Claim Missing Document
Check
Articles

PERMEABILITAS BLOK PERKANTORAN JL.MH. THAMRIN UNTUK AKSES STASIUN MRT BUNDARAN HI JAKARTA MENGGUNAKAN SPACE SYNTAX Lily Mauliani; Anisa Anisa; Wafirul Aqli
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blok perkantoran di kawasan jalan MH. Thamrin Jakarta Pusat merupakan bagian dari kawasan perkantoran yang berdampingan dengan kawasan permukiman serta pusat perbelanjaan dalam skala sosial-ekonominya yang beragam. Dengan konfigurasi akses ruang jalan yang eksisting, blok-blok perkantoran tersebut menjadi barrier-area bagi permukiman apabila dihubungkan dengan stasiun MRT yang akan beroperasi melayani transportasi warga sekitar. latar belakang tersebut yang mendasari permsalahan diajukan dalam penelitian ini, agar ditemukan solusi aksesibilitas dan kemampuan permeabilitas yang lebih baik sehingga keberadaan fasilitas MRT dapat melayani pengguna dari sekitarnya secara lebih mudah dijangkau. Dalam teori tentang aktivitas berjalan kaki, pengurangan waktu tempuh atau peningkatan mobilitas dapat diperoleh dari tingkat permeabilitas lingkungan yang baik terhadap pelaku pejalan kaki/pedestrian-nya. Konektivitas dan aksesibilitas adalah faktor-faktor yang berpengaruh dalam menciptakan lingkungan yang permeabel. Penelitian ini bertujuan untuk; Mengidentifikasi kondisi aksesibilitas di kawasan Jl. MH. Thamrin Jakarta Pusat terkait keberadaan fasilitas MRT di area tersebut. Selain itu, penelitian ini juga ditujukan untuk menemukan potensi permeabilitas lingkungan untuk menyediakan akses fasilitas MRT melalui kawasan perkantoran yang ada. Obyek dalam penelitian ini adalah jaringan jalan di sekitar akses masuk stasiun MRT Bundaran HI Jakarta, dengan menggunakan teknik simulasi sintaksis ruang (Space Syntax).
Space Syntax Analysis On Level Of Security And Privacy Of Road Space. Case Study: Campus Area Of Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Wafirul Aqli
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 3, No 1 (2019): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.847 KB) | DOI: 10.24853/ijbesr.3.1.39-46

