi dibanding perlakuan A, B dan C, dengan yaitu 4.381 x 104 sel/mL. Kepadatan terendah didapat pada perlakuan A (1 mL) yaitu 2.970 x 104 sel/mL, kemudian perlakuan B (2 mL) 4.158 x 104 sel/mL dan perlakuan C (3 mL) yaitu 3.513 x 104 sel/mL. Suhu rata-rata berkisar antara 25-26ºC, pH rata-rata berkisar antara 5-8 dan intensitas cahaya berkisar antara 5000-6000 Lux. Hasil biomassa menunjukkan bahwa biomassa tertinggi yaitu kontrol dengan hasil 2,13 g/L. Hasil analisis diperoleh bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan (P>0,05) dari pemberian asap cair tempurung kelapa, dan asap cair tempurung kelapa kurang efektif dalam meningkatkan kepadatan sel Chlorella sp.
Water Quality of a Tributary of Siak River and Reservoir in Pekanbaru City, Riau Province, Using the CCME-WQI Yuliati Yuliati; Eni Sumiarsih; Adriman Adriman; Nurfatihayati Nurfatihayati; Efawani Efawani
Depik Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.35403

Abstract

This research was conducted on one of the Siak River tributaries that crosses the urban area in Pekanbaru, namely the Pengambang River. The Pengambang River flow is dammed to become a reservoir; one of its functions is as a source of raw drinking water. Increased activity along rivers and reservoirs certainly has an impact on water quality. The research was carried out in May-October 2023. Water sampling was taken at 3 points each along the river flow and in the Reservoir. The physicochemical water quality parameters measured include temperature, TSS, BOD, COD, DO, pH, TP, Nitrate, and Total coliforms for rivers and reservoirs, while Chorofil-a only for reservoirs. Water quality was evaluated using CCME-WQI, and the results of water quality evaluation according to CCME-WQI in the Pengambang River at all sampling stations could have been bad to marginal. At the same time, in the Reservoir, it was marginal. The CCME_WQI Index value in rivers ranges 42.33 to 54.97, while in reservoirs, it is higher 49-56, it indicated water quality in reservoir better than river. Parameters influencing water quality in rivers and reservoirs, especially TC and BOD come from household waste cage fish cultivation.
The assessment of status of Sibam River and Air Hitam River Pekanbaru city Riau Province using pollution index Yuliati Yuliati; Eni Sumiarsih; Efawani Efawani; Isma Mulyani; Nur El Fajri
Depik Vol 12, No 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.2.29001

Abstract

The quality of the Siak River is gradually deteriorating with the rapid socio-economic development in its tributary watersheds. S. Sibam and Air Hitam are part of the Siak tributaries in the Siak tributary sub-region in Pekanbaru City. The quality of the Sibam and Air Hitam tributaries in the Siak Watershed of Pekanbaru City has been studied to determine the relative pollution level of water quality standards. Water quality measurements were carried out from January to August 2022 at the upstream, middle, and confluence with the Siak River. The pollution level of the Sibam River and Air Hitam River was measured using the pollution index method. The quality of the Sibam River and Air Hitam waters is compared to the quality standards according to The Regulation of Government of the Republicof Indonesia(RGRI) Number 22/2021 Class III. The water quality parameter measured consisted of dissolved oxygen, TSS, pH, BOD, COD, nitrate, nitrite, ammonia, and total phosphate. Pollution index calculations for the Sibam and Air Hitam rivers show light pollution, with index values ranging from 1.75 to 3.57. Nitrite and ammonia concentrations in the Sibam River do not meet quality standards. Whereas in the Air Hitam River, the BOD, nitrite, and ammonia level exceeds the quality standards (RGRI Number 22/2021 Class III). The highest pollution index is in the middle of the river, with settlements on both rivers.Keywords:Pollution IndexWater QualitySibam RiverAir Hitam River
Otolith Growth-Check Patterns and Morphometric Relationships of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) from the Deli River Estuary, North Sumatra, Indonesia Christina Sharon Aprilia Manalu; Deni Efizon; Efawani Efawani; M. Irsyad Nur
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 31 No. 2 (2026): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.31.2.279-286

