Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN PARIWISATA KARAHA BODAS KABUPATEN TASIKMALAYA Yuliawati, Fitriyani; Nurohman, Taufik; Widiastuti, Wiwi; Ramdhani, Hilal
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v11i4.4889

Abstract

The tourism sector is one of the sectors that can drive the Indonesian economy both nationally and locally, thus tourism development can have a positive impact on the development of the community's economy. This study uses a quantitative descriptive research design that collects primary data through the use of surveys. Questionnaires are used in survey research as a technique for collecting basic data. Meanwhile, data on the main points of the study were collected through research using instruments in the form of surveys, interviews, and observations. Based on the results of the study, it can be explained that through the aspects of product, service and management, the Karaha Bodas tourist attraction is worthy of being developed. From the product aspect, based on the results of the interview, it can be seen that the Karaha Bodas tourist attraction is in the development category and the results of the observation show that Karaha Bodas is included in an area with great product support for tourist attractions, based on the parameters that have been set. In terms of service, the results of the study show that Karaha Bodas is included in class II, which supports being used as a tourist destination. In line with that, in terms of management, the results of the study show that it supports being used as a tourist destination. Tourism management in Karaha Bodas needs to be improved to become a sustainable tourist destination based on the Regulation of the Minister of Tourism and Creative Economy/Head of the Tourism and Creative Economy Agency of the Republic of Indonesia Number 9 of 2021 concerning Guidelines for Sustainable Tourism Destinations.
Resistensi Pemilih Perempuan Terhadap Caleg Perempuan Di Kota Banjar Pada Pemilu Legislatif Periode 2014-2019 Widiastuti, Wiwi; Yuliawati, Fitriyani
Journal of Politics and Policy Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jppol.2018.001.01.4

Abstract

Penelitian ini Menarik untuk diteliti melihat data jumlah anggota Legislatif di Kota Banjar yang berbanding 1:25 antara anggota legislatif perempuan dan anggota legislatif laki-laki. data tersebut menunjukkan bahwa tingkat partisipasi pemilih yang memilih anggota dewan perempuan sangat rendah sehingga ada indikasi terjadi resistensi terhadap anggota dewan perempuan. indikasi ini kami khususkan pada pemilih perempuan karena perempuan dengan jumlah 70.998 jiwa atau lebih dari setengan pemilih yang terdaftar tidak menghasilkan anggota dewan perempuan  yang memenuhi kuota 30% Keterwakilan Perempuan. penelitian ini menggunakan teori Resistensi Keterwakilan Perempuan dan Teori Perwakilan Politik, Lembaga Politik dan Kuota 30%. penelitian ini menggunakan metodologi survey dengan metode Slovin dalam pemilihan Sampel. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terjadi resistensi pada pemilih perempuan karena dari jumlah total pemilih perempuan yang berhasil di wawancarai membuktikan bahwa 86% pemilih perempuan yang datang ke TPS memilih calon legislatif perempuan tetapi yang benar-benar berencana memilih hanya 6% saja. meskipun 40% dari total pemilih perempuan memilih calon legislatif ternyata suara tersebut tersebar di lebih dari 70 calon tetap legislatif perempuan. faktanya 34% yang memilih calon perempuan di legislatif memilih secara acak karena berharap akan membawa perubahan sehingga memang tidak paham secara jelas visi misi calon karena kurangnya sosialisasi calon sebelum pemilihan umum legislatif.
Peran Perempuan Dalam Mempertahankan Identitas Adat di Kampung Naga Kabupaten Tasikmalaya Nurohman, Taufik; Yuliawati, Fitriyani; Widiastuti, Wiwi
Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan Vol 11, No 2 (2025): Vol 11, No 2 (2025): (November) Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jipp.v11i2.15346

