Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer Dari Daun Sirih dan Jeruk Nipis di Lingkungan RT 05 RW 18 Kelurahan Tangkerang Tengah Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru Muria, Sri Rezeki; Irianty, Rozanna Sri; Khairat; Hamzah, Nirwana; Meldha, Zuqni
BATOBO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1: BATOBO: Juni 2024
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/batobo.2.1.9-16

Abstract

Masa pandemi Covid-19 saat ini yang sangat menuntut kita untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dimanapun kita berada agar pandemi segera berakhir dan semua tetap sehat. Ibu-ibu rumah tangga adalah orang yang sangat penting untuk menjalani prokes didalam rumah tangga agar semua anggota keluarga tetap sehat. Tujuan kegiatan pelatihan pembuatan hand sanitizer secara alami dari daun sirih dan jeruk nipis adalah meningkatkan pengetahuan ibu-ibu rumah tangga tentang pentingnya prokes, khasiat bahan-bahan alam di sekitar, mampu membedakan hand sanitizer alami dan yang beralkohol serta terampil membuat hand sanitizer alami dirumah. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, dan layanan bimbingan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ibu-ibu rumah tangga peserta pelatihan telah memiliki keterampilan membuat hand sanitizer alami serta menghasilkan produk hand sanitizer yang siap pakai untuk digunakan didalam keluarga, tetangga dan saudara.
UNJUK KERJA NaOH DALAM MEREDUKSI LOGAM BERAT PADA LIMBAH ABU BOILER Sembiring, Maria Peratenta; Sri Irianty, Rozanna; Zulfansyah; Chairul
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 8 No. 1 (2024): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/kimia.v8i1.4950

Abstract

Proses pembakaran batu bara menghasilkan emisi berupa gas SO2, NO2, CO, CO2, volatile hydrocarbon (VHC), suspended particulate matter (SPM), serta residu padat berupa abu boiler. Abu boiler mengandung berbagai logam berat beracun, diantaranya tembaga (Cu), kobalt (Co), kromium (Cr), cadmium (Cd) dan timbal (Pb). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efisiensi reduksi logam berat Cu, Co, Cr, Pb, dan total dengan melakukan ekstraksi menggunakan pelarut kimia NaOH dan mengubah logam transisi menjadi kompleks dengan Ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA) pada rasio EDTA: abu boiler sebesar 1:2, 1:1, 2:1; durasi pengadukan sebesar 2 dan 4 jam; serta suhu ekstraksi sebesar 25 dan 60 oC. Analisis Inductively Coupled Plasma (ICP) dilakukan untuk mengetahui penurunan kadar logam berat dari ekstrak abu boiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekstraksi berupa rasio EDTA: abu boiler sebesar 2:1, durasi pengadukan sebesar 4 jam, dan suhu ekstraksi sebesar 60 oC dapat menghasilkan persentase penurunan kadar logam berat total tertinggi yang mencapai 77,2% dengan persentase penurunan kadar Co, Cr, Cu, dan Pb secara berturut-turut sebesar 75,4%, 77,9%, 74,5%, dan 81,9%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi penelitian selanjutnya dalam mengeksplor potensi pemanfaatan abu boiler yaitu sebagai bahan campuran aspal, pembuatan batako, dan sebagainya.
Efektivitas Adsorpsi Logam Berat (Fe2+) Menggunakan Arang Aktif Batang Bambu (Bambusoideae) Teraktivasi NaOH Al'farisi, Cory Dian; Irianty, Rozanna Sri; Damanik, Gery Andreas; Herman, Syamsu
Journal of Bioprocess, Chemical and Environmental Engineering Science Vol 5 No 2 (2024): Journal of Bioprocess, Chemical, and Environmental Engineering
Publisher : Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, UNRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jbchees.5.2.60-68

