Ni Made Dian Kurniasari
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Digital Surveillance of Health and Safety Hazards at Tourist Attractions in Bali: First Preliminary Evidence I Md Ady Wirawan; Wayan Citra Wulan Sucipta Putri; Ngurah Agus Sanjaya ER; Made Agus Hendrayana; Ni Made Dian Kurniasari; Ketut Hari Mulyawan
E-Journal of Tourism Volume 7 Number 1 (March 2020)
Publisher : Centre of Excellence in Tourism Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.442 KB) | DOI: 10.24922/eot.v7i1.59123

Abstract

This study examined the feasibility of conducting digital surveillance of health and safety hazards through a system that can be accessed by travelers using their mobile phones. A progressive mobile website and a mobile application were developed employing a research database which consists of hazards, risks and health facilities that have been geo-tagged and mapped based on their respective geographical positions in 197 tourist attractions in Bali. The system was launched in 80 strategic tourist attractions in Bali at the end of August 2019. Trends in some specific diseases, hazards, and risks were observed monthly using a keyword analysis. Serial data for the first four months were analyzed and presented descriptively. The result shows that in total there were 19,869 visits to the website, or an average of 163 visits per day. There has been a nearly three-fold increase in total website traffic from 85.2 in September to 245.8 in December 2019. Safety hazard is the most frequently visited pages by tourists and there were 45 valid keywords found in the website panelboard. This study is the first to examine the possibility of developing a digital surveillance system using mobile phones directly involving travelers at destinations.
PENDIDIKAN SEKSUAL BAGI ORANG TUA DAN GURU REMAJA DENGAN BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB/A NEGERI DENPASAR I Gusti Ayu Pramitaresthi; I. G. N. Pramesemara; I. A. Sanjiwani; N. M. D. Kurniasari
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 1 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.356 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i01.p05

Abstract

Pendidikan seksual sangatlah penting diajarkan untuk remaja, terlebih remaja dengan kebutuhan khusus. Remaja dengan kebutuhan khusus pada umumnya kekurangan informasi yang berhubungan dengan perkembangan seksualitas. Hal tersebut disebabkan tidak didapatkannya informasi mengenai pendidikan seksual dari orang tua dan gurunya. Pada dasarnya remaja berkebutuhan khusus tidak mempunyai keberanian yang cukup untuk bercerita dan tidak mendapatkan informasi yang bisa diperoleh dari artikel maupun buku. Orang tua merupakan pihak yang paling dekat dan banyak waktunya bersama anak.Sedangkan guru merupakan pihak yang bertanggungjawab mengajarkan kemandirian mereka di sekolah. Oleh karena itu maka diperlukannya pendidikan seksual bagi orangtua dan guru agar nantinya bisa diberikan ke remaja berkebutuhan khusus. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman terkait pentingnya kesehatan reproduksi dan seksualitas pada guru dan orang tua dengan remaja berkebutuhan khusus. Metode kegiatan ini berupa ceramah, diskusi tanya jawab dan pemberian kuesioner pre-test dan post-test yang dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2020 melalui webinar dengan menggunakan aplikasi Cisco Webex yang dihadiri oleh orangtua dan guru kemudian dilanjutkan dengan konsultasi melalui group Whatsapp. Hasil analisis kuesioner didapatkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan. Simpulan dan implikasinya diharapkan setelah ini, orangtua dan guru dapat memberikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas kepada remaja berkebutuhan khusus. Kata kunci : Pendidikan Seksual, Orang tua, Guru, Remaja Berkebutuhan Khusus
The roles of private practice midwives in Prevention of Mother-To-Child Transmission Program (PMTCT) in Bali Province, Indonesia I Ketut Dwipayana; Pande Putu Januraga; Ni Made Dian Kurniasari
Public Health and Preventive Medicine Archive Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.602 KB) | DOI: 10.53638/phpma.2020.v8.i2.p04

Abstract

Background and purpose: Mother-to-child transmission of HIV has been one of the problems in HIV prevention. In Indonesia, private practice midwives (PPM) play an important role in maternal and child health services. The roles of PPM in HIV vertical transmission prevention through PMTCT have not yet clearly understood. This research aims to analyse the roles of PPM in Bali Province in the PMTCT program as well as the PPM’s characteristics, knowledge, and attitudes about the program. Methods: This study was a descriptive cross-sectional survey, conducted from March to May 2020. The study population was PPM in Bali Province. The samples obtained were 404 out of a total of 1,736 PPM (23% response rate). The variables studied included socio-demographic characteristics, services and resources characteristics, knowledge, attitudes, and the role of PPM in four PMTCT prongs. Data was collected via self-filled online questionnaires distributed through Indonesian Midwives Associations branches in every district/city in Bali Province. Data were analysed descriptively and differences in roles in PMTCT were analysed using the chi-square test. Results: Of the 404 PPM, 66.1% served childbirth (deliveries), 25.4% had served HIV-positive women, and 18.3% had served HIV-positive pregnant women. As many as 95.5% of PPM played a good role in prong 1, and 99.0% of PPM, who had served HIV positive patients, played a good role in prong 2, 3 and 4. Statistically significant determinants for good implementation of prong 1 of PMTCT by the PPM were indicated by ownership or access to PMTCT information media (p=0.026), experience of serving HIV positive women (p<0.00), and having served higher number of PMTCT patients (p=0.019). Conclusion: The PPM in Bali Province has played a good role inPMTCT, with a significant difference for good PMTCT implementation in prong 1 determined by the availability of information media, a history of serving HIV-positive women, and the number of PMTCT patients who have been served.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN KELELAHAN MATA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH DI KECAMATAN TANAH PINEM Kawas Irfando Tarigan; Ni Made Dian Kurniasari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i03.p04

