Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

CASH FLOW PROYEK DENGAN SUMBER MODAL BANK SYARIAH PADA PEMBANGUNAN DAN REHABILITASI GEDUNG PELAYANAN KESEHATAN PEMERINTAH KABUPATEN GUNUNG KIDUL Vendie Abma; Fitri Nugraheni; Metalindra Metalindra
Construction and Material Journal Vol. 2 No. 2 (2020): Construction and Material Journal Vol. 2 No. 2 Juli 2020
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/cmj.v2i2.3088

Abstract

A construction project has several factors that affect the success of a project. One of the factors was an optimal project’s cash flow. Optimizing cash flow of a construction project can be done by making several cash flow plans, and choosing the best one considering appropriate project’s time and cost constraints. The purpose of this study is to obtain an optimal cash flow plan on a construction project using a capital loan from Sharia Bank. This research will be carried out on a specific project which is Construction and Rehabilitation Project of Government Health Service Building, District of Gunungkidul. In this study, the method used to analyze data is to make several project cash flow based on “Earliest Start” scheme by determining the duration for each activity and creating a network diagram using the Precedence Diagram Method (PDM). The final step is analysing the cash flow by calculating negative overdraft for each cash flow plan to determine the amount of capital loan from Sharia Bank and then comparing profits to obtain the optimal one. Analysis and discussion reveal that on the system of given Down Payment, and Project’s Termyn 50%, 75% and 100%, and a loan from Sharia Bank it is found that the optimum cash flow will make profit of 7.49%. Keywords: Cash Flow, Earliest Start (ES), Optimal Profit, Sharia Bank.
Scheduling of Application for Siteplan Authorization Permit (Case of Licensing Process at Investment and Integrated Licensing Services Office in Sleman Regency) Fitri Nugraheni; Vendie Abma; Sigit Yasien
Applied Research on Civil Engineering and Environment (ARCEE) Vol. 1 No. 02 (2020): Urban Building and Infrastructure
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/arcee.v1i02.2680

Abstract

The permit process must comply with laws and regulations. The permit functions as controlling and supervising tool from the government of activities in certain cases based on the guidelines that must be implemented. The permit also functions as a disciplinarian and regulator in accordance with the law in the administration of government. In the process, several constrains or obstacles often occur in terms of the period of the process as well as technical and non-technical constrains. In this research, an analysis of the scheduling of the site plan permit approval process is based on field data related to the site plan permit approval process with the PERT method. The data used are primary data in the form of interviews and filling in the form of questions and secondary data in the form of a site plan approval process flow. The data that has been collected is then processed and analyzed in several stages. First, calculate the expected time period (te) using interview data and the results of filling in the expected time period (te), so that the expected time period for each activity will be found in accordance with the site plan approval process flow. Second, determine the dependency relationship between activities. In this stage, the relationship between each activity is determined. Third, create a network by changing the existing site authorization process flow into a form of network planning. The results of the schedule using the PERT method are a period of 38 days with alternatives that can be done to reach the time (Tx) of 18 working days in accordance with the Regent Regulations. In addition, the probability of the overall activity being completed is 0.8531 or 85.31%.
Success Factor Management Analysis of Self-Management System For Building Projects Jamal; Albani Musyafa; Faisol AM; Fitri Nugraheni
Jurnal Internasional Teknik, Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4 No 2 (2022): International Journal of Engineering, Technology and Natural Sciences
Publisher : University of Technology Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.495 KB) | DOI: 10.46923/ijets.v4i2.176

Abstract

The requirement of project management in construction is needed to be able to set priority aspects of implementation from the beginning to the end, to make it succeed and happen as a plan. Self-management is one of the managements to the owner and some scope is to universities that have resources qualified as self-management. Success factor analysis of self-management aims to determine the priority success factors and characteristics of buildings that can be used for self-management. The analytical method used in this research is Analytical Hierarchy Project or AHP. Based on the results of the study, it was obtained 4 respondents who met the criteria for self-management and 10 factors of success, namely quality with 21.33%, leadership / managerial 16.94%, cost 16.89%, 15.68% customer satisfaction, administration 8%, human resources 7.40%, and the other factors such as time with 4.79%, suppliers 3.24%, labor 3.17%, and place characteristics 1.99%. The characteristics of buildings can be done independently, namely; having location or place of development that is owned by the community in a certain area, possessing the development that empowers human resources belonging to mass organizations and community groups, and owning a team of consultants and supervisors to improve planning, scheduling, and increased supervision.
Pemanfaatan FMEA sebagai Instrumen Identifikasi Potensi Bahaya pada Pekerjaan Galian Timbunan (Studi Kasus Proyek Jalan Tol Solo - Yogyakarta - YIA Kulonprogo) Lutfi Andriawan Putra; Fitri Nugraheni
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v5i1.226

