Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PARAMETRIK PADA BANGUNAN TRANSPORTASI STASIUN KERETA CEPAT HALIM Pirman Nur Hidayat; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 10 No. 01 (2026): Purwarupa Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Salah satu permasalahan yang dihadapi para arsitek saat itu adalah sulitnya merancang bangunan dengan bentuk yang kompleks karena terbatasnya kemampuan komputer dalam mengolah data yang kompleks. Tujuan jurnal ini adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang arsitektur parametrik dengan menggunakan data dan algoritma untuk membuat bentuk-bentuk yang kompleks dan rumit yang tidak mungkin dibuat dengan metode desain manual.  Pendekatan deskriptif kualitatif mengumpulkan data dengan kata-kata dan gambar daripada angka-angka.   Beberapa sumber data yang dapat digunakan termasuk foto, rekaman video, catatan lapangan, catatan, atau memo, serta data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur. Metode ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan arsitektur parametrik pada sarana transportasi dengan memakai Stasiun Kereta Cepat Halim sebagai studi kasus. Penerapan arsitektur parametrik pada Stasiun Kereta Cepat Halim nampaknya hanya terbatas pada bentangan lebar, sedangkan struktur inti bangunan masih mengadopsi geometri atau bentuk konvensional sederhana. Kata Kunci: Arsitektur Parametrik, Fasilitas Transportasi, Bentuk   ABSTRACT. One of the problems faced by architects at that time was the difficulty of designing buildings with complex shapes due to the limited ability of computers to process complex data. The aim of this journal is to gain an understanding of parametric architecture by using data and algorithms to create complex and intricate shapes that are impossible to create with manual design methods. A qualitative descriptive approach allows data collection using words and images rather than numbers. Data sources that can be utilized include photos, video recordings, field notes, notes, or memos, as well as secondary data obtained through literature studies. It is hoped that this method will increase understanding of the use of parametric architecture in transportation facilities by using the Halim High-Speed ​​Train Station as a case study. The application of parametric architecture on Halim High-Speed Train Station appears to be limited to wide stretches, while the core building structure still adopts simple conventional geometry or shapes. Keywords: Parametric Architecture, Transportation Facilities, Shapes
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA SEKOLAH ALAM DEPOK Gizka Nurizki Amalia; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 8 No. 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.125-130

Abstract

ABSTRAK. Setiap tahun, terjadi peningkatan kerusakan alam akibat pencemaran dan kegiatan konstruksi. Limbah dan eksploitasi bahan mentah oleh industri konstruksi merusak ekosistem, terutama di sekitar lokasi konstruksi, menyebabkan perubahan lingkungan yang signifikan. Meski demikian, upaya inovatif telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini, termasuk melalui pendekatan arsitektur ekologi. Pendekatan ini menitikberatkan pada keberlanjutan dan keseimbangan ekologi dalam desain bangunan dan lingkungan. Tujuannya adalah menciptakan bangunan dan lingkungan yang ramah lingkungan, mengurangi dampak negatif, dan mendorong penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Implementasi arsitektur ekologi dalam bangunan pendidikan menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang berkelanjutan dan positif. Bangunan yang dirancang dengan baik dapat menciptakan atmosfer yang nyaman, memotivasi pembelajaran, dan menginspirasi pemikiran kreatif mengenai isu-isu lingkungan. Hal ini dianggap sebagai investasi dalam pendidikan berkelanjutan untuk generasi mendatang, di mana peserta didik dapat belajar secara langsung menghargai lingkungan.Kata Kunci: Arsitektur Ekologi, Ramah Lingkungan, Bangunan Pendidikan ABSTRACT. Every year, there is an increase in environmental damage due to pollution and construction activities. Waste and the exploitation of raw materials by the construction industry harm ecosystems, especially around construction sites, causing significant changes in the environment. Nevertheless, innovative efforts have been made to address this issue, including through the approach of ecological architecture. This approach emphasizes sustainability and ecological balance in the design of buildings and environments. The goal is to create environmentally friendly buildings and environments, reduce negative impacts, and promote the sustainable use of resources. The implementation of ecological architecture in educational buildings is a crucial step in creating a sustainable and positive learning environment. Well-designed buildings can create a comfortable atmosphere, motivate learning, and inspire creative thinking about environmental issues. This is considered an investment in sustainable education for future generations, where learners can directly learn to appreciate the environment. Keywords: Ecological Architecture, Environmentally Friendly, Educational Buildings
