Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Exploration of BIM Automatic Quantity Take Off for Contractor on Bridge Structural Model Abma, Vendie; Sulistyantoro, Tri Nugroho; Nugraheni, Fitri
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 10 No 1 (2026): G-Tech, Vol. 10 No. 1 January 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v10i1.8735

Abstract

The implementation of Building Information Modelling (BIM) in Indonesia’s construction industry has grown steadily, but it mainly focuses on the planning stage. One important function of BIM, automated quantity take-off (QTO), has great potential benefits for contractors during the construction phase. However, its use often faces challenges due to poor model quality. This study explores the implementation of BIM-based automated QTO in a bridge construction project to support digital construction practices from a contractor’s viewpoint. A structured modeling approach that follows Level of Development (LOD) 350 was used to improve model quality, ensure data consistency, and allow reliable quantity extraction and shop drawing generation within the BIM environment. The QTO results for the concrete and reinforcement materials in this analysis showed a total concrete volume of 2,075.30 m³, and the reinforcement volume was 381,548.21 kg. The findings also highlight the need to align modeling practices with the requirements of the construction phase to fully take advantage of BIM. Overall, BIM-based automated QTO can enhance construction performance, reduce material waste, and improve contractor decision-making, providing evidence to support broader industry adoption and informing future guidelines and policy initiatives for digital construction in Indonesia.
Constructing Eight Smart Building–Safety Dimensions Through PRISMA Mapping and Fuzzy Mamdani Evaluation Bhaskara, Adwitya; Nugraheni, Fitri; Kusumadewi, Sri
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 10 No 1 (2026): G-Tech, Vol. 10 No. 1 January 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v10i1.8752

Abstract

The integration of smart buildings and Internet of Things (IoT)–based safety systems is becoming increasingly important in response to the growing demand for intelligent, safe, and responsive buildings. However, prior studies predominantly focus on technological performance or isolated safety applications, with limited attention to structured readiness mapping at the dimensional level. Addressing this gap, this study proposes a novel eight-dimensional smart building–safety readiness model by integrating a PRISMA 2020–guided systematic literature review (SLR), concept mapping, and Fuzzy Mamdani evaluation. The SLR resulted in five key articles that underpin eight core dimensions: Building Management, Automation and Control, IoT Connectivity, Decision Analytics, Adaptive Response, Safety and Maintenance, Energy and Sustainability, and Automation Dominance. The Fuzzy Mamdani analysis was applied to 23 validated readiness indicators and showed that all dimensions fall within the Average category, with fuzzy values ranging from 54 to 61. These findings indicate that the readiness level for implementing smart building–safety in Indonesia is at a stable intermediate stage, with no dimension lagging significantly behind. Practically, the proposed dimensional model can support policymakers in prioritizing regulatory focus, assist building practitioners in identifying readiness gaps, and provide researchers with a structured framework for advancing smart building–safety integration.
Perbandingan Peta Percepatan Tanah di Permukaan sebagai Dasar Perencanaan Tata Ruang Berbasis Mitigasi Bencana di Provinsi Riau Saputra, Elvis; Nugraheni, Fitri; Pawirodikromo, Widodo; Makrup, Lalu
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 2 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.257 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i2.36902

Abstract

Perencanaan tata ruang memiliki peranan penting dalam upaya mitigasi bencana. Ketersediaan peta gempa sangat berguna dalam perencanaan tata ruang. Kebutuhan perencanaan tata ruang saat ini adalah yang skala mikro. Maka dari itu, peta gempa nasional 2017 perlu dirincikan ke dalam peta mikrozonasi pada skala kabupaten/kota. Percepatan tanah yang disajikan dalam peta gempa nasional berada di batuan dasar, sedangkan dalam perencanaan tata ruang dibutuhkan percepatan di permukaan. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memperoleh peta gempa di permukaan dengan skala mikro. Penentuan nilai percepatan di permukaan dilakukan dengan dua model. Model-1, percepatan permukaan diperoleh dengan mengalikan hasil analisis PSHA di batuan dasar dengan faktor amplifikasi berdasarkan SNI1726. Sedangkan Model-2 nilai percepatan dipermukaan langsung diperoleh dari hasil analisis PSHA dengan menggunakan nilai kecepatan gelombang geser rerata permukaan (Vs30) berdasarkan data dari USGS. Hasil dari penelitian diketahui bahwa dari 2 metode analisis yang digunakan, Model-2 memiliki nilai percepatan permukaan lebih besar dibandingkan dengan Model-1. Provinsi Riau memiliki 12 kabupaten. secara umum 12 kabupaten tersebut masuk dalam kelas indeks risiko rendah hingga sedang, namun ada satu kabupaten yang mendekati kelas indeks tinggi yaitu kabupaten Rokan Hulu.
Analisis Efek Radiasi Sinar-X pada Tubuh Manusia Nugraheni, Fitri; Anisah, Fitri; Susetyo, Gayuh Adi
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2022: Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v7i0.71950

Abstract

Abstract: Ionizing radiation is one of the sources of danger in hospitals that must be identified to determine the level of risk as a measure of the possibility of accidents or occupational diseases. X-ray radiation is one of the ionizing radiation used in hospitals. Although the use of X-rays for diagnosis is very beneficial but also causes health problems, not only for patients and medical personnel, this risk also endangers hospital visitors. The purpose of this study was to determine the impact of exposure to X-ray radiation on the human body. This research is a literature study with a qualitative approach which will be described descriptively. The data used is a study of scientific articles, papers, proceedings, and books that are in accordance with the research focus. X-ray radiation on the human body can have an impact on several things, including: biological damage, changes in the number of lymphocytes, disorders of the teeth and mouth, increasing the risk of leukemia in children, breast cancer and ovarian disorders in women, reactions and skin diseases in children. workers, causing death in the embryo/fetus in pregnant women. So that in medical practice, accurate consideration is needed in the use of X-ray radiation.Abstrak: Radiasi pengion merupakan salah satu sumber bahaya yang ada di rumah sakit yang harus diidentifikasi untuk menentukan tingkat resiko sebagai tolak ukur kemungkinan terjadinya kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Radiasi sinar-X adalah salah satu radiasi pengion yang dimanfaatkan di rumah sakit. Meskipun penggunaan sinar-X untuk diagnosa sangat menguntungkan tetapi juga menimbulkan gangguan kesehatan, tidak hanya bagi pasien dan tenaga medis, risiko ini juga membahayakan pengunjung rumah sakit tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari paparan radiasi sinar-X bagi tubuh manusia. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan pendekatan kualitatif yang akan diuraikan secara deskriptif. Data yang digunakan merupakan kajian dari artikel ilmiah, makalah, prosiding, serta buku yang sesuai dengan fokus penelitian. Radiasi sinar-X pada tubuh manusia dapat berdampak pada beberapa hal antara lain: kerusakan biologis, perubahan jumlah limfosit, gangguan pada gigi dan mulut, meningkatkan resiko leukimia pada anak-anak, kanker payudara dan gangguan ovarium pada perempuan, adanya reaksi dan penyakit kulit pada pekerja, hingga menimbulkan kematian pada embrio/janin pada ibu hamil. Sehingga dalam praktik medis, diperlukan pertimbangan akurat dalam penggunaan radiasi sinar-X.