Abstract

Proyek konstruksi merupakan salah satu aspek yang berkontribusi dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur di Indonesia. Pada penelitian ini, studi kasus dilakukan pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo - Yogyakarta - YIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.1 dengan objek pekerjaan galian dan timbunan. Dalam pelaksanaannya, proyek konstruksi memiliki banyak rangkaian pekerjaan dengan melibatkan banyak sumber daya, sehingga banyak risiko yang dapat terjadi. Sebagai upaya pengendalian risiko, Root Cause Analysis menggunakan FMEA dapat mengetahui potensi bahaya berdasarkan kegagalan (failure mode) yang ada sehingga nantinya dapat dilakukan pengendalian. Setiap pekerjaan diuraikan berdasarkan prinsip Work Breakdown Structure, selanjutnya FMEA digunakan untuk mengidentifikasi kegagalan (failure mode) dan menganalisis dampak atau potensi bahaya. Pada pekerjaan galian, angkut material, dan pekerjaan timbunan Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo - Yogyakarta - YIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.1 dengan 9 uraian pekerjaan diketahui memiliki 20 kegagalan (failure mode) dengan 24 potensi bahaya.
ANALISIS PENENTUAN SOLUSI DESAIN PROPERTI BERDASARKAN PENDAPATAN GENERASI MILENIAL DI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN N-VIVO Muhammad, Faiz Ihsan; nugraheni, fitri; Musyafa’, Albani
STORAGE: Jurnal Ilmiah Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/storage.v3i3.3920

Abstract

Generasi milenial berusia 25-40 tahun banyak yang belum memiliki hunian pertama. Di Amerika Serikat, hanya sekitar 37% milenial yang memiliki hunian pribadi, meski minat terhadap properti meningkat dengan pencarian online mencapai 26,4% pada tahun 2022. Namun, mereka menghadapi kesulitan finansial akibat harga properti tinggi dan pendapatan yang tidak sebanding. Di Indonesia, bonus demografi 2020-2035 meningkatkan kebutuhan perumahan terjangkau bagi milenial, yang juga menghadapi lingkungan kerja yang kurang nyaman. Kota Yogyakarta, dengan potensi investasi ekonomi di bidang properti, menghadapi tantangan menyediakan perumahan terjangkau karena kenaikan harga properti yang tidak sebanding dengan pertumbuhan pendapatan. Solusi inovatif dan berkelanjutan diperlukan, selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang menekankan kota inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur dan analisis data NVivo, berfokus mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan milenial di Yogyakarta dalam memiliki properti, memahami kebutuhan desain properti yang sesuai dengan pendapatan mereka, dan mencari solusi desain properti terjangkau dan relevan. Faktor utama yang mempengaruhi kesulitan tersebut adalah gaya hidup dan prioritas berbeda, harga properti yang terus meningkat, dan kenaikan biaya hidup. Solusi desain properti yang sesuai dengan keterjangkauan generasi milenial meliputi fleksibilitas ruang, desain rumah lebih privat, ruang terbuka hijau, fokus pada fungsi, dan bangunan dengan beberapa massa.
IDENTIFIKASI INDIKATOR DESAIN HUNIAN SEMENTARA DARI PERSPEKTIF KORBAN BENCANA Sari, Sely Novita; Winarno, Setya; Nugraheni, Fitri
KURVATEK Vol 9 No 2 (2024): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v9i2.5072