Abstract

Nile tilapia (Oreochromis niloticus) is tolerant of variable aquatic conditions, but fluctuations in growth can be recorded in the macrostructure of its otoliths. This study characterized sagittal otolith morphology, quantified fish–otolith morphometric relationships, described dark growth-check patterns, and evaluated concurrent water-quality conditions in the Deli River Estuary, Belawan Bahari, North Sumatra. Fifty fish (27 females and 23 males) obtained from four artisanal fishing occasions between October and December 2024 were measured for total length, body weight, otolith length, width, and weight. Length–weight relationships were estimated using W = aLᵇ, whereas total length–otolith relationships were assessed by linear regression. Fish measured 180–235 mm and weighed 152–300 g; sagittal otoliths were 4.30–6.77 mm long and 0.0063–0.0630 g in weight. The estimated length–weight exponent was 2.979 in females (95% CI: 2.545–3.414) and 2.463 in males (95% CI: 2.063–2.863), indicating near-isometric growth in females and negative allometry in males. Total length explained 78.4% of male otolith-length variation but only 13.9% in females. Dark growth checks ranged from zero to three; 45 fish (90%) had at least one check, and the first check occurred 0.225–0.300 mm from the nucleus. Temperature was 25–28 °C, pH was 6.0, and dissolved oxygen was 4.09 mg/L. The growth checks indicate episodes of reduced otolith accretion, but their causes and periodicity cannot be assigned without validation. Seasonal sampling, replicate readings, and otolith chemical or physiological analyses are recommended.
Otolith Growth-Check Patterns and Morphometric Relationships of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) from the Deli River Estuary, North Sumatra, Indonesia Christina Sharon Aprilia Manalu; Deni Efizon; Efawani Efawani; M. Irsyad Nur
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 31 No. 2 (2026): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.31.2.279-286

Abstract

Nile tilapia (Oreochromis niloticus) is tolerant of variable aquatic conditions, but fluctuations in growth can be recorded in the macrostructure of its otoliths. This study characterized sagittal otolith morphology, quantified fish–otolith morphometric relationships, described dark growth-check patterns, and evaluated concurrent water-quality conditions in the Deli River Estuary, Belawan Bahari, North Sumatra. Fifty fish (27 females and 23 males) obtained from four artisanal fishing occasions between October and December 2024 were measured for total length, body weight, otolith length, width, and weight. Length–weight relationships were estimated using W = aLᵇ, whereas total length–otolith relationships were assessed by linear regression. Fish measured 180–235 mm and weighed 152–300 g; sagittal otoliths were 4.30–6.77 mm long and 0.0063–0.0630 g in weight. The estimated length–weight exponent was 2.979 in females (95% CI: 2.545–3.414) and 2.463 in males (95% CI: 2.063–2.863), indicating near-isometric growth in females and negative allometry in males. Total length explained 78.4% of male otolith-length variation but only 13.9% in females. Dark growth checks ranged from zero to three; 45 fish (90%) had at least one check, and the first check occurred 0.225–0.300 mm from the nucleus. Temperature was 25–28 °C, pH was 6.0, and dissolved oxygen was 4.09 mg/L. The growth checks indicate episodes of reduced otolith accretion, but their causes and periodicity cannot be assigned without validation. Seasonal sampling, replicate readings, and otolith chemical or physiological analyses are recommended.
Water Quality of a Tributary of Siak River and Reservoir in Pekanbaru City, Riau Province, Using the CCME-WQI Yuliati Yuliati; Eni Sumiarsih; Adriman Adriman; Nurfatihayati Nurfatihayati; Efawani Efawani
Depik Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.35403

Abstract

This research was conducted on one of the Siak River tributaries that crosses the urban area in Pekanbaru, namely the Pengambang River. The Pengambang River flow is dammed to become a reservoir; one of its functions is as a source of raw drinking water. Increased activity along rivers and reservoirs certainly has an impact on water quality. The research was carried out in May-October 2023. Water sampling was taken at 3 points each along the river flow and in the Reservoir. The physicochemical water quality parameters measured include temperature, TSS, BOD, COD, DO, pH, TP, Nitrate, and Total coliforms for rivers and reservoirs, while Chorofil-a only for reservoirs. Water quality was evaluated using CCME-WQI, and the results of water quality evaluation according to CCME-WQI in the Pengambang River at all sampling stations could have been bad to marginal. At the same time, in the Reservoir, it was marginal. The CCME_WQI Index value in rivers ranges 42.33 to 54.97, while in reservoirs, it is higher 49-56, it indicated water quality in reservoir better than river. Parameters influencing water quality in rivers and reservoirs, especially TC and BOD come from household waste cage fish cultivation.
The assessment of status of Sibam River and Air Hitam River Pekanbaru city Riau Province using pollution index Yuliati Yuliati; Eni Sumiarsih; Efawani Efawani; Isma Mulyani; Nur El Fajri
Depik Vol 12, No 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.2.29001

