Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Creative Information Technology Journal

Model E-Readiness Untuk Pengukuran Kesiapan Pengelolaan Aduan E-Lapor DIY Dwi Lestari; Wing Wahyu Winarno; Mei P Kurniawan
Creative Information Technology Journal Vol 7, No 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2020v7i2.249

Abstract

Pemanfaatan TIK secara efektif dan efisien telah digunakan untuk meningkatkan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Pemerintah Daerah DIY telah mengembangkan aplikasi aduan E-Lapor sejak 2018, akan tetapi pengelolaanya aduan yang masuk belum terespon tepat waktu sesuai dengan SOP E-Lapor DIY dimana aduan yang masuk harus direspon paling lambat 5 hari kerja. Sehingga untuk mengetahui hambatan dan kendala dalam pengelolaan E-Lapor DIY diperlukan pengukuran kesiapan faktor-faktor dalam pengelolaan E-Lapor DIY. Suksesnya pengelolaan E-lapor DIY bukan hanya dipengaruhi oleh faktor infrastruktur TIK saja, akan tetapi faktor yang turut mempengaruhi tingkat kesiapan. Telah dikembangkan pada tingkat negara tertentu beberapa model e-readiness yang mengidentifikasi dari faktor-faktor perspektif makro. Sebelum melakukan pengukuran e-readiness terdapat hal yang krusial yang perlu dilakukan yaitu dengan pemilihan model e-readiness yang tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan membandingkan beberapa model e-readiness yang telah popular dan sudah sering diadopsi dalam penelitian di Indonesi. Penelitian ini akan menghasilkan sebuah rekomendasi model e-readiness Mutula Brakel yang paling sesuai untuk pengukuran kesiapan dalam pengelolaan aduan melalui aplikasi E-lapor DIY.Kata Kunci— e-lapor, e-readiness, tik, mutula dan brakel Effective and efficient use of ICT has been used to improve public services provided by the Government. The Regional Government of DIY has developed the E-Lapor complaint application since 2018, but the management of complaints that come in yet responded on time in accordance with the E-Lapor DIY procedure where the incoming complaint must be responded to no later than 5 working days. Efforts to determine the obstacles in managing E-Lapor DIY are needed to measure the readiness of the factors in managing E-Lapor DIY. The success of E-Lapor DIY management is not only influenced by ICT infrastructure factors, but also factors that influence the level of readiness. There are several e-readiness models that have been developed by identifying factors from a macro perspective at a particular country level. The selection of the right e-readiness model is an important thing that needs to be done, before measuring e-readiness. This research will compare several popular e-readiness models and are often adopted in research in Indonesia with a literature study approach. This study produces recommendations for the Mutula Brakel e-readiness model that is suitable for measuring readiness in complaint management through the E-Lapor DIY application. Keywords— e-lapor, e-readiness, ICT, mutula dan brakel
Penerapan Metode UEQ dan Cooperative Evaluation untuk Mengevaluasi User Experience Lapor Bantul Sewindu Putro; Kusrini Kusrini; Mei Parwanto Kurniawan
Creative Information Technology Journal Vol 6, No 1 (2019): Januari - Juni
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.167 KB) | DOI: 10.24076/citec.2019v6i1.242

