Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Aksara Jawa Bagi Guru Bahasa Jawa SMA di Kabupaten Rembang Ermi Dyah Kurnia; Yusro Edy Nugroho
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.558 KB) | DOI: 10.30653/002.201722.22

Abstract

WORKSHOP OF PRODUCTION OF JAVANESE LETTER LEARNING MEDIA FOR JAVANESE TEACHER OF SENIOR HIGH SCHOOL IN REMBANG REGENCY. From the result of observation, it identified some Javanese Language teachers weakness in learning management of SMA/SMK/MA students in Rembang Regency, for example, the teachers still had a difficulty in developing learning media of Javanese letter. One of efforts to solve the problem was by giving the accompaniment in the form of training on how to produce Javanese letter learning media for the Javanese Language teachers of SMA in Rembang Regency. It is expected that the teachers have additional knowledge on Javanese letter learning media. The result of study showed that members of the activity had knowledge and skill of identification, production, and implementation of Javanese letter learning media. Based on the observation and evaluation of devotion team, it can be concluded that 1) the devotion activity was held according to the plan and can give the broader insight towards the members about Javanese letter learning media, 2) the devotion member enthusiasm in participating the activity was very high, 3) the activity members had the knowledge and skill in implementing Javanese letter media in learning process.
Pelanggaran Prinsip Maksim Percakapan Basa-Basi Bahasa Jawa pada Masyarakat Desa Branjang Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang: Sebuah Kajian Pragmatik Paul Grice Ulya, Nita Wachidatul; Kurnia, Ermi Dyah; Lestari, Prembayun Miji
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.49056

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk basa-basi dalam bahasa Jawa serta mengidentifikasi pelanggaran maksim percakapan berdasarkan teori Paul Grice dalam interaksi warga Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa tuturan alami dari lima informan yang mewakili dusun-dusun di Desa Branjang. Data diperoleh melalui observasi partisipatif dan teknik catat selama MaretMei 2025, kemudian dianalisis menggunakan model Miles Huberman yang mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan basa-basi masyarakat Desa Branjang banyak memuat sindiran halus, pengalihan topik, hiperbola, dan alasan emosional yang mencerminkan strategi kesantunan tidak langsung. Dari segi pelanggaran maksim, ditemukan bahwa keempat maksim Grice kuantitas, kualitas, relevansi, dan carasering dilanggar, namun pelanggaran tersebut tidak menunjukkan kegagalan komunikasi. Sebaliknya, pelanggaran maksim berfungsi untuk mencairkan suasana, menghindari topik sensitif, serta menjaga keharmonisan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa teori maksim percakapan tetap relevan untuk menganalisis pragmatik bahasa Jawa, selama ditafsirkan dalam konteks budaya lokal yang melingkupinya.
Bahasa Slang Pada Komunitas Facebook Info Seputar Munjungan: Kajian Sosiolinguistik Sriansah, Wahyu; Lestari, Prembayun Miji; Kurnia, Ermi Dyah
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 10, No 2 (2025): VOLUME 10 NUMBER 2 SEPTEMBER 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v10i2.7753