Abstract

This article will explain how the role of indigenous women in maintaining traditional identity, including values and traditions. Women in indigenous communities in Indonesia are very interesting to explain, one of which is about the role of women in maintaining traditional identity in their respective customary communities as applies to the indigenous people of Kampung Naga, Tasikmalaya Regency. Although the women of Kampung Naga live in a patriarchal culture, as is the case with the culture of indigenous peoples in West Java in general, Kampung Naga women play an important role in the existence of adat in Kampung Naga. In terms of revitalizing traditional values and behavior patterns, Kampung Naga women carry out their role in educating their offspring to always adhere to customary values, including in terms of the livelihood system, housing system and how to dress. In addition, the women of Kampung Naga also play an important role in every implementation of Hajat Sasih. In terms of revitalizing physical culture, indigenous women continue to carry out their daily lives by remaining obedient in the use of household tools inherited from their ancestors.
Penguatan Literasi Digital Politik Perempuan melalui Pelatihan Pencegahan Hoaks untuk Mendukung Demokrasi Partisipatif di Desa Sukajaya Kabupaten Ciamis Wiwi Widiastuti; Fitriyani Yuliawati; Taufik Nurohman; Rahmi Nur Shofa; Nisa Khoerunisa; Sasy Tasya Kierana; Nur Rachmi Chayatri; Kukun Abdul Syakur Munawar
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/355rx317

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai sumber informasi digital, namun pada saat yang sama juga memperbesar risiko penyebaran hoaks, disinformasi, dan manipulasi informasi yang dapat memengaruhi kualitas partisipasi demokrasi. Perempuan sebagai pendidik pertama dalam keluarga dan penggerak kehidupan sosial memiliki posisi strategis dalam membangun budaya literasi digital di masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital politik perempuan melalui pelatihan pencegahan hoaks guna mendukung demokrasi partisipatif di Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dengan desain one-group pre-test–post-test. Sebanyak 32 perempuan desa berpartisipasi dalam pelatihan yang dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi identifikasi hoaks, praktik fact-checking, serta refleksi bersama. Data dikumpulkan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri atas sepuluh soal pilihan ganda dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, paired sample t-test, dan ukuran efek (Cohen's d). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman peserta meningkat dari 80,00 pada saat pre-test menjadi 98,12 pada saat post-test. Seluruh indikator literasi digital mengalami peningkatan, terutama kemampuan melakukan verifikasi informasi, mengenali hoaks, serta memahami partisipasi politik perempuan. Hasil paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (p < 0,001), sedangkan nilai Cohen's d = 2,15 menunjukkan bahwa pelatihan memberikan efek yang sangat besar terhadap peningkatan literasi digital peserta. Kegiatan ini menghasilkan model Penguatan Literasi Digital Politik Perempuan Berbasis Partisipatif yang menempatkan pelatihan partisipatif sebagai sarana membangun kesadaran kritis, keterampilan verifikasi informasi, perilaku bermedia digital yang bertanggung jawab, serta penguatan partisipasi demokrasi dan ketahanan informasi masyarakat desa.
Pendampingan Pengembangan Usaha Gula Semut dalam Meningkatkan Inovasi Lokal Wiwi Widiastuti; Riska Sarofah; Fitriyani Yuliawati; Taufik Nurohman; Hilal Ramdhani
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): MARET-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bx5vpb86

Abstract

Pengabdian menjelaskan tentang pengembangan usaha UMKM salah satunya adalah usaha gula semut. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa binangun, Kota Banjar. Kegiatan ini merupakan Kerjasama mitra dengan tujuan pada pengembangan ekonomi lokal. Berdasarkan pada hasil Focus Group Discussion (FGD) dan observasi ditemukan permasalahan bahwa usaha home industry yang dijalankan oleh masyarakat setempat terkesan berjalan masing-masing dan tidak terkoordinasi dengan baik oleh desa. Padahal potensi lokal seperti gula semut bisa menjadi salah satu branding produk lokal desa yang sangat memadai. Karakteristik masyarakat di Desa Binangun cukup menarik misalnya terdapat salah satu dusun yang mata pencaharian masyarakatnya mayoritas sebagai pengrajin industry yaitu Dusun Priyagung. Selama ini produksi gula semut masih mengemas produknya dengan sangat sederhana dan belum memiliki merek dagang yang familiar di mata konsumen. Selain itu, kesulitan dalam manajemen pemasaran dan keuangan menjadi salah satu tantangan perkembangan dari home industry gula semut. Oleh karena  itu, kegiatan pengabdian berfokus meningkatkan inovasi lokal dengan pengembangan industy gula semut. Pengabdian akan memberikan beberapa pendampingan penyusunan business plan, manajemen pemasaran, dan pembukuan keuangan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa kelompok masyarakat melaksanakan kegiatan UMKM yang merupakan Kerjasama antara pemerintah desa dengan kelompok perempuan. Beberapa hasil produk misalnya pembuatan dodol dengan bahan dasar gula semut dan pembuatan kripik. Kegiatan ini memberikan pendampingan yang intensif mulai dari cara penentuan kualitas produk, pembukuan usaha dan pemasaran. Diharapkan program pengabdian ini dapat membantu pemerintah desa untuk berkolaborasi dengan para pelaku home industry sehingga pengembangan industry gula semut memiliki kelompok usaha, rumah produksi yang memadai, dan manajemen pemasaran yang baik dan terintegrasi dengan potensi wisata lokal lainnya. Pada akhirnya, kegiatan ini akan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Binangun.
Penguatan Ketahanan Pangan Masyarakat Desa Sukajaya Kabupaten Ciamis Melalui Program Menanam Kebutuhan Dapur di Pekarangan Rumah Wiwi Widiastuti; Alex Abdu Chalik; Fitriyani Yuliawati; Taufik Nurohman; Riska Sarofah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bmkv5t69

