Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Fungsi dan Makna Simbolis Tari Toga di Kerajaan Siguntur Pulau Punjung Sumatera Barat Irdawati Irdawati
PANGGUNG Vol 30, No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2864.232 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v30i4.1371

Abstract

Tari Toga awalnya hanya berfungsi sebagai pertunjukan estetis oleh dayang-dayang untukraja, kemudian pada periode-periode berikutnya mengalami perubahan. Perubahan fungsitersebut dapat disaksikan pada upacara penobatan raja, penyambutan tamu-tamu kerajaan,pengangkatan penghulu, dan pesta perkawinan. Untuk dapat ditampilkan diwajibkan bagipihak penyelenggara memenuhi persyaratan-persyaratan berupa penyembelihan seekorkerbau dan penataan ruang pertunjukan persis sama seperti pertunjukan di istana KerajaanSiguntur. Secara umum, gerak tari Toga merupakan simbol-simbol yang diangkat dari aktivitasmasyarakat. Pertama, simbol yang berhubungan dengan pertanian terdapat pada gerak timalayo,ngirai, lambai, dan buang. Kedua, simbol yang berhubungan dengan sungai terdapat pada gerakayun duduak, tagak dan tak kutindam. Ketiga, simbol yang berhubungan dengan interaksi sosialterdapat pada gerak sambah pambuka, sambah panutuik, mupakaiak, dan ayun duduak. Tujuanpenulisan ini untuk mengungkap fungsi dan makna simbolis tari Toga. Metode penelitianyang digunakan metode penelitian kualitatif. Selanjutnya, tulisan ini nantinya menghasilkanpengkajian tentang fungsi dan makna simbolis tari Toga.Kata Kunci: Tari Toga, Kerajaan Siguntur, Simbol
EVALUASI ANGGARAN APBD SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN KONAWE TAHUN ANGGARAN 2016 Irdawati Irdawati
Jurnal Akrab Juara Vol 3 No 3 (2018)
Publisher : Yayasan Akrab Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is intended to determine the results of the SKPD budget assessment at Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) of the Konawe District Budget Year 2016. Data are collected through interviews and documentation. Data received from the Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Konawe district. The method of analysis used is a method of qualitative desktop function by collecting research data obtained from a research object and other literature. The results of this study show the planning of the appointment and Goals that serve as a guide in BAPPEDA Renstra, where in the Operations Planning many activities which is omitted, if the Rencana Anggaran Satuan Kerja (RASK) does not all can be implemented in accordance with the proposal and the definition of the budget. Availability budget reduction for the whole amount of the budget. Key Word : evaluation of the budget, work unit, regional apparatus, Konawe district.
Tari Manyakok, Tari Turun Mandi, dan Tari Podang Perisai sebagai Ekspresi Budaya Masyarakat Melayu Riau Irdawati Irdawati
PANGGUNG Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Estet
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.213 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v26i4.213

Abstract

ABSTRAKTulisan ini merupakan hasil penelitian tentang nilai-nilai budaya masyarakat Melayu melalui tiga tari tradisional di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Tiga bentuk tari tradisional tersebut adalah  Tari Manyakok, Tari Turun Mandi dan Tari Podang Perisai. Ketiga tari tradisional hidup dan berkembang dilatar belakangi oleh budaya masyarakat setempat. Tari Manyakok merupakan cerminan budaya menangkap ikan yang memiliki simbol-simbol berkaitan dengan budaya masyarakatnya. Tari Turun mandi merupakan tarian ritual yang berhubungan dengan kelahiran seorang anak, dan tari Podang Perisai merupakan simbol kepahlawanan dalam mempertahankan daerah dari serangan musuh. Kata Kunci: Tari Manyakok, Tari Turun Mandi, Tari Podang Parisai, Budaya Melayu, Kuantan Sengingi ABSTRACTThis paper is describing the research about the value of culture of Malayan people through three different dance in Kuantan Singingi Regency of Riau Province. These dance are Manyakok Dance, Turun Mandi Dance, and Podang Perisai Dance. From these results, the conclusion is these form of dance are growing and spread, based on their own culture. Manyakok Dance reflect the tradition of fishing, and have the symbol that related with the culture. Turun Mandi Dance is a ritual dance that related with the birth of a child, and Podang Perisai Dance is a symbol of patriotizm in defending the region from the attack of enemy. Keywords : Dance Mangoyak,Dance Turun Mandi, Dance Podang Parisai, Malay Culture, Kuantan Sengingi
PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL MIKRO TERHADAP CAPITAL ADEQUACY RATIO Irdawati Irdawati; Ansir Ansir; Sinarwati Sinarwati
Jurnal Manajemen, Bisnis dan Organisasi (JUMBO) Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Jumbo Vol 2 No 3
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.521 KB) | DOI: 10.33772/jumbo.v2i3.7993