Abstract

ABSTRAKKelelahan mata merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup tinggi di Indonesia. Siswa sekolah memiliki angka kelelahan mata yang cukup tinggi yaitu mencapai 86,7%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat prevalensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan mata pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah siswa umur 12-18 tahun dan sampel adalah siswa yang bersekolah di SMP – SMA sederajat di Tanah Pinem dengan total sampel 210 menggunakan metode multistage random sampling. Data dari penelitian ini diperoleh dari pengisian kuisioner online. Kuesioner tersebut bertujuan untuk menggali informasi mengenai kelelahan mata dan faktor-faktor nya. Analisis dilakukan secara deskriptif dan regresi logistik biner untuk melihat hubungan kelelahan mata. Hasil penelitian ditemukan bahwa 81,90% siswa mengalami kelelahan mata. Faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan mata adalah intesitas pencahayaan (AOR=4,18; 95%Cl=1,01-17,21; p=0,047), durasi (AOR=3,49; 95%Cl=1,39-8,75; p=0,008), dan jarak (AOR=2,85; 95%Cl=1,06-7,65; p=0,037) saat menggunakan gadget. Angka kelelahan mata siswa masih sangat tinggi, untuk itu perlu adanya evaluasi pada pembelajaran daring dan melakukan pengecekan kesehatan mata secara rutin di sekolah.Kata kunci: Kelelahan Mata, Siswa Sekolah Menengah, Penggunaan Gadget
ANALISIS KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN BULELENG Kurniasari, Ni Made Dian; Putri, Putu Tiya Pradnyani S
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 11 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2024.v11.i01.p09

Abstract

Pada tahun 2020, Kasus DBD di Provinsi Bali meningkat secara signifikan dengan incidence rate sebesar 278,6 per 100.000 penduduk. Kasus DBD terjadi paling banyak di Kabupaten Buleleng dengan incidence rate 512 per 100.000 selama tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah menyajikan informasi kewilayahan terkait distribusi kejadian DBD di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan rancangan studi ekologi. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Buleleng dengan sampel seluruh penderita DBD pada tahun 2021. Data dianalisis secara deskriptif dan pemetaan menggunakan QGIS 3.16 untuk menghasilkan peta choropleth. Hasil menunjukkan bahwa dari 990 kasus, jumlah penderita DBD pada laki – laki memiliki incidence rate sebesar 135.88 per 100.000 penduduk yang berjenis kelaminn laki - laki dengan kasus paling banyak ditemukan pada umur 17 - 25 tahun dengan incidence rate sebesar 280.26 per 100.000 penduduk yang berusia direntang 17 – 25 tahun. Kecamatan Buleleng memiliki kasus paling banyak diantara kecamatan lainnya yaitu sebanyak 361 (36.64%). Kepadatan penduduk berkaitan dengan kejadian DBD. Kasus DBD juga ditemukan mengelompok 500 meter disekitar TPS. Kasus yang tinggi juga cenderung ditemukan pada daerah dengan angka bebas jentik yang rendah. Penguatan surveilans DBD dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi kegiatan yang harus rutin dilakukan pemerintah dan didukung oleh masyarakat. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Sistem Informasi Geografis, Kewilayahan
ANALISIS KEPUASAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS KABUPATEN BULELENG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Kurniasari, Ni Made Dian; Utami, Ni Komang Sri Marisa
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 11 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2024.v11.i01.p06

Abstract

Selama situasi pandemi COVID-19, banyak pembatasan dan perubahan yang dilakukan hampir di semua layanan rutin kesehatan termasuk pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Perubahan pada sistem ANC di Puskesmas Buleleng 1 belum pernah dievaluasi, hal ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui kepuasan ibu hamil sebagai tolak ukur keberhasilan pemberian pelayanan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan dan faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pelayanan ANC di Puskesmas Buleleng 1 pada masa pandemi COVID-19 yang dianalisis menggunakan Uji Regresi Logistik. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Buleleng 1 pada bulan Desember 2022 – Januari 2023 dengan 82 sampel. Hasil yang didapat yaitu ibu hamil yang datang sebagian besar berusia 20-35 tahun, berpendidikan tinggi, tidak bekerja, berpenghasilan rendah, menggunakan BPJS PBI dan ibu dengan kehamilan pertamanya. Sebanyak 60,98% ibu puas terhadap pelayanan yang diberikan, namun 17% lainnya merasa tidak puas. Keluhan utama ibu hamil berada pada kebersihan toilet, penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, waktu tunggu yang lama, prosedur pelayanan yang berbeli-belit, serta penggunaan APD oleh petugas yang tidak baik. Puskesmas perlu memberikan upaya untuk mengoptimalkan sarana dan prasarana, waktu tunggu, prosedur pelayanan juga penggunaan APD petugas pada masa pandemi untuk meningkatkan kualitas mutu pelayanan. Kata kunci: antenatal care, kepuasan pasien, pandemi, regresi logistik
PENGETAHUAN DAN PERSEPSI IBU HAMIL TERHADAP PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINASI (HIV, SIFILIS, HEPATITIS B) DI KOTA DENPASAR Widyanthini, Desak Nym; Kurniasari, Ni Made Dian; Harjana, Ngakan Putu Anom; Widyanthari, Desak Made
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 11 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2024.v11.i01.p21

