Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : prosiding university research colloquium

Korelasi Event Related Potential-Frekuensi Denyut Jantung pada Event Takbir, Sepertiga Bagian Pertama, Tengah dan Akhir dari Sholat pada Pria Dewasa Muda Sehat Yusuf Alam Romadhon; S Sulistyani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.754 KB)

Abstract

Latar belakang: Penelitian sebelumnya mendapatkan kesimpulan bahwa aktivitas sholat dapat menurunkan denyut jantung sebagai penanda keadaan rileks. Belum pernah dikaji korelasi antara aktivitas kognitif sholat dengan berbagai segmen aktivitas sholat dengan variasi denyut jantung. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran tingkat korelasi aktivitas kognitif sholat dengan variasi denyut jantung antar berbagai segmen aktivitas sholat. Metode: Penelitian ini melibatkan 14 orang pria muda sehat memeragakan aktivitas sholat dalam keadaan duduk dan mata terpejam. Diukur dengan metoda EEG kuantitatif dan EKG pada lead I pada momen waktu takbir, sepertiga bagian pertama, tengah, dan akhir. Hasil: Didapatkan korelasi yang secara statistik bermakna pada momen takbir yakni r = -0.616 dan nilai p = 0.019 serta resultan nilai ERP dan HR di semua momen dengan nilai r = -0.401 dan p = 0.002 Kesimpulan: secara umum aktivitas sholat membuat keadaan menjadi rileks dan korelasi signifikan secara statistik berada di momen takbir.
Pengaruh Urutan Kelahiran dan Gender Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Remaja Nadya Dwi Puspitasari; Yusuf Alam Romadhon; Burhannudin Ichsan; S Sulistyani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.324 KB)

Abstract

Gangguan jiwa yang dialami oleh penduduk Indonesia salah satunya yaitu gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan mulai terjadi sejak usia remaja (15-24 tahun), dengan prevalensi 6,2%. Berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2020 melalui website resmi oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) sebanyak 1.552 responden didapatkan 63% responden mengalami cemas. Responden paling banyak adalah perempuan 76,1% dengan usia minimal 14 tahun. Remaja perempuan menunjukkan lebih banyak tekanan psikologis, kecemasan dan depresi dibandingkan anak laki-laki. Selain perbedaan gender pada anak remaja, pola asuh keluarga berdasarkan urutan kelahiran juga dapat menyebakan tingkat kecemasan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah remaja yang tinggal dibeberapa wilayah di Indonesia, yang terjangkau dalam jejaring sosial secara online dengan memenuhi kriteria restriksi dan dilaksanakan mulai November sampai dengan Desember 2020. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah data identitas responden, kuesioner skala L-MMPI, angket penelitian, dan kuesioner DASS-21. Data yang terkumpul akan diolah dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil uji chi square untuk urutan kelahiran didapatkan nilai p = 0,022 dan OR= 2,105 sedangkan hasil untuk gender didapatkan nilai p= 0,397 dan OR=0,702. Hasil uji regresi logistik didapatkan nilai p untuk urutan kelahiran p= 0,017 dan nilai p untuk gender p= 0,373. Nilai R2 sebesar 0,46%. Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh urutan kelahiran terhadap tingkat kecemasan dan tidak ada pengaruh yang bermakna antara gender terhadap tingkat kecemasan.
HUBUNGAN KECEMASAN DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FK UMS MASA PANDEMI COVID-19 Nanda Arum Andyani; Erna Herawati; S Sulistyani; Tri Agustina
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.473 KB)