Abstract

Pengabdian pada masyarakat yang sudah dilakukan menggunakan skema Ketahanan Pangan. Pengabdian ini dilakukan untuk menindaklajuti hasil observasi pemetaan profil, permasalahan dan potensi yang ada di Desa Sukajaya Kabupaten Ciamis, hasil observasi lapangan ditemukan bahwa di wilayah Desa Sukajaya sejalan dengan program desa tentang ketahanan pangan, selain mengadakan penyuluhan tentang isu resesi ekonomi tahun 2023, Dalam rangka meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan yang bergizi, program ini mengedukasi masyarakat untuk menanam kebutuhan dapur sehari-hari di pekarangan rumah. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan eksternal, tetapi juga untuk menciptakan kemandirian pangan jangka panjang. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pelatihan teknik bertani di pekarangan rumah, penyediaan bibit tanaman yang sesuai dengan iklim lokal, serta pendampingan dalam perawatan dan panen. Program ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Sukajaya dengan mengoptimalkan potensi lahan pekarangan rumah mereka sebagai sumber pangan yang berkelanjutan. Program ini juga memberikan kontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keberagaman konsumsi pangan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Program Penguatan Ketahanan Pangan Masyarakat Desa Sukajaya Kabupaten Ciamis berhasil mencapai beberapa tujuan utama yang telah direncanakan. Sebanyak 80% dari peserta pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai teknik bertani di pekarangan rumah. Selain itu Masyarakat Desa Sukajaya kini lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari mereka. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam bahan pangan, mereka berhasil mengurangi ketergantungan pada pasar dan mengurangi biaya belanja pangan. Hal ini juga berdampak positif terhadap pola makan keluarga, yang kini lebih bergizi dan beragam. Sebagai hasil dari program ini, terbentuk kelompok masyarakat yang secara rutin berkumpul untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait pertanian rumah tangga. Kelompok ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang terus mengembangkan pengetahuan pertanian di desa dan memperluas jaringan kerja sama dengan instansi terkait.
Pengembangan Desa Wisata Melalui Pelatihan Literasi Digital bagi Kelompok Sadar Wisata Desa Pamijahan Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya Fitriyani Yuliawati; Wiwi Widiastuti; Subhan Agung; Randi Muchariman; Budi Riswandi; Riska Sarofah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/twbcr267

Abstract

Program pengabdian masyarakat Universitas Siliwangi di Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, bertujuan meningkatkan literasi digital pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk memaksimalkan potensi wisata religi Makam Syekh Abdul Muhyi dan keindahan alam sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan literasi digital memperluas wawasan Pokdarwis mengenai pemasaran digital, pengelolaan informasi dan interaksi dengan wisatawan. Pre-test memperlihatkan rendahnya pemahaman awal; sebagian besar peserta belum memanfaatkan media digital untuk branding desa, dan akses internet terbatas. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman tentang pentingnya platform digital, kemampuan membuat konten promosi, dan pengelolaan media sosial. Peserta juga mulai terbuka terhadap jaringan dan kolaborasi eksternal. Tantangan utama meliputi terbatasnya konektivitas, minimnya pengetahuan digital, belum adanya akun media sosial resmi, serta kurangnya kemitraan dengan pihak luar. Solusi yang diusulkan meliputi pengadaan internet desa, pelatihan lanjutan, pembuatan akun media sosial resmi, dan penguatan kerja sama dengan agen perjalanan serta influencer. Program ini memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi lokal dan branding Desa Pamijahan sebagai destinasi wisata religi dan alam.