Abstract

Penyakit HIV, silifilis dan hepatitis B merupakan infeksi menular seksual yang dapat ditularkan dari ibu ke janin. Kementerian Kesehatan mengadakan program triple elimiasi sesuai dengan rekomendasi WHO untuk mencegah penularannya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional, menggunakan kuesioner tentang pengetahuan dan persepsi ibu hamil terhadap pemeriksaan triple eliminasi, pada Puskesmas II Denpasar selatan dan UPTD Puskesmas II Denpasar Timur. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariate. Dari 85 ibu hamil yang diwawancarai, mayoritas pengetahuan baik (97,6%), persepsi negatif (55,3%). Masing-masing sebanyak 29,4%, 32,9% dan 1,8% ibu hamil mengaku belum melaksanakan tes HIV, sifilis dan Hepatitis B mayoritas pada ibu hamil yang berada di trimester kedua. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa variavel jumlah anak hidup dan pendidikan terakhir berhubungan dengan pengetahuan ibu secara signifikan. Diperlukan penguatan sistem antenatal care terpadu (10T) serta kerjasama dengan praktik bidan mandiri dan praktik dokter kandungan untuk pemeriksaan triple eliminasi sedini mungkin. Kata kunci: HIV, Hepatitis, Ibu Hamil, Kota Denpasar, Sifilis
KEMATIAN PADA PASIEN TERKONFIRMASI COVID-19 DI PROVINSI BALI TAHUN 2020 Indarti, I Gusti Ayu Putu; Kurniasari, Ni Made Dian
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i1.49240

Abstract

ABSTRAK Sejak kasus pertama COVID-19 di Indonesia, jumlah kematian terus meningkat dan hal ini menempatkan Provinsi Bali pada peringkat keenam provinsi dengan jumlah kasus kematian COVID-19 terbanyak di Indonesia. Tujuan penelitian, untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kematian pasien COVID-19 di Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan case-control dengan menggunakan data sekunder. Penelitian dilakukan dari bulan Januari hingga Mei tahun 2021. Sampel terdiri dari 337 kasus dan 674 kontrol yang dipilih secara simple random sampling. Berdasarkan analisis, variabel yang berhubungan dengan kematian diantaranya, usia yang lebih tua (aOR: 1,06; 95% CI: 1,05-1,07), bertempat tinggal di daerah rural (aOR: 0,48; 95% CI0,33-0,68), sesak napas (aOR: 4,27; 95% CI: 2,99-6,10), hipertensi (aOR; 1,83; 95% CI: 11,07-3,13), gagal ginjal kronis (aOR: 4,47; 95% CI: 2,22-8,99), penyakit jantung (aOR: 2,28; 95% CI: 1,19-4,36), laki-laki (aOR: 1,27; 95% CI: 0,90-1,80), demam (aOR: 1,34; 95% CI: 0,94-1,91), dan diabetes melitus (aOR: 1,51; 95% CI: 0,99-2,32). Pasien terkonfirmasi COVID-19 yang berusia lebih tua, mengalami gejala dan komorbid memiliki peluang untuk mengalami kematian. Abstract The death cases of COVID-19 in Indonesia has continued to increase ever since the first case. Bali Province is in the sixth place of the province with the highest numbers of COVID-19 death cases in Indonesia. The objective of this study is to identify factors related to the death cases of COVID-19 in Bali Province. This study uses a case-control approach with secondary data. The study was conducted from January 2021 to May 2021. Samples taken from 377 cases and 674 control, and chosen from simple random sampling. The results of the study, the variables related to the death cases of COVID-19; older age (aOR: 1.06; 95%CI: 1.05-1.07), living in rural areas (aOR: 0.48; 95%CI: 0.33-0.68), dyspnea (aOR: 4.27; 95%CI: 2.99-6.10), hypertension (aOR; 1.83; 95%CI: 11.07-3.13), chronic kidney disease (aOR: 4.47; 95%CI: 2.22-8.99), heart disease (aOR: 2.28; 95%CI: 1.19-4.36), male (aOR: 1.27; 95%CI: 0.90-1.80), fever (aOR: 1.34; 95%CI: 0.94-1.91), and diabetes mellitus (aOR: 1.51; 95%CI: 0.99-2.32). Patients with COVID-19 who are older, symptomatic patients, and patients with comorbidities have higher risk of death.