Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PRINSIP ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN FASILITAS PENDIDIKAN SDN DUREN SAWIT 14 JAKARTA imami, muhammad taqiyyudin; Aqli, Wafirul
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pencemaran lingkungan yang semakin banyak terjadi, serta implementasi konsep arsitektur hijau pada bangunan yang masih rendah. Dan terlebih lagi saat ini pada bangunan pendidikan menjadikan standar kenyamanan ruang dalam adalah dengan menggunakan alat pendingin udara (AC). Untuk itu strategi yang tepat agar bisa menyampaikan pemahaman terhadap pentingnya konsep arsitektur hijau dalam pengaruhnya terhadap lingkungan yaitu dengan melalui bangunan pendidikan. Agar penerapan konsep arsitektur hijau dapat dirasakan terlebih dahulu manfaatnya oleh para penuntut ilmu dan menjadi tindak lanjut agar bisa menerapkan di berbagai tempat. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan cara mendokumentasikan, mewawancara, dan observasi lapangan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengkaji bagaimana penerapan konsep arsitektur hijau pada objek studi preseden SDN Duren Sawit 14 Jakarta sehingga di dapatkan kesimpulan. Bahwa bangunan SDN Duren Sawit 14 Jakarta sudah optimal dalam penerapan prinsip arsitektur hijau terutama dalam efisiensi dan konservasi energi.   Kata Kunci: Arsitektur Hijau, Bangunan, Fasilitas Pendidikan   ABSTRACT. This research was motivated by the increasing enviromental pollution, as well as the implementation of green architecture concepts in buildings that are still low. And moreover, now in educational buildings making the standard of comfort of the inner space is to use an air conditioner (AC). For this reason, the right strategy in order to convey an understanding of the importance of the concept of green architecture in it’s influence on the environment is through educational buildings. So that the application of the concept of green architecture can be felt in advance by the students of science and be a follow-up so that they can apply it in various place. By using qualitative descriptive methods in this study, it will be able to produce conclusions on how optimal the application of green architecture principles in the SDN Duren Sawit 14 Jakarta building.   Keywords: Green architecture, Buildings, Educational facilities
KONSEP ARSITEKTUR METAFORA PADA FASAD, MASSA, DAN MATERIAL BANGUNAN MUSEUM GUGGENHEIM BILBAO, SPANYOL Khansyah, Rifqi; Aqli, Wafirul
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Bangunan Museum Guggenheim dianggap sebagai salah satu contoh paling mengesankan dari arsitektur metafora. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep arsitektur metafora dalam pembangunan Museum Guggenheim. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif-analitis untuk menggali konsep dan makna di balik desain Museum Guggenheim. Penulis mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk literatur tentang arsitektur metafora, publikasi resmi Museum Guggenheim, serta analisis visual dan spasial dari bangunan itu sendiri. Hasil penelitian yang didapat dari analisis yang dilakukan, hal terpenting yang harus dilakukan untuk menerapkan konsep metafora yaitu dalam fasad bangunan, massa bangunan, dan material bangunan. Fasad bangunan untuk menampilkan wujud yang akan dihasilkan dari ide metafora, massa bangunan untuk mewujudkan bentuk keseluruhan dari bangunan berdasarkan dari konsep metafora yang digunakan, lalu pemilihan material bangunan untuk memberi kesan yang kuat terhadap penerapan konsep metafora yang digunakan. Arsitektur metafora dalam Museum Guggenheim juga berkontribusi pada keunggulan bangunan dalam hal fungsi, efisiensi ruang, dan pengalaman pengunjung. Dengan menciptakan hubungan antara desain fisik dan makna abstrak, bangunan ini mampu mempengaruhi pengunjung secara emosional dan menginspirasi mereka untuk merenung tentang peran seni dan arsitektur dalam masyarakat.   Kata kunci: arsitektur metafora, bangunan museum, Museum Guggenheim   ABSTRACT. The Guggenheim Museum building is considered one of the most impressive examples of metaphorical architecture. This study aims to examine the concept of metaphorical architecture in the construction of the Guggenheim Museum. In this study, the authors used a descriptive-analytical method to explore the concepts and meanings behind the design of the Guggenheim Museum. The authors collected data from a variety of sources, including the literature on metaphorical architecture, official Guggenheim Museum publications, and visual and spatial analysis of the building itself. The research results obtained from the analysis carried out, the most important thing that must be done to apply the concept of metaphor is in the building facade, building mass, and building materials. The facade of the building is to display the form that will result from the metaphorical idea, the mass of the building to realize the overall shape of the building based on the metaphorical concept used, then the selection of building materials to give a strong impression on the application of the metaphorical concept used. The metaphorical architecture of the Guggenheim Museum also contributes to the building's excellence in terms of function, space efficiency and visitor experience. By creating a connection between physical design and abstract meaning, the building is able to emotionally engage visitors and inspire them to reflect on the role of art and architecture in society.   Keywords: metaphoric architecture, museum building, Guggenheim Museum
Pendekatan Arsitektur Modern Minimalis pada Bangunan Perkantoran Siena Farizi, Ahmad; Aqli, Wafirul
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 2 No. 04 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1866.442 KB) | DOI: 10.59141/jist.v2i04.125

Abstract

Arsitektur modern minimalis merupakan tema arsitektur memperhatikan mengutamakan fungsionalitas dan efesiensi tanpa mengenyampingkan aspek estetika bangunan. Tema arsitektur ini merupakan perpaduan antara arsitektur modern dengan minimalis. Arsitektur modern minimalis merupakan tema yang cocok jika diterapkan di bangunan perkantoran. Dengan adanya Arsitektur modern minimalis tetap masih ada bangunan perkantoran yang tidak mampu memenuhi kebutuhan aktifitas perkantoran dikarenakan masih kurang pahamnya penerapan prinsip-prinsip dari arsitektur modern minimalis. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memberikan arahan dan mendorong penerapan desain ruang kantor yang berlandaskan arsitektur modern minimalis sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku. Penelitian ini dikerjakan menggunakan metode deskriptif kualitatif agar data yang didapatkan lebih dalam dan detail. Tiap prinsip akan dibahas sesuai dengan keadaan bangunan yang dijadikan sebagi studi, membahas kompatibilitas prinsip modern minimalis dengan keadaan yang sebenarnya yang memuat keunggulan dan kekurangannya. Kesimpulan yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah menunjukan pendekatan prinsip modern minimalis pada bangunan perkantoran dan juga penerapannya pada gedung perkantoran.
Typomorphology of Historical Old Mosques in Jakarta: Urban Islamic Heritage Preservation Strategy in Today's City Dynamics Anisa Anisa; Wafirul Aqli; Jundi Jundullah Afgani; Irma Nurjannah; Muhammad Raufal Islamy
Architectural Research Journal 1-7
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/arj.5.1.2025.1-7

Abstract

Jakarta holds a variety of cultural and architectural heritage. One of the architectural heritages that can be traced to this day is the Mosque. There are several historical mosques that can be traced to this day, including the Angke Mosque, Al Arif Mosque, Ansor Mosque, Kampung Bandan Mosque, and Luar Batang Mosque. These mosques reflect a mixture of cultures and changes in social, religious, and architectural aspects. This study aims to explore and analyze the architectural characteristics of the five historical mosques in Jakarta. This study uses a qualitative method with typomorphological analysis that obtains data from field observations and literature. The results of the study show that each mosque has a distinctive spatial typology, influenced by a blend of local vernacular, colonial, and Islamic architectural traditions. Elements such as tiered roofs, wooden structures, open porch spaces, and the absence of domes reflect adaptation to the tropical climate and local building culture.