KAJIAN KONSEP PARAMETRIK PADA BANGUNAN KESENIAN (STUDI KASUS: THE SHED, NEW YORK) Muhammad Raihan Al Ghifari; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 02 (2025): Purwarupa Vol 9 No 2 September 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Bangunan The shed merupakan sebuah bangunan kesenian yang dirasa menerapkan konsep parametrik pada elemen fasad dan konstruksi nya. Adanya tujuan penelitian ini ditujukan untuk memahami penerapan konsep parametrik pada bangunan fasilitas kesenian. Konsep parametrik merupakan sebuah alternatif desain yang menggunakan algoritma matematika dalam perancangan untuk memudahkan mengeksplorasi bentuk dalammenemukan solusi yang sulit dicapai pada desain konvesional. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif.  Bangunan The shed memiliki karakteristik dari prinsip paramertrik terhadap elemen fasad bangunan . Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konsep parametrik memiliki beberapa prinsip yang dapat di kenali seperti Bentuk inovatif dan koleks; bentuk yang dinamis; dan bentuk pola yang berulang. Kata Kunci: Parametrik, Bangunan Kesenian, Fasad, Parameter, The Shed ABSTRACT. The shed building is an art building that is considered to apply parametric concepts to its facade and construction elements. The purpose of this research is aimed at understanding the application of parametric concepts in art facility buildings. The parametric concept is an alternative design that uses mathematical algorithms in design to facilitate exploring forms in finding solutions that are difficult to achieve in conventional design. The analysis method in this research uses a descriptive-qualitative method.  The shed building has characteristics of the parametric principle of the building facade elements. The results of this study show that the parametric concept has several recognizable principles such as innovative and collectible shapes; dynamic shapes; and repetitive pattern shapes. Keywords: Parametric, Cultural Building, Façade, Parameter, The Shed  
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR NET ZERO CARBON PADA BANGUNAN SEKOLAH DASAR DUREN SAWIT 14 lutfi khoerul akbar; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 02 (2025): Purwarupa Vol 9 No 2 September 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Isu krisis energi tradisional dan kelestarian lingkungan hidup menjadi perhatian khusus yang banyak diperdebatkan dalam konteks pembangunan global saat ini. Sebab permasalahan ini akan sangat mempengaruhi konsumsi energi di masa depan. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan teknologi yang mampu  menghasilkan sumber energi alternatif terbarukan dan menerapkan kebijakan penghematan energi pada seluruh desain bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami prinsip zero carbon pada bangunan untuk  mengurangi dampak gas rumah kaca. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui kelayakan penggunaan konsep arsitektur Net Zero Carbon pada objek penelitian. Peneliti lebih berfokus pada total konsumsi energi  bangunan, antara “defisit” energi  menggunakan strategi desain pasif dan aktif untuk mengurangi permintaan dan menangkap energi, Sehingga bisa menghasilkan bangunan yang menggunakan energi terbarukan dan desain bangunan bisa hemat/rendah energi.            Kata Kunci: Karbon Nol Bersih, Bangunan Sekolah ABSTRACT. The issue of the traditional energy crisis and environmental sustainability is a special concern that is widely debated in the current context of global development. Because this problem will greatly affect energy consumption in the future. Therefore, it is necessary to develop technology that is capable of producing renewable alternative energy sources and implementing energy saving policies in all building designs. This research aims to understand the zero carbon principle in buildings to reduce the impact of greenhouse gases. This research uses a qualitative descriptive method. To determine the feasibility of using the Net Zero Carbon architectural concept on research objects. Researchers focus more on total building energy consumption, between energy “deficits” using passive and active design strategies to reduce demand and capture energy for buildings. So it can produce buildings that use renewable energy, so that building designs can be energy efficient/low Keywords: Net Zero Carbon, school building