Abstract

The quality of the Siak River is gradually deteriorating with the rapid socio-economic development in its tributary watersheds. S. Sibam and Air Hitam are part of the Siak tributaries in the Siak tributary sub-region in Pekanbaru City. The quality of the Sibam and Air Hitam tributaries in the Siak Watershed of Pekanbaru City has been studied to determine the relative pollution level of water quality standards. Water quality measurements were carried out from January to August 2022 at the upstream, middle, and confluence with the Siak River. The pollution level of the Sibam River and Air Hitam River was measured using the pollution index method. The quality of the Sibam River and Air Hitam waters is compared to the quality standards according to The Regulation of Government of the Republicof Indonesia(RGRI) Number 22/2021 Class III. The water quality parameter measured consisted of dissolved oxygen, TSS, pH, BOD, COD, nitrate, nitrite, ammonia, and total phosphate. Pollution index calculations for the Sibam and Air Hitam rivers show light pollution, with index values ranging from 1.75 to 3.57. Nitrite and ammonia concentrations in the Sibam River do not meet quality standards. Whereas in the Air Hitam River, the BOD, nitrite, and ammonia level exceeds the quality standards (RGRI Number 22/2021 Class III). The highest pollution index is in the middle of the river, with settlements on both rivers.Keywords:Pollution IndexWater QualitySibam RiverAir Hitam River
Co-Authors ', Firdaus ', Yuliati Adeka Febriyanti Adilla Yusra Lubis Adriman, Adriman Aina, Nurul Alfred Nobel Pardede Amelia, Helen Angelia Zefani Fabiola Anggi Erywiyani Hasibuan Ani Mulyani Antoni ' Arrasyidi, Muammar Rasyid Asmika Harnalin Simarmata Asmul Fauzi Harahap, Asmul Fauzi Bayu Dwi, Bayu Dwi br. Damanik, Suci Anggeraini Chaidir P. Pulungan Christina Panggabean Christina Sharon Aprilia Manalu Cyntia Uli Artha Sihombing ddiwan ddiwan Deillia Rusmirani Deni Efizon Devi Lia Ariyanti Devi, Fransiska Rivana Difa Syafwali Dina Medina Dongoran, Nella Januaita Br. Dwi Azelina Rizki Eddiwan Eddiwan Eddiwan Kamaruddin Edsa Nur Rizqi Efawani, Eddiwan Elfridayani, Tri Eni Sumiarsih Erwina Citra Sejati Gulo Fariza Ulfa G Manurung, Popy Galeh Suryo Galuh Putri Ratna Ningtyas Gusriyeni Dwi Mandelasari Hatmidah Hatmidah Hendri Andriawan Henny Henny, Henny Indah Tria Suci Intan Suci Febriani Irfan Sabari Irwan Effendi Isma, Muhammad Fauzan J. Wiratama, Prano Joyce Simanjuntak Kartini, Tirta Amelia Khoirunisyah, Khoirunisyah Lailatul Saktiawan Lauura Hermala Yunita Linda Rostiana Litavia, Widya Lusi Noviyanti Lusi Vionora M. Irsyad Nur Maya Lestari Merissa Handayani Merry Christina Naibaho Mhd Hapizeldi Mhd Rizqo Pratama Muhammad Fauzi Muhammad Fazli Nada Ardia Fika Mayza Nano Rizki Syahfutra Nano Rizky Syahfutra Nashuha Faridhita Nasution, Aprilia Safitri Nataliska Nataliska Novita Sari Simandalahi Nur El Fajri Nur Ikhlas Syuhada Nurfatihayati Okta Rizal Karsih Pardede, Alfred Nobel Pascalia Dita Pradita, Yuni Pratiwi, Nadia Indah Pratiwi, Via Anggraini Purba, Windu Sani Oksispi Putrayudha, Rizky Akbar Putri, Dwika Hanifah Qurata Ayunin R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rahma Dhania Salamah Rekana Choli Br S Colia Reni Agustin Resti Restari Rezzy Marprianti Ricky R. Sihite Ridwan Manda Putra Rivco Hastwoyundra Rizky Akbar Putrayudha Rizqi, Edsa Rodhi Firmansyah Ronal Kurniawan Rusmirani, Deilia Sabari, Irfan Satria Flamboyan Siregar Sherly Sthepani Siahaan, Lamminar Juliaty Silfia Eka Dewi Simanjuntak, Joyce Siregar, Fuja Arsita Situmorang, Tety E SRI RAHAYU Sri Rahayu Rezki Ardiyanti Suci Anggeraini br. Damanik Syahfutra, Nano Tania Nurmanita Tengku Dahril, Tengku Theresia Fanta Ria Verawati Verawati Wenny Lestari Tarigan Widiana, Mita Windarti ' Windarti Windarti Windarti Windarti Wiwit Kartika Sari Yogi Pramana Putra Yuliati ' Yuliati Yuliati Yuliati Yuliati Zikra Yusianda Zuli Meiryanti