Abstract

The road space is not solely reserved for the public interest. In some examples can also be used exclusively for the residents of a region that have been designed from the beginning or through some post-occupancy adjustments. In the case of the campus of Gadjah Mada University (UGM) area, there are road spaces that become public facilities that pushing the campus authority to create access modifications (by closing or fencing) for the security and/or privacy purposes. How much the level of security and privacy that is obtained, in this paper were analyzed using space syntax. Through its ability to analyze the quality of space connectedness, space syntax can be used to measure the level of security and privacy refers to a benchmark proposed by Reis (2003) uses the value of the integration space. Integration of road space that is worth the low/weak (RA and RRA = 1 or more) has a low level of security but more private. While the high-value/strong integration (RA close to 0 and RRA = 0.4 to 0.6) have a high level of security but less privacy. Through the obtained analysis; a large enough degree of privacy is achieved, especially in the area of Central Office/Rectorate Building and surrounding areas, however, it become unsafe due to the activity-deserted road space situation and lack of supervision.
PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK TERHADAP BANGUNAN GUNDAM BASE INDONESIA DI JAKARTA Andik Krisdianto; Ari Widyati Purwantiasning; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 2, No 1 (2018): Purwarupa Vol 2 No 1 Maret 2018
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Perencanaan dan Perancangan Gundam Base Indonesia dengan Pendekatan Arsitektur Futuristik bertujuan untuk memberikan satu pemecahan masalah tentang bagaimana mewadahi kegiatan jual beli Gundam, memamerkan Gundam, serta sebagai tempat berdiskusi, mencari ilmu, dan membina hubungan sesama komunitas pecinta Gunpla dan masyarakat. Diharapkan dengan Perencanaan dan Perancangan ini, minat masyarakat terhadap hobi Gundam Plastik ini meningkat dan sebagai sarana rekreasi baru khususnya untuk daerah Jakarta, mempermudah para pecinta Gunpla untuk mendapatkan unit yang diinginkan serta sebagai sarana edukasi untuk menciptakan part Gunpla baru sesuai keinginan. Penerapan arsitektur futuristik dipilih sebagai sebuah cerminan akan dimensi masa depan yang dideskripsikan pada bentuk salah satu karakter Gunpla. Konsep bangunan yang mengadopsi salah satu part Gunpla diharapkan akan menambah daya tarik dari bangunan tersebut, sehingga bangunan dapat menjadi salah satu bangunan ikonik di kawasan Jakarta. Kata Kunci: Arsitektur futuristik, Gundam Base, Gunpla, Hobi, Komunitas ABSTRACT. Planning and Designing Gundam Base Indonesia Using Futuristic Architecture approach aims to accommodate the buying and selling of Gundam, exhibiting Gundam, as well as a place to discuss, seek knowledge, and foster relationships between lovers of Gunpla community and people’s. It is hoped that with this Planning and Design, people's interest in Gundam Plastik hobby is increasing and as a new recreation facility especially for Jakarta area, facilitate the Gunpla lovers to get the desired units as well as educational facilities to create new Gunpla parts as desired. The concept of building adopting one of the Gunpla parts is expected to add to the attraction of the building. Keywords: Community, Futuristic Architecture, Gundam Base, Gunpla, Hobby
KAJIAN KEARIFAN LOKAL PADA BANGUNAN KANTOR PEMERINTAHAN BALAIKOTA DEPOK Muhammad Zholla Fanani; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 1 (2021): Purwarupa Vol 5 No 1 Maret 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Kearifan lokal adalah pedoman hidup dan pengetahuan turun temurun serta berbagai teknik kehidupan yang diwujudkan dalam aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat setempat dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka setiap hari. Jurnal ini bertujuan untuk meneliti kearifan lokal pada bangunan adat khas sunda, dalam bentuk penelitian produk pada bangunan gedung perkantoran Pemerintahan di Balaikota Depok. Dalam beberapa tahun belakangan, kebudayaan sering diartikan sebagai warisan sejarah dalam perancangan desain, karena semakin majunya zaman yang pesat dengan berbagai kebutuhan manusia yang semakin banyak, masyarakat lebih menyukai desain produk yang sederhana, bagus dipandang dan terkesan modern, sehingga penerapan kearifan lokal kurang diminati dalam merancang sebuah bangunan. Dari Kearifan Lokal inilah muncul beberapa ide yang cocok untuk dijadikan parameter penelitian dalam perancangan suatu bangunan. Namun pada saat ini, kami mengambil tema Kearifan Lokal pada rumah adat sunda di masukan dalam desain bangunan perkantoran di Balaikota Depok. Metode penelitian menggunakan ATUMICS yaitu Artefact, Technic, Utility, Material, Icon, Concept, dan Shape. Hasilnya bangunan pemerintah kota Depok menerapkan artefak berupa atap julang ngapak Kata Kunci: adat, balaikota, Depok, kearifan lokal, sunda ABSTRACT. Local wisdom is a way of life and knowledge from generation to generation as well as various life techniques that are manifested in the activities carried out by local people in answering various problems in fulfilling their daily needs. This journal aims to research local wisdom on Sundanese traditional buildings, in the form of product research on government office buildings in Depok City Hall. In recent years, culture has often been interpreted as a historical legacy in design, because of the rapid advancement of times with a growing number of human needs, people prefer product designs that are simple, good to look at and seem modern, so the application of local wisdom is less desirable in designing a building. From this local wisdom, some ideas emerge that are suitable as research parameters in designing a building. But at this time, we are taking the theme of Local Wisdom on Sundanese traditional houses in the design of office buildings in Depok City Hall. The research method uses ATUMICS, namely Artefact, Technic, Utility, Material, Icon, Concept, and Shape. As a result, the Depok city government building implemented an artifact in the form of Julang Ngapak roof Keywords: custom, local wisdom, sundanese, town hall, Depok city
KANTOR PERWAKILAN INTERNATIONAL COUNCIL ON MONUMENTS And SITES (ICOMOS) INDONESIA DENGAN KONSEP ARSITEKTUR MODERN DI JAKARTA Nasir Ali Ridho; Ari Widyati Purwantiasning; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 2 (2019): Purwarupa Vol 3 No 2 Special Edition #1 Mei 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.635 KB)