Abstract

Awal tahun 2020, dunia digemparkan dengan merebaknya virus baru yaitu corona virus jenis baru (SARS-CoV-2). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Republik Indonesia telah melarang perguruan tinggi maupun sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (konvensional). Salah satu dampak akibat sistem pembelajaran daring dimasa pandemi ini adalah kecemasan pada mahasiswa, yang bisa menyebabkan terjadinya penurunan prestasi. Semakin tinggi kecemasan, maka semakin rendah motivasi belajar dan sebaliknya semakin rendah kecemasan maka semakin tinggi motivasi belajar. Untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dan motivasi belajar dengan tingkat prestasi belajar mahasiswa fakultas kedokteran UMS. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan dilakukan pada bulan Desember 2020 di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Besar subjek penelitian adalah 61 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data tingkat kecemasan menggunakan kuesioner DASS-42, pengambilan data motivasi belajar menggunakan kuesioner Hamzah B Uno dan data tingkat prestasi menggunakan nilai ujian blok neurologi mahasiswa semester 5 2020/2021 FK UMS. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Tingkat kecemasan mempunyai nilai p= 0,003 dan nilai OR= 17,024. Motivasi belajar mempunyai nilai p= 0,001 dan nilai OR= 24,187. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar.
Hubungan Konsumsi Kopi Dengan Kualitas dan Kuantitas Tidur Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta Oktaberika Putri Indah Yasinta; Sulistyani Sulistyani; Anika Candrasari; Retno Sintowati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.724 KB)

Abstract

idur merupakan kebutuhan yang sangat penting untukmenjaga kesehatan fisik dan mental. Siklus tidur sendiri terdiri darifase NREM (Non-Rapid Eye Movement) dan REM (Rapid EyeMovement). Pada tidur terdapat dua faktor yang harus kitaperhatikan, yaitu kualitas dan kuantitas tidur. Faktor yang dapatmempengaruhi kualitas dan kuantitas tidur diantaranya yaitupengaruh penggunaan kafein dan substansia simultan lainnya.Kandungan kafein pada kopi dipercaya dapat mempengaruhi kinerjadan keadaan mental. Jika terdapat gangguan pada kualitas dankuantitas tidur bisa berdampak pada aktivitas seseorang. Kuantitasdan kualitas tidur seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktorseperti usia, aktifitas fisik, psikologis, dan lain-lain. Gangguan tidurjuga dapat mengganggu sistem kardiovaskular, endokrin, imun, dansistem saraf. Durasi tidur <7 jam dapat meningkatkan faktor-faktorrisiko. Populasi yang berisiko mengalami gangguan kualitas dankuantitas tidur adalah para mahasiswa terutama mahasiswakedokteran karena harus belajar dengan materi yang cukup banyak.Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsumsikopi dengan kualitas dan kuantitas tidur pada mahasiswa FK UMS.Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study.Subjek penelitian adalah 234 responden yang diambil dengan teknikpurposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesionergoogle form. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasilpenelitian ini didapatkan tidak terdapat hubungan antara konsumsikopi dengan kualitas tidur dengan nilai p 0.659 (p>0.05) dan tidakterdapat hubungan antara konsumsi kopi dengan kuantitas tidurdengan nilai p 0.290 (p>0.05). Penelitian ini didapatkan kesimpulanbahwa tidak terdapat hubungan antara konsumsi kopi baik dengankualitas tidur maupun dengan kuantitas tidur pada mahasiswakedokteran.
Tatalaksana Pemberian Nutrisi pada Bayi Prematur untuk Mencapai Tumbuh Kembang yang Optimal Anita Arum Wijayatri; Sulistyani Sulistyani; Tri Agustina; hinta Riana Setiawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.509 KB)

