Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Peran Orangtua dalam Membangun Budaya Literasi Kepada Anak Sejak Dini (The Role of Parents in Building a Literacy Culture in Children from an Early Age) Shari, Destita; Hardiningrum, Andini; Rihlah, Jauharotur; Afandi, Mujad Didien; Basuki, Edi Pujo; Asmara, Berda; Maimunah, Siti
Indonesia Berdaya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251084

Abstract

ABSTRAKOrangtua memiliki peran penting untuk membimbing, mendidik, merawat anak sejak dini. Peran orangtua sangat diperlukan agar mampu memahami kondisi anak serta dapat mengembangkan minat yang dimiliki anak dalam proses tumbuh kembang. Proses belajar pada anak usia dini di dapatkan pada lingkungan keluarga yang pertama. Selebihnya proses belajar anak didapatkan dilingkungan sekolah. Proses belajar dalam mengenalkan literasi pada anak dapat diberikan sejak dini. Literasi yang diajarkan kepada anak dapat meliputi membaca, menulis, mendengarkan serta berbicara. Literasi yang dikenalkan pada anak sejak dini perlu adanya pembiasaan yang diterapkan oleh orangtua dengan aktifitas yang menunjang salah satunya waktu yang efektif dalam mendampingi anak mengenalkan buku cerita bergambar. Buku cerita bergambar dapat menarik anak untuk mengetahui isi buku cerita bergambar yang di dalamnya terdapat tokoh cerita, warna yang menarik, huruf dalam kalimat cerita. Membiasakan mengenalkan literasi anak sejak dini dapat mengoptimalkan mengembangkan aspek bahasa pada anak. Abstract. Parents play a crucial role in guiding, educating, and nurturing their children from an early age. Their involvement is essential for understanding the child's conditions and developing the child's interests during the growth process. Early learning occurs primarily within the family environment, followed by the school environment. The process of introducing literacy to children can begin at an early age. Literacy education for children encompasses reading, writing, listening, and speaking. Introducing literacy to children requires consistent practices implemented by parents, including effective time spent accompanying children in exploring picture storybooks. Picture storybooks can engage children by introducing them to the characters, appealing colors, and the text within the stories. Familiarizing children with literacy from an early age can optimize the development of their language skills.
Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Gerak Lagu pada Anak Usia Dini Destita Shari; Jauharatur Rihlah
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak usia dini fondasi utama dalam pertumbuhan dan perkembangan yang dilalui oleh anak. hal tersebut perlu adanya stimulasi yang diberikan kepada anak.. Salah satu stimulasi yang dapat diberikan melalui kegiatan garak lagu untuk melatih motorik kasar anak. hal tersebut diterapkan kepada anak agar lebih aktif, lincah dalam gerak. Kegiatan pembelajaran anak usia dini tidak hanya berfokus pada lembar kerja anak. sehingga salah satu inovasi yang dapat diberikan kepada anak melalui gerak lagu.
Implementing Lexical Choice Strategies for Writing Short Descriptive Texts at Pondok An Nahdloh, Selangor, Malaysia Mujad Didien Afandi; Savira Zaniar; Nailul Authar; Novi Rahmania Aquariza; Edi Pujo Basuki; Destita Shari
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261577

Abstract

Limited vocabulary and inappropriate word selection often hinder junior high school students from producing effective English descriptive texts. To address this issue, a community service program entitled Teaching Lexical Choice for Writing Short Descriptive Texts at Pondok An Nahdloh, Selangor, Malaysia was conducted to improve students’ lexical diversity, lexical appropriateness, and linguistic development. The program involved fifteen Indonesian junior high school students and was implemented through a participatory training approach consisting of preparation, implementation, and evaluation stages. Instructional activities included introducing lexical choice, practicing synonym use, selecting contextually appropriate vocabulary, and writing short self-descriptive texts. Students completed writing tasks before and after the training, and their texts were evaluated using a lexical analysis rubric covering lexical diversity, lexical appropriateness, lexical density, register awareness, and overall lexical control. The findings showed substantial improvement in students’ lexical performance. The average total score increased from 12.07 (Fair) in the pre-writing task to 21.80 (Excellent) in the post-writing task. Students demonstrated greater vocabulary variation, more precise word selection, higher lexical density, and improved control of descriptive language. These findings indicate that lexical-choice instruction is an effective strategy for enhancing students’ writing quality and supporting linguistic development in English language learning.
Pendampingan Guru PAUD dalam Penguatan Literasi melalui Pengembangan Kosakata Berbasis Kearifan Lokal: Teachers in Strengthening Literacy through Local Wisdom-Based Vocabulary Development Destita Shari; Nanang Rokman Saleh; Muhammad Syaikhon; Berda Asmara; Mujad Didien Afandi
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261581

