Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : CHEMISTRY PROGRESS

PENENTUAN DAYA JERAP BENTONIT DAN KESETIMBANGAN ADSORPSI BENTONIT TERHADAP IONCu(II) Sahan, Yusnimar; Despramita, Kiki; Sultana, Yulfiana
CHEMISTRY PROGRESS Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.5.2.2012.773

Abstract

Bentonit alam asal Riau secara kualitas tidak bisa dimanfaatkan sebagai adsorben karena daya jerapnya rendah dibandingkan dengan bentonit komersial. Pada prinsipnya, daya jerap bentonit tersebut akan meningkat jika diaktivasi baik secara fisika maupun kimia. Bentonit yang telah diaktivasi dapat digunakan sebagai penjerap logam berat yang ada dalam cairan. Pada penelitian ini, prosesaktivasi bentonit alamdilakukan dengan cara pemanasan pada suhu 400oC sampai beratnya konstan. Setelah diaktivasi ditentukan daya jerapnya terhadap ion Cu(II). Optimalisasi daya jerap bentonit dilakukan dengan perlakuan kondisi yang berbeda yaitu variasi waktu adsorpsi (20, 40, 60,80, 100, 120, 180 & 240 menit), variasi berat bentonit (0,5, 1,0, 1,5, 2,0 & 2,5 g) dan konsentrasi ion Cu(II) yaitu 20, 40, 60, 80, 100 dan 120 ppm. Berdasarkan data yang diperoleh ditentukan waktu dan model keseimbangan adsorpsi. Pada penelitian ini diperoleh daya jerap bentonit yang diaktivasi paling maksimal adalah 32,75 mg Cu(II)/g bentonit pada kondisi perlakuan berat bentonit 2,5 g, waktu adsorpsi 180 menit dan konsentrasi ion Cu(II) 60 ppm. Pada kondisi tersebut bentonit menyebabkan kadar ion Cu(II) dalam cairan turun dari 60 ppm menjadi 32,75 ppm, penurunannya sekitar 54,58%. Sedangkan daya jerap bentonit pada waktu adsorpsi 240 menit lebih rendah dibandingkan dengan daya jerapnya pada waktu adsorpsi 180 menit. Keseimbangan adsorpsi ion Cu(II) oleh bentonit tercapai pada waktu 180 menit, dan model kesetimbangan adsorpsinya sesuai dengan Isotherm Langmuir, artinya adsorpsi ion Cu(II) oleh bentonit terjadi secara kimia yaitu mungkin terjadi reaksi pertukaran ion dengan panas reaksi 21,038 kcal/mol.oK.Bentonit alam asal Riau secara kualitas tidak bisa dimanfaatkan sebagai adsorben karena daya jerapnya rendah dibandingkan dengan bentonit komersial. Pada prinsipnya, daya jerap bentonit tersebut akan meningkat jika diaktivasi baik secara fisika maupun kimia. Bentonit yang telah diaktivasi dapat digunakan sebagai penjerap logam berat yang ada dalam cairan. Pada penelitian ini, prosesaktivasi bentonit alamdilakukan dengan cara pemanasan pada suhu 400oC sampai beratnya konstan. Setelah diaktivasi ditentukan daya jerapnya terhadap ion Cu(II). Optimalisasi daya jerap bentonit dilakukan dengan perlakuan kondisi yang berbeda yaitu variasi waktu adsorpsi (20, 40, 60,80, 100, 120, 180 & 240 menit), variasi berat bentonit (0,5, 1,0, 1,5, 2,0 & 2,5 g) dan konsentrasi ion Cu(II) yaitu 20, 40, 60, 80, 100 dan 120 ppm. Berdasarkan data yang diperoleh ditentukan waktu dan model