Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

ANALISIS KETAHANAN DAN PERSAINGAN BISNIS UKM DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DI DAERAH RAWAN BANJIR Muzakar Isa; M. Farid Wajdi; Liana Mangifera
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.22 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman pelaku UKM pangan terhadap banjir, menganalisis tingkat ketahanan UKM pangan terhadap banjir, menganalisis hubungan antara pemahaman pelaku UKM atas banjir dan ketahanan UKM pangan, serta menganalisis tingkat persaingan UKM dalam industri beras. Penelitian ini dilakukan di daerah rawan banjir di Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Populasi penelitian adalah semua pelaku usaha UKM yang berada dalam rantai pasok pangan yang pernah mengalami banjir minimal sebanyak 3 kali. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dan diambil sebanyak 100 responden. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, indpeth interview dan FGD. Penelitian ini menggunakan beberapa alat analisis, yaitu analisis diskriptif, indeks dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan Klaten merupakan kabupaten dengan indeks ketahanan wilayah atas banjir pada kategori sedang, dimana sensitivitas merupakan aspek pembentuk ketahanan wilayah paling rendah. Pendapatan dan kesehatan masyarakat menjadi penyebab utama rendahnya tingkat sensitifitas. UKM dalam rantai pasok pangan, baik itu usaha pertanian padi, penebas padi, pengepul padi, selepan, pedagang grosir dan pegadang eceran memiliki pemahaman banjir dalam kategori sedang. Tingkat ketahanan meraka berada pada kategori sedang, dimana pemasok menjadi aspek pembentuk ketahanan yang paling kuat dan aspek pembentuk paling lemah adalah tenaga kerja. Pemahaman pelaku UKM terhadap banjir berbanding lurus dengan ketahanan UKM pangan. Semakin tinggi tingkat pemahaman pelaku UKM terhadap banjir, maka semakin tinggi pula ketahanan UKM tersebut. Pelaku UKM pangan menghadapi persaingan bisnis paling lemah terhadap pemasok.