Abstract

The limited use of local wisdom as a learning resource, as well as the limited vocabulary introduced to children, has resulted in suboptimal language literacy stimulation for early childhood. This is evident from findings among early childhood education (PAUD) teachers in Pasuruan Regency, who still require guidance in developing children’s vocabulary through the introduction of local wisdom. This community service activity aims to improve early childhood education teachers’ competence in strengthening children’s language literacy through vocabulary development. The activity was attended by 35 early childhood education teachers in Pasuruan Regency. The implementation method consisted of the following stages: needs assessment, presentation of materials, and training on vocabulary development based on local wisdom. Evaluation was conducted through observations and questionnaires completed by the participants. The results of the activity showed that teachers were able to identify vocabulary development sources rooted in local culture—such as regional specialties, arts, and traditions in the area—which were integrated into learning activities. A total of 85% of participants demonstrated improved understanding and skills in designing language literacy activities based on local wisdom. This mentoring program can have a positive impact on enhancing teachers’ competencies in preparing learning experiences to support the strengthening of language literacy among early childhood students.   Abstrak. Rendahnya pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar serta terbatasnya kosakata yang dikenalkan kepada aak menyebabkan stimulasi liteasi bahasa pada anak usia dini belum optimal. Hal tersebut diketahui dari temuan pada guru PAUD di Kabupaten Pasuruan yang masih memerlukan pendampingan kosakata dengan mengenalkan kearifan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam memperkuat literasi anak melalui pengembangan kosakata. Kegiatan ini diikuti oleh 35 guru PAUD di Kabupaten Pasuruan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pemberian materi, pelatihan pengembangan kosakata berbasis kearifan lokal. Evaluasi dilakukan melalui observasi, angket yang didapat dari perserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu mengidentifikasi dalam pengembangan kosakata yang bersumber dari budaya lokal seperti makanan khas daerah, kesenian, tradisi diwilayah yang diintegrasikan pada kegiatan pembelajaran. Sebanyak 85% menunjukkan peningkatan pemahamam dan keterampilan dalam merancang aktivitas literasi berbasis kearifan lokal. Kegiatan pendampingan ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru dalam mempersiapkan pengalaman belajar untuk mendukung penguatan literasi anak usia dini
PENERAPAN BAHASA JAWA PADA ANAK USIA DINI Destita Shari; Elisa Novie Azizah
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5 No 2 (2021): (Journal of Childhood Education) September-Februari
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v5i2.585

Abstract

Bahasa memiliki berbagai ragam bentuk untuk digunakan dalam berkomunikasi yang kekhasan masing-masing dalam setiap wilayah. Salah satunya bahasa jawa yang digunakan pada bahasa sehari-hari di wilayah jawa timur dan jawa tengah. Pada bahasa jawa ini yang digunakan yakni bahasa krama. Implementasi bahasa krama yang digunakan kepada anak usia dini menemui permasalahan dikarenakan kurang adanya penerapan yang dilakukan di lingkungan, hal ini perlu adnya kajian yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan bahasa jawa khususnya bahasa krama yang dijadikan objek pengamatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan data observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa bahasa jawa khususnya bahasa krama dapat diterapkan kepada anak usia dini dengan pembiasaan sehari-hari yang dilakukan oleh anak dan lingkungan sekitar dalam berinteraksi.
Peran Pendidik Dalam Penggunaan Media Pembelajaran Pada Anak Usia Dini Destita Shari; Jauharotur Rihlah; Berda Asmara; Andini Hardiningrum
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 8 No 1 (2024): JCE (Journal of Childhood Education) Maret - Agustus 2024
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v8i1.2105