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk dan fungsi sosial bahasa slang dalam komunitas Facebook Info Seputar Munjungan. Menurut Connie Eble dan pendekatan sosiolinguistik, slang dipahami sebagai bentuk bahasa tidak resmi yang mencerminkan identitas kelompok, solidaritas, serta kreativitas berbahasa pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik untuk menganalisis data yang ditemukan dalam interaksi anggota grup. Fokus kajian diarahkan pada dua rumusan masalah, yaitu (1) bentuk dan makna bahasa slang, serta (2) fungsi sosial dari penggunaan bahasa slang. Dalam kajian bentuk dan makna, slang dianalisis sebagai satuan kebahasaan yang mengalami perubahan bunyi, pemendekan, atau penciptaan kata baru yang mengandung makna khusus sesuai konteks sosialnya. Sementara itu, fungsi sosial bahasa slang mencerminkan peran pentingnya dalam mempererat hubungan sosial, mengekspresikan sikap dan emosi, serta membangun identitas kolektif dalam komunitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian dilakukan melalui metode observasi nonpartisipatif secara daring dengan mengamati aktivitas komunikasi dalam grup Facebook Info Seputar Munjungan tanpa ikut terlibat secara langsung dalam interaksi. Sumber data berasal dari grup facebook. Data yang dikumpulkan berupa unggahan, komentar, dan tanggapan anggota grup yang mengandung penggunaan bahasa slang. Hasil penelitian menunjukkan bentuk dan makna bahasa slang yang terbentuk melalui beberapa proses yaitu fonologis (6 data), abreviasi (3 data), akronim (3 data), plesetan (3 data), bahasa walikan (1 data). Salah satu bentuk dan makna yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu kata sitok gabungan dari dua kata, yaitu siji dan tok, yang kemudian disatukan menjadi sitok yang berarti hanya satu dan terjadi penggabungan dan penyederhanaan fonologis. Dari segi fungsi sosial, slang memiliki 5 fungsi yaitu fungsi identitas (3 data), fungsi ekspresif (4 data), fungsi transaksional (5 data), fungsi humor (3 data), dan fungsi kritik sosial (3 data). Fungsi sosial yang ada dalam penelitian ini salah satunya adalah kata los yang menunjukkan bahwa stok barang tersedia melimpah tanpa batas dan bisa langsung dipesan tanpa hambatan.
Upaya Pelestarian Lingkungan Melalui Gerakan Pembagian dan Penanaman Bibit Pohon di Desa Wates Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali Pitaloka, Eva Diah; Kurnia, Ermi Dyah; Prasetyo, Eko; Pramesti, Erinda Eka; Sanit, Arbi
Jurnal Bina Desa Vol 6, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v6i1.49409

Abstract

Abstrak. Pelestarian lingkungan menjadi isu penting yang harus diperhatikan pemerintah maupun masyarakat. Gerakan penanaman bibit pohon mejadi strategi dalam upaya mempertahankan keberlanjutan lingkungan, pelestarian lingkungan dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam penanaman pohon. Kegiatan Gerakan Penanaman Bibit Pohon bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkugan dengan lokasi penanaman dilakukan di area kebun gizi di 23 RT Desa Wates dan sepanjang jalan samping sawah Desa Wates. Kegiatan dilakukan dengan pembagian 150 bibit pohon yang dibagikan ke masing-masing RT sebanyak 5 bibit. Penetapan lokasi penanaman dipilih sebab kebun gizi mejadi lokasi yang tepat untuk lokasi penanaman dengan berbagai pertimbangan ekologi, sosial, ekonomi untuk menjamin kebehasilan dalam jangka panjang, serta masih terdapatnya lahan kosong sehingga tepat untuk penanaman. Metode yang dilakukan dengan pembagian dan penanaman bibit pohon di 23 RT Desa Wates yang pelaksanaan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan respon baik dari Masyarakat. Abstract. The preservation of the environment has become a crucial issue that both the government and the community must address. The planting of tree saplings has emerged as a strategy in efforts to sustain the environment, promote environmental conservation, and encourage community involvement in tree planting. The Tree Sapling Planting Movement aims to maintain environmental sustainability, with planting locations identified in the nutrition garden areas across 23 residential areas in Wates Village and along the side of the rice fields in Wates Village. The activity involves distributing 150 tree saplings, allocating 5 saplings to each residential area. The selection of planting locations is based on various ecological, social, and economic considerations, with the nutrition garden deemed a suitable site for planting due to its potential long-term success and the availability of vacant land. The method involves the distribution and planting of tree saplings in the 23 residential areas of Wates Village, implemented through stages of preparation, execution, and evaluation. The outcomes of this initiative include an increased awareness among the community regarding the importance of environmental preservation and positive responses from the residents.Keywords: Distributing Tree Seedlings; Environmental Conservation; Planting Tree Seedlings; Wates Village
Dinamika Ketoprak Tobong dalam Novel Panggung Karya Ari Purnomo: Kajian Sosioantropologi Sastra Umi Kuntari; Mulyana; Dyah Kurnia, Ermi
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol. 12 No. 2 (2024): Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa
Publisher : Program Studi Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pg9y3t52