keseimbangan adsorpsi. Pada penelitian ini diperoleh daya jerap bentonit yang diaktivasi paling maksimal adalah 32,75 mg Cu(II)/g bentonit pada kondisi perlakuan berat bentonit 2,5 g, waktu adsorpsi 180 menit dan konsentrasi ion Cu(II) 60 ppm. Pada kondisi tersebut bentonit menyebabkan kadar ion Cu(II) dalam cairan turun dari 60 ppm menjadi 32,75 ppm, penurunannya sekitar 54,58%. Sedangkan daya jerap bentonit pada waktu adsorpsi 240 menit lebih rendah dibandingkan dengan daya jerapnya pada waktu adsorpsi 180 menit. Keseimbangan adsorpsi ion Cu(II) oleh bentonit tercapai pada waktu 180 menit, dan model kesetimbangan adsorpsinya sesuai dengan Isotherm Langmuir, artinya adsorpsi ion Cu(II) oleh bentonit terjadi secara kimia yaitu mungkin terjadi reaksi pertukaran ion dengan panas reaksi 21,038 kcal/mol.oK.
Co-Authors , Deviona, , Ahmad Fadli Aisyah Rani Alfarisi, Cory Dian Alhabsy Affif Aman, Azka Amun Amri Andi Muhammad s, Andi Muhammad Annisa Ulhasanah Apriliani, Prapita Aqilla Cahyani Ardiansyah, M. Frendy Armaini, Armaini Arofi, Habib Barata Aditya Prawiranegara Bhaskoro A. Muthohar Chairul Chairul Chairul Chairul, Chairul Darliansyah, Danny Darmiyati, Siti Deby Octavia Deni Afrika Desadria, Renny Desi Heltina Dian Agustin Drastinawati Drastinawati Drastinawati Drastinawati, Drastinawati E, Sutanto E, Yenie Edi Sutanto Edo Prima Arif Edwidya Ocktaviani Armay Eliza, Mutia Emelda, Retta Esti Rahmat Tini Evelyn Evelyn Evelyn EVELYN EVELYN Fadli, Deno Febri Feni Nopriza Fermi, Iwan Fitri Zulva Hasanah Hamsyah Adhari Hasby Herdinasrul Hasibuan, Muhammad Ilham Febrian Mahodum Heliyanti, Sri Heni Sugesti Idral Amri Indrawati . Indriana, Hanifah Intan Fitra Martin, Intan Fitra Irwanda, Juni Isnaini Isnaini J. N. Rahman Juliani Dafis Kamarullah, Rahmat Khafid Ali Mahdi, Khafid Ali Khairat Khairat, Khairat Khamaluddin Aditya Kiki Despramita Komalasari Komalasari Komalasari Komalasari Komalasari Komalasari M. Iwan Fermi Maria Peratenta Sembiring Mashuri Mashuri Mhd Taufik Kurniawan Misrulina Misrulina Muhammad Amri Muhammad Ismet Muhammad Nur Rahim Sjam muhammad rizky, muhammad Mukhlisoh Arifah Mulyadi . Nurul Azizah Nurwijayanti Ohi, Hiroshi P. Ningendah Pebriansyah Putra Putri, Alivia Hardana Quentena, Novi Rahmadahana, Suci Rahmi Adisti Rahmi, Sri Wahdini Ramadona, Aulia Ratna Dian Armalita Restika Rahayu Reza Andreano D Ricson Rinaldi Riski Adi Mulia Rispiandi, Fadli Rizaldi Saputra Rozzana Sri Irianty Run Bunga Dewi Rusma Yanti S, Muhammad Rizki Sasmitra, Dani Sayyidhani, Muhammad Hisna Sherly Fitri Rahmadhani Silvia Reni Yenti siti rahmah Sri Helianty Sri Herlianty Sukiman Hernanda Surya Romadani SYAIFUL BAHRI Syamsu Herman Syelvia Putri Utami Tasman, Annaya Qamara Taufik Kharnofa Utama, Panca Setia Wahyu Rahmadhan Wisrayetti Wisrayetti Wulandari, Siti Rahmi Indri Yelmida Azis Yulfiana Sultana Yulva Gemy Yusra, Arif Zultiniar Zultiniar