Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Seminar Parenting Tentang Keterlibatan Ayah Dalam Mengasuh Anak Usia Dini Andini Hardiningrum; Destita Shari; Jauharotur Rihlah; Afib Rulyansah
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024635

Abstract

Kehadiran kedua orangtua dalam hidup anak usia dini adalah hal yang sangat penting dalam tumbuh kembangnya. Kehadiran kedua orangtua yang lengkap akan membuat aspek perkembangan anak akan terstimulasi dengan optimal. Idealnya ayah dan ibu dapat bekerjasama mengasuh anak. Mereka dapat melakukan pembagian peran yang sama. Masyarakat Indonesia sejatinya sudah melakukan pembagian peran antara keterlibatan ayah dan ibu Meskipun pembagian peran dan keterlibatan sudah dibagi namun masih dinilai keterlibatan ayah sangat minim. Para ayah masih beranggapan bahwa tugas utama mereka adalah bekerja lalu mengabaikan peran ayah dalam optimalisasi aspek perkembangan anak. Tujuan dilakukannya pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait memaksimalkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sehingga aspek perkembangan anak usia dini dapat berkembang optimal dan memberikan strategi pada ayah-ayah di luar sana bagaimana terlibat dalam mengasuh anak meskipun sibuk bekerja. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan pengetahuan melalui seminar dan memberikan pendampingan lanjutan pada ayah untuk memaksimalkan keterlibatan dalam pengasuhan dengan membuat pembagian peran sampai pada monitoring dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan ayah tentang peran keterlibatan dalam pengasuhan anak dan dapat membagi waktu antara bekerja dan mengasuh anak. Bahkan ada yang membuat jadwal rutin setiap hari antara ayah dan anak. Anak menjadi lebih ceria dan kemampuan sosial emosi, kognitif dan afektif meningkat baik. Aspek kognitif dalam hal ini yaitu pengharapan, kecemasan, keyakinan diri, dan perencanaan akan masa depan, sedangkan aspek afektif yang dimaksud adalah komitmen dan perasaan cinta, kasih sayang, serta pengorbanan kepada anak yang diasuh. cinta ayah memberikan motivasi kepada anak untuk lebih menghargai nilai-nilai dan tanggung jawab (Wahyuningrum 2011). Kesimpulannya adalah keterlibatan ayah dlam pengasuhan anak usia dini sangat diperlukan untuk menambah kemampuan kognitif, afektif dan sosial anak. Ayah yang berperan aktif dalam pengasuhan memiliki kedekatan yang kuat dengan anak sehingga membuat anak lebih peka terhadap emosi dan lingkungan. Saran untuk para ayah di seluruh bagian dunia ini untuk lebih memahami bahwa peran pengasuhan anak adalah tanggungjawab ayah dan ibu sehingga pembagian peran dengan baik dan adil akan sangat membantu anak dalam memaknai peran anggota keluarga. Abstract: The presence of both parents in a child's life at an early age is very important in their growth and development. The complete presence of both parents will ensure that aspects of the child's development will be optimally stimulated. Ideally, father and mother can work together to care for children. They can share the same roles. Indonesian society has actually divided roles between the involvement of fathers and mothers. Even though the division of roles and involvement has been divided, it is still considered that father involvement is very minimal. Fathers still think that their main task is to work and then ignore the role of fathers in optimizing aspects of their children's development. The aim of this service is to provide knowledge related to maximizing fathers' involvement in childcare so that aspects of early childhood development can develop optimally and to provide strategies to fathers out there on how to be involved in caring for children even though they are busy working. The method used in this service is to provide knowledge through seminars and provide further assistance to fathers to maximize involvement in parenting by dividing roles up to monitoring and evaluation. The result of this service is an increase in fathers' knowledge about the role of involvement in childcare and being able to divide their time between work and childcare. Some even make a daily routine between father and son. Children become more cheerful and their social, emotional, cognitive and affective skills improve. The cognitive aspect in this case is hope, anxiety, self-confidence and planning for the future, while the affective aspect in question is commitment and feelings of love, affection and sacrifice for the children being cared for. Father's love provides motivation for children to appreciate values and responsibilities more (Wahyuningrum 2011). The conclusion is that father involvement in early childhood care is very necessary to increase children's cognitive, affective and social abilities. Fathers who play an active role in parenting have a strong closeness to their children, making them more sensitive to emotions and the environment. Advice for fathers in all parts of the world to better understand that the role of caring for children is the responsibility of the father and mother so that the distribution of roles well and fairly will really help children in interpreting the roles of family members.
Peran Orangtua dalam Membangun Budaya Literasi Kepada Anak Sejak Dini (The Role of Parents in Building a Literacy Culture in Children from an Early Age) Shari, Destita; Hardiningrum, Andini; Rihlah, Jauharotur; Afandi, Mujad Didien; Basuki, Edi Pujo; Asmara, Berda; Maimunah, Siti
Indonesia Berdaya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251084