Abstract

Latar belakang: Bayi prematur adalah bayi yang lahir dengan usiakehamilan kurang dari 37 minggu. Sebagian besar bayi prematuradalah BBLR sehingga dibutuhkan nutrisi yang adekuat untuktumbuh kejar agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.Pada tahun 2013 kasus BBLR di Indonesia berada pada angka 5.7dari angka 10.0, hasil ini meningkat pada tahun 2018 yang beradapada angka 6.2 dari angka 10.0. Pemberian nutrisi yang adekuatpada bayi prematur BBLR memegang peranan penting. Pemberiannutrisi diharapkan dapat membuat bayi prematur mencapai tumbuhkembang seperti bayi yang lahir dengan cukup bulan, serta kelakmemiliki kualitas hidup baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untukmengetahui tatalaksana pemberian nutrisi pada bayi prematur untukmencapai tumbuh kembang yang optimal. Metode: Penelitian inimenggunakan metode studi literature review. Hasil pencarianmenggunakan e-database PubMed dan Science Direct antara tahun2015 sampai 2020. Hasil: Pada pencarian artikel ditemukan 16.441artikel kemudian peneliti melakukan skrining sesuai dengan kriteriainklusi dan eksklusi, didapatkan 7 artikel yang akan di reviewKesimpulan: Pemberian nutrisi pada bayi prematur dilakukandengan dua cara yaitu pemberian nutrisi parenteral dan enteral.Ketika kondisi bayi belum stabil maka bayi terlebih dahulu diberikannutrisi parenteral secara intravena dan apabila kondisi bayi sudahstabil maka diberikan nutrisi enteral secara bertahap.
Hubungan Antara Risiko Kardiovaskuler dengan Fungsi Kognitif pada Lansia di Kartasura Sulistyani Sulistyani; Yusuf Alam Romadhon
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.527 KB)

Abstract

Cardiovascular disease is still a major public health problem. The Indonesian population is an aging population, and the number of dementia cases is increasing. A good understanding of the correlation between the risk of cardiovascular disease and dementia will increase the accuracy in the long-term prevention of dementia in the community. This study was intended to examine the correlation between cardiovascular risk and early signs of dementia. 89 elderly integrated health center participants were voluntarily involved in this study. This research is a cross-sectional design. Respondents were measured for cardiovascular risk, using the Jakarta Cardiovascular Score (SKJ) and measuring cognitive function using the Mini-Mental State Examination (MMSE). Statistical analysis using correlation and mean difference. There is a negative correlation between the Jakarta Cardiovascular Score and the MMSE score (r=-0.311; p=0.003). In the analysis of mean differences, it was found that there was a significant difference between mild, moderate, and high cardiovascular risk in cognitive decline (MMSE score) respectively, the MMSE mean [27.29; SD=3.51], [25.55; SD=5.42], and [24.82; SD=4.51]; with p-value = 0.010. There is an inverse correlation between cardiovascular risk and cognitive function, statistically significant
The Effect of Sleep Quality on Blood Pressure: Literature Review Arif Setiawan; S Sulistyani; Erna Herawati; Sri Wahyu Basuki
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.016 KB)

Abstract

Background : Hypertension generally affects adults to the elderly. In many countries, the diagnosis of hypertension is made at a systolic blood pressure (SBP) of at least 140 mmHg, and a diastolic blood pressure of at least 90 mmHg. Several studies have reported correlations between sleep duration and chronic conditions, including type 2 diabetes, obesity, atherosclerosis, and high blood pressure. Purpose : Knowing the effect of sleep quality on blood pressure. Method : This Research is a literature review type. Literature review data was collected by browsing published article on pubmed, science direct, and google scholar databases. Result : Search results obtained (1297) from Pubmed database, (980) articles from Google Scholar, (1001) from Science Direct articles. Most (11/12) studies show that sleep quality and sleep duration have an effect on systolic blood pressure. Conclusion : Poor sleep quality and sleep duration of less than 7 hours, especially less than 5 hours are at risk of increasing the incidence of hypertension.
Neurogenic Bladder Management in Spinal Medula Trauma: A Literature Review Aditya Nur Rahman; Iwan Setiawan; Dodik Nursanto; S Sulistyani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.521 KB)

