Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The emergent role of artificial intelligence in Mathematics education: Examining students’ acceptance and perception Nursanti, Yuli Bangun; Sujadi, Imam; Kurniawati, Ira; Andriatna, Riki; Wulandari, Arum Nur
Journal of Educational Management and Instruction (JEMIN) Vol. 5 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/jemin.v5i2.11242

Abstract

Artificial intelligence (AI) is increasingly being integrated into education, offering new opportunities for enhancing learning, especially in challenging subjects like mathematics. However, there is limited research on how students perceive and accept AI in mathematics education, particularly in the context of Indonesian higher education. This study aims to explore mathematics education students’ acceptance and perceptions of AI tools in enhancing their learning experience. Using a sequential explanatory mixed-methods design, the study employed a Technology Acceptance Model (TAM) questionnaire for quantitative data and in-depth semi-structured interviews to gather qualitative insights. The participants were 389 mathematic students from several universities in Surakarta municipality, Indonesia based on non-probability sampling technique through sampling quota. The results show that students generally perceive AI as useful and easy to use, with high scores for Perceived Usefulness (PU) and Perceived Ease of Use (PEU). AI was appreciated for its ability to provide personalized learning, immediate feedback, and flexibility. However, students' Behavioral Intention to Use (BIU) AI was lower, indicating hesitation toward integrating AI regularly into their learning routines. The findings highlight that while AI has the potential to enhance learning, students still value traditional face-to-face interactions with instructors and are concerned about over-reliance on technology. The study contributes to theoretical framework that AI tools should complement, not replace, traditional teaching methods. Practically, the integration of AI in education should be gradual, with adequate support for both students and instructors. Future research should explore long-term adoption and investigate the role of educational policies in supporting AI integration.
Student Error in Grade X on the Concept of Trigonometry Using a Hermeneutic Phenomenological Study Syifa, Alifia Qolbiyatus; Kurniawati, Ira
Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 16 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v16i2.333

Abstract

Trigonometric Comparison is an E-phase mathematics material of class X geometry elements in the Merdeka Curriculum. This study aims to identify students' difficulties and learning obstacles in understanding the material. This research employs a qualitative study design using a hermeneutic phenomenological approach, focusing on grade X students and their math teacher as subjects. Data were collected through written tests (TKR), documentation, and interviews. Then it was analyzed using Ricoeur's stages. The research sample was selected purposively based on the meaning category of students' answers to TKR questions, which were grouped into four categories. The results indicated that students had difficulty in choosing the right trigonometric ratio and understanding the context of applied problems. Furthermore, the findings reveal three categories of learning obstacles as proposed by Brousseau, which students encounter: ontogenic obstacles of a psychological nature, indicated by students' low interest and motivation in learning; instrumental obstacles, reflected in the imbalance between students' use of concept images and concept definitions; and conceptual obstacles, due to students' lack of mastery of prerequisite knowledge. In addition, epistemological obstacles were identified, as evidenced by students' difficulties in solving problems presented in various forms, and didactical obstacles, as demonstrated by the teachers' rapid and superficial delivery of the material. These findings suggest that students' learning obstacles are interconnected between internal factors (within the students) and external factors.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN PEMOGRAMAN DASAR MENGGUNAKAN ADOBE CAPTIVATE DI SMK NEGERI 2 SURABAYA Kurniawati, Ira
IT-Edu : Jurnal Information Technology and Education Vol. 5 No. 1 (2020): Volume 05 No 1 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/it-edu.v5i1.35602

Abstract

Pendidikan merupakan usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak yang bertujuan untuk pendewasaan anak atau membantu anak agar melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Berdasarkan dari hasil observasi yang dilakukan di SMK Negeri 2 Surabaya merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan yang masih menggunakan metode pembelajaran konvensional. Peneliti bertujuan untuk: (1) untuk menghasilkan media pembelajaran berbantuan software Adobe Captivate yang valid, (2) untuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran berbantuan software Adobe Captivate lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran Adobe Captivate. Metode penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D). Instrumen penelitian validasi menggunakan 5 validator dengan sesuai ahli bidang masing-masing. Validasi media menggunakan lembar validasi angket media untuk mengetahui media tersebut valid atau tidak. Validasi soal posttest menggunakan lembar validasi soal pilihan ganda untuk mengetahui hasil belajar siswa. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa: (1) validasi media pembelajaran berbantuan Adobe Captivate yang telah diteliti mendapatkan skor dari validator sebesar 87.11% yang termasuk dalam kategori sangat valid. (2) hasil belajar siswa yang telah diteliti dapat diketahui kelas kontrol (tidak menggunakan media pembelajaran Adobe Captivate) mendapatkan rata-rata 49.21 dan kelas eksperimen (menggunakan media pembelajaran Adobe Captivate) mendapatkan rata-rata 68.25. Bahwa dapat disimpulkan hasil belajar siswa menggunakan media pembelajaran Adobe Captivate lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran Adobe Captivate.
Transformasi pendidikan berbasis STEAM dalam pengembangan profesionalisme guru-guru di Wonogiri Nursanti, Yuli Bangun; Sujadi, Imam; Kurniawati, Ira
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Februari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v8i1.2595