Abstract

This study aims to determine the effect of the micro fundamentals of financial ratios, namely profitability which is proxied by Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), and Net Interst Margin (NIM), Efficiency proxied by Operational Efficiency (BOPO) Asset Quality proxied by Non-Performing Loans (NPL), and Liquidity proxied by the Loan to Deposit Ratio (LDR) to the Capital Adequacy Ratio (CAR) of Commercial banks listed on the Indonesia Stock Exchange. The period of observation in this study is 5 years, starting from 2011 to 2015.  The population used in this study amounted to 43 banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2011-2015. The sample selection technique uses purposive sampling method, and 17 banking companies are used as samples. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. Processing data using Eviews 7  Based on the results of data analysis, partially ROA, ROE, NIM have an effect on and significant on CAR, BOPO, NPL, and LDR ratios that have no effect on CAR. Based on the ANOVA test, it is known that the F statistic is 9,061 with a significance of 0,000. Adjusted R-Square value is 0.371, this means that the ability of the independent variable in explaining the variation of the dependent variable is 37.1%, while the rest is explained by other variables outside the research model. Keywords: CAR, ROA, ROE, NIM, BOPO, NPL, & LDR 
PKM Pemanfaatan Digital Marketing dalam meningkatkan penjualan Produk UMKM di Kelurahan Maradekayya Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar Andi Sawe Riesso; Amraeni Amraeni; Nurlaela Nurlaela; Irdawati Irdawati; Kherayani Nur
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2024): Januari: Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v2i1.961

Abstract

The Bontosandara environment is a village that produces many types of MSME products based on initial observations found that partners still carry out marketing activities with a manual system in selling their products, this is because it is not that partners reject digital marketing but they do not understand how to use digital marketing. Therefore, Community Service activities aim to invite and socialize the use of digital marketing in increasing MSME Sales. The method of implementing PKM by providing training, mentoring by using their respective Android HP Media, then installing several applications that support the sales process of their MSME Products later, so that partners better understand the use of digital marketing conducted discussion and question and answer sessions. The results achieved show success seen from the way partners use and utilize digital marketing, through their respective anroid cellphones the conclusion of this activity provides knowledge to partners can innovate and be creative in entrepreneurship through digital marketing in increasing sales of MSME products independently.
Tari Manyakok, Tari Turun Mandi, dan Tari Podang Perisai sebagai Ekspresi Budaya Masyarakat Melayu Riau Irdawati Irdawati
PANGGUNG Vol 26 No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Esteti
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v26i4.213