Abstract

Indonesia sering mengalami bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung berapi, banjir, dan tanah longsor, yang mengakibatkan kerugian signifikan. Pada setiap kejadian bencana, banyak rumah tinggal yang hancur sehingga kebutuhan hunian sementara yang cepat bangun pada saat kondisi tanggap darurat sangat diperlukan. Desain hunian sementara yang sering dipakai saat ini sering tidak mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan khusus dari korban bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor- faktor desain hunian sementara dari perspektif korban bencana. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner yang diberikan kepada responden berjumlah 6 orang dari BPBD Kabupaten Bantul, 11 orang Masyarakat terdampak relokasi bencana longsor, 7 orang yang terkena relokasi bencana gempa Bantul dan 8 orang masyarakat yang telah memiliki pengalaman tinggal di hunian sementara. Dalam penelitian ini, Algoritma Artificial Neural Network (ANN) digunakan sebagai alat untuk menganalisis data responden. hasil pemodelan metode ANN, dapat disimpulkan bahwa terdapat identifikasi faktor-faktor desain hunian sementara berdasarkan perspektif korban bencana terbesar pada indikator Kemudahan Interaksi Sosial yang memiliki presentasi sebesar 33,33%, dilanjutkan dengan indikator Kekuatan Bangunan sebesar 23,33%, 2 faktor selanjutnya adalah Kenyamanan Penghuni dan Kemudahan Pembangunan dengan nilai 20% dan faktor terendah adalah Kecepatan Pembangunan yang memiliki presentasi sebesar 3,33%.
Analisis Hazard Gempa dan Usulan Ground Motion Sintetic untuk Kota Ambon dengan Menggunakan Metode Probabilistik Seismic Hazard Analysis (PSHA) Sulistio, Adi; Makrup, Lalu; Nugraheni, Fitri; Muntafi, Yunalia
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v4i2.1152

Abstract

Wilayah Indonesia bagian timur termasuk daerah yang sangat rawan terhadap bencana gempa bumi, hal ini disebabkan oleh pertemuan tiga lempeng aktif yang terjadi di Indonesia timur terutama di daerah Sulawesi & Maluku. Salah satu upaya mitigasi bencana untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi yaitu dengan mendesain bangunan dengan konsep tahan gempa. Dalam perencanaan bangunan seperti gedung bertingkat, jembatan, bendungan dan lain-lain dibutuhkan data time history dalam merencanakan beban gempa. Data rekaman time history di Indonesia masih sangat terbatas sehingga menjadi kendala dalam proses analisis beban gempa. Untuk mengatasi kendala tersebut, maka dibuatlah alternatif dengan membuat ground motion sintetic. Pembuatan ground motion sintetic bermula dari penentuan uniform hazard spectrum (UHS) dengan metode probabilistic seismic hazard analysis (PSHA) yang kemudian melakukan spectral metching. Hasil dari penelitian ini diperoleh hazard gempa yang direpresentasikan dalam nilai percepatan di Kota Ambon berdasarkan UHS pada T = 0 detik sebesar 0,455 g, pada T = 0,2 detik sebesar 0,927 g dan pada T = 1 detik sebesar 0,294 g. Sumber gempa yang diprediksi memiliki kontribusi terbesar terhadap resiko gempa di Kota Ambon adalah sumber gempa subduksi megathrust Laut Banda Utara dengan dominasi sebesar 94,987%. Hasil ground motion sintetic untuk Kota Ambon memiliki nilai percepatan maksimum sebesar 0.359 g
Implementation of Artificial Neural Network (ANN) for identifying design indicators of temporary modular shelters Sari, Sely Novita; Sarwidi; Nugraheni, Fitri; Musyafa', Albani
Teknisia Vol 30 No 2 (2025): Teknisia
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknisia.vol30.iss2.art6

Abstract

The demand for fast, efficient, and adaptive emergency housing continues to increase, especially in disaster-prone areas and large-scale displacement situations. The determination of the design of Temporary Modular Shelter (TMS) so far still depends a lot on subjective considerations, so a more systematic and data-based approach is needed. This study develops and validates an Artificial Neural Network (ANN) model to identify the most suitable TMS design based on performance indicators and expert assessment. The approach was carried out through the Systematic Literature Review (SLR) stage, the determination of eight key design indicators, and assessment by 150 multidisciplinary respondents. The ANN model was built using a dense four-layer architecture with a total of 1,780 parameters and trained for 400 epochs using the TensorFlow and Keras libraries. The results showed a validation accuracy of 96% and a macro F1-score of 0,9146, indicating the stability and reliability of the model. Analysis of the contribution of features with the SHAP method revealed that the indicators of assembly methods, availability of human resources, and availability of local materials had the greatest influence on the classification results. This model has proven to be effective as a decision support system that is able to increase objectivity and efficiency in the TMS design process. Further development is suggested through integration into web-based digital platforms or mobile applications to support rapid and adaptive emergency response planning.
Perbandingan Peta Percepatan Tanah di Permukaan sebagai Dasar Perencanaan Tata Ruang Berbasis Mitigasi Bencana di Provinsi Riau Saputra, Elvis; Nugraheni, Fitri; Pawirodikromo, Widodo; Makrup, Lalu
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.257 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.36902