Abstract

Ketoprak tobong has a long dynamic history from its first appearance to its heyday until it mutated into a modern form. A novel entitled Panggung is a literary work that attempts to portray the history of ketoprak along with the lives of the actors. This study aims to reveal the dynamics of ketoprak tobong, which was once successful and then declined but ultimately still exists. Ketoprak continues to exist because it is willing to transform. The story presented in the novel entitled Panggung is a description of the life experiences of the author, namely Ari Purnomo, who was born and lives in the ketoprak environment. This was a descriptive qualitative study with a socio-anthropological approach to literature. The study results involved: (1) the dynamics of ketoprak from Tobong to a modern form as depicted in the novel; (2) an overview of the causes of the decline of the ketoprak tobong until it was transformed into a modern form based on the story written in the novel entitled Panggung by Ari Purnomo; (3) ketoprak transformation in novel Panggung.
Tanduk Prayer in a Traditional Event in Sendangcoyo Village, Lasem District, Rembang Regency: An Ethnolinguistic Study Yusuf Margono; Dyah Kurnia, Ermi; Miji Lestari, Prembayun
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol. 13 No. 2 (2025): Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa
Publisher : Program Studi Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sjsj.v13i2.30413

Abstract

Tanduk is a series of activities carried out before the start of a traditional ceremony to bring blessings. This study uses an ethnolinguistic approach to examine the recitation of tanduk prayers as a verbal expression in the traditional ceremonies of the Sendangcoyo Village community, Lasem Subdistrict, Rembang Regency. The tanduk prayer is a conventional form of speech rich in spiritual, symbolic, and local cultural content. The research method used is qualitative descriptive, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The primary data consists of the text of the tanduk prayer obtained from local traditional figures, which was then analyzed using an ethnolinguistic approach. The study results indicate that the tanduk prayer has a distinctive linguistic structure, consisting of Javanese krama sentences with a repetitive style. The primary function of this prayer is as a medium for requesting safety and spiritual protection during traditional rituals. Additionally, the tanduk prayer contains local knowledge systems regarding life after death, spiritual hierarchy, and the relationship between humans, nature, and ancestors. Through this tanduk prayer, the community collectively builds awareness of the values of life that have been passed down through generations. Thus, the tanduk prayer is a religious practice and a living archive of the spirituality and cultural identity of the Sendangcoyo community.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Video Animasi Berbasis Kearifan Lokal Dengan Animaker Oleh Guru Bahasa Jawa di Kabupaten Demak Rahma Ari Widihastuti; Widodo; Ermi Dyah Kurnia; Arief Broto Susilo; Katarina Apriliawati Saputri; Eka Septiana; Kamaschufi Iqbal
Varia Humanika Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v5i2.14935

Abstract

Tuntutan menjadi seorang guru saat ini tidak hanya kompeten di bidang ilmu saja. Guru harus mampu menyusun bahan ajar yang menarik, mudah dipahami dengan media berbasis teknologi atau Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Selama ini Guru Bahasa Jawa termasuk Guru Bahasa Jawa SMP di Kabupaten Demak mengalami kesulitan jika dihadapkan pada pengadaan media pembelajaran berbasis TPACK yang mengakomodir kekhasan daerah. Mengingat mata Pelajaran Bahasa Jawa merupakan muatan lokal yang mengusung ciri budaya lokal setempat sehingga buku panduan secara nasional bukanlah bahan ajar yang tepat. Materi seperti cerita rakyat daerah, kearifan lokal masing-masing daerah belum tersedia dan dapat dimanfaatkan, sehingga guru memang perlu untuk membuat atau mengembangkannya secara individu maupun kelompok. Tim pengabdi menawarkan sebuah pendampingan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis TPACK yang akan memanfaatkan platform Animaker. Tujuan program pengabdian; 1) meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahkan bahan ajar berbasis kearifan lokal; 2) melestarikan serta mengenalkan cerita-cerita rakyat atau kearifan lokal kepada siswa dalam bentuk bahan ajar; 3) menambah keterampilan guru dalam pembuatan media pembelajaran video animasi dengan Animaker; 4) menambah media pembelajaran berbasis TPACK dalam mata Pelajaran Bahasa Jawa. Metode pengabdian dilaksanakan dalam tiga tahapan; tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil program pengabdian; 1) Adanya peningkatan kompetensi guru dalam penyusunan bahan ajar cerita rakyat; 2) guru berhasil membuat produk media pembelajaran video animasi berbasis kearifan lokal siap pakai dan telah di-HKI-kan; 3) Guru menguasai dasar penyususnan video animasi dengan Animaker; dan 4) menambah media pembelajaran animasi video cerita lokal daerah di Kabupaten Demak.