Abstract

ABSTRAKTulisan ini merupakan hasil penelitian tentang nilai-nilai budaya masyarakat Melayu melalui tiga tari tradisional di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Tiga bentuk tari tradisional tersebut adalah  Tari Manyakok, Tari Turun Mandi dan Tari Podang Perisai. Ketiga tari tradisional hidup dan berkembang dilatar belakangi oleh budaya masyarakat setempat. Tari Manyakok merupakan cerminan budaya menangkap ikan yang memiliki simbol-simbol berkaitan dengan budaya masyarakatnya. Tari Turun mandi merupakan tarian ritual yang berhubungan dengan kelahiran seorang anak, dan tari Podang Perisai merupakan simbol kepahlawanan dalam mempertahankan daerah dari serangan musuh. Kata Kunci: Tari Manyakok, Tari Turun Mandi, Tari Podang Parisai, Budaya Melayu, Kuantan Sengingi ABSTRACTThis paper is describing the research about the value of culture of Malayan people through three different dance in Kuantan Singingi Regency of Riau Province. These dance are Manyakok Dance, Turun Mandi Dance, and Podang Perisai Dance. From these results, the conclusion is these form of dance are growing and spread, based on their own culture. Manyakok Dance reflect the tradition of fishing, and have the symbol that related with the culture. Turun Mandi Dance is a ritual dance that related with the birth of a child, and Podang Perisai Dance is a symbol of patriotizm in defending the region from the attack of enemy. Keywords : Dance Mangoyak,Dance Turun Mandi, Dance Podang Parisai, Malay Culture, Kuantan Sengingi
Fungsi dan Makna Simbolis Tari Toga di Kerajaan Siguntur Pulau Punjung Sumatera Barat Irdawati Irdawati
PANGGUNG Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i4.1371

Abstract

Tari Toga awalnya hanya berfungsi sebagai pertunjukan estetis oleh dayang-dayang untukraja, kemudian pada periode-periode berikutnya mengalami perubahan. Perubahan fungsitersebut dapat disaksikan pada upacara penobatan raja, penyambutan tamu-tamu kerajaan,pengangkatan penghulu, dan pesta perkawinan. Untuk dapat ditampilkan diwajibkan bagipihak penyelenggara memenuhi persyaratan-persyaratan berupa penyembelihan seekorkerbau dan penataan ruang pertunjukan persis sama seperti pertunjukan di istana KerajaanSiguntur. Secara umum, gerak tari Toga merupakan simbol-simbol yang diangkat dari aktivitasmasyarakat. Pertama, simbol yang berhubungan dengan pertanian terdapat pada gerak timalayo,ngirai, lambai, dan buang. Kedua, simbol yang berhubungan dengan sungai terdapat pada gerakayun duduak, tagak dan tak kutindam. Ketiga, simbol yang berhubungan dengan interaksi sosialterdapat pada gerak sambah pambuka, sambah panutuik, mupakaiak, dan ayun duduak. Tujuanpenulisan ini untuk mengungkap fungsi dan makna simbolis tari Toga. Metode penelitianyang digunakan metode penelitian kualitatif. Selanjutnya, tulisan ini nantinya menghasilkanpengkajian tentang fungsi dan makna simbolis tari Toga.Kata Kunci: Tari Toga, Kerajaan Siguntur, Simbol
Pengaruh Self Efficacy dan Locus Of Control terhadap Kinerja Karyawan Perbankan Heriswanto, Heriswanto; Asma Nur Islami; Irham Natsir; Fitria Fitria; Irdawati Irdawati
Al-Buhuts Vol. 20 No. 2 (2024): Al-Buhuts
Publisher : Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ab.v20i2.6196

Abstract

. This study aims to determine and analyze the Influence of Self Efficacy and Locus of Control on Employee Performance of PD. BPR Bahteramas Konawe partially and simultaneously. This study uses a quantitative descriptive associative research method, with independent variables of Self Efficacy and Locus of Control. While the dependent variable is Employee Performance. The number of samples obtained was 31 respondents of PD. BPR Bahteramas Konawe employees. The data used is primary data with a research instrument in the form of a questionnaire. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis using SPSS Version 23. The results of the study stated that simultaneously the variables Self Efficacy and Locus of Control have a significant effect on employee performance of PD. BPR Bahteramas Konawe. While partially the variable Self Efficacy has no significant effect on Employee Performance and the variable Locus of Control has a significant effect on employee performance of PD. BPR Bahteramas Konawe. The implications of the research results are expected to contribute to improving company and organizational performance.
Peran Teknologi dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Guru Sekolah Dasar Irdawati Irdawati; Alfroki Marta
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Teknologi dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penelitian ini adalah merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Cara menganalisis data dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah bahwa guru-guru di SD N 05 Padang Tarok sudah menggunakan teknologi dalam pembelajaran, seperti menampilkan gambar, film, dan yang l;ainnya dengan menggunakan proyektor.