Abstract

Perencanaan tata ruang memiliki peranan penting dalam upaya mitigasi bencana. Ketersediaan peta gempa sangat berguna dalam perencanaan tata ruang. Kebutuhan perencanaan tata ruang saat ini adalah yang skala mikro. Maka dari itu, peta gempa nasional 2017 perlu dirincikan ke dalam peta mikrozonasi pada skala kabupaten/kota. Percepatan tanah yang disajikan dalam peta gempa nasional berada di batuan dasar, sedangkan dalam perencanaan tata ruang dibutuhkan percepatan di permukaan. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memperoleh peta gempa di permukaan dengan skala mikro. Penentuan nilai percepatan di permukaan dilakukan dengan dua model. Model-1, percepatan permukaan diperoleh dengan mengalikan hasil analisis PSHA di batuan dasar dengan faktor amplifikasi berdasarkan SNI1726. Sedangkan Model-2 nilai percepatan dipermukaan langsung diperoleh dari hasil analisis PSHA dengan menggunakan nilai kecepatan gelombang geser rerata permukaan (Vs30) berdasarkan data dari USGS. Hasil dari penelitian diketahui bahwa dari 2 metode analisis yang digunakan, Model-2 memiliki nilai percepatan permukaan lebih besar dibandingkan dengan Model-1. Provinsi Riau memiliki 12 kabupaten. secara umum 12 kabupaten tersebut masuk dalam kelas indeks risiko rendah hingga sedang, namun ada satu kabupaten yang mendekati kelas indeks tinggi yaitu kabupaten Rokan Hulu.
Analisis Efek Radiasi Sinar-X pada Tubuh Manusia Nugraheni, Fitri; Anisah, Fitri; Susetyo, Gayuh Adi
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2022: Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v7i0.71950

Abstract

Abstract: Ionizing radiation is one of the sources of danger in hospitals that must be identified to determine the level of risk as a measure of the possibility of accidents or occupational diseases. X-ray radiation is one of the ionizing radiation used in hospitals. Although the use of X-rays for diagnosis is very beneficial but also causes health problems, not only for patients and medical personnel, this risk also endangers hospital visitors. The purpose of this study was to determine the impact of exposure to X-ray radiation on the human body. This research is a literature study with a qualitative approach which will be described descriptively. The data used is a study of scientific articles, papers, proceedings, and books that are in accordance with the research focus. X-ray radiation on the human body can have an impact on several things, including: biological damage, changes in the number of lymphocytes, disorders of the teeth and mouth, increasing the risk of leukemia in children, breast cancer and ovarian disorders in women, reactions and skin diseases in children. workers, causing death in the embryo/fetus in pregnant women. So that in medical practice, accurate consideration is needed in the use of X-ray radiation.Abstrak: Radiasi pengion merupakan salah satu sumber bahaya yang ada di rumah sakit yang harus diidentifikasi untuk menentukan tingkat resiko sebagai tolak ukur kemungkinan terjadinya kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Radiasi sinar-X adalah salah satu radiasi pengion yang dimanfaatkan di rumah sakit. Meskipun penggunaan sinar-X untuk diagnosa sangat menguntungkan tetapi juga menimbulkan gangguan kesehatan, tidak hanya bagi pasien dan tenaga medis, risiko ini juga membahayakan pengunjung rumah sakit tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari paparan radiasi sinar-X bagi tubuh manusia. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan pendekatan kualitatif yang akan diuraikan secara deskriptif. Data yang digunakan merupakan kajian dari artikel ilmiah, makalah, prosiding, serta buku yang sesuai dengan fokus penelitian. Radiasi sinar-X pada tubuh manusia dapat berdampak pada beberapa hal antara lain: kerusakan biologis, perubahan jumlah limfosit, gangguan pada gigi dan mulut, meningkatkan resiko leukimia pada anak-anak, kanker payudara dan gangguan ovarium pada perempuan, adanya reaksi dan penyakit kulit pada pekerja, hingga menimbulkan kematian pada embrio/janin pada ibu hamil. Sehingga dalam praktik medis, diperlukan pertimbangan akurat dalam penggunaan radiasi sinar-X.