Abstract

ABSTRAK. Organisasi Internasional Non-pemerintah yang didedikasikan untuk Konservasi dan Perlindungan tempat-tempat Situs Warisan Cagar Budaya Dunia, ICOMOS. Begitu banyak Cagar Budaya yang berada di Indonesia tentu akan menjadi tugas yang berat sebagai lembaga non-pemerintahan (ICOMOS). Sangat disayangkan dengan belum adanya fasilitas prasarana penunjang bagi masyarakat terkait soal situs peninggalan bersejarah, maka dalam hal ini dilakukan pengumpulan data seperti wawancara  guna bisa menghasilkan sebuah desain Kantor Perwakilan (ICOMOS) Indonesia yang menerapkan Konsep Arsitektur Modern dan menerapkan prinsip – prinsip dasar bangunan yang di lindungi lembaga International Council on Monuments and Sites (ICOMOS) pada Bangunan Kantor Perwakilan International Council on Monuments and Sites (ICOMOS) Indonesia di Jakarta.
PENERAPAN TEORI ARSITEKTUR SEMIOTIK PADA CREATIVE AND PERFORMING ARTS CENTER YOGYAKARTA Muhammad Alwan Rosyadi; Ashadi Ashadi; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 2 (2019): Purwarupa Vol 3 No 2 Special Edition #1 Mei 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.821 KB)

Abstract

Pendekatan Arsitektur Semiotik yang merupakan teori arsitektur yang digunakan untuk mengetahui makna yang ingin disampaikan dalam hasil karya arsitektur. Makna dalam arsitektur sendiri dibagai menjadi makna konotasi dan makna denotasi. Dapat diartikan bahwa sebuah karya arsitektur sama dengan sebuah karya seni yang didalamnya mengandung makna yang disampaikan. Sehingga teori Arsitektur Semiotik sangat cocok untuk digunakan sebagai pendekatan yang digunakan dalam merancang bangunan yang mewadahi kegiatan kesenian dan kreativitas. Makna Kreatif artinya memiliki daya cipta, merupakan sifat alami manusia yang mendorong manusia untuk menemukan hal-hal baru. Kreativitas bersumber dari ide dan gagasan yang tidak berwujud dikembangkan dan diproduksi menjadi sesuatu yang dapat kita rasa, raba, lihat serta nikmati pada tahap ini kreatif telah menjadi sebuah produk. Ekonomi Kreatif adalah kegiatan dalam mengkomersilkan produk kreatif. Indonesia saat ini mulai fokus untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang dibuktikan dengan dibentuknya Badan Ekonomi Kreatif. Secara sadar potensi Ekonomi Kreatif Indonesia sangat besar tetapi belum dimaksimalkan. Dibangunnya Creative and Performing Arts Center merupakan salah satu cara untuk memaksimalkan potensi ekonomi kreatif. Yogyakarta yang dikenal sebagai daerah seni dan budaya serta kreativitas masyarakat yang tinggi populasi anak muda yang banyak dan dikenal sebagai kota tujuan pelajar seluruh Indonesia, menjadi alasan yang kuat untuk merancang Creative and Performing Arts Center di Yogyakarta dan digunakannya teori Arsitektur Semiotik diharapkan bangunan yang akan dirancang dapat mencirikan bangunan kreatif dan mengedepankan identitas lokal Yogyakarta.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR UNIVERSAL PADA MUSEUM SEJARAH JAKARTA Ralianisa Trisna Putri; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 1 (2021): Purwarupa Vol 5 No 1 Maret 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia di dunia ini diciptakan dengan segala keunikan dan kondisi. Kondisi dari ssetiap manusia dapat berbeda-beda. Kondisi ini dapat dipengaruhi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan berbagai faktor lainnya. Setiap manusia memiliki hak yang sama dalam menjalani keseharian walaupun sedang dalam keterbatasan secara fisik. Arsitektur memiliki bidang Arsitektur Universal, dimana pada bidang ini memberikan kesetaraan dalam penggunaan fasilitas baik untuk pengunjung norma maupun pengunjung dengan kebutuhan khusus. Prinsip dari desain universal merupakan suatu solusi untuk menentukan seluruh aspek pada konsep dari semua ilmu desain. Metode penelitian menggunakan metode penelitian naratif kualitatif. Metode naratif kualitatif merupakan metode yang digunakan dengan cara mengamati dan menganalisis keadaan dengan setiap aspek yang digunakan dalam penelitian. Tujuan dari metode naratif kualitatif yaitu untuk  menghasilkan gambaran tentang suatu keadaaan dan menjelaskan mengenai fasiltas dan keadaan suatu tempat. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer digunakan dengan mengunjungi studi kasus secara langsung dan melakukan pengamatan pada studi kasus. Data sekunder yaitu berupa studi literatur. Studi literatur dapat memberikan informasi secara lengkap dan banyak. Informasi yang diperlukan dan diperoleh secara sekunder yaitu berupa teori-teori mengenai arsitektur universal dan informasi mengenai studi preseden. Tujuan dari diadakannya penelitian ini yaitu untuk memahami bagaimana Museum Sejarah Jakarta dapat mengakomodasi pengunjung dengan kebutuhan khusus.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR UNIVERSAL PADA PUSAT HIBURAN DUNIA FANTASI Zaqki Mubarak; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 1 (2021): Purwarupa Vol 5 No 1 Maret 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Dalam kehidupan masyarakat saat ini, dengan padatnya aktifitas dan tingginya tuntutan hidup serta tingkat stres dan kejenuhan membuat kebutuhan masyarakat akan hiburan bersama keluarga menjadi faktor penting. Masyarakat yang ingin menikmati hiburan datang dari berbagai kalangan yang memiliki keragaman usia tanpa batasan fisik, rentang usia, jenis kelamin, dan kemampuan dalam mengakses ruang publik, pada kenyataan banyak pusat hiburan yang belum menyediakan fasilitas yang reperentative untuk semua kalangan. Hal tersebut bisa diwujudkan dalam perencanaan dan perancangan bangunan melalui arsitektur universal. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui dan memahami penerapan konsep dan prinsip universal pada pusat hiburan Dunia Fantasi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sedangkan objek dari penelitian ini adalah pusat hiburan Dunia Fantasi. Kesimpulan Penelitian ini yaitu, ukuran dasar bangunan, jalur pedestrian, ramp, jalur evakuasi, toilet, area parkir dan fasilitas pendukung.   Kata Kunci: arsitektur universal, dunia fantasi, pusat hiburan ABSTRACT. In today's society, with the density of activities and the high demands of life as well as the level of stress and boredom, people's need for entertainment with family becomes an important factor. People who want to enjoy entertainment come from various groups who have a variety of ages without physical limitations, age range, gender, and ability to access public spaces, in fact many entertainment centers have not provided reperentative facilities for all groups. This can be realized in the planning and design of buildings through universal architecture. The purpose of this research is to know and understand the application of universal concepts and principles at the Dunia Fantasi entertainment center. This research method uses descriptive qualitative method, while the object of this research is the Dunia Fantasi entertainment center. The conclusion of this study is the basic size of the building, pedestrian paths, ramps, evacuation routes, toilets, parking areas and supporting facilities. Keywords: universal architecture, dunia fantasi, entertainment center
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HI-TECH PADA BANGUNAN KANTOR SEWA DENGAN STUDI KASUS BANK OF CHINA Pramesti Eka Braniati; Wafirul Aqli
Lakar: Jurnal Arsitektur 2020: Edisi Khusus Agustus
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.973 KB) | DOI: 10.30998/lja.v0i0.6227