KAJIAN PRINSIP ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN FASILITAS PENDIDIKAN SDN DUREN SAWIT 14 JAKARTA muhammad taqiyyudin imami; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pencemaran lingkungan yang semakin banyak terjadi, serta implementasi konsep arsitektur hijau pada bangunan yang masih rendah. Dan terlebih lagi saat ini pada bangunan pendidikan menjadikan standar kenyamanan ruang dalam adalah dengan menggunakan alat pendingin udara (AC). Untuk itu strategi yang tepat agar bisa menyampaikan pemahaman terhadap pentingnya konsep arsitektur hijau dalam pengaruhnya terhadap lingkungan yaitu dengan melalui bangunan pendidikan. Agar penerapan konsep arsitektur hijau dapat dirasakan terlebih dahulu manfaatnya oleh para penuntut ilmu dan menjadi tindak lanjut agar bisa menerapkan di berbagai tempat. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan cara mendokumentasikan, mewawancara, dan observasi lapangan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengkaji bagaimana penerapan konsep arsitektur hijau pada objek studi preseden SDN Duren Sawit 14 Jakarta sehingga di dapatkan kesimpulan. Bahwa bangunan SDN Duren Sawit 14 Jakarta sudah optimal dalam penerapan prinsip arsitektur hijau terutama dalam efisiensi dan konservasi energi.   Kata Kunci: Arsitektur Hijau, Bangunan, Fasilitas Pendidikan   ABSTRACT. This research was motivated by the increasing enviromental pollution, as well as the implementation of green architecture concepts in buildings that are still low. And moreover, now in educational buildings making the standard of comfort of the inner space is to use an air conditioner (AC). For this reason, the right strategy in order to convey an understanding of the importance of the concept of green architecture in it’s influence on the environment is through educational buildings. So that the application of the concept of green architecture can be felt in advance by the students of science and be a follow-up so that they can apply it in various place. By using qualitative descriptive methods in this study, it will be able to produce conclusions on how optimal the application of green architecture principles in the SDN Duren Sawit 14 Jakarta building.   Keywords: Green architecture, Buildings, Educational facilities
KONSEP ARSITEKTUR METAFORA PADA FASAD, MASSA, DAN MATERIAL BANGUNAN MUSEUM GUGGENHEIM BILBAO, SPANYOL Rifqi Khansyah; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Bangunan Museum Guggenheim dianggap sebagai salah satu contoh paling mengesankan dari arsitektur metafora. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep arsitektur metafora dalam pembangunan Museum Guggenheim. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif-analitis untuk menggali konsep dan makna di balik desain Museum Guggenheim. Penulis mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk literatur tentang arsitektur metafora, publikasi resmi Museum Guggenheim, serta analisis visual dan spasial dari bangunan itu sendiri. Hasil penelitian yang didapat dari analisis yang dilakukan, hal terpenting yang harus dilakukan untuk menerapkan konsep metafora yaitu dalam fasad bangunan, massa bangunan, dan material bangunan. Fasad bangunan untuk menampilkan wujud yang akan dihasilkan dari ide metafora, massa bangunan untuk mewujudkan bentuk keseluruhan dari bangunan berdasarkan dari konsep metafora yang digunakan, lalu pemilihan material bangunan untuk memberi kesan yang kuat terhadap penerapan konsep metafora yang digunakan. Arsitektur metafora dalam Museum Guggenheim juga berkontribusi pada keunggulan bangunan dalam hal fungsi, efisiensi ruang, dan pengalaman pengunjung. Dengan menciptakan hubungan antara desain fisik dan makna abstrak, bangunan ini mampu mempengaruhi pengunjung secara emosional dan menginspirasi mereka untuk merenung tentang peran seni dan arsitektur dalam masyarakat.   