Abstract

The environmental pollution that was the center of attention was industrial wasted. Adsorption had been shown to been a more effective method for absorbing heavy metals from wastewater. Adsorption is the absorption of a substance on the surface of another substance. The adsorbent commonly used in adsorption is activated charcoal. Yellow bamboo is a material that could produced charcoal by carbonization. The research aimed to make adsorbents from bamboo, to characterize activated charcoal according to SNI 06-3730-1995. Bamboo stem activated charcoal capacity and calculated the effectiveness of charcoal adsorbents. Bamboo stems actively absorb iron ions (Fe2+). Variations in this process was particle sizes of 40+ 60-, 60+ 80- and 80+ 100- mesh and column diameter sizes of 2, 3 and 4 cm. The analysis results for the characteristics of the activated charcoal complied with SNI provisions, showing a moisture content of 4%, an ash content of 8%, and an iodine adsorption capacity of 1002.45 mg/g.. The best results in this research were the adsorption process at varying particle sizes of 80+ 100- mesh with a column diameter of 2 cm with an adsorption capacity value of 0.896 mg/g and an effectiveness of 90.48%. Variations in column diameter and particle size used affect the adsorption capacity and effectiveness of the adsorption process.
Peningkatan Ketahanan Lingkungan Desa Batu Belah Melalui Penanaman Artocarpus integer sebagai Pencegah Banjir Sembiring, Maria Peratenta; Heltina, Desi; Irianty, Rozanna Sri; Fermi, Muhammad Iwan; Yolanda, Yogi; Suhendri, Suhendri
BATOBO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1: BATOBO: Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/batobo.3.1.31-39

Abstract

Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar, Riau, mengembangkan strategi pencegahan banjir berkelanjutan melalui penanaman Artocarpus integer (cempedak). Tanaman ini dipilih karena akarnya yang kuat dapat menyerap air dan mencegah erosi. Selain itu, cempedak juga berpotensi sebagai sumber ekonomi lokal melalui pengolahan produk makanan. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong, memperkuat kebersamaan masyarakat dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Hasilnya adalah peningkatan ketahanan lingkungan dan potensi ekonomi masyarakat. Strategi ini menunjukkan bahwa penanaman Artocarpus integer dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian, desa ini menjadi model bagi pengembangan masyarakat yang berkelanjutan dan peduli lingkungan, serta meningkatkan keindahan dan keamanan lingkungan.
Kapasitas Adsorpsi dan Efektivitas Karbon Aktif Pelepah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) untuk Mengadsorpsi Ion Logam Tembaga (Cu2+) Nurfatihayati, Nurfatihayati; Irianty, Rozanna Sri; Winarno, Winarno; Yani, Oktavia Dewa; Al'farisi, Cory Dian
Journal of Bioprocess, Chemical and Environmental Engineering Science Vol 6 No 1 (2025): Journal of Bioprocess, Chemical, and Environmental Engineering
Publisher : Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, UNRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jbchees.6.1.51-61

Abstract

Palm fronds waste have a carbon content of 81.25%, which is quite high, making them suitable for use as activated carbon adsorbents that are beneficial for anticipating or minimizing the occurrence of Cu2+ ion pollution in the environment. This research aims to analyze the effect of contact time and mass of palm fronds activated carbon adsorbent on the adsorption of Cu2+ ions, the adsorption capacity of the palm fronds activated carbon adsorbent, and the effectiveness of the palm fronds activated carbon adsorbent in adsorbing Cu2+ ions. The research stages began with preparing palm frond samples with a size of (-80/+100) mesh, which was then activated with H3PO4 and 3M HCl for 24 hours. Based on the results, the best adsorbent characteristics used H3PO4 as the activator. The adsorption process was carried out with mass variations (10, 15, 20) g, contact times of (30, 60, 90, 120) minutes with a stirring speed of 90 rpm, and an adsorbate concentration of copper ions (Cu2+) of 10 mg/L. The optimal adsorption capacity obtained with the H3PO4 activator was at a contact time of 90 minutes with an adsorbent mass of 10 g, amounting to 0.965 mg/g. The highest adsorption effectiveness was found at a contact time of 90 minutes with an adsorbent amount of 20 g of palm frond activated carbon, which was 99.76%.