Abstract

Background : Neurogenic bladder is a condition in which the urinary sphincter is unable to increase or decrease its pressure in response to pressure on the bladder. This occurs due to damage to the central, peripheral, or autonomic nervous systems. Neurogenic bladder in spinal cord trauma patients is a condition that can pose a significant risk to the patient. Many medical and intervention approaches are available today. The goals of treatment for neurogenic bladder are to stop urine leakage due to overactivity of the detrusor muscle during bladder filling, to reduce intravesical pressure and vesicoureteral reflux, and to treat and prevent complications such as urinary tract infections. Purpose : Knowing the various neurogenic bladder management in spinal cord trauma patients. Method : This research is a literature review type. Literature review data was collected by browsing published articles on Pub Med, Science Direct, and Google Scholar databases. Outcome : There were 3 articles discussing the use of Clean Intermitten Catheterization (CIC), 4 articles discussing electrical stimulation, and 2 articles discussing Botox. Electrical stimulation can increase bladder capacity and suppress detrusor activity. The use of CIC makes it easier for the patient to submit urine. Botox will inhibit involuntary detrusor contractions. Conclusion : There are various treatments for neurogenic bladder in spinal cord trauma patients, such as the use of intermitten catheters, Botox injections, and electrical stimulation.
Analysis of The Relationship of Physical Activity Level to The Dementia: Literature Review Arum Setya Pertiwi; S Sulistyani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.296 KB)

Abstract

Background: dementia is a medical condition where there is a decrease in a person's cognitive abilities compared to the previous few months or years. People with dementia experience various types of cognitive difficulties, such as memory, language, attention, orientation, judgment, and planning. Increasing age substantially increases the risk of developing dementia. Apart from age, there are also lifestyle factors that can reduce or increase a person's risk of developing dementia. Approximately 35% of dementia is caused by a combination of 9 risk factors: low education level, hypertension, obesity, hearing loss, depression, diabetes, smoking, social isolation, and low physical activity. Objective: To determine the relationship between the level of physical activity and the incidence of dementia. Methods: This study was written as a literature review with a narrative analysis method using databases including Google Scholar, Pubmed, Science Direct. Data search was done using the keyword “Activity Daily Living” OR “Living Daily Activity” OR “Physical Activity” AND “Dementia” OR “Alzheimer Disease”. Results: At the article collection stage, 1.290 titles were obtained from 3 search engines. After screening, the authors found 15 articles that discussed the relationship between levels of physical activity and the incidence of dementia. The authors obtained 5 studies using non-dementia subjects and 10 studies using dementia subjects. Research with non-dementia subjects (before patients develop dementia) shows that physical activity can reduce the risk of dementia. Physical activity training and ADL (Activity Daily Living) in patients with MCI and dementia can increase ADL independence, balance, cognitive function, reduce sleep disorders and depression. Conclusion: there is a relationship between the level of physical activity with the incidence of dementia. High levels of physical activity can reduce the risk of developing dementia in the elderly.
Anticoagulant Complications in Coronavirus Disease (Covid-19) Patients: Literature Review Siti Zulfatul Afifah; S Sulistyani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.768 KB)

Abstract

The most common thrombotic complication in severe COVID-19 patients is venous thromboembolism, following the events of venous and arterial thrombosis are deep vein thrombosis, pulmonary embolism, ischemic stroke, myocardial infarction, and systemic arterial embolism. Patients with COVID-19 often have a thrombosis incidence of 31%. Anticoagulation is a therapy to treat thrombosis as a complication of COVID-19. Administration of anticoagulants causes several complications, including bleeding that can cause death. Objective: to determine the complications of anticoagulation in patients with coronavirus disease (COVID-19). Methods: This research was written as a variety of literature with a narrative database analysis method which includes Google Scholar, Pubmed, Research Gate. Results: At the article collection stage, 1,586 titles were obtained from 3 search engines. After screening, the authors found 20 articles discussing anticoagulant complications in patients with coronavirus disease (covid-19). From the data obtained, it can be concluded that most studies show that the use of anticoagulants in COVID-19 patients has minor, major bleeding to death.