Abstract

ABSTRAKOrangtua memiliki peran penting untuk membimbing, mendidik, merawat anak sejak dini. Peran orangtua sangat diperlukan agar mampu memahami kondisi anak serta dapat mengembangkan minat yang dimiliki anak dalam proses tumbuh kembang. Proses belajar pada anak usia dini di dapatkan pada lingkungan keluarga yang pertama. Selebihnya proses belajar anak didapatkan dilingkungan sekolah. Proses belajar dalam mengenalkan literasi pada anak dapat diberikan sejak dini. Literasi yang diajarkan kepada anak dapat meliputi membaca, menulis, mendengarkan serta berbicara. Literasi yang dikenalkan pada anak sejak dini perlu adanya pembiasaan yang diterapkan oleh orangtua dengan aktifitas yang menunjang salah satunya waktu yang efektif dalam mendampingi anak mengenalkan buku cerita bergambar. Buku cerita bergambar dapat menarik anak untuk mengetahui isi buku cerita bergambar yang di dalamnya terdapat tokoh cerita, warna yang menarik, huruf dalam kalimat cerita. Membiasakan mengenalkan literasi anak sejak dini dapat mengoptimalkan mengembangkan aspek bahasa pada anak. Abstract. Parents play a crucial role in guiding, educating, and nurturing their children from an early age. Their involvement is essential for understanding the child's conditions and developing the child's interests during the growth process. Early learning occurs primarily within the family environment, followed by the school environment. The process of introducing literacy to children can begin at an early age. Literacy education for children encompasses reading, writing, listening, and speaking. Introducing literacy to children requires consistent practices implemented by parents, including effective time spent accompanying children in exploring picture storybooks. Picture storybooks can engage children by introducing them to the characters, appealing colors, and the text within the stories. Familiarizing children with literacy from an early age can optimize the development of their language skills.
Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Gerak Lagu pada Anak Usia Dini Destita Shari; Jauharatur Rihlah
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak usia dini fondasi utama dalam pertumbuhan dan perkembangan yang dilalui oleh anak. hal tersebut perlu adanya stimulasi yang diberikan kepada anak.. Salah satu stimulasi yang dapat diberikan melalui kegiatan garak lagu untuk melatih motorik kasar anak. hal tersebut diterapkan kepada anak agar lebih aktif, lincah dalam gerak. Kegiatan pembelajaran anak usia dini tidak hanya berfokus pada lembar kerja anak. sehingga salah satu inovasi yang dapat diberikan kepada anak melalui gerak lagu.
Peran Pendidik Dalam Penggunaan Media Pembelajaran Pada Anak Usia Dini Shari, Destita; Rihlah, Jauharotur; Asmara, Berda; Hardiningrum, Andini
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 8 No 1 (2024): JCE (Journal of Childhood Education) Maret - Agustus 2024
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v8i1.2105

Abstract

Peran pendidik dalam proses pembelajaran pada anak usia dini memiliki peran penting. Pengajaran yang dilaksanakan oleh pendidik membutuhkan proses persiapan, mulai dari mempersiapkan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam mengajar, media pembelajaran untuk menunjang pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidik dalam menggunakan media pembelajaran yang diberikan pada anak usia dini. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah dan pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik memiliki andil dalam proses pembelajaran pada anak, hal tersebut terlihat dari proses persiapan yang dilakukan oleh guru dengan memepersiapkan perangkat pembelajaran berupa RPPH, media ajar yang menunjang pembelajaran pada anak, pendidik juga harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal serta dapat mengevaluasi kegiatan belajar yang dilakukan oleh anak sesuai dengan aspek perkembangan anak.