Abstract

Dalam mencapai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sesuai dengan harapan pemerintah, maka terus dilakukan upaya peningkatan mutu dari sumber daya manusia itu sendiri dalam berbagai bidang, salah satunya bidang pendidikan. Tim pengabdian Universitas Sebelas Maret bekerjasama dengan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Wonogiri melakukan kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk memberikan dorongan dan dukungan kepada PGRI Kabupaten Wonogiri sebagai mitra dengan cara mengeksplorasi berbagai strategi, teknik, dan sumber daya yang dapat membantu guru memperkuat kapasitas mereka. Sebanyak kurang lebih 50 pengurus PGRI Kabupaten Wonogiri mengikuti pelatihan mengenai konsep STEAM serta bagaimana implementasi pendekatan STEAM di kelas, dengan harapan akhir dapat meningkatkan profesional mereka sebagai pendidik sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran bagi peserta didik. Melalui kolaborasi antara pendidik, peneliti, dan praktisi pendidikan, diharapkan pengabdian ini memperkuat basis pembelajaran STEAM di sekolah-sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan serta pemahaman konsep STEAM, tujuan penggunaan STEAM, serta bagaimana mengimplementasikannya terutama dalam pembelajaran di sekolah.
Pelatihan Pemanfaatan Fakta Matematika pada Pembuatan Batik di Sekolah Dasar Untuk Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka Nursanti, Yuli Bangun; Sujadi, Imam; Wulandari, Arum Nur; Andriatna, Riki; Kurniawati, Ira
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12654

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menerapkan adanya pembelajaran diferensiasi, yaitu pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa untuk meningkatkan potensi diri sesuai dengan kesiapan belajar maupun bakat minatnya. Para guru dituntut mau dan mampu mengenali potensi atau kemampuan setiap siswa. Selain itu Kurikulum Merdeka juga bertujuan untuk mewujudkan insan yang memiliki karakter Profil Pelajar Pancasila. Penguatan Profil Pelajar Pancasila difokuskan dalam rangka penguatan karakter yang tumbuh dan bisa dibangun serta diintegrasikan dengan mata pelajaran. Matematika merupakan pelajaran yang dianggap sulit bagi kebanyakan siswa sehingga banyak yang tidak tertarik untuk mempelajari. Tim Pengabdian Research Group Dikdasmen Prodi Pendidikan Matematika FKIP UNS melaksanakan pengabdian untuk memanfaatkan fakta matematika pada pembuatan batik di sekolah dasar Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Tujuan dari pemanfaatan ini agar guru dapat merancang pembelajaran matematika yang tidak hanya fokus pada konsep matematika namun juga memuat nilai etnomatika dengan memperkenalkan budaya lokal salah satunya Batik Wonogiren dari Wonogiri kepada siswa SD sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan skema PKM-UNS ini berupa pendampingan kepada guru kelas dan siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Jatisrono, dengan pilot project di SD Negeri Pelem Jatisrono. Pendampingan ini melibatkan 35 guru kelas. Kegiatan pelatihan meliputi sosialisasi implementasi kurikulum merdeka secara mandiri, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran berupa Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Modul Pembelajaran, mengimplementasikan rancangan perangkat pembelajaran di sekolah pilot project, serta Gelar Karya dan FGD dalam rangka desiminasi hasil pendampingan kepada seluruh guru Sekolah Dasar di Kecamatan Jatisrono.
Tinjauan Self-Efficacy Siswa pada Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Asfanudin, Imam Nurrochman; Kurniawati, Ira; Riki Andriatna
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 8 No 1 (2024): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v8i1.10433

Abstract

This study aims to see the effect of Missouri Mathematics Project learning model on students' mathematical communication ability in terms of students' mathematical self-efficacy. This research is a quasi-experimental. The population in this study were all grade X students in one of the public high schools in Surakarta city in 2023. The sample in this study was taken by cluster random sampling consisting of two classes, namely the experimental class that received the Missouri Mathematics Project learning model and the control class that received the Problem-Based Learning model. Data collection techniques through questionnaires to obtain data on student self-efficacy and student mathematical communication ability tests to obtain data on students' mathematical communication ability. Data analysis technique used two-way ANOVA with unequal cells. The results showed that the mathematical communication ability of students who were given the Missouri Mathematics Project learning model were better than students who were given the Problem-Based Learning model, both in general and in terms of student self-efficacy, both high, medium, and low. In the aspect of self-efficacy, both in general and in each learning model, high self-efficacy has the same good mathematical communication ability as moderate self-efficacy, high self-efficacy students have better mathematical communication ability than students with low self-efficacy, and moderate self-efficacy students have better mathematical communication ability.
Pengembangan E-Modul Matematika Interaktif dengan Canva dan Flipping Book: Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Materi Geometri Ekasari, Shelvina Mei; Chrisnawati, Henny Ekana; Kurniawati, Ira
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 9 No 1 (2025): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v9i1.184

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat e-modul interaktif yang membantu siswa meningkatkan aktivitas belajarnya. Banyak penelitian yang menyatakan adanya korelasi positif antara aktivitas belajar dan hasil belajarnya. Lalu, bagaimana mengaktifkan siswa? Tentunya dengan memfasilitasi kegiatan belajar siswa, salahsatunya menyediakan sumber belajar. E-modul interaktif adalah suatu media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informatika untuk menampilkan teks, gambar, grafik, audio, animasi, dan video dalam proses pembelajaran, yang termuat dalam satu modul yang meliputi materi, metode, batasan dan sistem penilaian. Analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul interaktif valid (dengan nilai rerata sebesar 0,9167 dari penilaian ahli materi dan rerata sebesar 0,8556 dari ahli media, yang berarti masuk dalam kategori sangat tinggi dan tinggi), pada penilaian kepraktisan e-modul oleh guru, rerata prosentase penilaian guru adalah 95,25% , sedangkan kepraktisan dari peserta didik, diperoleh rata-rata prosentase 98,25% yang termasuk dalam kategori sangat praktis. Untuk efektivitas, berdasar uji t , menunjukkan bahwa siswa dalam kelas eksperimen aktif dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal tersebut, artinya e-modul interaktif ini berfungsi sebagai alternatif media pembelajaran bermanfaat untuk meningkatkan aktivitas siswa, terutama berkaitan dengan materi sifat-sifat bangun geometri yang ada di kelas VIII SMP.