Abstract

Arsitektur hi-tech merupakan gaya arsitektur yang dalam penerapannya mengembangkan kecanggihan teknologi. Arsitektur hi-tech berkiblat pada masa depan dengan ciri khasnya yaitu struktur yang diekspos dan teknologi yang diterapkan pada bangunan. Untuk mendesain bangunan yang menerapkan arsitektur hi-tech terdapat karakteristik yang perlu diimplementasikan yaitu exposed, love of colour, transparency, flexibility, dan material vocabulary. Penggunaan  konsep  arsitektur  hi-tech pada   perencanaan kantor sewa bertujuan   untuk   menambah   nilai   bangunan   agar   dapat   bersaing   dengan bangunan kantor sewa pada umumnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan arsitektur hi-tech pada bangunan kantor sewa dengan menggunakan studi kasus Bank of China. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis karakteristik arsitektur hi-tech yang perlu menurut Richard Rogers pada bangunan Bank of China. Analisis tersebut dilakukan untuk menarik kesimpulan berupa konsep dan karakteristik yang menunjukan penerapan arsitektur hi-tech pada bangunan kantor sewa.
Konsep arsitektur biomimetik pada bangunan Oseanarium Adhelia Adjani Rahmah; Wafirul Aqli
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 5 No 2 (2020): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | May 2020 ~ August 2020
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v5i2.442

Abstract

The concept of biomimetic in the Oceanarium building The concept of biomimetic architecture, which is rarely heard, has many advantages that can be applied to architectural work. The purpose of using the concept of biomimetic architecture is to maximize functions, achieve energy efficiency, and improve the quality of objects and user activities by applying one or more biological criteria from 11 biological criteria. The oceanarium building is a museum building with marine life as an object of the exhibition with functions as educational facilities, recreation facilities, observation centers, and marine life conservation facilities. The oceanarium building is one of the educational facilities that are most readily accepted by the public. This has become very important at this time where the need for education about biota and marine life is increasingly threatened by landfill and the uncontrolled fishing on a large scale. Research on architectural concepts in oceanarium buildings uses qualitative research methods. By collecting data and studies both from observation and literature. The conclusion in the form of the influence of the existence of each biological criterion applied to an oceanarium building.