Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN KERIPIK SINGKONG SEBAGAI TAMBAHAN PENDAPATAN KELUARGA DUSUN GEDONGAN BANTUL Burhan Barid; Puji Harsanto
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3453-3459

Abstract

Mata pencaharian utama pada Dusun Gedongan adalah petani, namun sebagian besar merupakan petani penggarap yang mengerjakan lahan milik orang lain. Petani penggarap mendapat upah yang terbatas dari pemilik lahan garapan sehingga para petani ini harus bekerja dari senin hingga minggu. Rumah pedesaan yang memiliki halaman yang luas juga ditanamin rumput untuk ternak, sayur dan singkong. Para wanita, umumnya sebagai ibu rumah tangga yang mengandalkan pendapatan dari suaminya sebagai petani. Permberdayaan masyarakat dapat melalui peningkatan ketrampilan pembuatan keripik singkong dan potensi tanaman singkong di desa. Pelatihan keripik singkong dilakukan kepada para wanita di dusun Gedongan, dimulai dari pemilihan singkong, pengupasan, pemotongan menjadi tipis-tipis dan pencucian dan cara menggoreng yang benar serta pengemasan sederhana. Produksi makanan singkong ini dapat menjadi potensi masyarakat Dusun Gedongan untuk mendapat penghasilan tambahan. Hasil dari pengabdian ini adalah mampu membuat keripik singkong enak, renyah dan layak jual. Keripik ini dapat menjadi produk bahan makanan andalan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang harganya yang terjangkau dan ketersediaannya yang cukup banyak.
PELATIHAN PENGOLAHAN TANAH DENGAN BIOCHAR PADA LAHAN PERTANIAN DUSUN CEME BANTUL Burhan Barid; Wahyu Widodo
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.4133-4139

Abstract

Mata pencaharian utama pada Dusun Ceme adalah petani, yang selama ini selalu menggunakan pupuk kimia untuk meningkatkan hasil panennya. Penggunaan pupuk kimia yang terus menerus akan merusak tanah sebagai media pertanian. Sebagian besar warga sebagai petani yang memiliki tanah pertanian yang terbatas, tentu media tanah hasus dijaga kesuburannya. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan tanah dengan biochar akan menjaga kesuburan tanah dan tentunya meningkatkan produksi pertanian. Pengabdian kepada masyarakat melalui kuliah kerja nyata untuk kelompok tani Dusun Ceme Kelurahan Srigading Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul dimulai dengan pelatihan penggunaan biochar. Dalam pengabdian masyarakat tersebut juga memberikan bantuan biochar dan alat pengendali gulma. Pelatihan dilakukan oleh ahli pertanian dari UMY terhadap kelompok tani Dusun Ceme. Diskusi kegiatan  berlangsung dalam suasana yang sangat antusias karena selain menjelaskan pengolahan tanah dengan biochar juga tentang pengendalian gulma tanaman.  Hasil dari pengabdian ini adalah pemahaman kelompok tani tersebut bahwa biochar mampu menjaga kesuburan tanah pertanian. Pencampuran pupuk dan biochar juga akan lebih meningkatkan produksi pertanian. Pemahaman kelompok tani meningkat hal pengetahuan kesuburan tanah karena biochar, dari rata-rata tidak paham 60% menjadi rata-rata 90% paham. Dan teknik pencampuran pupuk dan biochar 100% mampu mempraktekkannya.
ANALISA PARAMETER HIDROGRAF SATUAN SINTETIK METODE NASH DAN SOIL CONSERVATION SERVICE (SCS) Puji Harsanto; Reza Afrah Afifah; Bayu Krisna Wisnulingga; Burhan Barid
Racic : Rab Construction Research Vol. 8 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v8i1.2999

Abstract

Water construction developments are increasing over time with the aim of preventing floods, raising water levels, and helping water resource management. However, in the planning process, debit data for 20 years is very difficult to obtain. Therefore, there is a Synthetic Unit Hydrograph (SUH) method to help analyze without using rainfall data and only using watershed characteristics for hydrological analysis. In this study, we will analyze the synthetic unit hydrograph parameters using the Nash and Soil Conservation Service (SCS) methods and compare them with data from the Gemawang AWLR in the Code River sub-watershed. A comparison was made to find out which method is suitable for the Code River sub-watershed at the AWLR Gemawang station. The suitability index or R² of the two methods shows results that are close to one or very related. The regression angle of the variation SCS method obtained an angle of 38˚, at the time of rising 36.5˚ and at recession time of 38.6˚. The Nash variation method gets 40.1˚ for one hydrograph data, 40.6˚ for rising time and 43.3˚ for descending time.