Abstract

Lapor Bantul adalah sebuah aplikasi yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Bantul yang berfungsi untuk menangani segala permasalahan dan keluhan-keluhan di sekitar kabupaten Bantul. Berdasarkan seluruh data review dan rating dari pengguna Lapor Bantul yang sudah di dikumpulkan dan kemudian diklasifikasikan antara review positif dan negatif, mayoritas review yang diberikan pengguna berisi ungkapan kekecewaan dan keluhan terhadap aplikasi tersebut. Dalam penelitian ini metode yang akan digunakan adalah User Experience Questionnaire (UEQ) dengan menggunakan 6 skala pengukuran pengalaman pengguna dan metode evaluasi kooperatif untuk menentukan masalah yang dihadapi oleh pengguna saat menggunakan aplikasi Lapor Bantul. Tujuan evaluasi ini adalah mengukur pengalaman pengguna dan hasil rekomendasi user experience yang digunakan untuk membangun prototipe. Hasil pengukuran pengalaman pengguna aplikasi Lapor Bantul mengalami peningkatan dalam setiap skala kuesioner pengalaman pengguna, termasuk daya tarik dengan peningkatan 0,89, perspektif 1,23, efisiensi 0,63, keandalan 0,81, stimulasi 0,74 dan kebaruan 0,78. Kemudian, di benchmark UEQ perbandingan desain sebelum dievaluasi dan sesudah dievluasi juga mengalami peningkatan pengalaman pengguna, yang sebelumnya kategorikan dalam kategori below average (di bawah rata-rata) menjadi good (baik). Kata Kunci — Lapor Bantul, User Experience, User Interface, UEQ, Cooperative Evaluation Lapor Bantul is an application made by the district government of Bantul which functions to handle all problems and complaints around Bantul district. Based on all the reviewand rating data from Lapor Bantul users that has been collected and then classified between positive and negative reviews, the majority of reviews given by users contain expressions of disappointment and complaints about the application. In this study the method to be used is User Experience Questionnaire (UEQ) using 6 scales of user experience measurement and cooperative evaluation methods to determine the problems faced by users when using the application to Lapor Bantul. The purpose of this evaluation is to measure user experience and the user experience recommendations used to build prototypes. The results of measuring user experience in the Lapor Bantul experienced an increase in each scale of the user experience questionnaire, including attraction with an increase of 0.89, perspective 1.23, efficiency 0.63, reliability 0.81, stimulation 0.74 and novelty 0.78. Then, in the UEQ benchmark the comparison of designs before being evaluated and after being evaluated also experienced an increase in user experience, which previously categorized the below average category to be good. Keywords — Lapor Bantul, User Experience, User Interface, UEQ, Cooperative Evaluation
Tinjauan Literatur Sistematik tentang Deteksi Covid-19 menggunakan Convolutional Neural Networks Buyut Khoirul Umri; Ema Utami; Mei P Kurniawan
Creative Information Technology Journal Vol 8, No 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2021v8i1.261

Abstract

Covid-19 menyerang sel-sel epitel yang melapisi saluran pernapasan sehingga dalam kasus ini dapat memanfaatkan gambar x-ray dada untuk menganalisis kesehatan paru-paru pada pasien. Menggunakan x-ray dalam bidang medis merupakan metode yang lebih cepat, lebih mudah dan tidak berbahaya yang dapat dimanfaatkan pada banyak hal. Salah satu metode yang paling sering digunakan dalam klasifikasi gambar adalah convolutional neural networks (CNN). CNN merupahan jenis neural network yang sering digunakan dalam data gambar dan sering digunakan dalam mendeteksi dan mengenali object pada sebuah gambar. Model arsitektur pada metode CNN juga dapat dikembangkan dengan transfer learning yang merupakan proses menggunakan kembali model pre-trained yang dilatih pada dataset besar, biasanya pada tugas klasifikasi gambar berskala besar. Tinjauan literature review ini digunakan untuk menganalisis penggunaan transfer learning pada CNN sebagai metode yang dapat digunakan untuk mendeteksi covid-19 pada gambar x-ray dada. Hasil sistematis review menunjukkan bahwa algoritma CNN dapat digunakan dengan akruasi yang baik dalam mendeteksi covid-19 pada gambar x-ray dada dan dengan pengembangan model transfer learning mampu mendapatkan performa yang maksimal dengan dataset yang besar maupun kecil.Kata Kunci—CNN, transfer learning, deteksi, covid-19Covid-19 attacks the epithelial cells lining the respiratory tract so that in this case it can utilize chest x-ray images to analyze the health of the lungs in patients. Using x-rays in the medical field is a faster, easier and harmless method that can be utilized in many ways. One of the most frequently used methods in image classification is convolutional neural networks (CNN). CNN is a type of neural network that is often used in image data and is often used in detecting and recognizing objects in an image. The architectural model in the CNN method can also be developed with transfer learning which is the process of reusing pre-trained models that are trained on large datasets, usually on the task of classifying large-scale images. This literature review review is used to analyze the use of transfer learning on CNN as a method that can be used to detect covid-19 on chest x-ray images. The systematic review results show that the CNN algorithm can be used with good accuracy in detecting covid-19 on chest x-ray images and by developing transfer learning models able to get maximum performance with large and small datasets.Keywords—CNN, transfer learning, detection, covid-19