Kata kunci: arsitektur metafora, bangunan museum, Museum Guggenheim   ABSTRACT. The Guggenheim Museum building is considered one of the most impressive examples of metaphorical architecture. This study aims to examine the concept of metaphorical architecture in the construction of the Guggenheim Museum. In this study, the authors used a descriptive-analytical method to explore the concepts and meanings behind the design of the Guggenheim Museum. The authors collected data from a variety of sources, including the literature on metaphorical architecture, official Guggenheim Museum publications, and visual and spatial analysis of the building itself. The research results obtained from the analysis carried out, the most important thing that must be done to apply the concept of metaphor is in the building facade, building mass, and building materials. The facade of the building is to display the form that will result from the metaphorical idea, the mass of the building to realize the overall shape of the building based on the metaphorical concept used, then the selection of building materials to give a strong impression on the application of the metaphorical concept used. The metaphorical architecture of the Guggenheim Museum also contributes to the building's excellence in terms of function, space efficiency and visitor experience. By creating a connection between physical design and abstract meaning, the building is able to emotionally engage visitors and inspire them to reflect on the role of art and architecture in society.   Keywords: metaphoric architecture, museum building, Guggenheim Museum
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR EKSPRESIONISME PADA 7 BANGUNAN DI JAKARTA ART CENTER (TAMAN ISMAIL MARZUKI) ALYA TABITHA LATUPONO; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 10 No. 01 (2026): Purwarupa Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Ekspresionisme adalah konsep yang berawal dari perkembangan seni, khususnya seni rupa. Berasal dari kata ’ekspresi’ yang mengacu pada suatu emosi melalui karya seni, termasuk dengan karya seni bangunan atau dalam ranah arsitektur. Konsep arsitektur ekspresionisme bertujuan untuk menggali lebih dalam suatu ekspresi yang terkandung dalam suatu bangunan melalui fasad bangunan, ruang-ruang dan material yang digunakan dalam studi kasus 7 bangunan di Jakarta Art Center (Taman Ismail Marzuki). Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deksriptif, penelitian ini mengacu pada data primer dan data sekunder. Sehingga, hasil analisis yang didapatkan pada art center diantaranya memiliki konsep dasar yang menyesuaikan kebutuhan bangunan, bentuk-bentuk yang tidak monoton, permainan warna dan material dalam menciptakan ruang, dan penggunaan material konstruktif pada bangunan. Kata Kunci: arsitektur, art center, ekspresionime, seni   ABSTRACT. Expressionism is a concept that originates from the development of art, particularly visual arts. It comes from the word 'expression' which refers to conveying an emotion through art, including architectural works. The concept of expressionist architecture aims to delve deeper into the expressions contained within a building through its facade, spaces, and the materials used, as examined in the case study of an art center building. Using qualitative methods and a descriptive approach, this research relies on primary and secondary data. Thus, the analysis results obtained for the art center include a foundational concept that adapts to the building's needs, non-monotonous forms, the play of colors and materials in creating space, and the use of constructive materials in the building. Keywords: architecture, art center, expressionism, art
JEJAK ARSITEKTUR VERNAKULAR PADA MASJID-MASJID TUA BERSEJARAH DI JAKARTA: Studi Kasus: Masjid Almukarromah Kampung Bandan, Masjid Luar Batang, Masjid Angke, Masjid Al Arif, dan Masjid Al Ansor Anisa Anisa; Irma Nurjannah; Jundi Jundullah Afgani; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 10 No. 01 (2026): Purwarupa Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Masjid-masjid tua bersejarah di Jakarta adalah bangunan peribadatan dan juga bukti perkembangan Masyarakat multikultural yang berada di sekitar Pelabuhan. Penelitian ini mengambil kasus pada lima masjid tua bersejarah di Jakarta untuk menggali jejak arsitektur vernakular yang terkandung di dalamnya. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mengeksplorasi bagaimana bentuk bangunan, material, tata ruang, dan ornamen berkembang dari pengetahuan lokal dan adaptif terhadap budaya, sosial, dan iklim setempat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kelima masjid tersebut memiliki ciri vernakular, seperti atap limas atau tumpang yang merespons iklim tropis, penggunaan material lokal seperti kayu dan bata, serta detail sambungan kayu tradisional. Tata ruang terbuka dengan serambi luas mendukung fungsi sosial-keagamaan dan interaksi komunitas. Setiap masjid memiliki konteks unik, Masjid Almukarromah Kampung Bandan berada di sekitar komunitas pelabuhan dengan tradisi maritimnya; Masjid Luar Batang menjadi pusat ziarah yang menarik peziarah dari berbagai daerah; Masjid Angke yang menjadi saksi pengaruh Melayu, Arab, dan Bugis dalam bentuk bangunannya; sedangkan Masjid Al Arif dan Masjid Al Ansor mempertahankan skala kampung dengan suasana sosial yang akrab. Kata kunci: Arsitektur Vernakular, Masjid Tua, Jakarta, Warisan Budaya, Islam Urban   ABSTRACT. Jakarta's historic old mosques are both places of worship and evidence of the development of a multicultural society around the port. This study examines five historic old mosques in Jakarta to explore the traces of vernacular architecture they contain. A qualitative approach using case studies was used to explore how building forms, materials, spatial layouts, and ornaments evolved from local knowledge and adapted to the local culture, society, and climate. The findings of this study indicate that all five mosques share vernacular characteristics, such as pyramidal or overlapping roofs that respond to the tropical climate, the use of local materials such as wood and brick, and traditional wood joinery details. Open layouts with spacious verandas support socio-religious functions and community interaction. Each mosque has a unique context: the Almukarromah Mosque in Kampung Bandan is located around a port community with its maritime traditions; the Luar Batang Mosque serves as a pilgrimage center that attracts pilgrims from various regions; the Angke Mosque bears witness to Malay, Arab, and Bugis influences in its architectural form; while the Al Arif Mosque and Al Ansor Mosque maintain a kampung scale with a friendly social atmosphere.  Keywords: Vernacular Architecture, Old Mosque, Jakarta, Cultural Heritage, Urban Islam
Kajian Konsep Tematik Pada Bangunan Hiburan Studi Kasus Cinderella Castle Haikal Bintang Syahputra; Wafirul Aqli
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 12 (2025): NJMS - Juli 2025
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur tematik berperan penting dalam melestarikan dan mengkomunikasikan nilai-nilai budaya melalui desain bangunan yang simbolis dan bermakna. Cinderella Castle di Disneyland Tokyo menjadi contoh penerapan arsitektur tematik yang berhasil, mengintegrasikan tema dongeng Cinderella untuk menciptakan pengalaman ruang yang imersif dan magis. Artikel ini menganalisis penerapan konsep tematik pada kastil ini dengan fokus pada tiga aspek utama: line of inquiry, thematic framework, dan representation. Line of inquiry menunjukkan bahwa kastil ini berfungsi sebagai pusat rekreasi yang tidak hanya menawarkan hiburan tetapi juga menyampaikan nilai moral seperti keberanian dan kerja keras. Thematic framework mengungkapkan penerapan tema yang kuat dengan desain arsitektur megah, serta elemen visual yang mendukung atmosfer dunia dongeng. Representation menunjukkan bagaimana elemen-elemen ikonik, seperti atap meruncing dan jam dinding, merepresentasikan cerita Cinderella secara mendalam. Keseluruhan desain Cinderella Castle menunjukkan keberhasilan integrasi antara estetika visual dan tema yang mengkomunikasikan nilai-nilai moral secara efektif. Keberhasilan kastil ini memperlihatkan bagaimana arsitektur tematik dapat menciptakan pengalaman ruang yang relevan dan memperkuat identitas budaya, baik dalam konteks hiburan maupun pelestarian tradisi.
Pendampingan Perencanaan Perbaikan Gedung Sekolah TK Aisyiyah 22 Jakarta Pusat Dedi Hantono; Wafirul Aqli; Finta Lissimia; Lusi Andriyani; Tri Endangsih
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i2.1495

Abstract

Kondisi fisik bangunan gedung sekolah TK Aisyiyah 22 Jakarta yang sudah tidak layak baik dari segi konstruksi maupun kebutuhan ruang menjadikan pihak sekolah ingin meningkatkan kualitas fisik gedung tersebut. Metode perencanaan yang digunakan adalah teori Snyder & Catanese yang menyebutkan ada 5 (lima) tahapan perancangan yang harus dilakukan, diantaranya: tahap permulaan, tahap persiapan, tahap usulan, tahap evaluasi, dan tahap tindakan. Data yang dikupulkan melalui observasi dan wawancara. Pada akhirnya tim arsitek menemukan bahwa hal yang menjadi prioritas dalam perbaikan gedung sekolah ini adalah perencanaan ruang terbuka bagi anak-anak sekolah untuk bermain sesuai dengan tahap usia mereka.