ABSTRAK. Masjid-masjid tua bersejarah di Jakarta adalah bangunan peribadatan dan juga bukti perkembangan Masyarakat multikultural yang berada di sekitar Pelabuhan. Penelitian ini mengambil kasus pada lima masjid tua bersejarah di Jakarta untuk menggali jejak arsitektur vernakular yang terkandung di dalamnya. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mengeksplorasi bagaimana bentuk bangunan, material, tata ruang, dan ornamen berkembang dari pengetahuan lokal dan adaptif terhadap budaya, sosial, dan iklim setempat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kelima masjid tersebut memiliki ciri vernakular, seperti atap limas atau tumpang yang merespons iklim tropis, penggunaan material lokal seperti kayu dan bata, serta detail sambungan kayu tradisional. Tata ruang terbuka dengan serambi luas mendukung fungsi sosial-keagamaan dan interaksi komunitas. Setiap masjid memiliki konteks unik, Masjid Almukarromah Kampung Bandan berada di sekitar komunitas pelabuhan dengan tradisi maritimnya; Masjid Luar Batang menjadi pusat ziarah yang menarik peziarah dari berbagai daerah; Masjid Angke yang menjadi saksi pengaruh Melayu, Arab, dan Bugis dalam bentuk bangunannya; sedangkan Masjid Al Arif dan Masjid Al Ansor mempertahankan skala kampung dengan suasana sosial yang akrab. Kata kunci: Arsitektur Vernakular, Masjid Tua, Jakarta, Warisan Budaya, Islam Urban ABSTRACT. Jakarta's historic old mosques are both places of worship and evidence of the development of a multicultural society around the port. This study examines five historic old mosques in Jakarta to explore the traces of vernacular architecture they contain. A qualitative approach using case studies was used to explore how building forms, materials, spatial layouts, and ornaments evolved from local knowledge and adapted to the local culture, society, and climate. The findings of this study indicate that all five mosques share vernacular characteristics, such as pyramidal or overlapping roofs that respond to the tropical climate, the use of local materials such as wood and brick, and traditional wood joinery details. Open layouts with spacious verandas support socio-religious functions and community interaction. Each mosque has a unique context: the Almukarromah Mosque in Kampung Bandan is located around a port community with its maritime traditions; the Luar Batang Mosque serves as a pilgrimage center that attracts pilgrims from various regions; the Angke Mosque bears witness to Malay, Arab, and Bugis influences in its architectural form; while the Al Arif Mosque and Al Ansor Mosque maintain a kampung scale with a friendly social atmosphere. Keywords: Vernacular Architecture, Old Mosque, Jakarta, Cultural Heritage, Urban Islam