Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP PARAMETER Cp DAN Ct HSS SNYDER PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI SANGAT KECIL (DAS CODE) Barid, Burhan; Wahyuni, Sri; Lesmana, Surya Budi
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v20i2.871

Abstract

The growth in population over time requires improvements in infrastructure services, which often lead to changes in land use within watersheds. These changes frequently result in the ground surface becoming more impervious, ultimately increasing runoff discharge. Land use changes have a significant impact on the Cp and Ct parameters within watersheds. To assess the impact of land use changes, we conducted research using the Snyder Synthetic Unit Hydrograph (SUH) Method on the Code Watershed in 2016 and 2020. Determining the Ct and Cp parameters is essential in predicting peak discharge. Cp is a characteristic watershed parameter that naturally changes as the watershed itself changes, while Ct is a parameter related to watershed slope, which also varies with changes in land use. The analysis shows an increase in the values of both parameters over the two different time periods, leading to an increase in peak discharge. In 2016, Cp and Ct values were 0.40 and 1.80, respectively, with a peak discharge of 0.47 m³/s. By 2020, these values had risen to 0.60 and 1.85, with a peak discharge of 0.68 m³/s. The increase in the Cp parameter indicates that the Code Watershed has become more impervious, reflecting a change in its characteristics. Similarly, the increase in the Ct parameter indicates changes in the watershed slope due to land use constraints. The RMSE calculation results show that the SUH Snyder prediction is consistent with the unit hydrograph calculations.Keywords: land use, discharge, Cp , Ct , SUH Snyder
PELATIHAN PEMBUATAN KERIPIK SINGKONG SEBAGAI TAMBAHAN PENDAPATAN KELUARGA DUSUN GEDONGAN BANTUL Burhan Barid; Puji Harsanto
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3453-3459

Abstract

Mata pencaharian utama pada Dusun Gedongan adalah petani, namun sebagian besar merupakan petani penggarap yang mengerjakan lahan milik orang lain. Petani penggarap mendapat upah yang terbatas dari pemilik lahan garapan sehingga para petani ini harus bekerja dari senin hingga minggu. Rumah pedesaan yang memiliki halaman yang luas juga ditanamin rumput untuk ternak, sayur dan singkong. Para wanita, umumnya sebagai ibu rumah tangga yang mengandalkan pendapatan dari suaminya sebagai petani. Permberdayaan masyarakat dapat melalui peningkatan ketrampilan pembuatan keripik singkong dan potensi tanaman singkong di desa. Pelatihan keripik singkong dilakukan kepada para wanita di dusun Gedongan, dimulai dari pemilihan singkong, pengupasan, pemotongan menjadi tipis-tipis dan pencucian dan cara menggoreng yang benar serta pengemasan sederhana. Produksi makanan singkong ini dapat menjadi potensi masyarakat Dusun Gedongan untuk mendapat penghasilan tambahan. Hasil dari pengabdian ini adalah mampu membuat keripik singkong enak, renyah dan layak jual. Keripik ini dapat menjadi produk bahan makanan andalan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang harganya yang terjangkau dan ketersediaannya yang cukup banyak.
PELATIHAN PENGOLAHAN TANAH DENGAN BIOCHAR PADA LAHAN PERTANIAN DUSUN CEME BANTUL Burhan Barid; Wahyu Widodo
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.4133-4139

Abstract

Mata pencaharian utama pada Dusun Ceme adalah petani, yang selama ini selalu menggunakan pupuk kimia untuk meningkatkan hasil panennya. Penggunaan pupuk kimia yang terus menerus akan merusak tanah sebagai media pertanian. Sebagian besar warga sebagai petani yang memiliki tanah pertanian yang terbatas, tentu media tanah hasus dijaga kesuburannya. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan tanah dengan biochar akan menjaga kesuburan tanah dan tentunya meningkatkan produksi pertanian. Pengabdian kepada masyarakat melalui kuliah kerja nyata untuk kelompok tani Dusun Ceme Kelurahan Srigading Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul dimulai dengan pelatihan penggunaan biochar. Dalam pengabdian masyarakat tersebut juga memberikan bantuan biochar dan alat pengendali gulma. Pelatihan dilakukan oleh ahli pertanian dari UMY terhadap kelompok tani Dusun Ceme. Diskusi kegiatan  berlangsung dalam suasana yang sangat antusias karena selain menjelaskan pengolahan tanah dengan biochar juga tentang pengendalian gulma tanaman.  Hasil dari pengabdian ini adalah pemahaman kelompok tani tersebut bahwa biochar mampu menjaga kesuburan tanah pertanian. Pencampuran pupuk dan biochar juga akan lebih meningkatkan produksi pertanian. Pemahaman kelompok tani meningkat hal pengetahuan kesuburan tanah karena biochar, dari rata-rata tidak paham 60% menjadi rata-rata 90% paham. Dan teknik pencampuran pupuk dan biochar 100% mampu mempraktekkannya.