Abstract

Peran pendidik dalam proses pembelajaran pada anak usia dini memiliki peran penting. Pengajaran yang dilaksanakan oleh pendidik membutuhkan proses persiapan, mulai dari mempersiapkan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam mengajar, media pembelajaran untuk menunjang pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidik dalam menggunakan media pembelajaran yang diberikan pada anak usia dini. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah dan pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik memiliki andil dalam proses pembelajaran pada anak, hal tersebut terlihat dari proses persiapan yang dilakukan oleh guru dengan memepersiapkan perangkat pembelajaran berupa RPPH, media ajar yang menunjang pembelajaran pada anak, pendidik juga harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal serta dapat mengevaluasi kegiatan belajar yang dilakukan oleh anak sesuai dengan aspek perkembangan anak.
How Teachers' Literacy Practices Shape Early Childhood Literacy Development: A Structural Mediation Model from Kindergartens in Nganjuk Regency Destita Shari; Sri Katoningsih; Winnuly Winnuly; Larasati Nur Indah Prawesti
Journal of Childhood Development Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Childhood Development
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Ma'arif (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jcd.v6i2.8174

Abstract

Early childhood literacy development establishes a critical foundation for subsequent academic achievement; however, the mechanisms through which teachers’ instructional practices influence children’s literacy outcomes remain underexplored within Indonesian educational contexts. This study investigates structural pathways among teachers’ literacy practices, classroom literacy environment, children’s engagement in literacy activities, and early literacy development in 255 kindergarten children aged 4–6 years across Nganjuk Regency, East Java, Indonesia. Employing a quantitative correlational design using Structural Equation Modeling, with data collected following an eight-week literacy instructional program, data were collected using a structured instrument measuring four latent constructs via ten indicators each on a five-point Likert scale. Structural Equation Modeling with AMOS 26 and bootstrap analysis (5,000 resamples) examined direct and indirect effects. Results demonstrate that teachers’ literacy practices significantly predict early childhood literacy development both directly (β = .21, p < .01) and indirectly through sequential mediation by classroom literacy environment and children’s engagement (β = .10, p < .01). The strongest pathway emerged between teachers’.
Peran Orangtua dalam Membangun Budaya Literasi Kepada Anak Sejak Dini (The Role of Parents in Building a Literacy Culture in Children from an Early Age) Destita Shari; Andini Hardiningrum; Jauharotur Rihlah; Mujad Didien Afandi; Edi Pujo Basuki; Berda Asmara; Siti Maimunah
Indonesia Berdaya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251084

Abstract

ABSTRAKOrangtua memiliki peran penting untuk membimbing, mendidik, merawat anak sejak dini. Peran orangtua sangat diperlukan agar mampu memahami kondisi anak serta dapat mengembangkan minat yang dimiliki anak dalam proses tumbuh kembang. Proses belajar pada anak usia dini di dapatkan pada lingkungan keluarga yang pertama. Selebihnya proses belajar anak didapatkan dilingkungan sekolah. Proses belajar dalam mengenalkan literasi pada anak dapat diberikan sejak dini. Literasi yang diajarkan kepada anak dapat meliputi membaca, menulis, mendengarkan serta berbicara. Literasi yang dikenalkan pada anak sejak dini perlu adanya pembiasaan yang diterapkan oleh orangtua dengan aktifitas yang menunjang salah satunya waktu yang efektif dalam mendampingi anak mengenalkan buku cerita bergambar. Buku cerita bergambar dapat menarik anak untuk mengetahui isi buku cerita bergambar yang di dalamnya terdapat tokoh cerita, warna yang menarik, huruf dalam kalimat cerita. Membiasakan mengenalkan literasi anak sejak dini dapat mengoptimalkan mengembangkan aspek bahasa pada anak. Abstract. Parents play a crucial role in guiding, educating, and nurturing their children from an early age. Their involvement is essential for understanding the child's conditions and developing the child's interests during the growth process. Early learning occurs primarily within the family environment, followed by the school environment. The process of introducing literacy to children can begin at an early age. Literacy education for children encompasses reading, writing, listening, and speaking. Introducing literacy to children requires consistent practices implemented by parents, including effective time spent accompanying children in exploring picture storybooks. Picture storybooks can engage children by introducing them to the characters, appealing colors, and the text within the stories. Familiarizing children with literacy from an early age can optimize the development of their language skills.